MANAGED BY:
SENIN
22 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Jumat, 08 Juni 2018 16:00
Ketakutan Itu Akhirnya Terjadi Juga
Banjir Samarinda Bikin Lumpuh Akses ke APT Pranoto, Terjebak Macet, Penumpang Pesawat Gagal Terbang
KENYATAAN YANG HARUS DITERIMA?: Banjir yang menerjang Jalan DI Pandjaitan, Samarinda mengakibatkan kemacetan panjang kemarin. (ROMDANI/KP)

PROKAL.CO, SAMARINDA – Adanya Bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto, bisa mempercepat warga Samarinda dan sekitarnya yang ingin ke luar kota. Sehingga mereka tak perlu lagi ke Bandara Internasional Sepinggan di Balikpapan. Namun, kenyataan itu harus rusak karena jalan menuju bandara di Kecamatan Sungai Siring diterjang banjir kemarin (7/6). Akses pun lumpuh total. Sementara calon penumpang pesawat banyak yang gagal terbang.

Dari pantauan Kaltim Post kemarin sekitar pukul 17.00 Wita, kemacetan panjang terjadi dari Jalan DI Pandjaitan. Panjangnya sekitar 3 kilometer dari kawasan Terminal Lempake hingga Masjid Babul Hafazah. Bahkan, kendaraan juga turut mengular di tanjakan Perumahan Bukit Alaya.

Tak sedikit, banjir setinggi sekitar 50 sentimeter itu membuat pengendara memilih berjalan kaki. Sementara mobil atau sepeda motor mereka diparkir di kawasan Perumahan Bukit Alaya. Kemacetan panjang itu juga membuat sejumlah pengendara yang menjalankan ibadah puasa memilih berbuka di dalam mobil.

Adapun sebagian yang lain terpaksa berdiam di sekitar Perumahan Bukit Alaya sambil menunggu air surut. Bahkan, ada sejumlah pengendara yang memaksa menerjang banjir dengan memacu kendaraannya. Namun, di tengah jalan, sepeda motor mereka mogok. Walhasil harus didorong.

Edo, seorang warga yang memaksa melintas mengaku harus mendorong kendaraannya hingga 1,5 kilometer. Pasalnya, sejak di depan Perumahan CitraLand City, genangan sudah mencapai sekitar 70 sentimeter.

Dia mengaku sudah terjebak banjir sejak pukul 15.30 Wita, dan baru sampai simpang Perumahan Bukit Alaya pukul 18.00 Wita. Ini membuatnya harus berbuka puasa di jalan. “Sambil utak-atik motor saya. Syukurnya bisa menyala,” jelas pria yang tinggal di Sungai Siring itu.

Imbas banjir yang membuat lumpuh di Jalan DI Pandjaitan itu memunculkan pesan berantai di aplikasi WhatsApp. Sejumlah warga menumpahkan kekesalan mereka atas bencana tersebut. Yang bikin miris adalah akses yang lumpuh tersebut berdampak pada calon penumpang Bandara APT Pranoto.

Pemilik akun WhatsApp dengan nama George Lalamentik mengeluh kemacetan tersebut berimbas pada dirinya yang tak kunjung sampai lapangan terbang. Capture keluhannya itu kemudian dibagi ke grup-grup WhatsApp.

“Hati-hati kalau mau pesan tiket pesawat dari bandara tercinta Samarinda (APT Pranoto). Mending pikir beribu kali. Ini sudah pukul 16.12 Wita. Saya menuju bandara sejak pukul 14.00 Wita. Tapi, sampai sekarang masih di simpang Perumahan Bukit Alaya. Padahal, pesawat terbang pukul 16.30 Wita,” keluh George seperti dikutip Kaltim Post.

Kemacetan panjang itu menyebabkan jadwal penerbangan para calon penumpang menjadi kacau. Walhasil, mereka ada yang gagal terbang. Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) APT Pranoto Wahyu Siswoyo turut membenarkan itu. Dia menjelaskan, ada 20 penumpang yang terpaksa batal terbang karena terjebak banjir.

“Laporan dari pihak maskapai, ada 20 orang terpaksa cancel. Padahal, pesawat sempat dipaksa delayed 1 jam 30 menit untuk menunggu kedatangan calon penumpang. Tapi, penumpang tak kunjung datang. Sehingga pesawat harus boarding,” jelas Wahyu kepada Kaltim Post tadi malam.

Dia menjelaskan, 20 calon penumpang itu harusnya terbang ke Berau, menggunakan maskapai Xpress Air. Dari 28 penumpang yang masuk dalam manifest, hanya delapan orang yang sampai ke Bumi Batiwakkal itu. Sebelumnya, penerbangan itu dijadwalkan take off pukul 16.00 Wita. Namun, baru lepas landas pukul 17.30 Wita.

Wahyu menyebut, pihak maskapai membuat kebijakan untuk reschedule tanpa biaya untuk seluruh penumpang yang tak jadi terbang kemarin. “Dari kejadian ini, jelas yang dirugikan adalah penumpang dan pihak maskapai. Akan lebih mengkhawatirkan bila penerbangan mulai padat nanti,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, nantinya akan banyak penerbangan yang direncanakan mengisi slot time pada sore hari. Antara lain untuk rute penerbangan dari Samarinda menuju Balikpapan dan Samarinda ke Surabaya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltim Salman Lumoindong menjelaskan, banjir di Jalan DI Panjaitan memang terbilang sudah sangat parah. Namun, untuk jalur alternatif memang sudah disiapkan dan proses pembangunan.

Selain jalur alternatif yang akan dibangun, dia juga menawarkan jalur alternatif lain. Jika terjadi banjir di Jalan DI Panjaitan, calon penumpang bisa lewat kawasan Gunung Lingai. Jalur tersebut bisa menghindari banjir. “Tembusannya di Lempake. Nanti bisa langsung ke Sungai Siring,” paparnya.

Dikonfirmasi terpisah, Pejabat Sementara (Pjs) Wali Kota Samarinda Zairin Zain mengatakan, program pengendalian banjir selalu menjadi perhatiannya. Namun, untuk kawasan Jalan DI Pandjaitan, memang kerap menerima air buangan dari kawasan perbukitan di sekitarnya. “Makanya kalau banjir lama,” ungkapnya.

Pria yang juga menjabat sebagai kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kaltim itu memastikan ke depan Jalan DI Pandjaitan akan mendapat perhatian khusus. “Kami upayakan ada program pengendalian banjir di sana setiap tahun,” sebut dia.

Sebagai jalan utama menuju Bandara APT Pranoto, dia tidak menampik kondisi ini mengganggu akses jalan bagi warga yang ingin menikmati layanan penerbangan di bandara baru beroperasi pada 24 Mei itu. Kendati demikian, pihaknya sudah menyiapkan akses alternatif. “Warga bisa melintas lewat Batu Besaung, Sempaja Utara. Di sana dalam pembangunan jalan,” papar dia.

Dia memastikan, akses alternatif bisa segera dilintasi. Panjangnya sekitar 10,75 kilometer dari simpang empat Batu Besaung ke lapangan terbang yang populer dengan nama Bandara Samarinda Baru (BSB) itu. Sejumlah ruas disebutnya telah dicor beton. Sementara sebagian lain disebut masih dalam proses pembebasan lahan. “Jadi, kami akan melanjutkan sisanya (pembangunan jalan) sampai bandara,” terangnya.

LONGSOR LOA BAKUNG

Hujan yang mengguyur Samarinda tak hanya membuat banjir di sejumlah kawasan. Namun, itu juga mengakibatkan musibah lain, yakni longsor. Seperti yang terjadi di Jalan Kertak Hanyar, RT 31, Kelurahan Loa Bakung, Kecamatan Sungai Kunjang.

Madi, warga sekitar, mengaku, longsor tersebut persis berada di depan rumahnya. “Yang longsor itu jalan menuju rumah saya dan rumah warga lainnya. Itu akses satu-satunya,” katanya. Imbas longsoran tersebut, membuat pagar di rumahnya juga turut hancur. Tanah hasil longsoran juga mengenai rumah warga.

Selain longsor, banjir terjadi di Perumahan Korpri, Jalan Jakarta. Kedalamannya variatif. Namun, rata-rata sekitar 50-70 sentimeter. Kondisi itu turut membuat sejumlah rumah terendam banjir.

TEWAS TERSERET BANJIR

Sementara itu, banjir juga terjadi di kawasan Desa Loa Duri Ilir, Kecamatan Loa Janan, Kutai Kartanegara kemarin. Seorang bayi berusia 1,7 tahun bernama Jonathan ditemukan tewas. Jonathan diduga terseret banjir saat bermain di sekitar rumahnya di Gang Sukun, RT 24 Desa Loa Janan Ilir.

Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar melalui Kapolsek Loa Janan AKP MD Djauhari menjelaskan, peristiwa tersebut bermula ketika ibu korban bermaksud mengantarkan pesanan bawang merah dan meninggalkan korban di rumah.

Pada saat bersamaan, korban ternyata sedang bermain banjir di sekitar rumah tanpa sepengetahuan orangtua korban. Saat itu, korban diketahui bermain dengan kakak korban yang masih berusia 3 tahun. Diduga, korban terseret banjir hingga masuk parit di sekitar rumah. Pencarian dilakukan sejak sore. Jenazah Jonathan baru ditemukan di parit sekitar pukul 23.30 Wita tak jauh dari rumah korban. (*/dra/*/fri/*/dq/roe/qi/k11)


BACA JUGA

Senin, 22 Oktober 2018 06:47

Ribuan Anak Putus Sekolah, Pendidikan Kaltim Jadi Atensi

SAMARINDA – Pemprov Kaltim tampaknya harus bekerja keras dalam meningkatkan kualitas sumber daya…

Minggu, 21 Oktober 2018 11:19

Penyelundupan Narkotika Didominasi Melalui Malaysia

JAKARTA— Kasus narkotika seakan tiada hentinya. Dari awal Oktober hingga pertengahan Oktober kasus…

Minggu, 21 Oktober 2018 07:16

Garansi Polder Tak Ada Buaya

SANGATTA – Kian dekat dengan pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VI Kaltim 2018 di Kutai…

Sabtu, 20 Oktober 2018 00:05

Ekspor CPO Bantu Selamatkan Rupiah

SAMARINDA  -   Kinerja ekspor Kaltim pada Agustus mengalami penurunan 14,03 persen dibandingkan…

Jumat, 19 Oktober 2018 11:00

Dorong Pendapatan Petani, Gubernur Mau Petani Jual Karet Langsung ke Perusahaan

SAMARINDA - Petani karet diimbau tidak menjual hasil perkebunannya kepada tengkulak alias langsung ke…

Jumat, 19 Oktober 2018 10:51

Minta Perda Baca Tulis Alquran Disahkan

TANA PASER – Sebanyak 768 santri Taman Pendidikan Alquran (TPA) dan Lembaga Pembinaan dan Pengembangan…

Jumat, 19 Oktober 2018 08:39

Beruntung Dibimbing Langsung Pencetusnya di Rusia

Gelar ahli hukum banyak dimiliki masyarakat Indonesia saat ini. Namun, untuk urusan ahli hukum luar…

Jumat, 19 Oktober 2018 08:25
Tiga WNA yang Ditahan di Rudenim Balikpapan

“Kalau Bisa Deportasi Saja Saya”

BALIKPAPAN – Tak mudah bagi warga negara asing (WNA) untuk bekerja di Indonesia. Harus paham hukum.…

Jumat, 19 Oktober 2018 06:52

Ekonomi Lesu, Donatur Zakat Kaltim Meningkat

BALIKPAPAN - Perekonomian Indonesia tercatat pada tiga tahun terakhir ini menunjukkan grafik yang melesu.…

Kamis, 18 Oktober 2018 13:15

DUAARR..!! Ledakan di Kampus Tewaskan 18 Orang

MOSKOW – Sebuah ledakan memorak-porandakan kampus Politeknik Kerch di timur Crimea kemarin (17/10).…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .