MANAGED BY:
KAMIS
19 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SAMARINDA

Rabu, 06 Juni 2018 11:30
Saling Lempar Kesalahan

Sidang Kasus Pembunuhan Anak Kandung

SAKSI MAHKOTA: Rahmatullah ketika bersaksi untuk Risnawati, dua hari lalu. Keduanya menjadi pesakitan dari kasus pembunuhan anak kandung.

PROKAL.CO, SAMARINDA – Risnawati menjadi pesakitan karena diduga kuat membiarkan Rahmatullah menganiaya anak kandungnya, Hasanuddin, hingga meregang nyawa. Dalam persidangan dua hari lalu (4/6) di Pengadilan Negeri (PN) Samarinda, keduanya saling lempar kesalahan.

Di persidangan itu, tangan Risnawati lincah mencatat setiap tutur yang dilontarkan Rahmatullah kala bersaksi di ruang Letjen TNI Said Ali, PN Samarinda. Pasangan nikah siri itu menjadi terdakwa atas meninggalnya Hasanuddin, anak kandung Risnawati, medio Desember 2017.

Sesekali, buah tulisannya itu disampaikannya ke Suriatiningsih dan Wulan, penasihat hukumnya. Raut wajahnya menggambarkan kejengkelan atas keterangan Rahmatullah kala menjadi saksi mahkota di depan majelis hakim yang dipimpin Lucius Sunarto didampingi Rustam dan Budi Santoso.

Rahmatullah yang juga ayah tiri Hasanuddin mengaku mengikat tangan dan kaki hingga membungkam mulut Hasanuddin dengan selotip hitam. Termasuk beberapa pukulan ke wajah dan pundak Hasan. Hal itu diakuinya dilakukan atas permintaan Risnawati yang kesal lantaran anaknya begitu susah diatur.

“Dua kali, pada 27–28 Desember 2017. Saya ditelepon terus sama dia (Risnawati). Dia kesal, Hasan (Hasanuddin) nakal terus,” akunya.

Hubungannya dengan Risna sangat rumit. Jauh sebelum menikah di bawah tangan dengan dirinya, Risna sudah dua kali menikah. Hasanuddin merupakan anak Risnawati dari pernikahan pertamanya. Setelah berpisah, Risna menikah lagi dengan Imam Sasmita. Perpisahan pun kembali terjadi tapi belum resmi di mata hukum. “Saya nikah siri dengan dia ketika mereka sudah lama berpisah. Saya dan dia punya dua anak,” lanjutnya.

Majelis hakim maupun jaksa penuntut umum (JPU) Ridhayani Natsir sontak menyoal keterangannya itu. Jika keduanya tak hidup serumah, mengapa Rahmatullah mengamini permintaan istri sirinya itu. “Saya ditelepon terus. Saya suruh ke Imam saja. Tapi dia bilang Imam enggak bisa dihubungi,” sambungnya.

Jauh sebelumnya, Risna juga melakukan beberapa percobaan membunuh Hasan. Dari menenggelamkannya ke sungai, menyetrum, hingga meracuni makanan sang buah hati. “Hasan ini ada asuransi jiwanya. Kalau mau utang bisa lunas, ambil dari sini saja,” katanya, menirukan ucapan Risnawati kala itu. Dia mengaku tak mau mengambil langkah itu tapi Risnawati tetap menuntut hal itu.

Namun, saat Risna bersaksi untuk Rahmatullah, dia menyangkal semua itu. Menurut dia, tak pernah memintanya untuk membunuh anak kandungnya itu. Dia memang sempat menelepon Rahmat jika Hasan menjual gawai miliknya dan sering kabur dari rumah. “Saya hanya minta dia untuk kasih tahu Hasan,” elaknya.

Seketika, Risna justru menyeret nama Imam Sasmita yang dalam kesaksiannya seluruh pengakuannya ketika diperiksa kepolisian merupakan arahan dari suami sahnya itu. “Saya disuruh ngomong seperti yang di BAP (berkas acara pemeriksaan) itu, Pak Hakim,” akunya.

Jalannya sidang kasus pembunuhan ini berjalan maraton, selepas keduanya saling bersaksi. Rahmatullah menghadirkan saksi ad charge atau meringankan. Saksi itu, Sri Azizah Muliani, guru mengaji Hasan semasa hidupnya. Dari keterangannya, dia tak mengetahui bahwa Rahmatullah adalah ayah tiri Hasan. “Hasan biasanya manggil dia (Rahmatullah) paman. Jadi, saya pikir dia hanya paman,” akunya.

Selepas sidang, JPU Ridhayani Natsir yang dikonfirmasi soal pengakuan Risnawati atas perintah Imam Sasmita tak bisa dibuktikan begitu saja. Apalagi, kata dia, kala Imam menjadi saksi di perkara bernomor 326-327/Pid.Sus/2018/PN Smr itu, Risnawati tak pernah menerangkan itu. “Enggak ada dia ngomong kayak itu saat saksi hadir,” kata perempuan yang karib dipanggil Indah itu.

Majelis hakim menjadwalkan sidang perkara tersebut akan kembali digelar pada 25 Juni dengan agenda pembacaan tuntutan untuk keduanya. Sebelumnya, JPU Indah mendakwa Rahmatullah dengan Pasal 76C juncto Pasal 80 Ayat 3 tentang UU 35/2014 tentang Perlindungan Anak, Pasal 338 KUHP, dan Pasal 340 KUHP. Sementara Risnawati didakwa dengan pasal tunggal, yakni Pasal 76C juncto Pasal 80 Ayat 3 tentang UU 35/2014 tentang Perlindungan Anak. (*/iks*/ryu/kri/k8)


BACA JUGA

Rabu, 18 Juli 2018 10:32

Pimpinan Termuda Partai Se-Indonesia

TANA PASER – Meski terlahir bukan dari keluarga politikus, Priyan Dita Arie Sandy sejak duduk…

Rabu, 18 Juli 2018 10:11

Psikolog Rekomendasikan Observasi

SAMPAI kemarin (17/7), kepolisian masih menelusuri penyebab timbulnya aksi brutal Sarifuddin, dua hari…

Rabu, 18 Juli 2018 10:11

Belum Bisa Disebut Gangguan Jiwa

Kejadian yang menimpa Muhammad Riharja (38), membuat masyarakat Benua Etam terenyuh dan geram. Entah…

Selasa, 17 Juli 2018 23:22

Kini, Daftar Perkara Cukup Lewat Online

SAMARINDA – Transparansi harus terus digaungkan, lembaga peradilan pun harus terus mengedepankan…

Selasa, 17 Juli 2018 10:44

Gerindra Lagi Seksi, Target Menang di Kaltim

SAMARINDA - Ketua DPD Gerindra Kaltim Andi Harun memastikan semua daerah pemilihan (dapil) telah memiliki…

Selasa, 17 Juli 2018 08:42

KESETANAN..!! Pekerja Ruko Ngamuk, Kepala Orang Dicatuk Pakai Tukul, 1 Tewas

SAMARINDA–Banyak pengendara tiba-tiba menghentikan laju kendaraan saat melintas di persimpangan…

Senin, 16 Juli 2018 12:34
Pekerja BPU Cukup Bayar Rp 16.800 Per Bulan

Tingkatkan Peran PKH di Masyarakat

SAMARINDA–Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Samarinda, terus berupaya…

Senin, 16 Juli 2018 12:12

Tampil Bangga dengan Motif Sarung Samarinda

Tim Samarinda Sarung Carnival (SSC) tampil percaya diri walaupun masih junior pada even besar Solo Batik…

Senin, 16 Juli 2018 12:11

Tampil Bangga dengan Motif Sarung Samarinda.

Tim Samarinda Sarung Carnival (SSC) tampil percaya diri walaupun masih junior pada even besar Solo Batik…

Senin, 16 Juli 2018 10:13

Pemilihan Wawali Molor Lagi

SAMARINDA – Rencana pemilihan wakil wali kota (wawali) Samarinda, seperti bola liar saja. Sejak…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .