MANAGED BY:
RABU
14 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SAMARINDA

Senin, 11 Juni 2018 11:20
JOROKNYA NAUZUBILLAH..!! Limbah RPU Terhambur di SKM

Lepasnya Kendali Pemerintah terhadap Usaha Pemotongan Unggas

PROKAL.CO, Proses memasok daging ayam ke pasar-pasar di Samarinda ternyata menyimpan masalah serius. Terbatasnya rumah pemotongan unggas (RPU) yang resmi, menumbuhkan usaha-usaha pemotongan tanpa izin dan berdampak bagi lingkungan sekitar.

 

KOTA Tepian sebenarnya memiliki tiga RPU resmi, tapi tidak semua beroperasi. Dua di Tanah Merah, Samarinda Utara. Satunya berada di Samarinda Seberang, tapi tidak beroperasi karena berbagai alasan, dari lokasi kurang strategis hingga urusan sumber daya manusia (SDM).

Maka tak heran jika warga mendirikan tempat-tempat pemotongan sendiri. Celakanya, aktivitas mereka lepas dari pembinaan dan pengawasan pemerintah. Akibatnya, tidak hanya rawan pencemaran lingkungan, pemerintah juga kehilangan sumber pendapatan (retribusi) dari sektor ini. Selain itu, label halal menurut pandangan Islam pun jadi pertanyaan.

Beberapa hari lalu, Kaltim Post menyambangi RPU yang berada di tepi Sungai Karang Mumus (SKM). RPU itu memperkerjakan delapan orang. Salah seorang pekerja pembersih bulu unggas di sana mengatakan, pemilik RPU itu jarang datang. “Kami tidak tahu. Kedatangannya tidak tentu,” terang dia.

Menurutnya, dalam sehari, pihaknya memotong ribuan unggas yang dipasok dari peternak. Kemudian, mereka suplai ke pasar-pasar tradisional. Terutama Pasar Segiri. Bahkan, pihaknya juga sering mengirim ke luar Samarinda, seperti Kutai Barat (Kubar), Kutai Timur (Kutim), dan daerah lainnya. “Bergantung pesanan yang masuk,” katanya.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Samarinda Ary Yasir Pilipus mengatakan, RPU yang pihaknya sediakan di Tanah Merah dioperasikan sesuai standar. Artinya, aman dari sisi kesehatan dan halal (pemotongan sesuai cara-cara Islam). “Tidak tahu kalau RPU yang tidak resmi,” kata Ary beberapa hari lalu.

Dia tidak menampik, lokasi RPU yang resmi kurang strategis. Peternak banyak mengeluh karena lokasinya jauh. “Mungkin itu yang membuat peternak membuka RPU sendiri di rumahnya,” ujarnya.

Mengenai retribusi, pihaknya memungut dari upah pemotongan sebesar Rp 100 per ekor. Nah, RPU milik Pemkot Samarinda di Tanah Merah rata-rata memotong unggas 5.000 ekor sehari atau dengan retribusi sekira Rp 500 ribu per hari.

Dia tak memungkiri, banyak tempat pemotongan unggas di Kota Tepian, namun tidak diketahui jumlah pastinya. Andai terdata semua tempat-tempat usaha pemotongan unggas, Pemkot Samarinda bisa mendapatkan retribusi lebih besar.

Menurut Ary, RPU tanpa izin di SKM sedang menjadi perhatian instansinya. “Kami akan adakan edukasi kepada pengusaha unggas agar memotong di RPU resmi. Kan yang mengerti tata cara pemotongan kami. Kalau salah prosedur, dapat menyebarkan virus,” ujarnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Samarinda Nurrahmani mengatakan, ini merupakan pencemaran lingkungan. Limbah-limbah itu akan merusak ekosistem di SKM. “Apapun itu, salah jika membuat limbah ke sungai,” ujarnya.

Menurut dia, penertiban RPU di tepi SKM bukan sepenuhnya tanggung jawab DLH. Perlu koordinasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) yang lain. “Sedang kami dikoordinasikan. Kami pernah memberi pembinaan terkait dampak pencemaran terhadap lingkungan pada warga di sana,” akunya. (*/amn*/dq/kri/k11)


BACA JUGA

Selasa, 13 November 2018 08:23

BEJAT..!! Modal Rp 5 Ribu, Oknum Guru Ngaji Setubuhi Murid

SAMARINDA – Sebagai seorang tenaga pengajar, seharusnya memberikan pelajaran yang…

Senin, 12 November 2018 08:20

Penerangan Jalan Minim, Ternyata Ini yang Diprioritaskan Dishub

SAMARINDA – Sampai sekarang, penerangan jalan umum (PJU) di Samarinda…

Senin, 12 November 2018 07:57

Dapat Acungan Jempol Menteri Keuangan

IMPLEMENTASI smart city Kota Samarinda mendapat perhatian serius dari pemerintah…

Minggu, 11 November 2018 08:24

KSOP Semprit Pengelola Pelabuhan

SAMARINDA – Semrawut, masuk bukan pada jalan seharusnya, masih ada…

Sabtu, 10 November 2018 23:33

Asset Hotel Atlet dan Lahan Transmart Telah Dinilai Oleh DJKN

SAMARINDA- Tak banyak yang tahu jika Pemerintah Provinsi Kaltim telah…

Sabtu, 10 November 2018 06:54

Empat Tahanan Jebol Jeruji Besi

LANGIT  masih gelap, jarum jam dinding menunjukkan pukul 04.10 Wita.…

Jumat, 09 November 2018 09:59

Pulau Derawan Perlu Perhatian

SAMARINDA–Pulau Derawan yang menjadi salah satu lokasi wisata unggulan di…

Jumat, 09 November 2018 09:39

Libatkan Milenial, Securitech Kembangkan Sayap di Samarinda

SAMARINDA – Securitech Indonesia (PT. Candi Agung Majapahit) melebarkan sayapnya…

Jumat, 09 November 2018 08:08

Karena Utang, Persahabatan Tumbang

PERSAHABATAN yang sudah terjalin lama, hancur begitu saja. Rudiansyah (26)…

Kamis, 08 November 2018 08:46

IMB Masjid Pemprov Tak Kunjung Terbit, Ini Alasannya...

SAMARINDA- Pengadilan Tata Usaha Negeri (PTUN) Samarinda tidak dapat mengintervensi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .