MANAGED BY:
RABU
19 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Senin, 11 Juni 2018 07:00
Pasar Barat Turun, Timur Tengah Naik

CPO Masih Terpengaruh Hambatan Perdagangan

TIDAK MERATA: Kenaikan permintaan ekspor kelapa sawit ke negara Timur Tengah selama Ramadan tidak diikuti negara Barat seperti Amerika. (DOK/KP)

PROKAL.CO, JAKARTA – Tren ekspor minyak kelapa sawit alias crude palm oil (CPO) pada Ramadan tahun ini sedikit berbeda dengan tahun sebelumnya. Jika 2017 secara total permintaan minyak sawit naik di semua negara, tahun ini peningkatan hanya terjadi di negara-negara yang mayoritas penduduknya muslim. Yakni, Bangladesh, negara-negara Timur Tengah, dan Pakistan. Sementara ekspor ke negara-negara Barat merosot.

Misalnya, ekspor minyak sawit Indonesia ke Amerika Serikat. Berdasar data Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki), per April lalu volume ekspor ke Amerika Serikat tercatat 62,16 ribu ton atau turun 42 persen jika dibandingkan dengan Maret lalu yang mencapai 106,57 ribu ton.

“Menurunnya impor Amerika Serikat terjadi karena stok kedelai yang tinggi,” ujar Direktur Eksekutif Gapki Danang Girindrawardana baru-baru ini.

Selain Amerika Serikat, impor minyak sawit Uni Eropa pada catur wulan pertama 2018 telah tergerus 312,19 ribu ton atau sekitar 16 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama 2017, dari 1,90 juta ton turun menjadi 1,59 juta ton.

Sementara itu, ekspor minyak sawit Indonesia ke India juga tergerus sejak Maret 2018. Pada April, ekspor minyak sawit Indonesia ke India tergerus 15 persen, dari 408,65 ribu ton pada Maret menjadi 346,28 ribu ton. Secara tahunan, pada catur wulan pertama, ekspor ke India tergerus 24 persen. Ekspor ke India tercatat berkurang 570,89 ribu ton atau dari 2,37 juta ton Januari–April 2017 turun menjadi 1,80 juta ton periode yang sama 2018.

“Ini fenomena yang tidak lazim. Sebab, biasanya menjelang Ramadan permintaan minyak sawit oleh India meningkat, tetapi tidak terjadi pada kuartal pertama 2018 ini. Kemungkinan disebabkan pemberlakukan tarif impor tinggi oleh India,” tambah Danang.

Kecenderungan yang unik pada Maret dan April 2018 ini, lanjut Danang, bisa dianalisis adanya beberapa hambatan dagang terhadap minyak sawit, baik secara tarif maupun nontarif. Untuk itu, langkah negosiasi atau membuat strategi baru dalam mengurangi hambatan dagang perlu diterapkan pada beberapa negara tujuan, terutama ekspor minyak sawit Indonesia.

“Selain itu, pembukaan pasar-pasar baru tujuan ekspor sudah harus digalakkan dengan intensif. Regulasi dalam negeri untuk meningkatkan daya saing minyak sawit Indonesia di pasar global juga sudah saatnya mendapat perhatian khusus,” ujarnya Danang.

Sepanjang April 2018, harga CPO global bergerak pada kisaran USD 640–USD 680 per metrik ton dengan harga rata-rata USD 662,2 per metrik ton. Harga rata-rata April menurun USD 14 jika dibandingkan dengan harga rata-rata pada Maret lalu USD 676,2 per metrik ton.

Direktur Corporate Affairs Asian Agri Fadhil Hasan mengatakan, pihaknya meminta pemerintah India untuk mengkaji kembali kebijakan kenaikan bea masuk produk sawit sebesar 45 persen dan 54 persen untuk produk turunannya. Adanya kenaikan bea masuk tersebut turut memengaruhi ekspor perseroan ke negara tersebut.

Asian Agri setiap bulan mampu mengekspor 100 ribu ton sawit ke India. “Walaupun, ya kita enggak bisa melakukan apa-apa,” ujarnya. Menurut dia, kenaikan bea masuk itu justru merugikan konsumen di India. Sebab, turut terkerek naik harga produk sawit dan turunannya dari Indonesia di sana. (agf/jpg/ndu/k18)


BACA JUGA

Selasa, 18 September 2018 06:59
Permintaan Bertambah, Harga Acuan Meningkat

Batu Bara Kembali Menjadi Primadona

SAMARINDA - Kaltim bisa membantu pemerintah dalam memacu kinerja ekspor dan memperbaiki neraca perdagangan,…

Selasa, 18 September 2018 06:56

Waspada Investasi Bodong, 10 Tahun Terakhir, Kerugian Capai Rp 105 Triliun

SAMARINDA - Literasi keuangan di Indonesia masih harus ditingkatkan. Khususnya Kaltim. Penawaran keuntungan…

Selasa, 18 September 2018 06:53

Alat Berat Butuh Treatment Khusus

BALIKPAPAN - Mulai 1 September 2018, pemerintah menerapkan kebijakan mandatori biodiesel 20 persen (B20)…

Selasa, 18 September 2018 06:52

Smartphone Tak Terdampak Pelemahan Daya Beli

BALIKPAPAN - Telepon pintar saat ini sudah menjadi kebutuhan primer masyarakat. Ini terlihat dari penjualan…

Selasa, 18 September 2018 06:45

Sasar Komunitas Kaum Hawa

JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara (BBTN) menyasar komunitas kaum hawa sebagai nasabah tabungan dan kredit.…

Senin, 17 September 2018 07:11

Selamatkan Devisa lewat B20

SAMARINDA – PT Pertamina (Persero) terus mengintensifkan monitoring implementasi mandatori Biodiesel…

Senin, 17 September 2018 07:09

Asa Pariwisata Kota Minyak

BALIKPAPAN – Pemerintah tampaknya harus bekerja lebih serius dalam meningkatkan pariwisata. Minimnya…

Senin, 17 September 2018 07:05

Cocok dengan Medan Kaltim

SAMARINDA – Hadirnya produk baru, New Triton Athlete berhasil mendongkrak penjualan mobil Mitsubishi.…

Senin, 17 September 2018 07:02

Impor Barang Rp 1,1 Juta Kena Bea Masuk

JAKARTA – Pemerintah mengubah ketentuan batas nilai impor barang kiriman dengan mengenakan bea…

Senin, 17 September 2018 06:58

Kredit Kendaraan dan Properti Dominan

SAMARINDA – Kinerja penyaluran kredit rumah tangga (RT) pada triwulan II 2018 mengalami penurunan.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .