MANAGED BY:
MINGGU
24 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Kamis, 07 Juni 2018 06:36
Bidik Dana Kelola Rp 3,6 Triliun

Kepesertaan Kaltim Terbaik, Pekerja Informal Rendah

LINDUNGI MASYARAKAT: BPJS Ketenagakerjaan terus berusaha meningkatkan jumlah kepesertaan. Salah satunya mengusulkan untuk menambah jaminan kematian menjadi Rp 30 juta.(dok/kp)

PROKAL.CO, BALIKPAPAN - Misi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Kalimantan meraih dana kelola pada 2018 sebesar Rp 3,6 triliun tampaknya sulit terwujud. Pasalnya hingga Mei lalu, jumlah kepesertaan perseroan ini masih 35,61 persen. Dan dana kelola yang tercatat, baru Rp 1,1 triliun.

Deputi Direktur BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Kalimantan Heru Prayitno mengatakan, kepesertaan yang masih jauh dari target ini menjadi pekerjaan rumah pihaknya. Ditambah beban target yang naik dari tahun lalu. Ia tak menyebutkan realisasi tahun lalu, namun ia mengklaim pihaknya mencapai target.

Jika dibanding data Badan Pusat Statistik (BPS), dari jumlah pekerja yang ada di Kalimantan, jumlah peserta yang aktif baru 35,61 persen atau 1.884.939 peserta aktif. Sementara itu, data BPS total pekerja yang ada di Kalimantan sebanyak 5.292.994 orang.

Lebih rinci, jumlah peserta untuk pekerja formal sebanyak 1.211.402 orang, informal sebesar 148.285 orang. Kemudian, pekerja jasa konstruksi 525.252 orang.

“Jumlah peserta paling rendah ada di Kalimantan Selatan, yakni 24,02 persen dari potensi berdasarkan data BPS. Kemudian, Kalimantan Barat 24,14 persen. Untuk jumlah peserta tertinggi ada di Kalimantan Timur. Sudah mencapai 50,73 persen atau 643.089 orang dari potensi 1.267.771 orang. Secara persentase, kepesertaan di Kalteng sudah 50,07 persen dan Kaltara 45,73 persen,” ucapnya, Rabu (6/6).

Untuk menggenjot kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, pihaknya sedang mengusulkan perubahan besaran manfaat yang diperoleh bagi peserta bila mengalami kecelakaan atau kematian. Salah satunya santunan bagi peserta yang meninggal mendapatkan jaminan kematian mendapatkan Rp 30 juta dari sekarang Rp 24 juta. Selain itu, memberikan bea siswa bagi dua anak hingga kuliah S-1.

“Ini untuk mencegah kemiskinan karena kalau tidak ada jaminan, santunan dan perhatian keluarga yang ditinggalkan akan mengalami kesulitan,” katanya. Heru menjelaskan, baik peserta pekerja penerima upah (PPU) maupun pekerja bukan penerima upah (PBPU) sama-sama mendapatkan manfaatkan yang sama.

“Manfaat banyak sekali. Ada jaminan kecelakaan kerja, kematian, hari tua dan pensiun. Baik peserta pekerja formal maupun nonformal manfaat sama tidak dibedakan dan nominal sama. Hanya perbedaan di manfaat santunan saja,” bebernya.

Misalnya, pekerja yang meninggal dunia akibat kecelakaan kerja sebesar 48 kali gaji. Kalau PBPU itu gajinya Rp 1 juta berarti dapat Rp 48 juta. “Terus biaya pemakaman, uang duka, pengobatan itu sama. Bagi peserta PBPU (nonformal) cukup membayar Rp 36.800 dapat tiga manfaat,” sambungnya.

Karena itu pihaknya mendorong perusahaan maupun pekerja bukan penerima upah bisa segera mendaftarkan diri. Sebab, ini merupakan jaminan yang ditujukan kepada seluruh rakyat Indonesia. “Jadi, prinsipnya sama gotong royong. Dari statusnya cleaning service sampai direktur sama nggak dibedakan manfaatnya,” tutupnya. (aji/ndu/k15)


BACA JUGA

Kamis, 21 Februari 2019 10:18

Peminat dari Luar Negeri Banyak, Buah Naga Butuh Hilirisasi

SAMARINDA- Bumi Etam memiliki banyak potensi dari bisnis pertanian. Salah…

Rabu, 20 Februari 2019 12:51

Okupansi Hotel Kaltim Belum Terpengaruh Tiket Mahal

SAMARINDA- Tingginya harga tiket angkutan udara dan pemberlakuan bagasi berbayar…

Minggu, 17 Februari 2019 11:34

Harga Avtur Turun, Angin Segar bagi Maskapai

JAKARTA – Desakan pemerintah agar Pertamina menurunkan harga avtur akhirnya…

Jumat, 15 Februari 2019 11:20

Akhirnya, Garuda Turunkan Harga Tiket

JAKARTA – Keluhan terkait tingginya harga tiket pesawat mendapat respons…

Rabu, 13 Februari 2019 13:34

Asing Ambil Profit, Rupiah Kembali Melemah

JAKARTA – Tekanan terhadap rupiah belum reda. Merujuk data Jakarta…

Selasa, 12 Februari 2019 13:34

WOW..!! Tarif Bagasi Lion Air Rp 25 Ribu per Kilogram

Lion Group memutuskan melakukan penyesuaian tarif bagasi atau excess baggage…

Selasa, 12 Februari 2019 10:37

BELUM MEMBAIK..!! Setahun, Rumah Mewah Hanya Terjual Lima Unit

SAMARINDA - Real Estate Indonesia (REI) Provinsi Kaltim mencatat penjualan…

Senin, 11 Februari 2019 11:42

Obligasi Ritel Bikin Likuiditas Seret

JAKARTA – Gencarnya penerbitan surat berharga negara (SBN) bakal sedikit…

Senin, 11 Februari 2019 11:40

Pacu Ekspor Baja ke Malaysia-Australia

JAKARTA – Tahun ini pelaku usaha baja melihat potensi peningkatan…

Minggu, 10 Februari 2019 09:37

Soal Bagasi Berbayar, Maskapai Penerbangan Diminta Lakukan Ini...

Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Polana B. Pramesti minta agar…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*