MANAGED BY:
RABU
20 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Senin, 11 Juni 2018 22:57
Cadangan Devisa Masih Aman
-

PROKAL.CO, JAKARTA – Cadangan devisa kembali berkurang. Akhir Mei lalu cadangan devisa Indonesia tercatat sebesar USD 122,9 miliar. Angka tersebut lebih rendah jika dibandingkan dengan cadangan devisa April yang sebesar USD 124,9 miliar. Secara keseluruhan, cadangan devisa terus menurun dari posisi Januari yang sebesar USD 131,98 miliar. Pada Januari, cadangan devisa Indonesia tertinggi sepanjang sejarah. Namun, kemudian perlahan cadangan devisa mulai meninggalkan capaian tertingginya.

Cadangan devisa pada Mei setara dengan pembiayaan 7,4 bulan impor atau 7,2 bulan impor plus pembayaran utang luar negeri pemerintah. Cadangan tersebut juga masih berada di atas standar kecukupan internasional, yakni sekitar tiga bulan impor.

Penurunan cadangan devisa terutama dipengaruhi penggunaan devisa untuk pembayaran utang luar negeri pemerintah. Juga stabilisasi nilai tukar rupiah di tengah ketidakpastian pasar keuangan global yang masih tinggi. Dengan kurs tengah Bank Indonesia (BI) yang menempatkan rupiah di level Rp 13.902 per dolar AS (USD) Jumat (8/6), rupiah tercatat melemah 2,66 persen sejak awal tahun.

”Cadangan devisa tetap memadai, didukung keyakinan terhadap stabilitas dan prospek perekonomian domestik yang membaik serta kinerja ekspor yang tetap positif. BI menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan,” kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Agusman.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, devisa Indonesia masih lebih dari cukup. ”Nanti juga akan ada devisa dari pajak migas. Selain itu, pariwisata kita punya 10 Bali baru. Kan Kemenpar bagus-bagus tuh programnya,” ujarnya.

Ekonom Bank Permata Josua Pardede menjelaskan, cadangan devisa masih bisa digunakan sebagai bantalan untuk stabilisasi nilai tukar. Sebab, jumlahnya masih cukup untuk membiayai tiga bulan impor.  

Namun, penanganan masalah struktural seperti peningkatan ekspor tetap perlu dilakukan. Sebab, hal itu sangat mendasar dalam menopang perekonomian. ”Kalau ini tidak kita atasi, akan sulit. Kita juga harus mendorong penggunaan barang dalam negeri untuk mengurangi impor,” ujar ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Eko Listiyanto. (rin/jpg/ndu/k18)


BACA JUGA

Rabu, 20 Juni 2018 06:32

Tarif Rental Mobil Melambung

TEGAL – Meski Lebaran sudah lima hari berlalu, namun tarif rental mobil masih cukup tinggi. Kenaikan…

Selasa, 19 Juni 2018 06:18

Suku Bunga Acuan Naik, Deposito Dilirik

BALIKPAPAN – Banyaknya instrumen investasi membuat deposito sempat ditinggalkan. Terlebih, tahun…

Selasa, 19 Juni 2018 06:16

Diimbau Tidak Bawa Keluarga ke Kaltim

SAMARINDA - Pemerintah Daerah (Pemda) Kaltim mengimbau masyarakat yang mudik pada libur Lebaran tahun…

Selasa, 19 Juni 2018 06:12

Lewati Prediksi, Penumpang Mudik Tumbuh 25 Persen

BALIKPAPAN – PT Angkasa Pura I Balikpapan memprediksi puncak arus balik di Bandara Internasional…

Selasa, 19 Juni 2018 06:11

Kunjungan Wisata di Samarinda Meningkat

SAMARINDA - Jelang berakhirnya libur Idulfitri, kunjungan masyarakat ke beberapa objek wisata di Samarinda…

Selasa, 19 Juni 2018 06:10

RI Ambil Peluang dari Perang Dagang Tiongkok–AS

JAKARTA – Perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok bakal membuat perekonomian global…

Selasa, 19 Juni 2018 06:09

Pasokan BBM Aman

JAKARTA – Perayaan Idulfitri tahun ini ikut mendongkrak penyaluran BBM jenis gasoline sebesar…

Selasa, 19 Juni 2018 06:07

DPR Siap Dukung BI Naikkan Suku Bunga

JAKARTA - Ketua DPR Bambang Soesatyo menyatakan siap mendukung kebijakan Bank Indonesia (BI) bila nantinya…

Selasa, 19 Juni 2018 06:05

Dilarang Berpuas Diri

JAKARTA – Direktur Jenderal Perhubungan Udara Agus Santoso menilai pencabutan larangan terbang…

Selasa, 19 Juni 2018 06:03

Jepang Ikut Terdampak

JAKARTA – Perang dagang antara Tiongkok dan Amerika Serikat berimbas kepada Jepang. Tercatat,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .