MANAGED BY:
JUMAT
22 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Sabtu, 09 Juni 2018 00:09
Bandara APT Pranoto Pengen Jadwal Penerbangan “Gemuk”

Idulfitri, Kunjungan Samarinda Diprediksi Meningkat 50 Persen

BUTUH TAMBAHAN RUTE: Beroperasinya Bandara APT Pranoto dinilai belum memberi pengaruh terhadap peningkatan jumlah kunjungan di Samarinda karena masih memindahkan operasional Bandara Temindung.

PROKAL.CO, SAMARINDA  -  Kunjungan wisatawan ke Samarinda pada momen Idulfitri tahun ini diprediksi meningkat 50 persen. Namun, peningkatan tersebut diklaim bukan dampak dari beroperasinya Bandara APT Pranoto. Melainkan kunjungan masyarakat dari beberapa kabupaten di sekitar Kota Tepian, seperti Kutai Kartanegara.

Kepala Dinas Pariwisata Samarinda Muhammad Faisal mengatakan, pada momen libur Idulfitri biasanya warga Samarinda akan bepergian ke luar kota. Namun, Kota Tepian sendiri tidak akan sepi, karena akan banyak pengunjung dari kabupaten seperti Kutai Kartanegara, Kutai Barat, dan Kutai Timur. Kebanyakan mereka akan shopping ke beberapa mal.

“Kunjungan libur Lebaran tahun ini, akan meningkat 40-50 persen dibandingkan hari biasanya,” katanya kepada Kaltim Post baru-baru ini.

Namun, yang harus dipahami kunjungan bukan hanya orang dari luar Kalimantan atau luar negeri. Orang Kukar, Kubar, dan lainnya ke Samarinda juga merupakan kunjungan yang sangat potensial karena menyumbang pemasukan asli daerah (PAD).

“Orang Jakarta datang ke Samarinda menginap di hotel, dengan orang Mahulu (Mahakam Ulu) datang ke Samarinda menginap di hotel bayarannya sama. Tentunya menyumbang PAD untuk Kota Tepian. Sehingga, kunjungan bisa dari mana saja asal menghasilkan pemasukan bagi daerah,” tuturnya.

Dia menjelaskan, pariwisata Samarinda memiliki tren kenaikan PAD dengan kisaran 10-20 persen per tahun. PAD pariwisata terdiri dari pemasukan hotel, restoran, dan pusat hiburan, dan aneka jasa ikutan lain.

“Dibukanya Bandara APT Pranoto tahun ini, tak membuat kunjungan ke Samarinda meningkat signifikan saat Idulfitri. Karena masih sebatas pemindahan Bandara Temindung, makanya belum ada pengaruhnya,” katanya.

Jika rute penerbangan tetap sama, yang dilakukan saat ini, hanyalah memindahkan operasional dari Bandara Temindung ke APT Pranoto. Tapi, kalau rute penerbangan ke Jakarta, Surabaya, dan luar daerah lain ditambahkan ke sini, baru akan ada dampak.

“Jika sudah ada rute baru, saya berani menargetkan PAD dari sektor pariwisata tahun ini menjadi lebih dari Rp 100 miliar. Padahal dalam anggaran, target sebelumnya hanya Rp 89,65 miliar pada 2018,” katanya.

Namun, Faisal menegaskan, target itu akan tercapai jika Bandara APT Pranoto benar-benar memfasilitasi penerbangan dengan jadwal lebih gemuk dibanding Bandara Temindung. Jika tak ada penambahan rute, menurutnya tak akan ada dampak berarti.

Untuk menambah wisatawan, Kaltim dapat meniru Jawa Tengah dan Jogjakarta. Di sana, kata dia, pengembangan infrastruktur transportasi udara lebih banyak membahas seputar rute-rute baru, ketimbang pembangunan bandara yang cenderung terkesan seadanya.

“Coba lihat bandara di Jogjakarta. Sangat biasa. Rute penerbangannya sangat gemuk untuk ke banyak daerah. Rute lebih penting daripada bangunannya. Buat apa bandara megah tapi penerbangannya itu-itu saja. Apalagi, kalau nanti tak ada bedanya dengan Balikpapan,” terangnya.

Terlebih, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kaltim merencanakan, untuk membuka destinasi wisata berlatar sejarah, tambang, dan budaya. Salah satu lokasi yang menarik adalah Loa Kulu, Kutai Kartanegara. Mereka ingin mengubah bekas terowongan lubang galian, rel kereta, serta lubang pembantaian dan pembuangan para pejuang sebagai tempat wisata.

Saat ini, pariwisata Kaltim juga mulai menggeliat. Hal tersebut terlihat dari kunjungan jumlah wisatawan hingga tingkat penghunian kamar (TPK) hotel berbintang di Benua Etam. Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim merilis, pada April 2018, okupansi hotel mencapai 54,14 persen. Makanya, perlu tambahan rute untuk menarik minat wisatawan. (*/ctr/ndu/k15)

 


BACA JUGA

Kamis, 21 Juni 2018 06:48

Berharap Bunga Kredit Tak Terdampak

BALIKPAPAN – Pengusaha di Kaltim berharap kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia tidak berdampak…

Kamis, 21 Juni 2018 06:46

Kinerja Perumahan Mengejar Ideal

SAMARINDA – Perekonomian Kaltim menunjukkan pertumbuhan apik pada triwulan pertama 2018. Menguat…

Kamis, 21 Juni 2018 06:44

Ujian Rupiah Berlanjut

JAKARTA – Setelah sentimen pertemuan G-7 (Grup 7) yang mempertemukan kelompok negara-negara maju…

Kamis, 21 Juni 2018 06:42

Triwulan I 2018, DPK Korporasi Meningkat

SAMARINDA – Dana pihak ketiga (DPK) atau simpanan korporasi di Kaltim mengalami peningkatan pada…

Kamis, 21 Juni 2018 06:37

Tenant Capai Target, Rata-Rata Belanja Rp 1,2 Juta Per Orang

Badai ekonomi yang menimpa Kaltim tiga tahun lalu membuat geliat usaha berjalan lambat. Masyarakat yang…

Kamis, 21 Juni 2018 06:34

Arus Balik, Konsumsi Pertamax Naik 17 Persen

JAKARTA – Memasuki masa arus balik H+4 Lebaran 2018, Satuan Tugas (Satgas) PT Pertamina (Persero)…

Kamis, 21 Juni 2018 06:33

Petani Belum Merdeka

NGAWI – Musim panen padi sudah di depan mata. Namun bukannya senang, sejumlah petani di Ngawi…

Rabu, 20 Juni 2018 06:44

Tertarik, tapi Terbentur Persyaratan

BALIKPAPAN - Kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) atau BI 7-day reverse repo rate sebesar 50…

Rabu, 20 Juni 2018 06:40

Juni, Inflasi Kaltim Diprediksi Terkendali

SAMARINDA - Meski beberapa harga pangan melambung sejak awal bulan, seperti ayam broiler, daging sapi,…

Rabu, 20 Juni 2018 06:38

478 Daerah Sudah Terima Dana Desa

SAMARINDA - Pembangunan perdesaan di Bumi Etam dipastikan bakal semakin cepat. Pasalnya, saat ini penyaluran…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .