MANAGED BY:
JUMAT
22 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SAMARINDA

Senin, 11 Juni 2018 11:20
JOROKNYA NAUZUBILLAH..!! Limbah RPU Terhambur di SKM

Lepasnya Kendali Pemerintah terhadap Usaha Pemotongan Unggas

PROKAL.CO, Proses memasok daging ayam ke pasar-pasar di Samarinda ternyata menyimpan masalah serius. Terbatasnya rumah pemotongan unggas (RPU) yang resmi, menumbuhkan usaha-usaha pemotongan tanpa izin dan berdampak bagi lingkungan sekitar.

 

KOTA Tepian sebenarnya memiliki tiga RPU resmi, tapi tidak semua beroperasi. Dua di Tanah Merah, Samarinda Utara. Satunya berada di Samarinda Seberang, tapi tidak beroperasi karena berbagai alasan, dari lokasi kurang strategis hingga urusan sumber daya manusia (SDM).

Maka tak heran jika warga mendirikan tempat-tempat pemotongan sendiri. Celakanya, aktivitas mereka lepas dari pembinaan dan pengawasan pemerintah. Akibatnya, tidak hanya rawan pencemaran lingkungan, pemerintah juga kehilangan sumber pendapatan (retribusi) dari sektor ini. Selain itu, label halal menurut pandangan Islam pun jadi pertanyaan.

Beberapa hari lalu, Kaltim Post menyambangi RPU yang berada di tepi Sungai Karang Mumus (SKM). RPU itu memperkerjakan delapan orang. Salah seorang pekerja pembersih bulu unggas di sana mengatakan, pemilik RPU itu jarang datang. “Kami tidak tahu. Kedatangannya tidak tentu,” terang dia.

Menurutnya, dalam sehari, pihaknya memotong ribuan unggas yang dipasok dari peternak. Kemudian, mereka suplai ke pasar-pasar tradisional. Terutama Pasar Segiri. Bahkan, pihaknya juga sering mengirim ke luar Samarinda, seperti Kutai Barat (Kubar), Kutai Timur (Kutim), dan daerah lainnya. “Bergantung pesanan yang masuk,” katanya.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Samarinda Ary Yasir Pilipus mengatakan, RPU yang pihaknya sediakan di Tanah Merah dioperasikan sesuai standar. Artinya, aman dari sisi kesehatan dan halal (pemotongan sesuai cara-cara Islam). “Tidak tahu kalau RPU yang tidak resmi,” kata Ary beberapa hari lalu.

Dia tidak menampik, lokasi RPU yang resmi kurang strategis. Peternak banyak mengeluh karena lokasinya jauh. “Mungkin itu yang membuat peternak membuka RPU sendiri di rumahnya,” ujarnya.

Mengenai retribusi, pihaknya memungut dari upah pemotongan sebesar Rp 100 per ekor. Nah, RPU milik Pemkot Samarinda di Tanah Merah rata-rata memotong unggas 5.000 ekor sehari atau dengan retribusi sekira Rp 500 ribu per hari.

Dia tak memungkiri, banyak tempat pemotongan unggas di Kota Tepian, namun tidak diketahui jumlah pastinya. Andai terdata semua tempat-tempat usaha pemotongan unggas, Pemkot Samarinda bisa mendapatkan retribusi lebih besar.

Menurut Ary, RPU tanpa izin di SKM sedang menjadi perhatian instansinya. “Kami akan adakan edukasi kepada pengusaha unggas agar memotong di RPU resmi. Kan yang mengerti tata cara pemotongan kami. Kalau salah prosedur, dapat menyebarkan virus,” ujarnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Samarinda Nurrahmani mengatakan, ini merupakan pencemaran lingkungan. Limbah-limbah itu akan merusak ekosistem di SKM. “Apapun itu, salah jika membuat limbah ke sungai,” ujarnya.

Menurut dia, penertiban RPU di tepi SKM bukan sepenuhnya tanggung jawab DLH. Perlu koordinasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) yang lain. “Sedang kami dikoordinasikan. Kami pernah memberi pembinaan terkait dampak pencemaran terhadap lingkungan pada warga di sana,” akunya. (*/amn*/dq/kri/k11)


BACA JUGA

Kamis, 21 Juni 2018 11:13

Beda Hasil 3 Lembaga Survei, LSI Denny JA Sebut Rusmadi-Safaruddin Unggul

SAMARINDA- Tiga lembaga survei merilis hasil temuannya mengenai siapa gubernur Kaltim periode 2018-2023…

Rabu, 20 Juni 2018 11:41

Lebaran, Pengunjung Turun Drastis

SAMARINDA - Sehari sebelum cuti bersama berakhir, beberapa tempat wisata di Kota Tepian tampak sepi.…

Rabu, 20 Juni 2018 11:40

Ibu Memasak, Anak Dibawa Kabur

SAMARINDA – Kesal bercampur khawatir menyelimuti perasaan Putri Utami (26) saat mengetahui anak…

Rabu, 20 Juni 2018 11:39

Sopir Truk Dikeroyok di Palaran

SAMARINDA – Kejadian tidak mengenakkan dirasakan Muhammad Zufrani (43), sopir pengangkut tabung…

Rabu, 20 Juni 2018 11:37

Mengambil Hikmah dari Momen Lebaran

Momen Idulfitri di Indonesia, tidak hanya milik umat Islam. Nyatanya, seluruh penduduk di Tanah Air…

Rabu, 20 Juni 2018 10:55

LUMAYAN JUGA..!! Segini Nih Warga yang Berhak Memilih Pada Pilgub Kaltim

SAMARINDA- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kaltim menetapkan Daftar Pemilih Sementara (DPS) untuk Pemilu…

Rabu, 20 Juni 2018 09:53
Debat Terakhir 22 Juni

Seru..!! Ini Dia Tema Debat Pamungkas Pilgub Kaltim

SAMARINDA  -  Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kaltim memastikan, pelaksanaan tahapan debat pamungkas…

Rabu, 20 Juni 2018 08:00
Kalau Rusmadi Gubernurnya

Banjir Samarinda Ada Solusinya

Rusmadi Wongso, mantan Kepala Bappeda, Sekdaprov Kaltim menjelang fajar menyingsing pemerintahannya…

Selasa, 19 Juni 2018 14:00

Studi Kaltim: Isran Noor Paling Pantas Jadi Gubernur

JAKARTA - Calon gubernur dan wakil gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) nomor urut 3 pada Pilkada 2018,…

Selasa, 19 Juni 2018 12:57

Enam Kampung Terancam Tambang

SAMARINDA – Sejumlah tokoh masyarakat dan Kepala Kampung Ongko Asa, Kecamatan Barong Tongkok,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .