MANAGED BY:
RABU
19 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Jumat, 08 Juni 2018 20:00
8 Tahun Jabat Bupati, Rita Sebut Tekor Rp 146 Miliar
Rita Widyasari

PROKAL.CO, JAKARTA – Selama 8 tahun menjabat bupati Kutai Kartanegara, Rita Widyasari mengklaim rugi secara finansial. Sejak dilantik Juni 2010 sampai dijadikan tersangka oleh KPK pada pertengahan 2017, dia mengklaim harus mengeluarkan uang pribadi mencapai Rp 146 miliar.

Uang yang dikeluarkan lewat bendahara pribadi, Sri Ungguk, itu digunakan untuk membayar proposal masyarakat yang diajukan ke dirinya. Termasuk pula membayar biaya tiket pesawat, biaya sewa helikopter, gaji staf khusus, serta beberapa kebutuhan lain yang nilainya berbeda-beda tiap bulan.

Lantas Rita dapat uang dari mana? Menurut bupati perempuan pertama di Kaltim ini, uang tersebut merupakan penghasilan dari empat perusahaan batu bara milik pribadi dan keluarga. Juga kebun sawit, salon kecantikan, dan pusat kebugaran yang semuanya berlokasi di Tenggarong.

“Dari PT Sinar Kumala Naga (perusahaan batu bara) saja tiap bulan saya dapat satu sampai empat miliar. Proposal masyarakat itu bisa dicek kebenarannya,” ucap mantan ketua DPD Golkar Kaltim itu, saat didengar keterangan selaku terdakwa di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (7/6) malam.

Disebutkan, konsesi tambang yang jadi sumber penghasilan tadi didapat kala ayahnya, Syaukani Hasan Rais, menjabat bupati Kukar. Bukan diterbitkan sendiri oleh Rita sebagai bupati. “Rata-rata konsesi didapat pada 2007, cuma beberapa ada yang nama pemiliknya saya,” sambung dia.

Jaksa Ahmad Burhanudin tak percaya dengan keterangan Rita. Sebab, dalam catatan KPK, mantan ketua DPRD Kukar itu sempat membelanjakan uang sampai ratusan juta rupiah saat berada di luar negeri. Untuk memastikannya, lewat slide, jaksa menunjukkan rekening koran Bank Mandiri milik Rita.

Jaksa curiga uang didapat bukan hanya dari aset pribadi tapi dari fee proyek yang dikumpulkan orang-orang kepercayaan Rita yang disebut Tim 11. “Saya lupa, mungkin saja saya gunakan,” akunya.

Rita juga mengaku pernah menerima uang sekitar Rp 500 juta dari Junaidi, anggota DPRD Kukar. “Sekitar empat kali saya terima dari Junaidi, saya terima karena bilangnya untuk keperluan partai,” ungkapnya lagi.

Kepada hakim dan jaksa, Rita mengaku menyesal langsung menerima, tanpa pernah bertanya pada Junaidi asal uang tersebut. Yang dia ingat, Junaidi menyerahkan lewat ajudannya, Ibrahim, untuk kemudian disimpan ke Sri Ungguk.

Terkait penerbitan SK izin lokasi perkebunan sawit PT Sawit Golden Prima (SGP), yang menurut KPK terbukti suap, Rita yakin tak langsung dia teken beberapa jam setelah menjabat bupati pada 30 Juni 2010.

“SK saya tanda tangani setelah dilengkapi paraf pejabat terkait, saya juga gak terima apa-apa dari Abun (direktur SGP Hery Susanto Gun),” elaknya. (pra/dwi/k8)


BACA JUGA

Rabu, 19 September 2018 13:00

Ini Dia Motif Motif Pembunuhan Pasangan Suami Istri di Balikpapan Itu...

BALIKPAPAN - Perkara utang diduga menjadi penyebab tersangka menghabisi nyawa pasangan suami istri (pasutri)…

Rabu, 19 September 2018 12:00

Ngga Jelas, Ternyata Kilang Bontang Masih Tunggu Investor

BONTANG – Pembangunan kilang minyak di Bontang belum ada kejelasan. Pemerintah belum memutuskan…

Selasa, 18 September 2018 12:00

KEJI..!! Bapak-Anak Habisi Bos Sendiri

BALIKPAPAN – Aksi kejahatan yang masih mewarnai Balikpapan membuat kota ini tak lagi aman. Setelah…

Selasa, 18 September 2018 12:00

Kaltim Masih Diuntungkan dari Ekspor yang Tinggi

SAMARINDA – Mata uang negeri ini masih terpuruk. Hingga kemarin (17/9), nilai tukar rupiah berada…

Selasa, 18 September 2018 08:51

Menang setelah Lima Tahun

TENGGARONG – Mitra Kukar berhasil mematahkan kutukan tak pernah menang dari Persipura Jayapura…

Selasa, 18 September 2018 08:47

DPRD Kaltim Ngotot Bentuk Pansus

SAMARINDA - Upaya DPRD Kaltim membentuk panitia khusus (pansus) proyek multiyears contract (MYC) tidak…

Selasa, 18 September 2018 08:44

Edy Sinergi dengan Program Gubernur

DUKUNGAN untuk para kandidat anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI daerah pemilihan (dapil) Kaltim…

Senin, 17 September 2018 09:24

PPU Buka Jalur Alternatif

PENAJAM – Bentang utama atau tengah Jembatan Pulau Balang terus berprogres. Namun, persoalan baru…

Senin, 17 September 2018 09:21

Edy Nyaman di Puncak, Ferdian Membuntuti

PERSAINGAN dan dukungan kepada kandidat calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI di polling garapan…

Minggu, 16 September 2018 12:00

Waswas Jadi Jembatan “Abunawas”

SAMARINDA – Pembangunan Jembatan Pulau Balang yang menghubungkan Balikpapan dan Penajam Paser…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .