MANAGED BY:
JUMAT
22 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN
Minggu, 10 Juni 2018 06:20
Menghayati Reformasi

PROKAL.CO, class="Default">SETELAH 32 tahun kepemimpinan Presiden Soeharto, sejarah Orde Baru ditutup tepat pada 21 Mei 1998. Mei 2018 ini pun menjadi penanda bahwa reformasi telah berjalan 20 tahun lamanya. Sebuah momentum penting bagi sejarah panjang bangsa Indonesia. Tentu nggak bisa dilupakan bahwa para pemuda-pemudi negeri ini juga ikut ambil peran dalam terjadinya reformasi. Kita akan berbicara dengan tiga anak muda dan bertanya tentang sikap serta pendapat mereka terhadap reformasi hari ini. (ren/c22/nrm)

Muhammad Jainuddin
Aktivis Politik

Tegaknya HAM dan Demokrasi

"Kita tahu sebelum era reformasi, rakyat Indonesia tidak dapat mengungkapkan pendapatnya. Karena pada saat itu sistem pemerintahan masih otoriter yang dikendalikan oleh satu orang saja. Tetapi, sekarang Indonesia telah menjadi negara dengan sistem pemerintahan demokrasi yang diselenggarakan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Di era demokrasi ini, setiap masyarakat boleh menyampaikan aspirasinya secara terbuka tetapi tetap dibatasi oleh undang-undang. Selain itu, era reformasi sebagai perwujudan penegakan hak asasi manusia merupakan sebuah wujud perubahan dari masa orde baru. Kini penegakan ham dan demokrasi tidak dikesampingkan lagi." (*/fzn/*/yjm/k18)

Wahid Tawaqal
Pengagas Malam Puisi Samarinda

Kreativitas Tanpa Batas

"Sebelum era reformasi, kita semua pasti menyadari jika kreativitas para seniman tanah air sangatlah dibatasi. Ada pakem tertentu yang diterapkan oleh pemerintah dan kita enggak boleh mendobraknya. Saat ini, batasan tersebut berhasil didobrak. Sebagai penikmat dan pekerja seni, tentu hal tersebut terasa sebagai sebuah kemerdekaan atas nama kreativitas. Namun, tentu kebebasan ini menjadi pedang bermata dua. Di satu sisi, kita mendapat kebebasan untuk berekspresi melalui karya. Di sisi lain, kita tetap bertanggungjawab atas norma sosial yang berlaku di masyarakat. Terutama yang bersinggungan dengan atas ketimuran yang masih kental di Indonesia." (*/yjm/k18)

Sulastri Khasan
Founder Perempuan Bekesah

Pendidikan Lebih Baik

"Reformasi mengembalikan kemerdekaan seseorang untuk berpendapat untuk negerinya. Kemerdekaan ini pulalah yang telah kurikulum kita adopsi di dalam kelas. Dimana guru tidak selamanya menjadi 'source of knowledge'. Dengan adanya reformasi di bidang pendidikan sebenarnya menarik kreativitas murid-murid kita. Enaknya. siswa-siswi diajarkan untuk lebih kreatif dalam belajar. Mereka enggak harus terpaku cuma dari satu sumber saja seperti buku diktat. Tetapi ada banyak sumber yang dapat diekplorasi untuk memperluas pengetahuan. Guru pun dibebaskan untuk tidak terlalu monoton dalam pembelajaran di kelas sehingga membuat murid tidak cepat bosan dalam belajar." (*/nul/*/yjm/k18)

loading...

BACA JUGA

Kamis, 21 Juni 2018 07:12

Attack on Titan/Human

PERJUANGAN Eren dan kawan-kawan dalam melindungi umat manusia di serial Shingeki no Kyojin atau Attack…

Kamis, 21 Juni 2018 07:07

KRONIK MANUSIA DAN TITAN

MELIHAT keseruan Eren dan kawan-kawan dalam menghadapi Titan emang nggak ada habisnya. Selalu berhasil…

Kamis, 21 Juni 2018 07:02

Mengabdi demi Mencerdaskan Negeri

SEKARANG enggak sulit menemukan komunitas menjadi volunteer alias relawanyang rela menyisihkan waktu…

Kamis, 21 Juni 2018 06:59

Kenalkan Permainan Zaman Old Kepada Generasi Zaman Now

Oleh: Balikpapan Youth Spirit SABTU (2/6), tepat di hari ke-17 Ramadan dan sehari setelah peringatan…

Kamis, 21 Juni 2018 06:55

Temanku Serigala Berbulu Domba

PASTINYA semua Zet Rangers pernah memiliki teman atau sekadar kenal dengan seseorang bermuka dua, atau…

Kamis, 21 Juni 2018 06:51

Cara Memulai Bisnis

AGAR Indonesia bisa menjadi negara maju dengan pertumbuhan ekonomi yang pesat, seenggaknya jumlah entrepreneur…

Rabu, 20 Juni 2018 07:12

Buat Karya Seni Dipahami

PAMERAN seni adalah ruang bagi seniman untuk mempertemukan karyanya dengan audiens. Namun, acap kali…

Rabu, 20 Juni 2018 07:10

Merintis dari Pameran Pribadi

BERNAMA lengkap Multaza Akbar Junaedi, remaja ini tertarik di bidang kuratorial sejak menginjak bangku…

Rabu, 20 Juni 2018 07:09

Haram bagi Kurator

EMANG sih, tafsir terhadap seni kontemporer cukup beragam dan bebas-bebas aja. Tapi, nggak lantas tidak…

Rabu, 20 Juni 2018 07:07

Gagas Kegiatan Seni di Kampus dengan Inovasi

YUK kenalan dengan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Seni dan Kreativitas dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .