MANAGED BY:
JUMAT
19 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Selasa, 12 Juni 2018 07:02
Fashion Muslim Potensial Ekspor
POTENSI: Industri fashion busana muslim Tanah Air bisa menjadi alternatif pemerintah meningkatkan ekspor karena mampu bersaing dengan produk dari Turki.(anggi praditha/kp)

PROKAL.CO, JAKARTA – Dalam beberapa tahun terakhir, industri fashion di dalam negeri menunjukkan pertumbuhan yang impresif. Capaian itu ditandai dengan peningkatan kinerja nilai ekspor.

Berdasar data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai ekspor fashion nasional pada periode Januari–April 2018 mencapai USD 4,7 miliar. Angka tersebut tumbuh 10 persen jika dibandingkan periode yang sama 2017 sebesar USD 4,2 miliar. ”Pada posisi ini, Indonesia mampu menguasai 1,9 persen pasar fashion dunia dan menjadi negara eksportir pakaian ke-14,” ujar Dirjen Industri Kecil dan Menengah (IKM) Gati Wibawaningsih.

Mengenai potensi di sektor industri fashion muslim, Indonesia menjadi satu di antara tiga besar negara anggota Organisasi Kerja Sama Negara Islam (OKI) sebagai pengekspor produk fashion muslim terbesar di dunia setelah Bangladesh dan Turki.

Indonesia mampu mencatatkan nilai ekspor produk fashion muslim hingga USD 12,23 miliar pada tahun lalu. ”Pada 2016, pasar fashion muslim di dunia mencapai USD 254 miliar dan diprediksi 2022 tumbuh 6,6 persen sehingga menjadi USD 373 miliar. Ini menjadi peluang besar bagi Indonesia untuk menguasai pasar fashion muslim di dunia,” ungkap Gati.

Apalagi, Indonesia sebagai salah satu negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia. Melihat geliat industri fashion yang cukup pesat, pemerintah berharap terus bermunculan sumber daya manusia di industri tersebut berupa desainer-desainer muda baru. ”Dalam upaya pengembangan industri fashion, juga diperlukan kolaborasi dan sinergi dari berbagai stakeholder yang meliputi pemerintah, pelaku usaha, akademisi, dan komunitas,” tambah Gati.

Di samping itu, lanjut dia, langkah strategis yang perlu dilakukan adalah penguatan struktur industri fashion nasional. ”Integrasi akan diperkuat dengan suplai bahan baku dari industri tekstil dalam negeri yang akan diwujudkan melalui material center,” jelasnya.

Sejauh ini, pemerintah telah melakukan berbagai langkah untuk mengintegrasikan sektor hulu sampai hilir dalam memajukan industri busana muslim nasional. Di antaranya, melalui kemitraan desainer dengan pelaku IKM fashion dan Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI).

”Kami mendorong terciptanya ekosistem bisnis di industri fashion muslim nasional. Selain itu, memfasilitasi desainer ikut serta di berbagai pameran dan fashion show, baik di dalam maupun luar negeri,” terang Gati.

Lantas, bagaimana dengan potensi di pasar domestik? Pada kuartal kedua 2018, penjualan produk fashion muslim di Indonesia tentu akan sangat terdorong dengan Ramadan. Hal tersebut cukup terbukti, baik di segmen pasar offline seperti ritel maupun marketplace di online. Sektor fashion menjadi item paling banyak diburu konsumen yang ingin berbelanja.

VP Marketing Bukalapak Bayu Syerli menyebutkan, produk yang menjadi sasaran masyarakat di marketplace selama Ramadan adalah gadget, produk kecantikan, serta fashion. ”Kalau dari jumlah transaksi, sudah pasti lebih besar untuk gadget karena barangnya seharga Rp 2–3 juta. Tapi, secara volume, lebih banyak yang cari produk fashion, seperti baju, gelang, dan jam tangan,” ungkapnya. (agf/jpg/ndu2/k15)


BACA JUGA

Kamis, 18 Oktober 2018 06:45

Triwulan III, Permintaan Batu Bara Meningkat

SAMARINDA – Di tengah pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) yang sudah…

Kamis, 18 Oktober 2018 06:31

Pasar Properti Vila Stabil

SURABAYA – Pasar properti berkonsep resor seperti vila tetap terjaga. Salah satunya, The Taman…

Kamis, 18 Oktober 2018 06:30

Industri 4.0 Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi Negara Asia

JAKARTA – Banyak kontribusi yang didapatkan dari implementasi industri 4.0 di kawasan Asia. Salah…

Rabu, 17 Oktober 2018 06:50

Promosikan Wisata Halal Lombok

BADUNG – Pariwisata menjadi tema lanjutan pertama yang dibahas setelah pertemuan tahunan bertajuk…

Rabu, 17 Oktober 2018 06:48

Pengusaha Butuh Kepastian Pasar

SAMARINDA - Program mandatori biodiesel 20 persen (B20)  atau pencampuran minyak kelapa sawit ke…

Rabu, 17 Oktober 2018 06:48

Furnitur Impor Mulai Terdampak Kenaikan Dolar

BALIKPAPAN - Keperkasaan dolar Amerika Serikat (USD) terhadap rupiah tak serta-merta memengaruhi penjualan…

Rabu, 17 Oktober 2018 06:45

MAUNYA SIH..!! Maloy Harus Beroperasi Bulan Ini

SAMARINDA - Sempat tertunda beroperasi dari target awal pada Agustus, Kawasan Ekonomi Khusus Maloy Batuta…

Rabu, 17 Oktober 2018 06:43

Jalan Dua Bulan, WP Meningkat hingga 18.424 Orang

BALIKPAPAN – Sejak Juli lalu, tarif pajak penghasilan (PPh) Final untuk usaha mikro, kecil, dan…

Selasa, 16 Oktober 2018 06:44

Triton Masih Jadi Unggulan

BALIKPAPAN - Membaiknya kinerja pertambangan batu bara di Bumi Etam turut mengerek penjualan Mitsubishi.…

Selasa, 16 Oktober 2018 06:42

Minyak Mentah Turun Bisa Jadi Penolong Rupiah

JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) masih sulit meninggalkan level 15.000.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .