MANAGED BY:
MINGGU
26 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Sabtu, 09 Juni 2018 12:23
Kasus Kapal Afrika Pengangkut Batu Bara Menggantung
25 Warga Korut Masih Tertahan
DILARANG BERLAYAR: Kapal MV Wise Honest yang diamankan Lanal Balikpapan sejak 13 April lalu di Teluk Balikpapan.

PROKAL.CO, BALIKPAPAN   -  Kasus kapal MV Wise Honest yang diduga menerobos wilayah laut Indonesia hingga kini nasibnya masih menggantung. Hingga kemarin (8/6), kapal bermuatan 26.500 metrik ton batu bara berbendera Sierra Leone, Afrika Barat itu masih harus lego jangkar di Teluk Balikpapan.

Perjalanan kapal dengan 25 awak berkebangsaan Korea Utara (Korut) itu terpaksa ditunda karena adanya pemeriksaan dari prajurit dari KRI Terapang pada 4 April lalu. Hingga kemarin, mereka masih berada di kapal MV Wise Honest yang lego jangkar di Teluk Balikpapan. “Proses tetap berlanjut. Sesuai hukum,” tegas Danlanal Balikpapan Kolonel Laut (P) Dewa Oka Susila.

Pangkalan TNI Angkatan Laut Balikpapan yang meneruskan pemeriksaan kasus disebut sudah melayangkan berkas ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Balikpapan. Namun, disebut Dewa, berkas tersebut dikembalikan lagi (P19). Ini karena ada sejumlah pertanyaan yang masih harus dilengkapi pihaknya. “Iya P19. Sudah kami lengkapi apa yang diminta Kejari,” ucapnya.

Disebut Dewa, untuk barang bukti kapal, muatan, surat-surat hingga awak masih tak diizinkan berlayar ke Samarinda. Lantaran belum selesainya kepastian hukum. Meski begitu, pihaknya mengaku belum menetapkan tersangka atas kasus ini karena masih harus berkoordinasi dengan penyidik Kejari. “Belum ada (tersangka). Kami masih fokus pada surat-surat izinnya. Kami juga berharap ini ada tindak lanjutnya agar bisa segera selesai,” kata Dewa.

Sementara dari Kejari Balikpapan, kasus kapal MV Wise Honest dianggap belum memenuhi petunjuk penyidik. Masih ada sejumlah pertanyaan yang harus dijawab Pangkalan TNI Angkatan Laut Balikpapan terkait penundaan pelayaran kapal kargo berbobot 9.904 gross tonnage (GT) itu. “Masih ada pertanyaan-pertanyaan yang harus dijawab sehingga bisa memenuhi unsur pasal yang dikenakan,” ungkap jaksa penyidik Agusverry.

Agus menyebut, untuk beberapa sangkaan yang dikenakan kepada nakhoda kapal belum tepat sasaran. Misal, soal kewenangan siapa yang seharusnya melaporkan keberadaan kapal. Semestinya, menurutnya yang melakukan itu adalah agen kapal. Sementara nakhoda hanyalah orang yang menerima perintah.

“Kalau sangkaannya ke nakhoda, salah sasaran. Nakhoda ibarat sopir. Dia hanya melaksanakan perintah ke mana berlayar oleh agen kapal. Kalaupun nakhoda harus melapor, ketika dia mau berangkat dari pelabuhan asal. Dalam hal ini, sudah dilakukan di Rusia,” ucap Agus.

Agus juga menganggap, secara legalitas, MV Wise Honest tak melanggar. Termasuk status batu bara yang diangkut. Punya dokumen resmi termasuk jual-beli. Agen kapal pun, disebutnya, sudah membayar biaya parkir ketika nakhoda kapal Rp 50 juta. “Makanya masih kami tunggu bagaimana perkembangan berkas pemeriksaan dari Lanal,” kata Agus.

Selanjutnya, Agus menyebut, belum menerima berkas dari Pangkalan TNI Angkatan Laut Balikpapan. Memang, dia mengaku pernah menerima berkas usai dikembalikan (P19), Senin (4/6) lalu. Lantaran saat itu adalah batas akhir penyerahan berkas. “Sedangkan kami masih harus menangani berkas lainnya. Sementara sebentar lagi masuk waktu cuti hingga Idulfitri,” ucapnya.

Seperti diketahui, Pangkalan TNI Angkatan Laut Balikpapan pada 13 April lalu menunjukkan, MV Wise Honest yang dicegat sementara karena diduga melanggar perizinan. Saat pemeriksaan awal, kru kapal tak dapat menunjukkan sertifikat atau surat pencegahan pencemaran dari kapal. Juga, tak memenuhi persyaratan barang khusus dan berbahaya. Pertama kali ditangani KRI Terapang, pemeriksaan dilanjutkan Pangkalan

Kapal yang dinakhodai Kim Chung Son asal Korut itu berlayar membawa batu bara dari pelabuhan Vladivostok, Rusia dengan tujuan Samarinda. Rencananya melakukan bongkar-muat ke kapal sejenis. Lantas akan kembali berlayar dengan tujuan Tiongkok. 

Dari informasi KRI Terapang, Wise Honest telah terdeteksi di perairan Selat Makassar sejak 2 April. Kecurigaan muncul ketika kapal itu menyimpang dari Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II. Dari laporan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Klas I Balikpapan dan Kantor Imigrasi Balikpapan, kapal ini diketahui lebih dari 2x24 jam tak membuat laporan.

Wise Honest disangkakan dengan Pasal 114 Ayat (1) Undang-Undang (UU) Nomor 6/2011 tentang Keimigrasian. Karena memasuki teritorial Indonesia lebih dari 2x24 jam tanpa melapor Imigrasi Balikpapan. Selain itu, kapal melanggar Pasal 295 juncto Pasal 47, Pasal 302 Ayat (1) juncto Pasal 117 dan Pasal 294 Ayat (1) UU Nomor 17/2008 tentang Pelayaran. (*/rdh/rom/k11)


BACA JUGA

Minggu, 26 Mei 2019 14:39

Penyaluran Zakat Ikut Ketentuan Kemenag

JAKARTA - Kementerian Agama menyerukan agar pembayaran zakat fitrah dilakukan…

Minggu, 26 Mei 2019 14:37

Polisi Ringkus 11 Perusuh Tanah Abang

JAKARTA – Polri menetapkan 11 tersangka dalam kericuhan yang terjadi…

Minggu, 26 Mei 2019 14:36
Bila Ingin Menangkan Sengketa Pilpres

02 Harus Siapkan Bukti Kuat

JAKARTA – Gugatan sengketa hasil pilpres telah sampai. Tim kuasa…

Minggu, 26 Mei 2019 13:59

BIAR CAKEP DAN CANTIK..!! Yuk, Pilah-pilih Pakaian Idulfitri

PUSAT perbelanjaan mulai ramai. Berbondong-bondong mencari pakaian, agar tampil trendi…

Minggu, 26 Mei 2019 12:38

Bukti Pasar Segiri Belum “Bersih”, Romi: Ada yang Sakit Hati..??

SAMARINDA - Seperti pepatah, mati satu tumbuh seribu. Satu lokasi…

Minggu, 26 Mei 2019 12:30

Pemkot Minta Bantuan Pemprov Rp 5 Miliar

SAMARINDA – Pemkot Samarinda telah mengajukan permohonan bantuan keuangan (bankeu)…

Minggu, 26 Mei 2019 12:13

Ribuan Petugas Gabungan Siaga Mudik

SEJUMLAH titik rawan kecelakaan pada jalur mudik Lebaran di Kaltim…

Minggu, 26 Mei 2019 12:06

KPK Panggil Lagi Sofyan Basir

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memutuskan menjadwalkan ulang pemeriksaan…

Minggu, 26 Mei 2019 00:11

Polisi Sita 1200 Ekor Kepiting Bertelur Hendak Dijual ke Malaysia

TENGGARONG - Satuan Polairud Polres Kutai Kartanegara menggagalkan penyelundupan 10…

Sabtu, 25 Mei 2019 15:15
Mencicipi Pengalaman Ramadan di Oxford (1)

Masjid Menjamur, Tak Sabar Ramadan Musim Dingin

Berlian Marsielle, warga Samarinda yang kini menetap di Dresden, Jerman,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*