MANAGED BY:
SELASA
19 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Senin, 11 Juni 2018 07:08
Ramadan Dongkrak Penjualan Motor
UNTUK MUDIK: Penjualan motor saat Ramadan tahun ini meningkat 16 persen dari hari biasa, mencapai 3.500 unit.(dok/kp)

PROKAL.CO, BALIKPAPAN – Ramadan menjadi momentum emas untuk meningkatkan penjualan. Tidak terkecuali kendaraan bermotor. Namun Ramadan periode Juni, diprediksi di bawah harapan. Libur Lebaran yang lebih lama dari tahun sebelumnya jadi pemicu. Itu karena aksi belanja masyarakat terfokus pada kebutuhan hari raya. Seperti makanan jadi dan pakaian.

"Apalagi memasuki musim mudik, masyarakat akan fokus untuk pulang kampung," kata Manager Marketing Astra Motor Honda Julius Armando, Minggu (10/6).

Ramadan periode Mei lalu, volume penjualan di wilayah kerjanya mencapai 3.500 unit. Meliputi Balikpapan, Penajam Paser Utara (PPU), Paser dan Kalimantan Utara. Jumlah itu meningkat 16 persen dari realisasi bulan sebelumnya yakni April sebanyak 3 ribu unit. Dari total penjualan, 80 persen merupakan motor matik. Honda Scoopy menjadi tulang punggung disusul Beat dan Vario.

Kondisi ini sedikit berbeda dengan penjualan kendaraan roda empat. Ramadan kali ini penjualan tak begitu bagus. Kepala Cabang Astra International Daihatsu Junaidi Jirajaya mengatakan, sampai saat ini penjualan turun 5 persen dari tahun sebelumnya. “Produk baru belum mampu mendongkrak. Soalnya distribusi unit masih terbatas. Daftar inden masih banyak,” bebernya.

Deputi Direktur Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Suharman Tabrani menuturkan, meski daya beli masyarakat bertambah menyusul adanya tunjangan hari raya (THR), penjualan produk investasi jelang Lebaran justru tergerus. “Untuk kebutuhan investasi seperti rumah, kendaraan dan lainnya, dampaknya masih terbatas," jelasnya berpendapat.

Selain memengaruhi barang tertentu, arus mudik Lebaran juga akan memindahkan sebagian daya beli maupun permintaan masyarakat akan barang dan jasa di daerah tujuan mudik. "Hal ini sudah terjadi setiap musim Lebaran," ungkapnya. Itu artinya, dana masyarakat akan lebih banyak di luar daerah dibanding di dalam kota.

Namun Tabrani memandang, pemerintah, pelaku ekonomi dan masyarakat sudah mengantisipasi dan mempersiapkan segala urusan untuk diselesaikan sebelum libur. Apalagi diketahui libur Lebaran tahun ini lebih lama dari tahun-tahun sebelumnya. (aji/ndu/k18)


BACA JUGA

Minggu, 17 Februari 2019 11:34

Harga Avtur Turun, Angin Segar bagi Maskapai

JAKARTA – Desakan pemerintah agar Pertamina menurunkan harga avtur akhirnya…

Jumat, 15 Februari 2019 11:20

Akhirnya, Garuda Turunkan Harga Tiket

JAKARTA – Keluhan terkait tingginya harga tiket pesawat mendapat respons…

Rabu, 13 Februari 2019 13:34

Asing Ambil Profit, Rupiah Kembali Melemah

JAKARTA – Tekanan terhadap rupiah belum reda. Merujuk data Jakarta…

Selasa, 12 Februari 2019 13:34

WOW..!! Tarif Bagasi Lion Air Rp 25 Ribu per Kilogram

Lion Group memutuskan melakukan penyesuaian tarif bagasi atau excess baggage…

Selasa, 12 Februari 2019 10:37

BELUM MEMBAIK..!! Setahun, Rumah Mewah Hanya Terjual Lima Unit

SAMARINDA - Real Estate Indonesia (REI) Provinsi Kaltim mencatat penjualan…

Senin, 11 Februari 2019 11:42

Obligasi Ritel Bikin Likuiditas Seret

JAKARTA – Gencarnya penerbitan surat berharga negara (SBN) bakal sedikit…

Senin, 11 Februari 2019 11:40

Pacu Ekspor Baja ke Malaysia-Australia

JAKARTA – Tahun ini pelaku usaha baja melihat potensi peningkatan…

Minggu, 10 Februari 2019 09:37

Soal Bagasi Berbayar, Maskapai Penerbangan Diminta Lakukan Ini...

Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Polana B. Pramesti minta agar…

Minggu, 10 Februari 2019 09:18

Mulai Hari Ini, Harga Pertamax Turun

PT Pertamina (Persero) kembali melakukan penyesuaian harga BBM atau bahan…

Sabtu, 09 Februari 2019 09:00

Peringati Hari Pers Nasional, Astra Motor Samarinda Hadirkan Mobil Service Kunjung

SAMARINDA - Menyambut Hari Pers Nasional 2019, Main Dealer Astra…