MANAGED BY:
SELASA
23 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Selasa, 12 Juni 2018 07:05
Ekspor-Impor Kaltim Surplus USD 4,43 Miliar
PERLU ALTERNATIF: Penjualan baru bara ke luar negeri masih menjadi tumpuan Kaltim dalam meningkatkan perekonomian daerah. (DOK/KP)

PROKAL.CO, SAMARINDA – Perdagangan luar negeri Kaltim dari dan ke sejumlah negara tujuan pada Januari-April 2018 mengalami surplus USD 4,43 miliar atau setara dengan Rp 60,69 triliun jika kurs 1 USD sama dengan Rp 13.700.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim Atqo Mardiyanto mengatakan, surplus itu disebabkan dari hasil ekspor ke sejumlah negara tujuan senilai USD 5,89 miliar, dikurangi biaya impor dari negara penghasil senilai USD 1,46 miliar. “Sehingga jika dihitung, ekspor-impor Kaltim kembali mengalami surplus,” katanya Senin (11/6).

Dia menjelaskan, nilai ekspor itu terdiri atas bahan bakar mineral berupa migas sebesar USD 1,23 miliar, kemudian bahan bakar mineral nonmigas yang di dalamnya ada batu bara dengan nilai USD 4,47 miliar.

 “Sedangkan komoditas nonmigas selain bahan bakar mineral yang diekspor Kaltim antara lain lemak dan minyak hewani atau nabati senilai USD 188,77 juta. Lalu ekspor pupuk senilai USD 33,99 juta, dan ekspor bahan kimia anorganik sebesar USD 81,16 juta,” tuturnya.

Kemudian ekspor kayu dan barang dari kayu 41,47 juta dolar, bahan kimia organik 29,56 juta dolar, reaktor nuklir, ketel, mesin dan peralatan mekanis 2,54 juta dolar, aneka produk kimia 1,53 juta dolar, dan ekspor barang dari besi atau baja senilai 950 ribu dolar.

"Adapun beberapa negara yang menjadi tujuan ekspor oleh Kaltim pada Januari-April 2018, untuk komoditas migas antara lain ke Jepang senilai USD 551,9 juta, ke Tiongkok USD 152,55 juta, ke Taiwan USD 118,62 juta, dan ekspor migas ke Australia senilai USD 39,11 juta," ujarnya.

Untuk ekspor nonmigas antara lain ke India senilai USD 1,07 miliar, Tiongkok USD 1,24 miliar, Korea Selatan USD 562,84 juta, Jepang USD 460,08 juta, Malaysia USD 327,55 juta, Filipina USD 297,91 juta, dan ekspor nonmigas ke Thailand senilai USD 177,29 juta.

Menurutnya, hal ini juga menguatkan dugaan bahwa surplus pada periode ini karena faktor musiman. Karena masih lemahnya kinerja ekspor produk-produk industri. Karena, untuk menciptakan surplus perdagangan yang berkelanjutan, ketergantungan pada ekspor migas harus dikurangi. Harus perbanyak produk-produk industri.

Upaya jangka pendek yang dapat dilakukan adalah meningkatkan daya saing produk ekspor serta menurunkan impor. Peningkatan nilai tambah pada beberapa komoditas atau hilirisasi dapat dilakukan untuk mendongkrak nilai ekspor.

“Dengan peningkatan nilai tambah, produk ekspor kita akan dihargai lebih mahal dibandingkan ekspor bahan mentah,” pungkasnya. (*/ctr/ndu/k18)


BACA JUGA

Senin, 22 Oktober 2018 06:56

Daya Beli Masyarakat Patut Diwaspadai

BALIKPAPAN – Meski kondisi ekonomi Kaltim tumbuh 3,12 persen dan ekspor di Bumi Etam turut membaik,…

Senin, 22 Oktober 2018 06:43

Sistem Perdagangan Alternatif Meningkat Signifikan

JAKARTA – Transaksi sistem perdagangan alternatif (SPA) mengalami peningkatan signifikan. Hal…

Senin, 22 Oktober 2018 06:42

Pangkas Impor Komponen Industri Elektronik

JAKARTA – Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kementerian Perindustrian berharap…

Minggu, 21 Oktober 2018 06:46

Tempat Cukur Idola Pesepak Bola

WALAU terkesan sepele, bisnis tempat cukur khusus pria alias barbershop ternyata tak semudah yang dibayangkan.…

Sabtu, 20 Oktober 2018 00:08

Siapkan Promo Unggulan selama Natal dan Tahun Baru

BALIKPAPAN  –  Pelanggan setia Hypermart jangan sampai ketinggalan penawaran terbaik.…

Sabtu, 20 Oktober 2018 00:07

Segudang Keuntungan Miliki Kartu GPN

SAMARINDA  -  Bank Indonesia terus mendorong masyarakat menerapkan sistem pembayaran baru…

Sabtu, 20 Oktober 2018 00:06

Milenial Harus Selektif Berinvestasi

JAKARTA -  Generasi milenial mulai melek dunia investasi. Tidak sedikit generasi muda sudah menyisihkan…

Sabtu, 20 Oktober 2018 00:04

Insentif Pajak Dorong Perekonomian Lebih Cepat

JAKARTA  –  Pemerintah kehilangan potensi penerimaan Rp 298,3 triliun akibat pemberian…

Sabtu, 20 Oktober 2018 00:02

Pasar Fleet Naik 15 Persen

JAKARTA  –  Penjualan ritel kendaraan bermotor pada Januari–September 2018 tumbuh…

Sabtu, 20 Oktober 2018 00:02

BNI Bukukan Laba Bersih Rp 11,4 Triliun

JAKARTA  –  PT Bank Negara Indonesia (BBNI) pada kuartal tiga 2018 mencatat laba bersih…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .