MANAGED BY:
RABU
14 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SAMARINDA

Rabu, 06 Juni 2018 11:30
Saling Lempar Kesalahan

Sidang Kasus Pembunuhan Anak Kandung

SAKSI MAHKOTA: Rahmatullah ketika bersaksi untuk Risnawati, dua hari lalu. Keduanya menjadi pesakitan dari kasus pembunuhan anak kandung.

PROKAL.CO, SAMARINDA – Risnawati menjadi pesakitan karena diduga kuat membiarkan Rahmatullah menganiaya anak kandungnya, Hasanuddin, hingga meregang nyawa. Dalam persidangan dua hari lalu (4/6) di Pengadilan Negeri (PN) Samarinda, keduanya saling lempar kesalahan.

Di persidangan itu, tangan Risnawati lincah mencatat setiap tutur yang dilontarkan Rahmatullah kala bersaksi di ruang Letjen TNI Said Ali, PN Samarinda. Pasangan nikah siri itu menjadi terdakwa atas meninggalnya Hasanuddin, anak kandung Risnawati, medio Desember 2017.

Sesekali, buah tulisannya itu disampaikannya ke Suriatiningsih dan Wulan, penasihat hukumnya. Raut wajahnya menggambarkan kejengkelan atas keterangan Rahmatullah kala menjadi saksi mahkota di depan majelis hakim yang dipimpin Lucius Sunarto didampingi Rustam dan Budi Santoso.

Rahmatullah yang juga ayah tiri Hasanuddin mengaku mengikat tangan dan kaki hingga membungkam mulut Hasanuddin dengan selotip hitam. Termasuk beberapa pukulan ke wajah dan pundak Hasan. Hal itu diakuinya dilakukan atas permintaan Risnawati yang kesal lantaran anaknya begitu susah diatur.

“Dua kali, pada 27–28 Desember 2017. Saya ditelepon terus sama dia (Risnawati). Dia kesal, Hasan (Hasanuddin) nakal terus,” akunya.

Hubungannya dengan Risna sangat rumit. Jauh sebelum menikah di bawah tangan dengan dirinya, Risna sudah dua kali menikah. Hasanuddin merupakan anak Risnawati dari pernikahan pertamanya. Setelah berpisah, Risna menikah lagi dengan Imam Sasmita. Perpisahan pun kembali terjadi tapi belum resmi di mata hukum. “Saya nikah siri dengan dia ketika mereka sudah lama berpisah. Saya dan dia punya dua anak,” lanjutnya.

Majelis hakim maupun jaksa penuntut umum (JPU) Ridhayani Natsir sontak menyoal keterangannya itu. Jika keduanya tak hidup serumah, mengapa Rahmatullah mengamini permintaan istri sirinya itu. “Saya ditelepon terus. Saya suruh ke Imam saja. Tapi dia bilang Imam enggak bisa dihubungi,” sambungnya.

Jauh sebelumnya, Risna juga melakukan beberapa percobaan membunuh Hasan. Dari menenggelamkannya ke sungai, menyetrum, hingga meracuni makanan sang buah hati. “Hasan ini ada asuransi jiwanya. Kalau mau utang bisa lunas, ambil dari sini saja,” katanya, menirukan ucapan Risnawati kala itu. Dia mengaku tak mau mengambil langkah itu tapi Risnawati tetap menuntut hal itu.

Namun, saat Risna bersaksi untuk Rahmatullah, dia menyangkal semua itu. Menurut dia, tak pernah memintanya untuk membunuh anak kandungnya itu. Dia memang sempat menelepon Rahmat jika Hasan menjual gawai miliknya dan sering kabur dari rumah. “Saya hanya minta dia untuk kasih tahu Hasan,” elaknya.

Seketika, Risna justru menyeret nama Imam Sasmita yang dalam kesaksiannya seluruh pengakuannya ketika diperiksa kepolisian merupakan arahan dari suami sahnya itu. “Saya disuruh ngomong seperti yang di BAP (berkas acara pemeriksaan) itu, Pak Hakim,” akunya.

Jalannya sidang kasus pembunuhan ini berjalan maraton, selepas keduanya saling bersaksi. Rahmatullah menghadirkan saksi ad charge atau meringankan. Saksi itu, Sri Azizah Muliani, guru mengaji Hasan semasa hidupnya. Dari keterangannya, dia tak mengetahui bahwa Rahmatullah adalah ayah tiri Hasan. “Hasan biasanya manggil dia (Rahmatullah) paman. Jadi, saya pikir dia hanya paman,” akunya.

Selepas sidang, JPU Ridhayani Natsir yang dikonfirmasi soal pengakuan Risnawati atas perintah Imam Sasmita tak bisa dibuktikan begitu saja. Apalagi, kata dia, kala Imam menjadi saksi di perkara bernomor 326-327/Pid.Sus/2018/PN Smr itu, Risnawati tak pernah menerangkan itu. “Enggak ada dia ngomong kayak itu saat saksi hadir,” kata perempuan yang karib dipanggil Indah itu.

Majelis hakim menjadwalkan sidang perkara tersebut akan kembali digelar pada 25 Juni dengan agenda pembacaan tuntutan untuk keduanya. Sebelumnya, JPU Indah mendakwa Rahmatullah dengan Pasal 76C juncto Pasal 80 Ayat 3 tentang UU 35/2014 tentang Perlindungan Anak, Pasal 338 KUHP, dan Pasal 340 KUHP. Sementara Risnawati didakwa dengan pasal tunggal, yakni Pasal 76C juncto Pasal 80 Ayat 3 tentang UU 35/2014 tentang Perlindungan Anak. (*/iks*/ryu/kri/k8)


BACA JUGA

Selasa, 13 November 2018 08:23

BEJAT..!! Modal Rp 5 Ribu, Oknum Guru Ngaji Setubuhi Murid

SAMARINDA – Sebagai seorang tenaga pengajar, seharusnya memberikan pelajaran yang…

Senin, 12 November 2018 08:20

Penerangan Jalan Minim, Ternyata Ini yang Diprioritaskan Dishub

SAMARINDA – Sampai sekarang, penerangan jalan umum (PJU) di Samarinda…

Senin, 12 November 2018 07:57

Dapat Acungan Jempol Menteri Keuangan

IMPLEMENTASI smart city Kota Samarinda mendapat perhatian serius dari pemerintah…

Minggu, 11 November 2018 08:24

KSOP Semprit Pengelola Pelabuhan

SAMARINDA – Semrawut, masuk bukan pada jalan seharusnya, masih ada…

Sabtu, 10 November 2018 23:33

Asset Hotel Atlet dan Lahan Transmart Telah Dinilai Oleh DJKN

SAMARINDA- Tak banyak yang tahu jika Pemerintah Provinsi Kaltim telah…

Sabtu, 10 November 2018 06:54

Empat Tahanan Jebol Jeruji Besi

LANGIT  masih gelap, jarum jam dinding menunjukkan pukul 04.10 Wita.…

Jumat, 09 November 2018 09:59

Pulau Derawan Perlu Perhatian

SAMARINDA–Pulau Derawan yang menjadi salah satu lokasi wisata unggulan di…

Jumat, 09 November 2018 09:39

Libatkan Milenial, Securitech Kembangkan Sayap di Samarinda

SAMARINDA – Securitech Indonesia (PT. Candi Agung Majapahit) melebarkan sayapnya…

Jumat, 09 November 2018 08:08

Karena Utang, Persahabatan Tumbang

PERSAHABATAN yang sudah terjalin lama, hancur begitu saja. Rudiansyah (26)…

Kamis, 08 November 2018 08:46

IMB Masjid Pemprov Tak Kunjung Terbit, Ini Alasannya...

SAMARINDA- Pengadilan Tata Usaha Negeri (PTUN) Samarinda tidak dapat mengintervensi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .