MANAGED BY:
RABU
19 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SELISIK/LAPSUS

Senin, 11 Juni 2018 09:07
Membagi Waktu dan Berkah THR

PROKAL.CO, OLEH: MUHAMMAD RIDHUAN
(Wartawan Kaltim Post)

LAPORAN utama kali ini sengaja kami kemas ringan. Biar pembaca yang puasa tak perlu mikir berat saat menahan lapar dan dahaga. Judulnya menyuratkan perilaku penerima THR. Atau yang terpaksa gigit jari karena tak kebagian. Termasuk dari sisi mereka yang memberi THR.

Tak ada survei khusus. Hanya tanya jawab dengan banyak rekan, keluarga, dan orang-orang yang ditemui saat belanja. Sedang berusaha menghabiskan rezeki yang datang jelang Idulfitri.

Tak ada rumusan atau hitungan rumit bagi mereka yang belanja uang berlebih. Bagi mereka yang kami temui, THR ibarat uang bebas. Tak perlu berpeluh mendapatkannya. Cukup menunggu kabar. Atau pesan yang menyebut telah ada dana masuk ke rekening tabungan. Mau diapakan juga tak akan mengganggu kondisi ekonomi jangka panjang mereka.  

Dari banyak cerita, bagi seorang pekerja atau karyawan, THR ibarat oase. Mampu menghilangkan dahaga memiliki barang tertentu yang harganya tak akan terbeli dari uang gaji.

Atau bagi suami, bisa membuat istrinya lebih tersenyum. Bahagia. Sementara bagi perempuan pekerja, ada uang lebih untuk belanja dan mempercantik diri. Namun, tak jarang ada yang rela menghabiskannya sebagai bekal pahala setelah kematian.

Waktu pembagian THR ini sebaiknya disiasati lebih bijak oleh pemerintah. Sejak lama, pemerintah maupun swasta membagikan THR jelang hari raya. Pada Ramadan ini misalnya. Paling cepat dua pekan berjalan bulan puasa. Paling lambat, tujuh hari sebelum Lebaran. Tentu bagi sebagian orang tidak masalah. Namun, tidak bagi para ahli ibadah.

Seperti jadi fenomena umum. Makin dekat Idulfitri, masjid semakin sepi jamaah. Dari sudut pandang agama, ini proses penyaringan. Iman siapa yang paling kuat. Siapa yang paling tangguh menjadi juara di bulan suci dan menjadi fitri di hari kemenangan.

Namun, jangan lupakan faktor THR. Pada awal Ramadan, mereka belum pusing memikirkan belanja ini dan itu. Karena memang uangnya belum ada. Namun, ketika THR cair, berlomba-lombalah menghabiskannya.

Jika masjid semakin sepi, pasar dan pusat perbelanjaan semakin ramai. Dari sisi ekonomi tentu membantu menaikkan produk domestik bruto (PDB). Yang seperti diketahui, sejak triwulan I 2014, hingga triwulan III 2017, peran konsumsi terhadap PDB Indonesia selalu berada di atas 55 persen.

Artinya, ada kesan THR ini juga berperan peningkatan pendapatan nasional. Meski efeknya hanya pada sektor tertentu saja. Di mana tak akan saya bahas mendalam karena bukan ini inti ceritanya.

Maksudnya, jika saja THR dibagi ketika awal Ramadan, dugaan kuat saya banyak pekerja yang akan tertib. Membagi waktu antara ibadah dan belanja. Apalagi saat ini belanja lewat aplikasi jual beli online sedang digandrungi. Kalaupun jelang Idulfitri ramai, pasar lebih banyak diisi oleh ibu rumah tangga yang belanja pangan untuk menjamu tamu saat Lebaran.

Tetap saja momen mendapat THR adalah kebahagiaan dengan tanggung jawab. Membagi rezeki kepada keluarga dan anak-anak tetangga. Dengan THR bisa membantu banyak orangtua bertemu lagi dengan anaknya yang bekerja di tanah rantau. Dengan THR pula, cuti yang diberikan pemerintah lebih bermakna. Jika tak mampu membeli banyak barang, minimal bisa meringankan tagihan dan utang. Yah, setidaknya lebih baik dibandingkan pekerja yang belum berkesempatan mendapatkannya. Hehehe.  (***/dwi/k16)


BACA JUGA

Senin, 17 September 2018 09:18

Buku (Bukan Lagi) Jendela Ilmu

Dahulu buku jendela dunia. Namun, perlahan-lahan sang primadona mulai hilang pamor. Era digital disebut-sebut…

Senin, 17 September 2018 09:14

Ideal Baca 6 Jam Sehari

DUA pekan lalu menjadi hari penting bagi pecinta buku. Sebab 8 September ditetapkan sebagai hari literasi…

Senin, 17 September 2018 09:06

Koleksi Perpustakaan Daerah Belum Lengkap

BERBAGAI cara dilakukan untuk berkontribusi menambah literasi dari masyarakat lokal. Sejarawan lokal…

Senin, 17 September 2018 09:04

Menanti Inovasi Tenaga Pendidik

MEMBANGUN budaya literasi memang tak mudah. Tapi harus dilakukan serius, setahap demi setahap hingga…

Senin, 17 September 2018 09:01

Cerita Unta Bawa Kitab untuk Motivasi Membaca

TIDAK ada usaha yang mengkhianati hasil. Itulah yang menggambarkan sosok Rudini. Pria kelahiran Lampung,…

Senin, 17 September 2018 08:59

Menyentuh Angkasa dengan Buku

Oleh: Raden Roro Mira(Wartawan Kaltim Post (Juara 3 Duta Baca Kaltim 2018–2020) BENDA apa yang…

Jumat, 14 September 2018 08:48

Bergantung Anggaran yang Tak Tentu

PARIWISATA Samarinda kalah banyak dan kalah tenar ketimbang pertumbuhan perhotelan atau hiburan lainnya.…

Jumat, 14 September 2018 08:46

Pandangan Geologi dalam Potensi Wisata Alam Samarinda

OLEH: FAJAR ALAM(Ketua Ikatan Ahli Geologi Indonesia Pengurus Daerah Kalimantan Timur) BUMI, sebagaimana…

Senin, 10 September 2018 09:02

Menggoyang Pemerintah dari Kantin Rektorat

Catatan: Faroq Zamzami (*) DI kampus, kantin tak sebatas menjadi destinasi isi perut. Bercanda. Bercengkerama…

Senin, 03 September 2018 09:04

Ditanya Penataan Sungai Karang Mumus, Ini Jawaban Sekkot Samarinda

BERBAGAI tudingan ketidaksiapan Pemkot Samarinda terhadap penanggulangan banjir mendapat tanggapan.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .