MANAGED BY:
MINGGU
19 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Selasa, 12 Juni 2018 06:55
Rupiah Diprediksi Terus Menguat
-

PROKAL.CO, SAMARINDA – Rupiah diprediksi terus mendapat apresiasi dari dolar Amerika Serikat (USD). Beberapa langkah yang diambil Bank Indonesia (BI) seperti menaikkan suku bunga acuan hingga 50 basis poin pada Mei lalu menjadi salah satu alasan. Berdasar Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada Senin (11/6), uang garuda menyentuh Rp 13.902.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw-BI) Kaltim Muhamad Nur mengatakan, saat ini rupiah sudah mengalami penguatan. Hal itu, dipengaruhi kebijakan BI yang sudah dibaca positif oleh pasar. Namun ini masih efek jangka pendek. “Sedangkan jangka panjangnya nanti, itu pasti akan memberikan pengaruh yang lebih signifikan terhadap rupiah,” tuturnya kepada Kaltim Post, Senin (11/6).

Dia menjelaskan, BI harus bisa mengambil kebijakan untuk terus menguatkan rupiah. Kenaikan suku bunga, diharapkan akan terus membuat rupiah membaik sedikit demi sedikit. Tidak bisa langsung berdampak rupiah menguat ke Rp 13 ribu, tentunya butuh proses. “Kita harapkan kepercayaan rupiah juga semakin besar, sehingga depresiasi rupiah bisa dikendalikan,” katanya.

Menurutnya, efek jangka panjang yang diharapkan  rupiah akan terapresiasi dan kembali pada fundamentalnya yaitu Rp 13.300 per USD. Hanya untuk menguatkan itu, ekspor harus semakin besar. Jika ekspor membesar maka cadangan devisa akan semakin besar yang berdampak pada penguatan rupiah.

Berdasarkan data terakhir, posisi cadangan devisa akhir April 2018 tercatat sebesar USD 124,9 miliar. Posisi cadangan devisa ini turun signifikan dibanding posisi cadangan devisa akhir Januari 2018 sebesar USD 131,98 miliar. Jumlah itu secara bertahap turun pada Februari, Maret, hingga April. Dengan naiknya suku bunga acuan 25 bps, dana asing harapannya bisa tertahan dan tidak melanjutkan outflow, sehingga devisa semakin membaik.

“Kami terus melanjutkan penguatan rupiah. Beberapa tahun ke depan, rupiah masih akan terapresiasi, walaupun fluktuatif harian masih ada,” tutupnya. (*/ctr/ndu2/k18)


BACA JUGA

Sabtu, 18 Agustus 2018 06:18

Manjakan Konsumen lewat Semarak Kemerdekaan

BALIKPAPAN  -  Long weekend pekan ini dimanfaatkan ACE Hardware dengan menggeber penjualan.…

Sabtu, 18 Agustus 2018 06:16

Tekan Impor Migas

JAKARTA  -  Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta PT Pertamina (Persero) untuk mengurangi…

Sabtu, 18 Agustus 2018 06:15

Enggan Bergantung Komoditas

SAMARINDA  -   Perekonomian Kaltim pada triwulan II 2018 mengalami pertumbuhan sebesar…

Sabtu, 18 Agustus 2018 06:15

Dua Kapal Tertunda, Logistik Masih Aman

BALIKPAPAN  -   Cuaca buruk dan gelombang tinggi yang terjadi dua pekan terakhir, membuat…

Sabtu, 18 Agustus 2018 06:13

Bulan Depan, Harga TBS Diprediksi Membaik

SAMARINDA  -  Tren penurunan harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Kaltim kembali…

Sabtu, 18 Agustus 2018 06:11

Optimistis Rupiah Kukuh di Kisaran 14.000 Per USD

JAKARTA  –   Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2019 telah…

Sabtu, 18 Agustus 2018 06:08

Tahun Depan, Gaji ASN Naik 5 Persen

JAKARTA  –  Kabar baik menghampiri Aparatur Sipil Negara (ASN). Berdasar Rancangan Anggaran…

Sabtu, 18 Agustus 2018 06:06

Target Turunkan Angka Kemiskinan 8,5 Persen

JAKARTA  –   Pemerintah bertekad menurunkan angka kemiskinan di Tanah Air mencapai 8,5…

Sabtu, 18 Agustus 2018 06:03

Belum Swasembada Kedelai

SURABAYA  –  Tingginya konsumsi kedelai di Tanah Air masih belum diimbangi dengan suplai…

Sabtu, 18 Agustus 2018 06:02

Maksimalkan Kapal Penangkap Ikan

SURABAYA  –   Kebijakan pemerintah di sektor maritim melalui pengembangan infrastruktur…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .