MANAGED BY:
MINGGU
18 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN
Sabtu, 09 Juni 2018 08:11
Israel Cabut Larangan Berkunjung bagi WNI
KABAR BAIK: Masyarakat yang ingin berziarah ke Israel selama Ramadan masih bisa terwujud karena larangan kunjungan WNI telah dicabut.

PROKAL.CO, JAKARTA  –  Kabar baik menghampiri masyarakat yang ingin wisata religi ke Israel. Sempat mengeluarkan keputusan larangan berkunjung bagi warga Indonesia, Akhir Mei lalu, pemerintah Israel melunak. Larangan itu sedianya berlaku efektif mulai besok (9/6). Ternyata jelang deadline pemberlakuan larangan berkunjung itu dicabut.

Keputusan itu disampaikan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Israel Emmanuel Nahshon, Kamis (7/6). Sebagaimana dilansir Albalad.co, pelancong asal Indonesia masih bisa berkesempatan mengunjungi Tepi Barat, Yerusalem, dan Israel pada 7–27 Juni nanti.

Nahshon mengatakan, keputusan baru ini bersifat sementara. Pertimbangannya adalah kepentingan Ramadan dan Idulfitri. "Kalau Indonesia juga membatalkan larang berkunjung bagi warga Israel, larangan serupa tidak akan kami berlakukan lagi setelah 30 Juni," katanya.

Sekretaris Umum Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) Gomar Gultom menuturkan, pencabutan larangan oleh Israel itu memang sementara. "Selama Ramadan saja," katanya. Menurut Gultom kebijakan larangan masuk Israel bagi warga Indonesia, sejatinya merugikan Israel sendiri. Sebab, dalam setahun, ada sekitar 40 ribu orang Indonesia berkunjung ke Israel untuk berziarah.

Dia mengatakan, PGI tidak pernah memberangkatkan atau memfasilitasi keberangkatan umatnya ke Israel. Menurut dia, umat berangkat sendiri lebih karena inisiatif masing-masing. "Baik itu inisiatif pribadi, maupun jamaah-jamaah lokal," katanya.

Dia juga menjelaskan Yerusalem, menurut resolusi PBB, sebagai kota untuk dua negara. Yakni Israel dan Palestina. Selain itu, kota dengan tiga komunitas agama; Yahudi, Kristen dan Islam. Sehingga, mestinya terbuka kepada semua umat. Oleh karena itu, Israel tak bisa secara sepihak umat lain yang hendak berziarah ke sana.

Gomar menjelaskan, larangan WNI ke Israel bagi saya tidak memiliki implikasi apa-apa terhadap umat Kristen. "Tidak ada kewajiban keagamaan atau ritual ibadah Kristen yang harus dilakukan di Israel," kata dia. Bagi umat Kristen, semua tempat di mana pun adalah suci kalau kehadiran Allah melalui rohnya ada di sana.

Sebagaimana diberitakan, Israel mulai memberlakukan larangan pelesir terhadap turis asal Indonesia pada 29 Mei. Dalam surat ditandatangani Kepala Kontrol Perbatasan Otoritas Kependudukan dan Imigrasi Israel, disebutkan larangan itu diberlakukan sebagai balasan atas kebijakan serupa diterapkan oleh Pemerintah Indonesia. 

Indonesia memberlakukan larangan berkunjung bagi wisatawan Israel tidak lama setelah Amerika Serikat memindahkan kedutaan besarnya dari Ibu Kota Tel Aviv, Israel, ke Yerusalem, pada 14 Mei lalu. Insiden ini diwarnai penembakan terhadap demonstran Palestina di sepanjang perbatasan Jalur Gaza-Israel, menewaskan 63 orang dan melukai lebih dari 2.400 lainnya.

Sebelumnya, situs Haaretz melaporkan bahwa kebijakan yang diterbitkan Kementerian Luar Negeri Israel itu akan membuat sektor pariwisata terpuruk. Khususnya, wisata religi.

”Dampak ekonomi (kebijakan tersebut) terhadap penyelenggara tur, hotel, perusahaan bus, pemandu wisata dan agen tur di seluruh Israel sangat besar,” kata Yossi Fattal, dirjen Israel Incoming Tour Operators Association.

Karena itu, Fattal memprotes pemerintah. Atas nama asosiasi, dia mengajak pemerintah duduk satu meja untuk membahas dampak kebijakan tersebut secara lebih rinci. ”Tiket-tiket pesawat sudah dibeli. Hotel-hotel juga sudah telanjur di-booking. Biaya-biaya lain terkait wisata rohani untuk kelompok-kelompok Indonesia juga sudah dibayar. Itu merugikan kami,” tandasnya.

Menteri Pariwisata Israel Yariv Levin pun menganggap kebijakan yang diterbitkan Kementerian Luar Negeri itu sebagai sebuah kesalahan. Menurut dia, pemerintah tidak seharusnya membalas kebijakan Indonesia yang muncul sebagai bentuk protes terhadap militer Israel yang terlalu merepresi demonstran Palestina di Jalur Gaza. (wan/jpg/ndu2/k15)


BACA JUGA

Selasa, 13 November 2018 12:52

Formasi Banyak Kosong, Gelar Tes CPNS Lagi?

Pemerintah menyiapkan kebijakan khusus untuk mengisi banyaknya formasi CPNS 2018 yang kosong, yaitu…

Selasa, 13 November 2018 12:51

CEK DEH..!! Publik Dapat Menguji Data Kelulusan Peserta SKB CPNS 2018

JAKARTA- Sekretaris Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB)…

Selasa, 13 November 2018 12:24

Sibuk Saling Sindir, Paling Rugi Petahana

Ucapan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait politik genderuwo terus menuai kritik. Sebab diksi seperti…

Selasa, 13 November 2018 10:59

ENAK YA DI JAWA..!! Jakarta-Surabaya Hanya 8 Jam Lewat Tol Trans-Jawa

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno meninjau kesiapan tol trans-Jawa yang akan beroperasi…

Selasa, 13 November 2018 10:57

CVR Lion air JT610 Diduga Rusak

Cockpit voice recorder (CVR) pesawat Lion Air PK-LQP belum ditemukan. Komite Nasional Keselamatan…

Minggu, 11 November 2018 11:53

Nelayan Aceh Ditangkap Angkatan Laut Myanmar, 15 Belas Ditahan, 1 Meninggal

JAKARTA – Total 16 orang kapal Nelayan KM Bintang Jasa asal Aceh ditahan oleh Kantor Kepolisian…

Minggu, 11 November 2018 10:23

BPBD Waspadai Risiko Tiga Bencana Alam

MEJAYAN–Hujan sepekan membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Madiun menyalakan…

Minggu, 11 November 2018 10:19

Kajati Sulsel Minta Bantuan KPK

MAKASSAR - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel mulai angkat tangan mengejar Soedirjo Aliman alias…

Sabtu, 10 November 2018 20:56

Evakuasi Lion Air JT610 Dihentikan, Pencarian CVR Bagaimana?

JAKARTA- Operasi SAR gabungan dalam upaya evakuasi pesawat Lion Air JT-610 di perairan Tanjung Karawang,…

Sabtu, 10 November 2018 20:52

Ada Apa dengan Pembalut Wanita? Kok Dipakai untuk Mabuk?

JAKARTA- Badan Narkotika Nasional (BNN) bergerak cekatan memeriksa kandungan dalam pembalut wanita.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .