MANAGED BY:
MINGGU
24 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN
Sabtu, 09 Juni 2018 08:11
Israel Cabut Larangan Berkunjung bagi WNI
KABAR BAIK: Masyarakat yang ingin berziarah ke Israel selama Ramadan masih bisa terwujud karena larangan kunjungan WNI telah dicabut.

PROKAL.CO, JAKARTA  –  Kabar baik menghampiri masyarakat yang ingin wisata religi ke Israel. Sempat mengeluarkan keputusan larangan berkunjung bagi warga Indonesia, Akhir Mei lalu, pemerintah Israel melunak. Larangan itu sedianya berlaku efektif mulai besok (9/6). Ternyata jelang deadline pemberlakuan larangan berkunjung itu dicabut.

Keputusan itu disampaikan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Israel Emmanuel Nahshon, Kamis (7/6). Sebagaimana dilansir Albalad.co, pelancong asal Indonesia masih bisa berkesempatan mengunjungi Tepi Barat, Yerusalem, dan Israel pada 7–27 Juni nanti.

Nahshon mengatakan, keputusan baru ini bersifat sementara. Pertimbangannya adalah kepentingan Ramadan dan Idulfitri. "Kalau Indonesia juga membatalkan larang berkunjung bagi warga Israel, larangan serupa tidak akan kami berlakukan lagi setelah 30 Juni," katanya.

Sekretaris Umum Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) Gomar Gultom menuturkan, pencabutan larangan oleh Israel itu memang sementara. "Selama Ramadan saja," katanya. Menurut Gultom kebijakan larangan masuk Israel bagi warga Indonesia, sejatinya merugikan Israel sendiri. Sebab, dalam setahun, ada sekitar 40 ribu orang Indonesia berkunjung ke Israel untuk berziarah.

Dia mengatakan, PGI tidak pernah memberangkatkan atau memfasilitasi keberangkatan umatnya ke Israel. Menurut dia, umat berangkat sendiri lebih karena inisiatif masing-masing. "Baik itu inisiatif pribadi, maupun jamaah-jamaah lokal," katanya.

Dia juga menjelaskan Yerusalem, menurut resolusi PBB, sebagai kota untuk dua negara. Yakni Israel dan Palestina. Selain itu, kota dengan tiga komunitas agama; Yahudi, Kristen dan Islam. Sehingga, mestinya terbuka kepada semua umat. Oleh karena itu, Israel tak bisa secara sepihak umat lain yang hendak berziarah ke sana.

Gomar menjelaskan, larangan WNI ke Israel bagi saya tidak memiliki implikasi apa-apa terhadap umat Kristen. "Tidak ada kewajiban keagamaan atau ritual ibadah Kristen yang harus dilakukan di Israel," kata dia. Bagi umat Kristen, semua tempat di mana pun adalah suci kalau kehadiran Allah melalui rohnya ada di sana.

Sebagaimana diberitakan, Israel mulai memberlakukan larangan pelesir terhadap turis asal Indonesia pada 29 Mei. Dalam surat ditandatangani Kepala Kontrol Perbatasan Otoritas Kependudukan dan Imigrasi Israel, disebutkan larangan itu diberlakukan sebagai balasan atas kebijakan serupa diterapkan oleh Pemerintah Indonesia. 

Indonesia memberlakukan larangan berkunjung bagi wisatawan Israel tidak lama setelah Amerika Serikat memindahkan kedutaan besarnya dari Ibu Kota Tel Aviv, Israel, ke Yerusalem, pada 14 Mei lalu. Insiden ini diwarnai penembakan terhadap demonstran Palestina di sepanjang perbatasan Jalur Gaza-Israel, menewaskan 63 orang dan melukai lebih dari 2.400 lainnya.

Sebelumnya, situs Haaretz melaporkan bahwa kebijakan yang diterbitkan Kementerian Luar Negeri Israel itu akan membuat sektor pariwisata terpuruk. Khususnya, wisata religi.

”Dampak ekonomi (kebijakan tersebut) terhadap penyelenggara tur, hotel, perusahaan bus, pemandu wisata dan agen tur di seluruh Israel sangat besar,” kata Yossi Fattal, dirjen Israel Incoming Tour Operators Association.

Karena itu, Fattal memprotes pemerintah. Atas nama asosiasi, dia mengajak pemerintah duduk satu meja untuk membahas dampak kebijakan tersebut secara lebih rinci. ”Tiket-tiket pesawat sudah dibeli. Hotel-hotel juga sudah telanjur di-booking. Biaya-biaya lain terkait wisata rohani untuk kelompok-kelompok Indonesia juga sudah dibayar. Itu merugikan kami,” tandasnya.

Menteri Pariwisata Israel Yariv Levin pun menganggap kebijakan yang diterbitkan Kementerian Luar Negeri itu sebagai sebuah kesalahan. Menurut dia, pemerintah tidak seharusnya membalas kebijakan Indonesia yang muncul sebagai bentuk protes terhadap militer Israel yang terlalu merepresi demonstran Palestina di Jalur Gaza. (wan/jpg/ndu2/k15)


BACA JUGA

Sabtu, 23 Februari 2019 22:28

BEGHH...!! Uang Panaik Kakak Bupati Gowa Rp1 Miliar Plus Mobil dan Rumah Mewah?

Sadli Nurjaffia Ichsan, kakak kandung Bupati Gowa, Adnan Purichta Ihsan…

Sabtu, 23 Februari 2019 12:10

Belasan Camat yang Dukung Pasangan 01 Itu Bisa Dicopot

Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah ikut bereaksi atas netralitas camat di…

Sabtu, 23 Februari 2019 12:06

Satelit Nusantara Satu Telah Mengorbit

 CAPE CANAVERAL – Perusahaan tranportasi luar angkasa SpaceX kembali meluncurkan…

Sabtu, 23 Februari 2019 11:49

PARAH..!! Dalam Video, 15 Camat Dukung Paslon, Diperiksa Bawaslu

 MAKASSAR-  Bawaslu Sulsel bergerak cepat mengusut video dukungan capres. Setelah…

Jumat, 22 Februari 2019 12:40

11 Bahasa Dinyatakan Punah

JAKARTA – Badan Bahasa telah mencatat 668 bahasa daerah. Dari…

Jumat, 22 Februari 2019 12:29

BEJAT..!! Pria Ini “Garap” Anak Seminggu 3 Kali

 JAMBI - Pria bejat diringkus polisi. Dia berinisial SMJ (42).…

Jumat, 22 Februari 2019 12:27

BEGH...HEBAT BETUL..!! Napi Ngaku Kapolsek

JAMBI - Anggota Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum (Jatanras) Polda…

Jumat, 22 Februari 2019 12:12

Dana Desa Jangan Jadi Bahan Kampanye

 JAKARTA – Dana desa sudah dijadikan para pejabat dan caleg…

Jumat, 22 Februari 2019 09:35

Prabowo Kaget Didatangi Mbak Tutut

JAKARTA- Capres Prabowo Subianto hari Rabu (20/2) dibuat sedikit kelabakan.…

Jumat, 22 Februari 2019 09:29

SMSI Persoalkan Hilangnya Iklan Kampanye Melalui Media dalam Jaringan pada Pemilu 2019

JAKARTA- Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) mempersoalkan hilangnya ketentuan penayangan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*