MANAGED BY:
JUMAT
22 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

BALIKPAPAN

Sabtu, 09 Juni 2018 11:23
Soal Kasus Tumpahan Minyak di Teluk Balikpapan, Kapolri: Saya Akan Terus Kejar
Teluk Balikpapan membara. Tumpahan minyaknya pun merusak lingkungan.

PROKAL.CO, BALIKPAPAN   -  Proses penegakan hukum tumpahan ribuan ton minyak Pertamina di Teluk Balikpapan terus berjalan. Ini ditegaskan Kapolri Jenderal Muhammad Tito Karnavian saat mampir salat Jumat di Masjid Ali Ikhlas Markas Polda Kaltim sebelum melakukan Safari Ramadan di Samarinda, Jumat (8/6).

Bahkan dia perintahkan Polda Kaltim menangani secara profesional dalam penegakan hukum. “Saya akan terus kejar,” tegasnya. Menurutnya, siapa pun pelakunya wajib menjalani proses hukum. Karena peristiwa tersebut berdampak kerusakan lingkungan laut, flora fauna di sekitar bahkan ada korban jiwa.

“Harus diberi efek jera. Saya akan terus kejar siapa pun pelakunya wajib bertanggung jawab,” sebutnya. Tito mengatakan, tingkat polri, dirinya mengawasi langsung proses hukum ini dari Mabes Polri.

“Saya tidak ingin dianggap begitu-gitu saja, setelah itu nanti terulang lagi. Harus ada efek jera, siapa pun yang bekerja, harus perhatikan dampak lingkungannya,” papar mantan kapolda Metro Jaya ini.

Untuk pemeriksaan kapal MV Ever Judger yang jangkarnya mengenai pipa Pertamina hingga putus dan mengeluarkan minyak, penyidik terkendala hukum Internasional. “Di antaranya tentang laut dan kapal. Sepanjang kapal bukan barang bukti utama, bisa dilepas. Namun, orangnya tetap proses hukum, perusahaan korporasinya bisa pula diproses,” jawabnya.

Termasuk ketika ada bukti kelalaian dilakukan Pertamina. Mekanisme menghentikan ketika ada kebocoran, tentu ada. “Tetap saya perintahkan proses hukum. Tidak boleh seenaknya, lingkungan rusak hancur karena kesalahan manajemen,” ungkapnya.

Pelaku di lapangan maupun manajemen korporasi tentu punya mekanisme menghadapi kebocoran pipa. “Sekali lagi saya awasi betul kasus ini. Bekerja itu harus hati-hati, kami tidak mau menghalangi orang bekerja,” ucapnya.

Diketahui, kasus tumpahan minyak di Teluk Balikpapan masih bergulir di Polda Kaltim. Penyidik Direktorat Kriminal Khusus Polda Kaltim sudah menetapkan dua orang tersangka. Di antaranya Ship Superintendent Pertamina berinisial IS.

Di Pertamina, IS punya kewajiban mengontrol dan memonitor jaringan pipa bawah laut. IS saat kejadian diduga lalai. Tak mengetahui adanya kebocoran minyak mentah di pipa dari Lawe-Lawe, Penajam Paser Utara (PPU) ke kilang minyak di Balikpapan.

Diduga ada jeda delapan jam yang bersangkutan membiarkan minyak dari pipa yang patah karena jangkar. Kemudian, mencemari perairan di Teluk Balikpapan.

IS dengan pengalaman dan pengetahuannya harusnya bisa mendeteksi adanya kebocoran. Dalam keadaan darurat, IS dengan jabatannya punya kewenangan untuk menutup pompa yang mengalirkan minyak ke pipa bawah laut. Namun, hal tersebut tak dilakukannya. Alasan sementara, IS disebutkan tidak mengetahui. 

Salah satu faktor kelalaian yang disematkan kepada tersangka adalah berdasarkan pemeriksaan penyidik, minyak di tangki Pertamina dalam keadaan normal akan menyusut satu sentimeter per jam jika terjadi kebocoran ringan. Dalam kasus patahnya pipa bawah laut akhir Maret lalu, terjadi penyusutan minyak di dalam tangki sebanyak 49 sentimeter per jam.

Minyak dari pipa di Lawe-Lawe terus keluar. Begitu juga yang dari kilang di Balikpapan. Informasinya baru ditutup sekira pukul 08.00 pagi pada 31 Maret 2018.

Polda Kaltim pada 26 April sudah menetapkan nakhoda kapal MV Ever Judger, Zhang Deyi (ZD), sebagai tersangka putusnya pipa minyak milik Pertamina di Teluk Balikpapan 30 Maret lalu.

ZD pun sudah ditahan. Sementara IS adalah tersangka kedua sejak ditetapkan pada 18 Mei lalu. Keduanya oleh penyidik Subdit Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Ditreskrimsus Polda Kaltim disangka dengan Pasal 98 Ayat 1, 2, 3 juncto Pasal 99 Ayat 1, 2, 3 UU RI Nomor 32/2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Selain itu, Pasal 359 KUHP tentang Kelalaian mengakibatkan orang lain meninggal.

“Belum ada penambahan tersangka. Kasus masih terus bergulir,” ungkap Yustan Alpiani, dirreskrimsus Polda Kaltim. (aim/one/k15) 

 


BACA JUGA

Rabu, 20 Juni 2018 07:57

Pantai Manggar Targetkan Rp 1 Miliar

BALIKPAPAN – Pantai Manggar selalu jadi destinasi favorit saat libur Lebaran. Selama lima hari,…

Senin, 18 Juni 2018 07:44

Pembahasan APBD-P setelah Libur Lebaran

BALIKPAPAN – Setelah libur panjang Lebaran, pemkot dan DPRD Balikpapan harus segera tancap gas.…

Senin, 18 Juni 2018 07:41

PARAH BANGET..!! Antre hingga Permukiman Warga

BALIKPAPAN - Selama tiga hari Lebaran, lonjakan penumpang terjadi di pelabuhan Kampung Baru hingga mencapai…

Senin, 18 Juni 2018 07:36

Poros Balikpapan–Samarinda Masih Ramai Lancar

BALIKPAPAN - Jalan poros Balikpapan-Samarinda hingga H+ 2 Lebaran masih terpantau ramai lancar. Seperti…

Senin, 18 Juni 2018 07:34

Mayat Ditemukan di Belakang Kediaman Pangdam

BALIKPAPAN - Hari ketiga Idulfitri, warga Balikpapan digegerkan dengan penemuan jasad di sekitar pantai…

Minggu, 17 Juni 2018 00:54

Pantai Masih Jadi Destinasi Favorit

BALIKPAPAN  -   Wisata pantai di Kota Minyak masih menjadi daya tarik masyarakat untuk menghabiskan…

Minggu, 17 Juni 2018 00:51

Daya Beli Membaik, Retailer Panen Penjualan, Target Tercapai

BALIKPAPAN  -  Momen Ramadan dan Lebaran menjadi berkah bagi pelaku usaha perdagangan. Tak…

Minggu, 17 Juni 2018 00:47

Bikin Makin Percaya Diri

KEMAMPUAN  ciamik dari grub A7.16 tidak terlepas dari bantuan dan bimbingan Deni Darussalam. Pria…

Minggu, 17 Juni 2018 00:45

Okupansi Hotel Tunjukkan Tren Positif

BALIKPAPAN  -  Okupansi hotel di Kota Minyak saat momen Lebaran tercatat mengalami lonjakan.…

Sabtu, 16 Juni 2018 00:43

Bijak Berbelanja, Daging Beku Jadi Pilihan

BALIKPAPAN  –  Hingga Idulfitri tiba, harga daging di pasar tradisional Kota Minyak…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .