MANAGED BY:
RABU
19 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Minggu, 10 Juni 2018 15:00
Fleksibel, Terbang Kapan Saja, Bisa Mendarat di Mana-Mana

Keluarkan Kocek Lebih Dalam Mudik Pakai Helikopter

PROKAL.CO, Pilihan moda transportasi untuk mudik makin bervariatif. Bagi yang berkocek tebal bisa mudik menumpang helikopter.

JASA ini bisa dimanfaatkan bagi mereka yang ingin mudik ke daerah Jawa Barat, Jakarta, dan sekitarnya. PT Whitesky Aviation yang menyediakan layanan kelas eksekutif tersebut. Jasa transportasi antarkota itu disebut helicity.  

CEO PT Whitesky Aviation Denon Prawiraatmaja menuturkan, selama bulan puasa ini, pihaknya sengaja menyediakan paket mudik dengan helikopter. Sehingga ada diskon dari harga normal. “Jadi biasanya kalau harga normal Jakarta-Bandung itu dari Rp 18 juta menjadi hanya Rp 12 juta untuk kapasitas empat orang. Kalau yang helikopter berkapasitas 6 orang, harganya Rp 16 juta, dari harga normalnya Rp 24 juta,” jelasnya, kemarin (9/6).

Menurut pria 46 tahun itu, ada beberapa kelebihan dari paket mudik dengan helikopter. Di antaranya dari segi durasi perjalanan. Misalnya untuk menuju ke Bandung biasanya ditempuh dalam waktu rata-rata 4 jam dengan kereta api dan mobil pribadi. Namun saat arus mudik, durasi perjalanan dengan mobil pribadi, cenderung lebih lama. 

Dengan menaiki helikopter, durasi perjalanan ke Kota Kembang tersebut bisa dipangkas menjadi hanya 40 menit. “Kadang kalau ada angin yang mendorong dari belakang, malah bisa cuma 38 menit sudah sampai Bandung dari Jakarta,” katanya.  

Kelebihan berikutnya, lanjut Denon, fleksibilitas mudik dengan helikopter jauh lebih tinggi. Sebab, saat ini, Whitesky Aviation memiliki 203 titik pendaratan di wilayah Jakarta dan 53 di kawasan Bandung. 

Banyaknya titik pendaratan tersebut memudahkan penumpang untuk terbang di wilayah yang dekat dengan tempat tinggalnya. Dia mencontohkan, semisal calon penumpang tinggal di wilayah Karet, maka bisa langsung terbang dari Hotel Shangri-La. Begitu juga dengan lokasi pendaratan di Bandung. “Jadi kalau penumpang ingin mendarat langsung di kawasan Dago Atas ya bisa,” lanjutnya. 

Selain itu, Denon menuturkan, penerbangan dengan helikopter tidak seperti penerbangan dengan airlines yang terjadwal. Penumpang bisa berangkat kapan saja asal tidak di atas pukul 18.00 WIB. 

Karena infrastruktur penunjang untuk penerbangan malam belum ada. “Kalau pakai helikopter ini moda bisnisnya carter. Jadi jam terbangnya juga tidak terjadwal. Berangkatnya sesuai dengan keperluan,” tuturnya. 

Untuk paket mudik tahun ini, Ketua Bidang Penerbangan Tidak Terjadwal Indonesia National Air Carriers Association (INACA) itu mengungkapkan, sejauh ini ada 15 calon penumpang yang sudah menanyakan tanggal penerbangan.  Sementara yang sudah reserved ada tiga penumpang. 

Sedangkan rute mudik, yang paling diminati adalah rute Jakarta-Bandung. Selain itu, ada Jakarta-Sukabumi dan Jakarta-Cirebon. “Kalau di Cirebon atau Sukabumi, kami biasanya landing di open area dengan seizin pemerintah daerah, kepolisian, atau TNI setempat,” ungkapnya.  

Di luar paket mudik, Denon menjelaskan, peminat jasa penerbangan dengan helikopter justru cukup tinggi. Dalam sehari, pihaknya bisa melayani rata-rata dua penerbangan. Sementara sebulan mencapai 40 penerbangan.

Rute penerbangan yang paling banyak diminati biasanya dari Jakarta ke Bandung, Anyer, Cirebon, Sukabumi, Cikarang, Cikampek, dan sekitar Bogor. Helicity baru resmi dirilis pada Desember 2017. “Biasanya keperluan penumpang itu ada pertemuan mendadak atau kunjungan keluarga yang harus segera,” jelasnya.  

Untuk profesi penumpang, Denon mengungkapkan, saat ini sudah makin variatif. Mulai para pengusaha dan profesional muda, artis, keluarga, serta nasabah perbankan. “Jadi nasabah emerald (premium) dapat diskon kalau terbang dengan helicity. Dan ini animonya cukup tinggi,” ungkapnya.  

Ke depan, Denon berniat menambah armadanya dari yang saat ini lima menjadi tujuh helikopter. Empat di antaranya akan digunakan untuk helicity dan sisanya untuk helikopter di wilayah pertambangan.

Dengan penambahan jumlah armada tersebut, pihaknya berharap, frekuensi penerbangan dengan helicity bisa bertambah. Selain itu, tahun depan, Whitesky Aviation akan membikin heliport di Bandara International Soekarno-Hatta.

Dengan adanya heliport tersebut, pihaknya akan menawarkan helikopter transport yang terkoneksi dengan airline. “Misalnya naik Garuda sampai airport, kemudian ke tengah kota naik helikopter. Ini mungkin kepentingan bisnis, family, atau misalnya ada yang sakit. Kami sudah mendapat izin dari Kemenhub (Kementerian Perhubungan) dan Angkasa Pura II. Jadi habis Lebaran bisa langsung konstruksi,” imbuhnya. (ken/rom/k8)


BACA JUGA

Rabu, 19 September 2018 13:00

Ini Dia Motif Motif Pembunuhan Pasangan Suami Istri di Balikpapan Itu...

BALIKPAPAN - Perkara utang diduga menjadi penyebab tersangka menghabisi nyawa pasangan suami istri (pasutri)…

Rabu, 19 September 2018 12:00

Ngga Jelas, Ternyata Kilang Bontang Masih Tunggu Investor

BONTANG – Pembangunan kilang minyak di Bontang belum ada kejelasan. Pemerintah belum memutuskan…

Selasa, 18 September 2018 12:00

KEJI..!! Bapak-Anak Habisi Bos Sendiri

BALIKPAPAN – Aksi kejahatan yang masih mewarnai Balikpapan membuat kota ini tak lagi aman. Setelah…

Selasa, 18 September 2018 12:00

Kaltim Masih Diuntungkan dari Ekspor yang Tinggi

SAMARINDA – Mata uang negeri ini masih terpuruk. Hingga kemarin (17/9), nilai tukar rupiah berada…

Selasa, 18 September 2018 08:51

Menang setelah Lima Tahun

TENGGARONG – Mitra Kukar berhasil mematahkan kutukan tak pernah menang dari Persipura Jayapura…

Selasa, 18 September 2018 08:47

DPRD Kaltim Ngotot Bentuk Pansus

SAMARINDA - Upaya DPRD Kaltim membentuk panitia khusus (pansus) proyek multiyears contract (MYC) tidak…

Selasa, 18 September 2018 08:44

Edy Sinergi dengan Program Gubernur

DUKUNGAN untuk para kandidat anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI daerah pemilihan (dapil) Kaltim…

Senin, 17 September 2018 09:24

PPU Buka Jalur Alternatif

PENAJAM – Bentang utama atau tengah Jembatan Pulau Balang terus berprogres. Namun, persoalan baru…

Senin, 17 September 2018 09:21

Edy Nyaman di Puncak, Ferdian Membuntuti

PERSAINGAN dan dukungan kepada kandidat calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI di polling garapan…

Minggu, 16 September 2018 12:00

Waswas Jadi Jembatan “Abunawas”

SAMARINDA – Pembangunan Jembatan Pulau Balang yang menghubungkan Balikpapan dan Penajam Paser…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .