MANAGED BY:
MINGGU
24 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Senin, 11 Juni 2018 09:28
KASIHAN...!! Gara-Gara Ini, Mereka Lebaran Terpaksa Mengungsi

Sembilan Rumah Ludes, Lansia Tewas Terjebak Kobaran Api

DUKA JELANG HARI RAYA: Petugas berusaha memadamkan api yang membakar rumah warga di Gang 4, Kelurahan Teluk Lerong Ulu, Kecamatan Sungai Kunjang, tadi malam. (RAMA SITOHANG/KP)

PROKAL.CO, SAMARINDA - Kemarin (10/6), menjadi hari yang malang bagi warga di dua kelurahan di Kecamatan Sungai Kunjang, Samarinda. Betapa tidak, di tengah kesibukan mempersiapkan Lebaran yang tersisa empat hari lalu, rumah mereka harus terbakar. Bahkan, seorang warga terjebak tewas terjebak dalam amukan api.

Dari informasi yang dihimpun Kaltim Post, pria yang tewas terpanggang si jago merah tersebut bernama Muhammad Husain Leksala. Usianya sekitar 70 tahun. Lokasi kebakaran tersebut berada di Jalan Slamet Riyadi, Gang 4, Kelurahan Teluk Lerong Ulu, Kecamatan Sungai Kunjang. Api mengamuk di permukiman padat penduduk sekitar pukul 06.30 Wita.

Kejadian pagi itu lantas membuat warga yang sebagian besar masih tidur, terbangun dan bergegas keluar saat mendengar teriakan puluhan orang. “Kebakaran, kebakaran,” teriak sejumlah warga yang melihat api muncul dari kediaman Leksala.

Api membakar habis bangunan rumah pria lanjut usia (lansia) tersebut serta beberapa bangunan lain. Rumah sederhana Leksala berbentuk memanjang. Jaraknya sekitar 1,5 meter dari rumah Ketua RT 14 Johansyah yang tinggal berdampingan.

Mengenakan sandal jepit hijau dan kaus putih, Johansyah yang juga kehilangan tempat tinggal itu bercerita kepada Kaltim Post. Saat kebakaran, di dalam rumahnya ada delapan anggota keluarga lain.

“Saat itu saya sedang tidur, lalu ada warga yang berteriak kebakaran. Saya dan keluarga langsung berlari keluar,” ujarnya. Berhasil menyelamatkan diri, Johansyah kaget melihat api sudah membesar. Rumahnya ludes terbakar. Pada Lebaran mendatang, dia pun akan mengungsi ke rumah keluarga.

Dia bersama warga mencoba memadamkan api di rumah Leksala. Dengan peralatan seadanya seperti ember dan gayung berisi air digunakan untuk memadamkan api. Sayangnya, api bukannya mengecil, malah terus membesar.

Di tengah berusaha memadamkan api, kata Johansyah, warga sempat tak tahu bila di dalam rumah masih ada Leksala. “Selamatkan Om (Leksala) di dalam, katanya belum keluar,” pekik Johansyah.

Warga pun berusaha mengevakuasi Leksala. Pintu rumah sempat didobrak. Namun, karena api yang semakin membesar dan kepulan asap yang tebal, membuat beberapa warga memilih mundur. Sementara, pria lanjut usia itu terpanggang lantaran terjebak di dalam rumahnya.

Johansyah menjelaskan, Leksala hanya tinggal seorang diri di rumah. Sepeninggalan istrinya yang meninggal sekitar lima tahun lalu, sakit stroke yang dideritanya tak kunjung sembuh. Sementara anaknya, Robi (30), tinggal bersama istrinya setelah menikah.

Namun, setiap pagi, siang, dan sore, Robi selalu menjenguk Leksala yang sebelumnya hanya bisa terbaring di tempat tidur. Peristiwa nahas itu pun sampai ke telinga Robi. Kemarin, pria bertubuh gempal itu datang diikuti banjir tangisan. Beberapa tetangga mencoba menenangkan Robi. Leksala yang merupakan mualaf itu akhirnya ditemukan meninggal dengan kondisi terpanggang.

Menurut keterangan Lurah Teluk Lerong Ulu Syahrani, dalam enam bulan terakhir, sudah tiga kali terjadi kebakaran di kelurahan yang dipimpinnya. “Penyebabnya hampir sama, korsleting listrik,” ujarnya.

Selain itu, Syahrani menjelaskan, pihak kelurahan sudah mengimbau tentang penggunaan instalasi jaringan listrik. “Nanti, saat rapat koordinasi (rakor), saya akan sampaikan. Sekaligus mengajukan untuk diadakan pemeriksaan rutin kabel-kabel dan aliran listrik warga,” sambungnya.

Adapun jumlah bangunan yang terbakar di RT 14, Kelurahan Teluk Lerong Ulu itu sebanyak tujuh rumah. Tujuh kepala keluarga dengan 22 jiwa pun terancam tak bisa menikmati perayaan Idulfitri di rumah mereka masing-masing. Sebab, sebagian besar rumah mereka sudah menjadi arang.

Kanit Reskrim Polsek Sungai Kunjang Ipda Suyatno menjelaskan, jajarannya sedang melihat kondisi jaringan listrik. “Dugaannya ke sana, tapi mau dipastikan dulu,” ungkapnya. Belum ada barang bukti yang dibawa dari lokasi kejadian. Sebab, tak ada yang melihat pasti apakah penyebab kebakaran tersebut adalah korsleting listrik. “Dilihat nanti pemeriksaannya,” pungkasnya.

KEBAKARAN LAGI

Belum juga 24 jam, kebakaran kembali melanda di kecamatan yang sama. Kali ini terjadi di Jalan Padat Karya, RT 48, Kelurahan Loa Bakung. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 21.10 Wita. Api baru bisa dipadamkan sekitar pukul 22.20 Wita. Sebanyak dua rumah ludes terbakar.

Slamet (31), warga sekitar, menyebut, kebakaran tadi malam itu terjadi saat dirinya menonton serial acara di televisi. “Ya kaget, sempat dengar suara ledakan,” ungkapnya. Pria berbadan gempal itu lantas keluar dan melihat api muncul dari celah-celah rumah atap.

Pasalnya, Slamet tinggal tepat di samping lokasi kejadian. Namun, masih ada jarak antara kediamannya dengan rumah yang terbakar sekitar 20 meter. Peristiwa kedua dalam sehari itu dengan cepat menyebar hingga ke telinga pemadam. Tak lama, petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi kejadian. Tak sulit bagi petugas mencari sumber air. Saluran pembuangan yang besar mempermudah petugas untuk mendapatkan pasokan air.

Wahidatul Jannah (43), warga sekitar lainnya mengungkapkan, selama Ramadan, dia lebih sering tinggal tempat adiknya di Gang Mawar. Lokasinya tak jauh dari rumah bangsal yang dia sewa di RT 48.

Sebelum kejadian, Jannah bersiap menyantap makanan. Dari kejauhan, pekikan warga bersahutan. “Api, kebakaran,” tirunya. Dia tak menyangka, api yang mengamuk itu ternyata membakar rumah bangsal yang disewa sejak 2014 silam.

Selain Jannah, korban lainnya adalah Nani (27). Dia menjelaskan, dari enam bangsal, yang terisi hanya empat. Namun, dia tak mengetahui pasti karena kebakaran itu begitu cepat. Nani menduga, ada anak-anak yang bermain petasan.

Peristiwa kemarin setidaknya menjadikan masyarakat harus benar-benar ekstra waspada. Selama Ramadan tahun ini, sudah enam kali si jago merah mengamuk. Rata-rata, dari penuturan warga, banyak yang menyebut disebabkan karena korsleting listrik. (*/dra/*/fri/*/iks/rom/k11)


BACA JUGA

Sabtu, 23 Februari 2019 11:00

Diguyur Bankeu Rp 23 Miliar, Tenggarong Seberang-Muara Badak Bakal Tersambung

TENGGARONG–Interkoneksi jalan antarkecamatan di Kukar tahun ini kembali berlanjut. Setelah…

Sabtu, 23 Februari 2019 09:23

LELET ...!! Bandara Sangkima Diminta Tunda

SANGATTA – Proyek tahun jamak alias multiyears contract (MYC) di…

Sabtu, 23 Februari 2019 09:21

Kepala BNN : Kaltim Jalur Masuk Pasokan Narkoba dari Luar

SAMARINDA - Kepala Badan Narkotika Nasional RI, Komjen Pol Heru…

Jumat, 22 Februari 2019 11:49

SYUKURLAH..!! Pemprov dan Yayasan Melati Akhiri Sengketa

SAMARINDA – Sengketa berkepanjangan kepemilikan lahan dan aset SMA 10…

Jumat, 22 Februari 2019 09:16

Terseret Mafia Sepak Bola, Ini Kata Yunus Nusi...

SAMARINDA – Kasus Mafia Pengaturan Skor kembali menyeruak di sepak…

Kamis, 21 Februari 2019 14:43

PARAHNYA..!! Banyak Tambang Cacat Administrasi, 876 IUP Proses Pencabutan, 81 Dihentikan Sementara

SAMARINDA – Proses pembenahan aktivitas pertambangan di Kaltim terus dilakukan.…

Kamis, 21 Februari 2019 10:15

Tiket Pesawat Mahal, Masyarakat Naik Kapal

SAMARINDA- Indonesia National Air Carrier Association (INACA) mengakui mulai akhir…

Kamis, 21 Februari 2019 08:40

Kenapa Lubang Tambang di Samarinda Tak Direklamasi? Ini Jawaban Distamben Kaltim

SAMARINDA - Lubang bekas tambang di kota Samarinda masih banyak…

Kamis, 21 Februari 2019 08:36

Mantan Rektor : Selisih Kas BLU Rp 35 Miliar Tanggung Jawab PR II Unmul

SAMARINDA - Mantan Rektor Unmul Zamruddin Hasid mengaku temuan selisih…

Rabu, 20 Februari 2019 12:50

Lahan Perumahan Masuk Zona Hijau, Kapan Revisi RTRW Samarinda?

SAMARINDA – Para pengembang hunian di Kaltim saat ini masih…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*