MANAGED BY:
SABTU
23 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

OLAHRAGA

Senin, 11 Juni 2018 11:41
Sengit Jadwal Padat
TERFORSIR: Agenda padat selama Ramadan membuat Diego Michiels (Borneo FC, foto kiri) dan Bayu Pradana kesulitan menunjukkan performa terbaiknya.

PROKAL.CO, Liga 1 2018 edisi Ramadan berakhir. Terlaksana dengan pergeseran agenda menjadi lebih malam, bagaimana dampaknya dengan capaian tim Kaltim?

MASING-masing tim mendapat jatah lima kali bertanding sepanjang Ramadan. Pembeda dari sebelum Ramadan, waktu kick-off digeser menjadi lebih malam. Rata-rata dimulai pada pukul 21.30. Itu untuk menyesuaikan dengan metabolisme para pemain sepak bola Indonesia yang mayoritas muslim.

Melakoni laga dengan jadwal berbeda dari biasanya ternyata berdampak kepada performa Mitra Kukar. Dari lima laga, mereka hanya mampu memenangi dua di antaranya. Itu pun semuanya mereka dapat saat di kandang. Tiga lainnya, saat menjadi tamu, semuanya berakhir dengan kekalahan.

Pelatih Mitra Kukar Rafael Berges Marin tak memungkiri, perubahan pola pertandingan itu membuatnya harus banyak menyesuaikan kondisi tim. Termasuk dalam urusan pemberian porsi latihan. Sebab, dia enggan membuat para pemain terlalu lelah berlatih lantaran dalam kondisi berpuasa.

Pada hari biasa, Mitra Kukar rutin menggelar latihan pada pagi dan sore. Saat Ramadan, pola latihan pun disesuaikan. Bergantian digelar antara malam dan sore. Yang membuatnya tenang, timnya tidak sendiri. Seluruh kontestan Liga 1 juga alami penyesuaian serupa.

Tantangan lainnya saat berlaga pada Ramadan, jadwal pertandingan menjadi rapat. Antar pertandingan hanya tersedia jeda paling banyak empat hari. Dengan jeda seperti itu, menurut Rafael, tim harus bekerja ekstra bila ingin menunjukkan performa terbaik.

“Jadwal pertandingan sangat gila. Seharusnya operator lebih memperhatikan itu di masa mendatang. Apalagi memasuki Ramadan. Mustahil tim bisa bermain bagus dengan jadwal padat dan perjalanan jauh,” kata eks pelatih Cordoba tersebut. Ya, masa persiapan semakin terkepras ketika tim harus melakoni perjalanan tur tandang.

Rafa membandingkan jadwal sebelum dan saat Ramadan. Pada Mei–sebelum Ramadan, jadwal bisa memiliki jeda hingga sepekan. “Kenapa jadwal padat justru jatuh saat pemain sedang menjalani puasa?”

Ditemui terpisah, asisten manajer Mitra Kukar Nor Alam menuturkan, padatnya jadwal pada Ramadan seharusnya tidak terjadi. Memang, sejauh ini tidak ada tim yang protes. Hanya, dia berharap di masa mendatang operator bisa lebih jeli merancang agenda. “Ini pembelajaran untuk semua pihak, terutama operator kompetisi. Jika ingin memaksakan jadwal padat, seharusnya jangan saat Ramadan,” jelas Alam.

Hal senada diungkapkan oleh gelandang serang Mitra Kukar Anindito Wahyu. Pemain kelahiran Solo, Jawa Tengah itu mengatakan, jadwal padat saat Ramadan cukup menyulitkan pemain untuk tampil prima. Dia menyayangkan pihak operator memilih memadatkan agenda saat Ramadan. “Cukup sulit untuk bermain di level terbaik dengan jadwal padat,” ucap eks pemain Persija Jakarta itu.

Sementara itu, Borneo FC tampil lebih baik ketimbang Mitra Kukar. Selain dua kemenangan di kandang, mereka berhasil mencuri satu poin ketika menahan imbang Bhayangkara FC 1-1 di Stadion PTIK, Jakarta pada 27 Mei. Dua laga lagi berujung kekalahan.

Bagi tim pelatih Pesut Etam, perubahan pola latihan dan bertanding saat Ramadan tak banyak memengaruhi kondisi tim. Hal tersebut disampaikan asisten pelatih Borneo FC Ahmad Amiruddin.  "Semua normal saja. Karena (tim lain) sama-sama menjalani," kata Amir, sapaannya.

Untuk pemain muslim, aktivitas latihan sore dilalui dengan berpuasa. Tanpa ada pengurangan porsi latihan, Amir menyebut setiap penggawa tetap bersemangat. Namun beberapa tetap terlihat kelelahan karena kekurangan cairan. "Kalau pertandingan, normal saja, karena main malam. Jadi tidak berat," imbuhnya.

Pun lebih baik dari Mitra Kukar, Amir menegaskan, capaian saat berlaga selama Ramadan tak cukup memuaskan. "Dari segi hasil memang kurang bagus. Tapi tim pelatih mengapresiasi kerja keras pemain. Kami juga lihat ada progres dari setiap pekannya. Jauh lebih baik," paparnya.

Menilik jadwal padat dari operator kompetisi selama Ramadan, Amir menyebut sangat tidak baik. Pasalnya, dalam sepekan, tim bisa memainkan dua laga. Risiko cedera menjadi tinggi dan sudah ada korbannya.

"Bek kami Abdul Rahman harus cedera. Pemain lain sempat mengalami sedikit masalah juga. Alhamdulillah tak ada yang sampai parah," pungkasnya. (*/abi/don/ndy/k9)


BACA JUGA

Jumat, 22 Juni 2018 11:01

Mantan Bintang Film Bokep Jepang Olok-Olok Kiper Argentina

Penampilan kiper Timnas Argentina, Wilfredo Caballero, menjadi bahan olok-olok mantan aktris film panas…

Jumat, 22 Juni 2018 10:47

Messi Tak Berkutik, Ini Sebabnya

Lionel Messi kembali tak berkutik. Selain gagal mencetak gol, Messi pun tak mampu membawa Argentina…

Jumat, 22 Juni 2018 10:41

Sikat Argentina, Krosia Lolos, Tapi Jangan Besar Kepala

Timnas Kroasia memastikan tiket ke babak 16 besar Piala Dunia 2018. Hal tersebut mereka raih usai mengalahkan…

Jumat, 22 Juni 2018 08:24

Lanjutkan Dongeng

VOLGOGRA - Islandia sukses membuat kejutan di debut Piala Dunia dengan menahan imbang Argentina dengan…

Jumat, 22 Juni 2018 08:17

Enggan Filmkan Diri Sendiri

NAMA kiper Timnas Islandia Hannes Halldorsson langsung melejit kala berhasil menepis tendangan penalti…

Jumat, 22 Juni 2018 08:15

Formasi Inggris Bocor

SAINT-PETERSBURG - Panama diprediksi bisa mencuri poin atau bahkan menang atas Inggris saat keduanya…

Jumat, 22 Juni 2018 08:11

Pembuktian Kuda Hitam Terbaik

KALININGRAD – Hasil match day pertama Piala Dunia 2018 cukup berwarna. Selain tumbangnya juara…

Jumat, 22 Juni 2018 08:06

Magnet Bernama CR7

SEBANYAK 78.011 penonton menyaksikan langsung pertandingan antara Portugal melawan Maroko di Stadion…

Jumat, 22 Juni 2018 08:03

Fans Singa Atlas Lebih Antusias

ADA yang ''aneh'' di tribun Stadion Luzhniki saat Portugal meladeni Maroko (20/6). Suporter Maroko mendominasi.…

Jumat, 22 Juni 2018 08:00

Tim Tereliminasi Bisa Diganti

TAHUN 2018 nyaris menjadi tahunnya Mohamed Salah. Itu andai dislokasi bahu tidak menghambatnya. Ya,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .