MANAGED BY:
RABU
19 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SAMARINDA

Senin, 11 Juni 2018 11:20
JOROKNYA NAUZUBILLAH..!! Limbah RPU Terhambur di SKM

Lepasnya Kendali Pemerintah terhadap Usaha Pemotongan Unggas

PROKAL.CO, Proses memasok daging ayam ke pasar-pasar di Samarinda ternyata menyimpan masalah serius. Terbatasnya rumah pemotongan unggas (RPU) yang resmi, menumbuhkan usaha-usaha pemotongan tanpa izin dan berdampak bagi lingkungan sekitar.

 

KOTA Tepian sebenarnya memiliki tiga RPU resmi, tapi tidak semua beroperasi. Dua di Tanah Merah, Samarinda Utara. Satunya berada di Samarinda Seberang, tapi tidak beroperasi karena berbagai alasan, dari lokasi kurang strategis hingga urusan sumber daya manusia (SDM).

Maka tak heran jika warga mendirikan tempat-tempat pemotongan sendiri. Celakanya, aktivitas mereka lepas dari pembinaan dan pengawasan pemerintah. Akibatnya, tidak hanya rawan pencemaran lingkungan, pemerintah juga kehilangan sumber pendapatan (retribusi) dari sektor ini. Selain itu, label halal menurut pandangan Islam pun jadi pertanyaan.

Beberapa hari lalu, Kaltim Post menyambangi RPU yang berada di tepi Sungai Karang Mumus (SKM). RPU itu memperkerjakan delapan orang. Salah seorang pekerja pembersih bulu unggas di sana mengatakan, pemilik RPU itu jarang datang. “Kami tidak tahu. Kedatangannya tidak tentu,” terang dia.

Menurutnya, dalam sehari, pihaknya memotong ribuan unggas yang dipasok dari peternak. Kemudian, mereka suplai ke pasar-pasar tradisional. Terutama Pasar Segiri. Bahkan, pihaknya juga sering mengirim ke luar Samarinda, seperti Kutai Barat (Kubar), Kutai Timur (Kutim), dan daerah lainnya. “Bergantung pesanan yang masuk,” katanya.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Samarinda Ary Yasir Pilipus mengatakan, RPU yang pihaknya sediakan di Tanah Merah dioperasikan sesuai standar. Artinya, aman dari sisi kesehatan dan halal (pemotongan sesuai cara-cara Islam). “Tidak tahu kalau RPU yang tidak resmi,” kata Ary beberapa hari lalu.

Dia tidak menampik, lokasi RPU yang resmi kurang strategis. Peternak banyak mengeluh karena lokasinya jauh. “Mungkin itu yang membuat peternak membuka RPU sendiri di rumahnya,” ujarnya.

Mengenai retribusi, pihaknya memungut dari upah pemotongan sebesar Rp 100 per ekor. Nah, RPU milik Pemkot Samarinda di Tanah Merah rata-rata memotong unggas 5.000 ekor sehari atau dengan retribusi sekira Rp 500 ribu per hari.

Dia tak memungkiri, banyak tempat pemotongan unggas di Kota Tepian, namun tidak diketahui jumlah pastinya. Andai terdata semua tempat-tempat usaha pemotongan unggas, Pemkot Samarinda bisa mendapatkan retribusi lebih besar.

Menurut Ary, RPU tanpa izin di SKM sedang menjadi perhatian instansinya. “Kami akan adakan edukasi kepada pengusaha unggas agar memotong di RPU resmi. Kan yang mengerti tata cara pemotongan kami. Kalau salah prosedur, dapat menyebarkan virus,” ujarnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Samarinda Nurrahmani mengatakan, ini merupakan pencemaran lingkungan. Limbah-limbah itu akan merusak ekosistem di SKM. “Apapun itu, salah jika membuat limbah ke sungai,” ujarnya.

Menurut dia, penertiban RPU di tepi SKM bukan sepenuhnya tanggung jawab DLH. Perlu koordinasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) yang lain. “Sedang kami dikoordinasikan. Kami pernah memberi pembinaan terkait dampak pencemaran terhadap lingkungan pada warga di sana,” akunya. (*/amn*/dq/kri/k11)


BACA JUGA

Selasa, 18 September 2018 08:36

Sungai Mahakam Surut, KSOP Perketat Pelayaran

SAMARINDA – Hamparan tanah basah tampak begitu jelas. Pemandangan yang tak biasa kurun waktu sepekan…

Selasa, 18 September 2018 08:33

Taman Pustaka ala Kafe hingga Digitalisasi Layanan

Minat baca di Kaltim memang tergolong rendah, namun tingkat kunjungan ke perpustakaan tinggi. RORO MIRA,…

Selasa, 18 September 2018 08:16

Waspada Kebakaran Hutan

SAMARINDA – Memasuki kemarau, pemerintah dituntut meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi terjadinya…

Senin, 17 September 2018 08:51

Sungai Mahakam Surut, Produksi Air Bersih Normal

SAMARINDA – Cuaca terik yang melanda Samarinda beberapa hari terakhir mulai berdampak pada menurunnya…

Senin, 17 September 2018 08:45

Perang Tagar, Persekusi, dan Kewarasan Kita

OLEH: HERDIANSYAH HAMZAH, S.H, LL.M.(*)Dosen Fakultas Hukum Universitas Mulawarman PERANG tanda pagar…

Senin, 17 September 2018 08:16

Bupati Sampaikan Penjelasan Pemkab pada Paripurna

UJOH BILANG – Bupati Mahakam Ulu (Mahulu) Bonifasius Belawan Geh, Jumat (14/9), memberikan jawaban…

Senin, 17 September 2018 08:16

DPMK Gelar Pembinaan Lembaga Adat Se-Kabupaten

UJOH BILANG – Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung (DPMK) Mahulu, Jumat (14/9), menggelar acara…

Senin, 17 September 2018 08:15

Selalu Dukung Kegiatan Lembaga Masyarakat Kampung

UJOH BILANG – Pemerintah selalu mendukung segala kegiatan lembaga kemasyarakatan kampung yang…

Minggu, 16 September 2018 08:46

Pesta Pora Narkoba di Balik Penjara

JAUH dari hiruk pikuk aktivitas perkotaan, lembaga pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Klas III Samarinda,…

Minggu, 16 September 2018 08:44

Deklarasi #2019GantiPresiden Batal

SAMARINDA – Turut menjadi tempat pelaksanaan deklarasi, Kaltim, khususnya Kota Tepian, “banjir”…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .