MANAGED BY:
SELASA
23 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Selasa, 12 Juni 2018 06:55
Rupiah Diprediksi Terus Menguat
-

PROKAL.CO, SAMARINDA – Rupiah diprediksi terus mendapat apresiasi dari dolar Amerika Serikat (USD). Beberapa langkah yang diambil Bank Indonesia (BI) seperti menaikkan suku bunga acuan hingga 50 basis poin pada Mei lalu menjadi salah satu alasan. Berdasar Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada Senin (11/6), uang garuda menyentuh Rp 13.902.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw-BI) Kaltim Muhamad Nur mengatakan, saat ini rupiah sudah mengalami penguatan. Hal itu, dipengaruhi kebijakan BI yang sudah dibaca positif oleh pasar. Namun ini masih efek jangka pendek. “Sedangkan jangka panjangnya nanti, itu pasti akan memberikan pengaruh yang lebih signifikan terhadap rupiah,” tuturnya kepada Kaltim Post, Senin (11/6).

Dia menjelaskan, BI harus bisa mengambil kebijakan untuk terus menguatkan rupiah. Kenaikan suku bunga, diharapkan akan terus membuat rupiah membaik sedikit demi sedikit. Tidak bisa langsung berdampak rupiah menguat ke Rp 13 ribu, tentunya butuh proses. “Kita harapkan kepercayaan rupiah juga semakin besar, sehingga depresiasi rupiah bisa dikendalikan,” katanya.

Menurutnya, efek jangka panjang yang diharapkan  rupiah akan terapresiasi dan kembali pada fundamentalnya yaitu Rp 13.300 per USD. Hanya untuk menguatkan itu, ekspor harus semakin besar. Jika ekspor membesar maka cadangan devisa akan semakin besar yang berdampak pada penguatan rupiah.

Berdasarkan data terakhir, posisi cadangan devisa akhir April 2018 tercatat sebesar USD 124,9 miliar. Posisi cadangan devisa ini turun signifikan dibanding posisi cadangan devisa akhir Januari 2018 sebesar USD 131,98 miliar. Jumlah itu secara bertahap turun pada Februari, Maret, hingga April. Dengan naiknya suku bunga acuan 25 bps, dana asing harapannya bisa tertahan dan tidak melanjutkan outflow, sehingga devisa semakin membaik.

“Kami terus melanjutkan penguatan rupiah. Beberapa tahun ke depan, rupiah masih akan terapresiasi, walaupun fluktuatif harian masih ada,” tutupnya. (*/ctr/ndu2/k18)


BACA JUGA

Senin, 22 Oktober 2018 06:56

Daya Beli Masyarakat Patut Diwaspadai

BALIKPAPAN – Meski kondisi ekonomi Kaltim tumbuh 3,12 persen dan ekspor di Bumi Etam turut membaik,…

Senin, 22 Oktober 2018 06:43

Sistem Perdagangan Alternatif Meningkat Signifikan

JAKARTA – Transaksi sistem perdagangan alternatif (SPA) mengalami peningkatan signifikan. Hal…

Senin, 22 Oktober 2018 06:42

Pangkas Impor Komponen Industri Elektronik

JAKARTA – Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kementerian Perindustrian berharap…

Minggu, 21 Oktober 2018 06:46

Tempat Cukur Idola Pesepak Bola

WALAU terkesan sepele, bisnis tempat cukur khusus pria alias barbershop ternyata tak semudah yang dibayangkan.…

Sabtu, 20 Oktober 2018 00:08

Siapkan Promo Unggulan selama Natal dan Tahun Baru

BALIKPAPAN  –  Pelanggan setia Hypermart jangan sampai ketinggalan penawaran terbaik.…

Sabtu, 20 Oktober 2018 00:07

Segudang Keuntungan Miliki Kartu GPN

SAMARINDA  -  Bank Indonesia terus mendorong masyarakat menerapkan sistem pembayaran baru…

Sabtu, 20 Oktober 2018 00:06

Milenial Harus Selektif Berinvestasi

JAKARTA -  Generasi milenial mulai melek dunia investasi. Tidak sedikit generasi muda sudah menyisihkan…

Sabtu, 20 Oktober 2018 00:04

Insentif Pajak Dorong Perekonomian Lebih Cepat

JAKARTA  –  Pemerintah kehilangan potensi penerimaan Rp 298,3 triliun akibat pemberian…

Sabtu, 20 Oktober 2018 00:02

Pasar Fleet Naik 15 Persen

JAKARTA  –  Penjualan ritel kendaraan bermotor pada Januari–September 2018 tumbuh…

Sabtu, 20 Oktober 2018 00:02

BNI Bukukan Laba Bersih Rp 11,4 Triliun

JAKARTA  –  PT Bank Negara Indonesia (BBNI) pada kuartal tiga 2018 mencatat laba bersih…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .