MANAGED BY:
JUMAT
22 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SELISIK/LAPSUS

Senin, 11 Juni 2018 09:07
Membagi Waktu dan Berkah THR

PROKAL.CO, OLEH: MUHAMMAD RIDHUAN
(Wartawan Kaltim Post)

LAPORAN utama kali ini sengaja kami kemas ringan. Biar pembaca yang puasa tak perlu mikir berat saat menahan lapar dan dahaga. Judulnya menyuratkan perilaku penerima THR. Atau yang terpaksa gigit jari karena tak kebagian. Termasuk dari sisi mereka yang memberi THR.

Tak ada survei khusus. Hanya tanya jawab dengan banyak rekan, keluarga, dan orang-orang yang ditemui saat belanja. Sedang berusaha menghabiskan rezeki yang datang jelang Idulfitri.

Tak ada rumusan atau hitungan rumit bagi mereka yang belanja uang berlebih. Bagi mereka yang kami temui, THR ibarat uang bebas. Tak perlu berpeluh mendapatkannya. Cukup menunggu kabar. Atau pesan yang menyebut telah ada dana masuk ke rekening tabungan. Mau diapakan juga tak akan mengganggu kondisi ekonomi jangka panjang mereka.  

Dari banyak cerita, bagi seorang pekerja atau karyawan, THR ibarat oase. Mampu menghilangkan dahaga memiliki barang tertentu yang harganya tak akan terbeli dari uang gaji.

Atau bagi suami, bisa membuat istrinya lebih tersenyum. Bahagia. Sementara bagi perempuan pekerja, ada uang lebih untuk belanja dan mempercantik diri. Namun, tak jarang ada yang rela menghabiskannya sebagai bekal pahala setelah kematian.

Waktu pembagian THR ini sebaiknya disiasati lebih bijak oleh pemerintah. Sejak lama, pemerintah maupun swasta membagikan THR jelang hari raya. Pada Ramadan ini misalnya. Paling cepat dua pekan berjalan bulan puasa. Paling lambat, tujuh hari sebelum Lebaran. Tentu bagi sebagian orang tidak masalah. Namun, tidak bagi para ahli ibadah.

Seperti jadi fenomena umum. Makin dekat Idulfitri, masjid semakin sepi jamaah. Dari sudut pandang agama, ini proses penyaringan. Iman siapa yang paling kuat. Siapa yang paling tangguh menjadi juara di bulan suci dan menjadi fitri di hari kemenangan.

Namun, jangan lupakan faktor THR. Pada awal Ramadan, mereka belum pusing memikirkan belanja ini dan itu. Karena memang uangnya belum ada. Namun, ketika THR cair, berlomba-lombalah menghabiskannya.

Jika masjid semakin sepi, pasar dan pusat perbelanjaan semakin ramai. Dari sisi ekonomi tentu membantu menaikkan produk domestik bruto (PDB). Yang seperti diketahui, sejak triwulan I 2014, hingga triwulan III 2017, peran konsumsi terhadap PDB Indonesia selalu berada di atas 55 persen.

Artinya, ada kesan THR ini juga berperan peningkatan pendapatan nasional. Meski efeknya hanya pada sektor tertentu saja. Di mana tak akan saya bahas mendalam karena bukan ini inti ceritanya.

Maksudnya, jika saja THR dibagi ketika awal Ramadan, dugaan kuat saya banyak pekerja yang akan tertib. Membagi waktu antara ibadah dan belanja. Apalagi saat ini belanja lewat aplikasi jual beli online sedang digandrungi. Kalaupun jelang Idulfitri ramai, pasar lebih banyak diisi oleh ibu rumah tangga yang belanja pangan untuk menjamu tamu saat Lebaran.

Tetap saja momen mendapat THR adalah kebahagiaan dengan tanggung jawab. Membagi rezeki kepada keluarga dan anak-anak tetangga. Dengan THR bisa membantu banyak orangtua bertemu lagi dengan anaknya yang bekerja di tanah rantau. Dengan THR pula, cuti yang diberikan pemerintah lebih bermakna. Jika tak mampu membeli banyak barang, minimal bisa meringankan tagihan dan utang. Yah, setidaknya lebih baik dibandingkan pekerja yang belum berkesempatan mendapatkannya. Hehehe.  (***/dwi/k16)


BACA JUGA

Jumat, 08 Juni 2018 09:09

Menggantung Asa di Program Pusat

GAP antara si kaya raya dan miskin papa masih terbentang lebar. Kesenjangannya tak hanya tentang pendapatan,…

Jumat, 08 Juni 2018 09:05

Teliti Developer sebelum Membeli Rumah

NEGARA mengatur rakyatnya memiliki hak terhadap papan yang memadai, sebagaimana tertulis dalam UUD 1945.…

Jumat, 08 Juni 2018 09:03

TAK MUDAH..!! Rumah yang Bisa Dikredit dengan Harga Bersahabat

SEPTIANI (23), kini berumah tangga dengan Ivandi (23). Tidak hanya berdua, mereka kini memiliki putri…

Jumat, 08 Juni 2018 09:01

Warga Susah dapat Rumah, Reduksi dengan DP Nol Persen

MENDIRIKAN jutaan unit hunian tak serta-merta mengurangi kesenjangan kepemilikan rumah. Warga tetap…

Senin, 04 Juni 2018 22:00

Siraman Rohani untuk Generasi Menunduk

CATATAN: M RIDHUAN SAYA termasuk generasi menunduk. Pada zaman digital saat ini, khususnya pekerja media,…

Senin, 04 Juni 2018 21:10

DAI, DEMI PAMRIH KEPADA ILAHI

Tak ada kata istirahat dalam dakwah. Islam menyebar lewat perjuangan, yang kini dilanjutkan para dai.…

Senin, 04 Juni 2018 21:02

Jatuh Bangun Empat Dekade

SIANG itu, meski matahari sedang terik-teriknya, Hasyim masih saja sibuk dengan cangkul, kapak, serta…

Senin, 04 Juni 2018 08:37

Menyesuaikan Gaya, Menyentuh Anak Muda

MUHAMMADIYAH salah satu organisasi Islam Tanah Air yang punya peran besar dalam menyebarkan dakwah.…

Senin, 04 Juni 2018 08:30

Santun Jadi Modal Utama

DALAM memberikan nasihat dakwah, yang pertama adalah dengan hikmah. Ini prinsip pertama yang hendaknya…

Senin, 04 Juni 2018 08:24

“Siapa Pun Harus Bisa Menikmati Dakwah”

EKSISTENSI Hidayatullah sudah hampir lima dekade. Tak hanya di Balikpapan, pondok pesantren yang didirikan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .