MANAGED BY:
MINGGU
19 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Selasa, 12 Juni 2018 07:05
Ekspor-Impor Kaltim Surplus USD 4,43 Miliar
PERLU ALTERNATIF: Penjualan baru bara ke luar negeri masih menjadi tumpuan Kaltim dalam meningkatkan perekonomian daerah. (DOK/KP)

PROKAL.CO, SAMARINDA – Perdagangan luar negeri Kaltim dari dan ke sejumlah negara tujuan pada Januari-April 2018 mengalami surplus USD 4,43 miliar atau setara dengan Rp 60,69 triliun jika kurs 1 USD sama dengan Rp 13.700.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim Atqo Mardiyanto mengatakan, surplus itu disebabkan dari hasil ekspor ke sejumlah negara tujuan senilai USD 5,89 miliar, dikurangi biaya impor dari negara penghasil senilai USD 1,46 miliar. “Sehingga jika dihitung, ekspor-impor Kaltim kembali mengalami surplus,” katanya Senin (11/6).

Dia menjelaskan, nilai ekspor itu terdiri atas bahan bakar mineral berupa migas sebesar USD 1,23 miliar, kemudian bahan bakar mineral nonmigas yang di dalamnya ada batu bara dengan nilai USD 4,47 miliar.

 “Sedangkan komoditas nonmigas selain bahan bakar mineral yang diekspor Kaltim antara lain lemak dan minyak hewani atau nabati senilai USD 188,77 juta. Lalu ekspor pupuk senilai USD 33,99 juta, dan ekspor bahan kimia anorganik sebesar USD 81,16 juta,” tuturnya.

Kemudian ekspor kayu dan barang dari kayu 41,47 juta dolar, bahan kimia organik 29,56 juta dolar, reaktor nuklir, ketel, mesin dan peralatan mekanis 2,54 juta dolar, aneka produk kimia 1,53 juta dolar, dan ekspor barang dari besi atau baja senilai 950 ribu dolar.

"Adapun beberapa negara yang menjadi tujuan ekspor oleh Kaltim pada Januari-April 2018, untuk komoditas migas antara lain ke Jepang senilai USD 551,9 juta, ke Tiongkok USD 152,55 juta, ke Taiwan USD 118,62 juta, dan ekspor migas ke Australia senilai USD 39,11 juta," ujarnya.

Untuk ekspor nonmigas antara lain ke India senilai USD 1,07 miliar, Tiongkok USD 1,24 miliar, Korea Selatan USD 562,84 juta, Jepang USD 460,08 juta, Malaysia USD 327,55 juta, Filipina USD 297,91 juta, dan ekspor nonmigas ke Thailand senilai USD 177,29 juta.

Menurutnya, hal ini juga menguatkan dugaan bahwa surplus pada periode ini karena faktor musiman. Karena masih lemahnya kinerja ekspor produk-produk industri. Karena, untuk menciptakan surplus perdagangan yang berkelanjutan, ketergantungan pada ekspor migas harus dikurangi. Harus perbanyak produk-produk industri.

Upaya jangka pendek yang dapat dilakukan adalah meningkatkan daya saing produk ekspor serta menurunkan impor. Peningkatan nilai tambah pada beberapa komoditas atau hilirisasi dapat dilakukan untuk mendongkrak nilai ekspor.

“Dengan peningkatan nilai tambah, produk ekspor kita akan dihargai lebih mahal dibandingkan ekspor bahan mentah,” pungkasnya. (*/ctr/ndu/k18)


BACA JUGA

Sabtu, 18 Agustus 2018 06:18

Manjakan Konsumen lewat Semarak Kemerdekaan

BALIKPAPAN  -  Long weekend pekan ini dimanfaatkan ACE Hardware dengan menggeber penjualan.…

Sabtu, 18 Agustus 2018 06:16

Tekan Impor Migas

JAKARTA  -  Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta PT Pertamina (Persero) untuk mengurangi…

Sabtu, 18 Agustus 2018 06:15

Enggan Bergantung Komoditas

SAMARINDA  -   Perekonomian Kaltim pada triwulan II 2018 mengalami pertumbuhan sebesar…

Sabtu, 18 Agustus 2018 06:15

Dua Kapal Tertunda, Logistik Masih Aman

BALIKPAPAN  -   Cuaca buruk dan gelombang tinggi yang terjadi dua pekan terakhir, membuat…

Sabtu, 18 Agustus 2018 06:13

Bulan Depan, Harga TBS Diprediksi Membaik

SAMARINDA  -  Tren penurunan harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Kaltim kembali…

Sabtu, 18 Agustus 2018 06:11

Optimistis Rupiah Kukuh di Kisaran 14.000 Per USD

JAKARTA  –   Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2019 telah…

Sabtu, 18 Agustus 2018 06:08

Tahun Depan, Gaji ASN Naik 5 Persen

JAKARTA  –  Kabar baik menghampiri Aparatur Sipil Negara (ASN). Berdasar Rancangan Anggaran…

Sabtu, 18 Agustus 2018 06:06

Target Turunkan Angka Kemiskinan 8,5 Persen

JAKARTA  –   Pemerintah bertekad menurunkan angka kemiskinan di Tanah Air mencapai 8,5…

Sabtu, 18 Agustus 2018 06:03

Belum Swasembada Kedelai

SURABAYA  –  Tingginya konsumsi kedelai di Tanah Air masih belum diimbangi dengan suplai…

Sabtu, 18 Agustus 2018 06:02

Maksimalkan Kapal Penangkap Ikan

SURABAYA  –   Kebijakan pemerintah di sektor maritim melalui pengembangan infrastruktur…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .