MANAGED BY:
KAMIS
17 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Selasa, 12 Juni 2018 06:55
Rupiah Diprediksi Terus Menguat
-

PROKAL.CO, SAMARINDA – Rupiah diprediksi terus mendapat apresiasi dari dolar Amerika Serikat (USD). Beberapa langkah yang diambil Bank Indonesia (BI) seperti menaikkan suku bunga acuan hingga 50 basis poin pada Mei lalu menjadi salah satu alasan. Berdasar Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada Senin (11/6), uang garuda menyentuh Rp 13.902.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw-BI) Kaltim Muhamad Nur mengatakan, saat ini rupiah sudah mengalami penguatan. Hal itu, dipengaruhi kebijakan BI yang sudah dibaca positif oleh pasar. Namun ini masih efek jangka pendek. “Sedangkan jangka panjangnya nanti, itu pasti akan memberikan pengaruh yang lebih signifikan terhadap rupiah,” tuturnya kepada Kaltim Post, Senin (11/6).

Dia menjelaskan, BI harus bisa mengambil kebijakan untuk terus menguatkan rupiah. Kenaikan suku bunga, diharapkan akan terus membuat rupiah membaik sedikit demi sedikit. Tidak bisa langsung berdampak rupiah menguat ke Rp 13 ribu, tentunya butuh proses. “Kita harapkan kepercayaan rupiah juga semakin besar, sehingga depresiasi rupiah bisa dikendalikan,” katanya.

Menurutnya, efek jangka panjang yang diharapkan  rupiah akan terapresiasi dan kembali pada fundamentalnya yaitu Rp 13.300 per USD. Hanya untuk menguatkan itu, ekspor harus semakin besar. Jika ekspor membesar maka cadangan devisa akan semakin besar yang berdampak pada penguatan rupiah.

Berdasarkan data terakhir, posisi cadangan devisa akhir April 2018 tercatat sebesar USD 124,9 miliar. Posisi cadangan devisa ini turun signifikan dibanding posisi cadangan devisa akhir Januari 2018 sebesar USD 131,98 miliar. Jumlah itu secara bertahap turun pada Februari, Maret, hingga April. Dengan naiknya suku bunga acuan 25 bps, dana asing harapannya bisa tertahan dan tidak melanjutkan outflow, sehingga devisa semakin membaik.

“Kami terus melanjutkan penguatan rupiah. Beberapa tahun ke depan, rupiah masih akan terapresiasi, walaupun fluktuatif harian masih ada,” tutupnya. (*/ctr/ndu2/k18)


BACA JUGA

Kamis, 17 Januari 2019 11:44

Ada Sekitar 70 Perusahaan Pembiayaan Bisa DP 0 Persen

JAKARTA – Hanya perusahaan pembiayaan (PP) yang memiliki rasio non-performing…

Kamis, 17 Januari 2019 11:35

ASIK..!! Maskapai Ini Tambah Layanan Wifi, Bidik 17 Juta Penumpang

DENPASAR – Maskapai penerbangan terus berinovasi di tengah sengitnya persaingan…

Kamis, 17 Januari 2019 07:05

Pariwisata Wajib Jadi Prioritas

SAMARINDA – Tak hanya dituntut menggelar banyak event, Pemprov Kaltim…

Kamis, 17 Januari 2019 06:55

Data e-Commerce Akan Lebih Terekam

JAKARTA – Pendataan mengenai industri e-commerce di Tanah Air bakal…

Kamis, 17 Januari 2019 06:53

November 2018, Utang Luar Negeri Naik Jadi Rp 5.257 T

JAKARTA – Bank Indonesia (BI) membukukan utang luar negeri (ULN)…

Rabu, 16 Januari 2019 06:50

Pasokan Turun, Harga Sayuran Melejit

BALIKPAPAN - Ombak besar akibat cuaca buruk yang terjadi pada…

Rabu, 16 Januari 2019 06:49

Model Baru, Harga Lama

JAKARTA – PT Toyota Astra Motor (TAM) menunjukkan keseriusannya dalam…

Rabu, 16 Januari 2019 06:44

Terburuk Selama Lima Tahun

JAKARTA – Pemerintah tampaknya harus bekerja lebih keras untuk menekan…

Rabu, 16 Januari 2019 06:43

Pedagang e-Commerce Tak Wajib Punya NPWP

JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memastikan dalam Peraturan Menteri Keuangan…

Rabu, 16 Januari 2019 06:43

Bankaltimtara Catatkan Kinerja Gemilang

SAMARINDA – Kinerja PT Bankaltimtara tahun lalu cukup baik. Di…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*