MANAGED BY:
JUMAT
22 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Selasa, 12 Juni 2018 07:05
Ekspor-Impor Kaltim Surplus USD 4,43 Miliar
PERLU ALTERNATIF: Penjualan baru bara ke luar negeri masih menjadi tumpuan Kaltim dalam meningkatkan perekonomian daerah. (DOK/KP)

PROKAL.CO, SAMARINDA – Perdagangan luar negeri Kaltim dari dan ke sejumlah negara tujuan pada Januari-April 2018 mengalami surplus USD 4,43 miliar atau setara dengan Rp 60,69 triliun jika kurs 1 USD sama dengan Rp 13.700.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim Atqo Mardiyanto mengatakan, surplus itu disebabkan dari hasil ekspor ke sejumlah negara tujuan senilai USD 5,89 miliar, dikurangi biaya impor dari negara penghasil senilai USD 1,46 miliar. “Sehingga jika dihitung, ekspor-impor Kaltim kembali mengalami surplus,” katanya Senin (11/6).

Dia menjelaskan, nilai ekspor itu terdiri atas bahan bakar mineral berupa migas sebesar USD 1,23 miliar, kemudian bahan bakar mineral nonmigas yang di dalamnya ada batu bara dengan nilai USD 4,47 miliar.

 “Sedangkan komoditas nonmigas selain bahan bakar mineral yang diekspor Kaltim antara lain lemak dan minyak hewani atau nabati senilai USD 188,77 juta. Lalu ekspor pupuk senilai USD 33,99 juta, dan ekspor bahan kimia anorganik sebesar USD 81,16 juta,” tuturnya.

Kemudian ekspor kayu dan barang dari kayu 41,47 juta dolar, bahan kimia organik 29,56 juta dolar, reaktor nuklir, ketel, mesin dan peralatan mekanis 2,54 juta dolar, aneka produk kimia 1,53 juta dolar, dan ekspor barang dari besi atau baja senilai 950 ribu dolar.

"Adapun beberapa negara yang menjadi tujuan ekspor oleh Kaltim pada Januari-April 2018, untuk komoditas migas antara lain ke Jepang senilai USD 551,9 juta, ke Tiongkok USD 152,55 juta, ke Taiwan USD 118,62 juta, dan ekspor migas ke Australia senilai USD 39,11 juta," ujarnya.

Untuk ekspor nonmigas antara lain ke India senilai USD 1,07 miliar, Tiongkok USD 1,24 miliar, Korea Selatan USD 562,84 juta, Jepang USD 460,08 juta, Malaysia USD 327,55 juta, Filipina USD 297,91 juta, dan ekspor nonmigas ke Thailand senilai USD 177,29 juta.

Menurutnya, hal ini juga menguatkan dugaan bahwa surplus pada periode ini karena faktor musiman. Karena masih lemahnya kinerja ekspor produk-produk industri. Karena, untuk menciptakan surplus perdagangan yang berkelanjutan, ketergantungan pada ekspor migas harus dikurangi. Harus perbanyak produk-produk industri.

Upaya jangka pendek yang dapat dilakukan adalah meningkatkan daya saing produk ekspor serta menurunkan impor. Peningkatan nilai tambah pada beberapa komoditas atau hilirisasi dapat dilakukan untuk mendongkrak nilai ekspor.

“Dengan peningkatan nilai tambah, produk ekspor kita akan dihargai lebih mahal dibandingkan ekspor bahan mentah,” pungkasnya. (*/ctr/ndu/k18)


BACA JUGA

Kamis, 21 Juni 2018 06:44

Ujian Rupiah Berlanjut

JAKARTA – Setelah sentimen pertemuan G-7 (Grup 7) yang mempertemukan kelompok negara-negara maju…

Kamis, 21 Juni 2018 06:34

Arus Balik, Konsumsi Pertamax Naik 17 Persen

JAKARTA – Memasuki masa arus balik H+4 Lebaran 2018, Satuan Tugas (Satgas) PT Pertamina (Persero)…

Kamis, 21 Juni 2018 06:33

Petani Belum Merdeka

NGAWI – Musim panen padi sudah di depan mata. Namun bukannya senang, sejumlah petani di Ngawi…

Rabu, 20 Juni 2018 06:44

Tertarik, tapi Terbentur Persyaratan

BALIKPAPAN - Kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) atau BI 7-day reverse repo rate sebesar 50…

Rabu, 20 Juni 2018 06:40

Juni, Inflasi Kaltim Diprediksi Terkendali

SAMARINDA - Meski beberapa harga pangan melambung sejak awal bulan, seperti ayam broiler, daging sapi,…

Rabu, 20 Juni 2018 06:38

478 Daerah Sudah Terima Dana Desa

SAMARINDA - Pembangunan perdesaan di Bumi Etam dipastikan bakal semakin cepat. Pasalnya, saat ini penyaluran…

Rabu, 20 Juni 2018 06:37

Arus Balik Diprediksi Lebih Lama

BALIKPAPAN - Banyaknya masyarakat yang beralih menggunakan jasa angkutan udara tidak menyurutkan minat…

Rabu, 20 Juni 2018 06:35

Meningkat 80 Persen, Maskapai Siapkan Extra Flight

SAMARINDA – Meski hanya memindahkan operasi Bandara Temindung, kepadatan penumpang juga terlihat…

Rabu, 20 Juni 2018 06:32

Tarif Rental Mobil Melambung

TEGAL – Meski Lebaran sudah lima hari berlalu, namun tarif rental mobil masih cukup tinggi. Kenaikan…

Rabu, 20 Juni 2018 06:32

Lima Bulan, 4.343 Izin Usaha Masuk

MANADO — Iklim investasi di Manado menjanjikan. Buktinya, periode Januari hingga Mei tahun ini,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .