MANAGED BY:
MINGGU
21 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SELISIK/LAPSUS

Jumat, 08 Juni 2018 09:03
TAK MUDAH..!! Rumah yang Bisa Dikredit dengan Harga Bersahabat
ilustrasi

PROKAL.CO, SEPTIANI (23), kini berumah tangga dengan Ivandi (23). Tidak hanya berdua, mereka kini memiliki putri kecil. Sebelumnya, mereka tinggal bersama orangtua. Namun, pasangan yang menetap di Sangasanga, Kutai Kartanegara, itu ingin hidup mandiri. Terpisah dari orangtuanya.

Meski begitu, tidak mudah dia menemukan rumah yang bisa dikredit dengan harga bersahabat. Terutama bagi kantong keluarga muda. Apalagi, sumber pemasukan hanya dari suaminya sebagai karyawan swasta. Walhasil, keluarga baru ini memilih mengontrak rumah bangsalan ala kadarnya. "Siapa tahu nanti ada rezeki warisan. Jadi bisa beli rumah," celetuknya.

Septiani satu dari banyak warga yang masih bermasalah dengan rumah. Tinggal di kontrakan satu kamar tentu tak menjadi masalah karena anaknya masih bayi. Berbeda jika anaknya sudah besar dan harus memiliki kamar sendiri. Di sisi lain, dia mengaku juga harus tetap menabung untuk membeli rumah.

Hal itu menunjukkan kebutuhan perumahan layak masyarakat Kaltim masih tinggi. Meski begitu, masalah lahan menjadi kendala sehingga kebutuhan masih tinggi. Diungkapkan Kepala Seksi Perumahan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kaltim Yuliana, kebutuhan rumah didominasi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang angkanya mencapai 87–92 persen.

"Cukup tinggi memang. Sebab, di Kaltim sendiri golongan MBR termasuk banyak dibandingkan golongan yang lainnya," ucap Yuli kepada Kaltim Post.

Dia menjelaskan, kebutuhan perumahan ini tidak bisa diimbangi dengan ketersediaan lahan. Selain lahan terbatas, saat ini pihaknya mendorong agar pembangunan perumahan harus memperhatikan analisis mengenai dampak lingkungan (amdal). Tidak asal buka lahan. Jadi, meminimalisasi dampak pembangunan seperti banjir dan sebagainya.

Untuk diketahui, berdasarkan Statistik Kesejahteraan Rakyat dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim 2017, di Bumi Etam sebanyak 41,48 persen masyarakat memiliki luas tempat tinggal 50–99 meter persegi. Sedangkan 32,23 persen lainnya memiliki luas tempat tinggal 20–49 meter persegi.

Selain itu, 14,47 persen luas tempat tinggalnya mencapai 100–149 meter persegi. Namun, masih ada 9 persen yang luas rumahnya lebih dari 150 meter persegi yang bertolak belakang dengan 2,72 persen masyarakat yang bertempat tinggal kurang dari 19 meter persegi.

Hal ini menunjukkan kebutuhan lahan untuk sebuah rumah reguler cukup tinggi. Solusi dari kebutuhan lahan ini adalah rumah susun vertikal. Sebut Yuli, rumah susun sederhana sewa (rusunawa) termasuk program pemerintah pusat untuk mengatasi kebutuhan hunian. "Sudah banyak rusunawa yang mulai dikembangkan di Kaltim," imbuhnya.

Meski begitu, rusunawa tak serta-merta diminati meskipun ditawarkan dengan harga murah dari angka pasaran. Masyarakat masih cenderung enggan di rusunawa karena tidak bisa dimiliki. Maka, Yuli mengatakan, pihaknya juga memiliki program membantu MBR memiliki rumah.

"Ini juga bagian dari program pusat. Di pusat sudah program pengembang pembiayaan perumahan bagi MBR. Kalau rumah biasanya dimudahkan dengan KPR dengan uang muka atau cicilan rendah," jelasnya.

Untuk hal ini, pihaknya juga bekerja sama dengan bank untuk memilah konsumen yang tergolong MBR. (tim kp)


BACA JUGA

Sabtu, 20 Oktober 2018 01:42

Janji Bawa Lagi ke Kasta Tertinggi

PERSIBA Balikpapan yang bakal kehilangan Syahril HM Taher masih menimbulkan spekulasi siapa pengelola…

Kamis, 11 Oktober 2018 08:46

Kaltim Juga Rawan Gempa

Kaltim memang tak karib dengan gempa, namun bukan berarti Bumi Mulawarman tak pernah mengalami guncangan.…

Senin, 08 Oktober 2018 12:34

Mengharamkan Nikah Siri

Menghalalkan hubungan cinta yang terjalin adalah mimpi bagi banyak pasangan. Namun, tak sedikit yang…

Senin, 08 Oktober 2018 12:32

Banyak Mudaratnya ketimbang Enaknya

RINI dan Joni, bukan nama sebenarnya, sudah saling kelewat sayang. Namun, restu orangtua sang pria tak…

Senin, 08 Oktober 2018 12:31

Penghulu Dadakan Tergoda Bayaran

SECARA hukum, negara melarang pernikahan siri terhadap setiap warganya. Namun, praktiknya masih cukup…

Senin, 08 Oktober 2018 12:29

Nikah Siri, Perempuan dan Anak Jadi Korban

OLEH: SUWARDI SAGAMA(Pakar Hukum Perlindungan Anak/Dosen Hukum Tata Negara IAIN Samarinda) NIKAH siri…

Rabu, 03 Oktober 2018 09:26

Vegetarian= Jaga Tubuh, Jaga Bumi

Anda adalah apa yang Anda makan. Ungkapan itu menjadi tren seiring makin tingginya kepedulian gaya hidup…

Rabu, 03 Oktober 2018 09:21

Pedang Bermata Dua

MESKI diklaim membuat tubuh fit, fresh dan awet muda, menjalani hidup sebagai vegetarian lebih tak selamanya…

Rabu, 03 Oktober 2018 09:10

Tren Menanjak Minat Menjadi Vegetarian

HASRAT menjadi vegetarian bahkan vegan trennya menanjak. Termasuk Kaltim. Berikut wawancara dengan Koordinator…

Kamis, 27 September 2018 09:19

Memangkas Emisi, Menjaga Bumi

Perubahan iklim yang kian buruk tak muncul begitu saja. Hujan yang tak tentu hingga kemarau yang terbilang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .