MANAGED BY:
SENIN
20 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SELISIK/LAPSUS

Jumat, 08 Juni 2018 09:03
TAK MUDAH..!! Rumah yang Bisa Dikredit dengan Harga Bersahabat
ilustrasi

PROKAL.CO, SEPTIANI (23), kini berumah tangga dengan Ivandi (23). Tidak hanya berdua, mereka kini memiliki putri kecil. Sebelumnya, mereka tinggal bersama orangtua. Namun, pasangan yang menetap di Sangasanga, Kutai Kartanegara, itu ingin hidup mandiri. Terpisah dari orangtuanya.

Meski begitu, tidak mudah dia menemukan rumah yang bisa dikredit dengan harga bersahabat. Terutama bagi kantong keluarga muda. Apalagi, sumber pemasukan hanya dari suaminya sebagai karyawan swasta. Walhasil, keluarga baru ini memilih mengontrak rumah bangsalan ala kadarnya. "Siapa tahu nanti ada rezeki warisan. Jadi bisa beli rumah," celetuknya.

Septiani satu dari banyak warga yang masih bermasalah dengan rumah. Tinggal di kontrakan satu kamar tentu tak menjadi masalah karena anaknya masih bayi. Berbeda jika anaknya sudah besar dan harus memiliki kamar sendiri. Di sisi lain, dia mengaku juga harus tetap menabung untuk membeli rumah.

Hal itu menunjukkan kebutuhan perumahan layak masyarakat Kaltim masih tinggi. Meski begitu, masalah lahan menjadi kendala sehingga kebutuhan masih tinggi. Diungkapkan Kepala Seksi Perumahan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kaltim Yuliana, kebutuhan rumah didominasi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang angkanya mencapai 87–92 persen.

"Cukup tinggi memang. Sebab, di Kaltim sendiri golongan MBR termasuk banyak dibandingkan golongan yang lainnya," ucap Yuli kepada Kaltim Post.

Dia menjelaskan, kebutuhan perumahan ini tidak bisa diimbangi dengan ketersediaan lahan. Selain lahan terbatas, saat ini pihaknya mendorong agar pembangunan perumahan harus memperhatikan analisis mengenai dampak lingkungan (amdal). Tidak asal buka lahan. Jadi, meminimalisasi dampak pembangunan seperti banjir dan sebagainya.

Untuk diketahui, berdasarkan Statistik Kesejahteraan Rakyat dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim 2017, di Bumi Etam sebanyak 41,48 persen masyarakat memiliki luas tempat tinggal 50–99 meter persegi. Sedangkan 32,23 persen lainnya memiliki luas tempat tinggal 20–49 meter persegi.

Selain itu, 14,47 persen luas tempat tinggalnya mencapai 100–149 meter persegi. Namun, masih ada 9 persen yang luas rumahnya lebih dari 150 meter persegi yang bertolak belakang dengan 2,72 persen masyarakat yang bertempat tinggal kurang dari 19 meter persegi.

Hal ini menunjukkan kebutuhan lahan untuk sebuah rumah reguler cukup tinggi. Solusi dari kebutuhan lahan ini adalah rumah susun vertikal. Sebut Yuli, rumah susun sederhana sewa (rusunawa) termasuk program pemerintah pusat untuk mengatasi kebutuhan hunian. "Sudah banyak rusunawa yang mulai dikembangkan di Kaltim," imbuhnya.

Meski begitu, rusunawa tak serta-merta diminati meskipun ditawarkan dengan harga murah dari angka pasaran. Masyarakat masih cenderung enggan di rusunawa karena tidak bisa dimiliki. Maka, Yuli mengatakan, pihaknya juga memiliki program membantu MBR memiliki rumah.

"Ini juga bagian dari program pusat. Di pusat sudah program pengembang pembiayaan perumahan bagi MBR. Kalau rumah biasanya dimudahkan dengan KPR dengan uang muka atau cicilan rendah," jelasnya.

Untuk hal ini, pihaknya juga bekerja sama dengan bank untuk memilah konsumen yang tergolong MBR. (tim kp)


BACA JUGA

Kamis, 11 April 2019 11:27

Kebanyakan Main Gim, Waspada Anak Jadi Anti-Sosial

PERKEMBANGAN teknologi membuat permainan tradisional tenggelam. Semakin banyak anak-anak yang…

Kamis, 11 April 2019 11:26

Dua Sisi Adiksi Gim

Bak pedang bermata dua, candu gim itu membawa faedah. Namun,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*