MANAGED BY:
SELASA
19 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

OLAHRAGA

Senin, 11 Juni 2018 11:41
Sengit Jadwal Padat
TERFORSIR: Agenda padat selama Ramadan membuat Diego Michiels (Borneo FC, foto kiri) dan Bayu Pradana kesulitan menunjukkan performa terbaiknya.

PROKAL.CO, Liga 1 2018 edisi Ramadan berakhir. Terlaksana dengan pergeseran agenda menjadi lebih malam, bagaimana dampaknya dengan capaian tim Kaltim?

MASING-masing tim mendapat jatah lima kali bertanding sepanjang Ramadan. Pembeda dari sebelum Ramadan, waktu kick-off digeser menjadi lebih malam. Rata-rata dimulai pada pukul 21.30. Itu untuk menyesuaikan dengan metabolisme para pemain sepak bola Indonesia yang mayoritas muslim.

Melakoni laga dengan jadwal berbeda dari biasanya ternyata berdampak kepada performa Mitra Kukar. Dari lima laga, mereka hanya mampu memenangi dua di antaranya. Itu pun semuanya mereka dapat saat di kandang. Tiga lainnya, saat menjadi tamu, semuanya berakhir dengan kekalahan.

Pelatih Mitra Kukar Rafael Berges Marin tak memungkiri, perubahan pola pertandingan itu membuatnya harus banyak menyesuaikan kondisi tim. Termasuk dalam urusan pemberian porsi latihan. Sebab, dia enggan membuat para pemain terlalu lelah berlatih lantaran dalam kondisi berpuasa.

Pada hari biasa, Mitra Kukar rutin menggelar latihan pada pagi dan sore. Saat Ramadan, pola latihan pun disesuaikan. Bergantian digelar antara malam dan sore. Yang membuatnya tenang, timnya tidak sendiri. Seluruh kontestan Liga 1 juga alami penyesuaian serupa.

Tantangan lainnya saat berlaga pada Ramadan, jadwal pertandingan menjadi rapat. Antar pertandingan hanya tersedia jeda paling banyak empat hari. Dengan jeda seperti itu, menurut Rafael, tim harus bekerja ekstra bila ingin menunjukkan performa terbaik.

“Jadwal pertandingan sangat gila. Seharusnya operator lebih memperhatikan itu di masa mendatang. Apalagi memasuki Ramadan. Mustahil tim bisa bermain bagus dengan jadwal padat dan perjalanan jauh,” kata eks pelatih Cordoba tersebut. Ya, masa persiapan semakin terkepras ketika tim harus melakoni perjalanan tur tandang.

Rafa membandingkan jadwal sebelum dan saat Ramadan. Pada Mei–sebelum Ramadan, jadwal bisa memiliki jeda hingga sepekan. “Kenapa jadwal padat justru jatuh saat pemain sedang menjalani puasa?”

Ditemui terpisah, asisten manajer Mitra Kukar Nor Alam menuturkan, padatnya jadwal pada Ramadan seharusnya tidak terjadi. Memang, sejauh ini tidak ada tim yang protes. Hanya, dia berharap di masa mendatang operator bisa lebih jeli merancang agenda. “Ini pembelajaran untuk semua pihak, terutama operator kompetisi. Jika ingin memaksakan jadwal padat, seharusnya jangan saat Ramadan,” jelas Alam.

Hal senada diungkapkan oleh gelandang serang Mitra Kukar Anindito Wahyu. Pemain kelahiran Solo, Jawa Tengah itu mengatakan, jadwal padat saat Ramadan cukup menyulitkan pemain untuk tampil prima. Dia menyayangkan pihak operator memilih memadatkan agenda saat Ramadan. “Cukup sulit untuk bermain di level terbaik dengan jadwal padat,” ucap eks pemain Persija Jakarta itu.

Sementara itu, Borneo FC tampil lebih baik ketimbang Mitra Kukar. Selain dua kemenangan di kandang, mereka berhasil mencuri satu poin ketika menahan imbang Bhayangkara FC 1-1 di Stadion PTIK, Jakarta pada 27 Mei. Dua laga lagi berujung kekalahan.

Bagi tim pelatih Pesut Etam, perubahan pola latihan dan bertanding saat Ramadan tak banyak memengaruhi kondisi tim. Hal tersebut disampaikan asisten pelatih Borneo FC Ahmad Amiruddin.  "Semua normal saja. Karena (tim lain) sama-sama menjalani," kata Amir, sapaannya.

Untuk pemain muslim, aktivitas latihan sore dilalui dengan berpuasa. Tanpa ada pengurangan porsi latihan, Amir menyebut setiap penggawa tetap bersemangat. Namun beberapa tetap terlihat kelelahan karena kekurangan cairan. "Kalau pertandingan, normal saja, karena main malam. Jadi tidak berat," imbuhnya.

Pun lebih baik dari Mitra Kukar, Amir menegaskan, capaian saat berlaga selama Ramadan tak cukup memuaskan. "Dari segi hasil memang kurang bagus. Tapi tim pelatih mengapresiasi kerja keras pemain. Kami juga lihat ada progres dari setiap pekannya. Jauh lebih baik," paparnya.

Menilik jadwal padat dari operator kompetisi selama Ramadan, Amir menyebut sangat tidak baik. Pasalnya, dalam sepekan, tim bisa memainkan dua laga. Risiko cedera menjadi tinggi dan sudah ada korbannya.

"Bek kami Abdul Rahman harus cedera. Pemain lain sempat mengalami sedikit masalah juga. Alhamdulillah tak ada yang sampai parah," pungkasnya. (*/abi/don/ndy/k9)


BACA JUGA

Selasa, 19 Februari 2019 11:51

Tak Sabar Segera Reuni

Hasil drawing Piala Presiden 2019 menempatkan satu wakil Kaltim, Mitra…

Selasa, 19 Februari 2019 11:49

Panggung Pemain Muda

BELUM lagi Piala Indonesia 2018/2019 berakhir, turnamen pramusim lainnya segera…

Selasa, 19 Februari 2019 11:47

Ubah Kebiasaan Lama

SAMARINDA - Menantang PSS Sleman dalam lanjutan leg kedua 16…

Senin, 18 Februari 2019 09:45

Lini Serang Kurang Garang

BALIKPAPAN–Persiba Balikpapan tampil menjanjikan ketika menghadapi Mitra Teras di Stadion…

Senin, 18 Februari 2019 09:43

Fokus Matangkan Evaluasi

MESKI mampu memetik kemenangan pada pertandingan uji coba melawan Mitra…

Senin, 18 Februari 2019 09:42

Panggung Pemain Pelapis

MAKASSAR–Menang telak sembilan gol tanpa balas membuat PSM hampir dipastikan…

Minggu, 17 Februari 2019 12:08

NGGA FOKUS..!! Mata Diolesi Pasta Gigi

PETINJU kelas menengah Inggris Anthony Ogogo membuat kesalahan fatal. Dia…

Minggu, 17 Februari 2019 11:27
Persiba vs Mitra Teras

Menanti Racikan Salahudin

BALIKPAPAN – Persiba Balikpapan akan menjalani laga uji coba pertama…

Minggu, 17 Februari 2019 11:26

Pemain Sayap Lengkap

BALIKPAPAN – Kehadiran Beni Oktovianto dan Slamet Budiyono, membuat coach…

Minggu, 17 Februari 2019 11:25

Moncer karena Makan Bakso

SAMARINDA - Striker Borneo FC, Lerby Eliandry tampil moncer selama…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*