MANAGED BY:
JUMAT
16 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Minggu, 10 Juni 2018 18:00
Gara-Gara Ini, Bandara APT Pranoto Bisa Ditinggal Penumpang

Akibat Pemprov-Pemkot Tak Bisa Atasi Banjir dan Jalan Alternatif ke BSB

AKSES KE BANDARA: Simpang Perumahan Bukit Alaya, Jalan DI Pandjaitan (foto atas) dan simpang Gunung Lingai, Jalan PM Noor, kemarin. Kemacetan lalu lintas kian parah di dua kawasan ini saat terjadi banjir. (FUAD MUHAMMAD/KP)

PROKAL.CO, SAMARINDA - Menyediakan jalan alternatif yang memadai dan mengatasi banjir di Jalan DI Pandjaitan, Samarinda, adalah pekerjaan rumah Pemprov Kaltim dan Pemkot Samarinda. Bisa mengatasi salah satunya, maka membantu calon penumpang Bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto lepas dari ancaman gagal terbang. Banjir di utara Kota Tepian itu memang bikin kacau mobilitas warga.

Anggota Komisi III DPRD Kaltim Saefuddin Zuhri mengatakan, jalan alternatif ke bandara yang populer dengan nama Bandara Samarinda Baru (BSB) itu mestinya diprioritaskan sejak lama. Biaya penyelesaian jalan dianggarkan rutin tiap tahun. Bukan ditiadakan sehingga membuat proyek jalan alternatif mangkrak.

Akibatnya, kata dia, saat sudah diperlukan seperti sekarang, jalan alternatif itu tidak bisa dilalui kendaraan. “Proyek dimulai sejak 2011. Sebagian sudah dicor beton, tapi kan setelah itu terhenti. Kalaupun sempat ada, anggarannya minim sekali hanya Rp 7–8 miliar,” ujar Saefuddin Zuhri, kemarin (9/6).

Untuk diketahui, berdasarkan dokumen detailed engineering design (DED), panjang jalan dari simpang Batu Besaung ke BSB sekitar 10,75 kilometer. Dibangun dengan konstruksi rigid pavement. Terdiri atas empat lajur dan dua jalur. Dalam rencana anggaran biaya (RAB) pada 2011 proyek ini memerlukan anggaran sekitar Rp 980 miliar.

Hingga saat ini, dari total panjang proyek jalan itu, baru 500 meter di antaranya yang sudah dilakukan rigid pavement. Kemudian ada sepanjang 6 kilometer yang sudah dilakukan pembukaan badan jalan dan dilakukan pengerasan namun belum rigid pavement. Sementara masih ada sekitar 5,5 kilometer yang harus dilakukan pembukaan badan jalan.

Saefuddin Zuhri mengakui, kendala penuntasan jalan alternatif adalah faktor anggaran. Dana APBD Kaltim untuk menyelesaikan proyek itu terbatas. Namun, bukan berarti pemprov pasrah. Gajah Mada–kantor Gubernur Kaltim–mestinya inisiatif mencari dana di pusat. Sebab, jika jalan alternatif masuk proyek strategis nasional tidak sulit untuk mendapatkan bantuan tersebut. “Tinggal mau usaha dan berjuang atau tidak di pusat,” ujarnya.

Selain itu, politikus NasDem itu juga menyebutkan, ada yang salah dengan skala prioritas pemprov selama ini. Misal, ada dana tapi digunakan untuk membangun rumah ibadah. Padahal, rumah ibadah itu belum prioritas bahkan kehadirannya ditolak warga sekitar.

“Pak Awang pada akhir masa jabatannya mau dikenang bagus oleh warga. Akses jalan alternatif ke Bandara APT Pranoto itulah yang mestinya dikerjakan. Karena itu yang diperlukan,” sambungnya.

Dia pun pesimistis jika upaya Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak menganggarkan dana penyelesaian Jalan Batu Besaung dapat mulus di APBD 2019. Sebab, pada akhir masa jabatannya itu bakal banyak kepentingan politik yang diakomodasi. Jika tidak dikawal, besar kemungkinan anggaran penyelesaian jalan kembali tidak dialokasikan. “Rumah ibadah (masjid) sudah berjalan. Sudah dibangun. Yang bisa jawab kenapa itu yang dikerjakan, gubernur dan ketua DPRD Kaltim,” pungkasnya.

Tanpa komitmen kuat dari Pemprov Kaltim dan Pemkot Samarinda, masalah banjir maupun jalan alternatif ke BSB sulit teratasi. Bila kondisinya tak berubah; penumpang terus terancam terjebak banjir, bukan tidak mungkin lapangan terbang pengganti Bandara Temindung itu bakal ditinggal penumpang. Tentu itu bukan yang diharapkan.

Pengamat tata kota dari Institut Teknologi Kalimantan (ITK), Balikpapan, Farid Nurrahman, menilai cara tercepat untuk mengatasi kondisi akses utama menuju Bandara APT Pranoto adalah perbaikan drainase. Aliran air menuju sungai terdekat harus diperlancar. Tidak sulit jika pemerintah serius dan ada kemauan.

“Bisa dihitung volume air tiap hujan lebat dan lama durasi genangan. Dari situ bisa ditentukan besaran drainase standar yang dibutuhkan. Sudah didapatkan kebutuhannya, tinggal dikurangi dengan jumlah drainase yang sudah ada. Dari situ bisa ditemukan kebutuhan drainase saat ini,” papar Farid.

Alumnus Greenwich University, London, itu menuturkan, membangun jalan baru sebagai akses alternatif ke bandara yang berada di Kelurahan Sungai Siring, Samarinda Utara, itu merupakan keharusan. Selain bisa jadi salah satu cara memecah arus, juga bisa menjadi solusi bila Jalan DI Pandjaitan putus tidak bisa dilalui karena banjir dan macet.

“Letak Bandara APT Pranoto di Samarinda Utara itu sudah tepat. Karena sejalan dengan perkembangan kota. Soal akses memang mesti menjadi perhatian dan prioritas pemerintah karena yang ada saat ini tidak memadai,” tutupnya.

Untuk diketahui, calon penumpang pesawat dari Bandara APT Pranoto yang gagal terbang tiga hari lalu wajib menjadi pelajaran berharga bagi pemerintah. Banjir yang sudah menjadi momok menakutkan bagi warga di Kecamatan Sungai Pinang dan Samarinda Utara, kini meneror pengguna lapangan terbang di Kelurahan Sungai Siring tersebut.

Pemprov Kaltim dan Pemkot Samarinda dituntut untuk mencari jalan keluar. Tanpa itu, bukan tidak mungkin para penumpang akan terus-terusan menjadi korban; gagal terbang karena terjebak banjir di Jalan DI Pandjaitan, Samarinda.

Menanggapi itu, Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak menyatakan, pihaknya segera melakukan rekonstruksi akses menuju Bandara APT Pranoto. Baik itu jalan utama maupun jalan alternatif.

Jalan utama misalnya, yang tidak bisa dilalui saat banjir, bakal dilakukan pengerukan parit. Sementara jalan alternatif yang kondisinya saat ini masih sempit, dilakukan pelebaran. “Jalan utama ke Bandara APT Pranoto sudah ada anggarannya. Tahun ini ada pelebaran dan perbaikan jalan,” ujar Faroek.

Adapun jalan alternatif ke Bandara APT Pranoto melalui Jalan Batu Besaung, Sempaja Utara, disebutkan Faroek, dianggarkan perbaikan dan penuntasannya di APBD Kaltim 2019. Saat ini masih ada 5,5 kilometer dari 10,7 kilometer yang belum dilakukan pengerasan. Jalan diselesaikan bertahap dan akan tuntas pada 2020. “Ada beberapa jalan alternatif. Itu akan dimaksimalkan ketika banjir,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Tata Ruang dan Perumahan Rakyat (PUTRPR) Kaltim Joko Setiono mengatakan, saat ini akses ke bandara yang populer dengan nama Bandara Samarinda Baru (BSB) itu ada tiga.

Pertama, melalui Jalan DI Pandjaitan yang merupakan jalan nasional. Jalan itu ketika hujan lebat kerap terendam banjir. Kendaraan tidak bisa melintas. Jalan kedua, melalui Jalan Batu Besaung yang merupakan jalan provinsi.

Saat ini belum bisa dilintasi kendaraan mobil. Jalan masih rusak di beberapa titik dan harus dilakukan perbaikan. Jalan ketiga, melalui Perumahan Bumi Sempaja yang merupakan jalan milik Pemkot Samarinda. Jalan ini bisa digunakan ketika jalan utama putus karena banjir. “Jalannya agak sempit, tapi masih bisa dilalui,” beber Joko.

Dia memastikan, jalan alternatif ke Bandara APT Pranoto melalui Jalan Batu Besaung kendati tahun ini tidak mendapatkan anggaran, tahun depan bakal menjadi prioritas. Usulan anggaran untuk menyelesaikan jalan yang sudah disampaikan ke Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kaltim. “Saya lupa angka pastinya, tapi dianggarkan bertahap dan ditarget selesai 2020,” tutupnya. (*/him/rom/k8)


BACA JUGA

Kamis, 15 November 2018 11:40

BPK Akui Sulit Awasi Desa

BALIKPAPAN - Alokasi dana desa yang saat ini pagunya bisa sampai 2-3 miliar per desa, menjadi tantangan…

Selasa, 13 November 2018 10:24

DUH PAYAH..!! Persentase Kelulusan CPNS Masih Rendah

TANA PASER–Seleksi penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) di Assessment Center Kantor Badan…

Selasa, 13 November 2018 07:35

Tugboat Batu Bara Tenggelam di Perairan Bunyu, Dua ABK Belum Ditemukan

TARAKAN – Kecelakaan di perairan Kalimantan Utara (Kaltara) kembali terjadi. Kali ini, sebuah…

Selasa, 13 November 2018 06:41

YESS..!! Merpati Siap Kembali Mengudara Tahun Depan

JAKARTA – Setelah mengalami penghentian operasi pada 2014 silam, maskapai pelat merah, Merpati,…

Senin, 12 November 2018 11:00

KENA PAJAK..?? Menteri Keuangan Bakal Wajibkan Mahasiswa Miliki NPWP

JAKARTA – Menteri Keuangan Sri Mulyani berencana mewajibkan seluruh mahasiswa di Indonesia memiliki…

Senin, 12 November 2018 10:37

Angel dan Jose Makin Intim, Dikabarkan Sudah Menikah

Hubungan Angel Karamoy dengan sutradara Jose Poernomo makin intim. Buktinya, Jose Poernomo semakin sering…

Senin, 12 November 2018 10:28

Marquez Rayakan Gelar Dunia ke 7 di Kampung Halaman

UNTUK merayakan gelar juara dunia ketujuhnya, atau kelima di kelas MotoGP, Marc Marquez, pada Sabtu…

Senin, 12 November 2018 10:20

LUCU JUGA..!! Perusahaan Air Masih Terkendala Air

TANA PASER–Sepekan terakhir, masyarakat Paser, khususnya Kecamatan Tanah Grogot, mengeluhkan pelayanan…

Senin, 12 November 2018 08:49

Klasifikasikan Kualitas Pasangan, Kemampuan Biologis Juga Ditanya

Pondok Pesantren (Ponpes) Hidayatullah berhasil menyelenggarakan pernikahan mubarakah, Minggu (11/11).…

Minggu, 11 November 2018 11:11

Pulang, KRI Bima Suci Banyak Sabet Penghargaan

 Setelah mengelilingi lima negara selama 100 hari untuk mengikuti event internasional, Kapal Republik…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .