MANAGED BY:
SABTU
16 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SAMARINDA

Senin, 11 Juni 2018 11:20
JOROKNYA NAUZUBILLAH..!! Limbah RPU Terhambur di SKM

Lepasnya Kendali Pemerintah terhadap Usaha Pemotongan Unggas

PROKAL.CO, Proses memasok daging ayam ke pasar-pasar di Samarinda ternyata menyimpan masalah serius. Terbatasnya rumah pemotongan unggas (RPU) yang resmi, menumbuhkan usaha-usaha pemotongan tanpa izin dan berdampak bagi lingkungan sekitar.

 

KOTA Tepian sebenarnya memiliki tiga RPU resmi, tapi tidak semua beroperasi. Dua di Tanah Merah, Samarinda Utara. Satunya berada di Samarinda Seberang, tapi tidak beroperasi karena berbagai alasan, dari lokasi kurang strategis hingga urusan sumber daya manusia (SDM).

Maka tak heran jika warga mendirikan tempat-tempat pemotongan sendiri. Celakanya, aktivitas mereka lepas dari pembinaan dan pengawasan pemerintah. Akibatnya, tidak hanya rawan pencemaran lingkungan, pemerintah juga kehilangan sumber pendapatan (retribusi) dari sektor ini. Selain itu, label halal menurut pandangan Islam pun jadi pertanyaan.

Beberapa hari lalu, Kaltim Post menyambangi RPU yang berada di tepi Sungai Karang Mumus (SKM). RPU itu memperkerjakan delapan orang. Salah seorang pekerja pembersih bulu unggas di sana mengatakan, pemilik RPU itu jarang datang. “Kami tidak tahu. Kedatangannya tidak tentu,” terang dia.

Menurutnya, dalam sehari, pihaknya memotong ribuan unggas yang dipasok dari peternak. Kemudian, mereka suplai ke pasar-pasar tradisional. Terutama Pasar Segiri. Bahkan, pihaknya juga sering mengirim ke luar Samarinda, seperti Kutai Barat (Kubar), Kutai Timur (Kutim), dan daerah lainnya. “Bergantung pesanan yang masuk,” katanya.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Samarinda Ary Yasir Pilipus mengatakan, RPU yang pihaknya sediakan di Tanah Merah dioperasikan sesuai standar. Artinya, aman dari sisi kesehatan dan halal (pemotongan sesuai cara-cara Islam). “Tidak tahu kalau RPU yang tidak resmi,” kata Ary beberapa hari lalu.

Dia tidak menampik, lokasi RPU yang resmi kurang strategis. Peternak banyak mengeluh karena lokasinya jauh. “Mungkin itu yang membuat peternak membuka RPU sendiri di rumahnya,” ujarnya.

Mengenai retribusi, pihaknya memungut dari upah pemotongan sebesar Rp 100 per ekor. Nah, RPU milik Pemkot Samarinda di Tanah Merah rata-rata memotong unggas 5.000 ekor sehari atau dengan retribusi sekira Rp 500 ribu per hari.

Dia tak memungkiri, banyak tempat pemotongan unggas di Kota Tepian, namun tidak diketahui jumlah pastinya. Andai terdata semua tempat-tempat usaha pemotongan unggas, Pemkot Samarinda bisa mendapatkan retribusi lebih besar.

Menurut Ary, RPU tanpa izin di SKM sedang menjadi perhatian instansinya. “Kami akan adakan edukasi kepada pengusaha unggas agar memotong di RPU resmi. Kan yang mengerti tata cara pemotongan kami. Kalau salah prosedur, dapat menyebarkan virus,” ujarnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Samarinda Nurrahmani mengatakan, ini merupakan pencemaran lingkungan. Limbah-limbah itu akan merusak ekosistem di SKM. “Apapun itu, salah jika membuat limbah ke sungai,” ujarnya.

Menurut dia, penertiban RPU di tepi SKM bukan sepenuhnya tanggung jawab DLH. Perlu koordinasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) yang lain. “Sedang kami dikoordinasikan. Kami pernah memberi pembinaan terkait dampak pencemaran terhadap lingkungan pada warga di sana,” akunya. (*/amn*/dq/kri/k11)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 16 Februari 2019 10:17

Seleksi Komisioner KPU Kaltim, Ini 10 Nama yang Masuk Tes Lanjutan

SAMARINDA–Satu demi satu peserta seleksi Komisioner KPU Kaltim periode 2019–2024…

Jumat, 15 Februari 2019 10:07

Eks Karyawan PT Kimco Armindo Datangi Distamben, Ada Apa?

SAMARINDA – Perwakilan dari 18 mantan atau eks karyawan PT…

Rabu, 13 Februari 2019 10:58
IPDP Kaltim Kota Samarinda Gelar Pesona Tirta Mahakam

"Hidupkan" Lagi Tambangan Mahakam, Ini yang Dilakukan IPDP Kaltim Kota Samarinda

SAMARINDA – Guna mempopulerkan kembali angkutan sungai yang sangat jaya…

Rabu, 13 Februari 2019 10:25

Mall Pelayanan Publik Samarinda akan Diresmikan Menpan-RB

SAMARINDA - Mall Pelayanan Publik (MPP) di Gedung Graha Tepian…

Rabu, 13 Februari 2019 10:23

200 Hektar Ditetapkan Jalur Hijau, Pengembang Protes..!!

SAMARINDA - Sekitar 200 hektar lahan pengembang ditetapkan jalur hijau…

Rabu, 13 Februari 2019 10:21

Empat Kepala OPD Masih Kosong, Pemprov Siapkan Calon Pejabat Eselon II dan III

SAMARINDA - Pelaksana Tugas Sekda Pemprov Kaltim, Meiliana menegaskan pihaknya…

Rabu, 13 Februari 2019 10:10

Reses Nyambi Kampanye Bisa Dipenjarakan

SAMARINDA–Masa reses anggota DPRD Kaltim tiba. Anggota dewan Benua Etam…

Senin, 11 Februari 2019 10:23

Tolak RUU Penghapusan Kekerasan Seksual, KAMMI Kumpulkan Tandatangan

SAMARINDA - Mahasiswi dari berbagai lembaga eksternal dan internal kampus…

Senin, 11 Februari 2019 10:20

Akbar Tandjung dan TGB akan Kunjungi Kaltim, Ini Agendanya

SAMARINDA- Wakil Ketua Dewan Kehormatan Partai Golkar, Akbar Tandjung dan Korbid…

Kamis, 07 Februari 2019 12:34

Pemprov Diminta Cegah Dualisme Kadin Kaltim

SAMARINDA - Pemerintah Provinsi diminta mencegah terjadinya dualisme kepengurusan Kadin…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*