MANAGED BY:
MINGGU
24 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Rabu, 06 Juni 2018 09:02
Silakan Ditertibkan, asal Konsisten
ISTIRAHAT DI SINI: Rest area di kawasan Tahura Bukit Soeharto, Kukar, ini akan didata oleh pemerintah.(fuad muhammad/kp)

PROKAL.CO, ISU penutupan Rumah Makan Tahu Sumedang mulai 1 Juli mendatang begitu dilematis. Di satu sisi, restoran dengan karyawan 170 orang itu berada di lahan Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Soeharto. Di sisi lain, rumah makan itu menjadi salah satu penyumbang pendapatan daerah lewat pajak restoran. Tiap bulan, Rumah Makan Tahu Sumedang menyetor pajak rata-rata ratusan juta.

Pajak restoran terbesar yang pernah disetor mencapai Rp 140 juta. Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kukar Totok Heru Subroto menuturkan, dengan potensi yang tinggi tersebut RM Tahu Sumedang dijadikan pilot project. Proyek percontohan penggunaan aplikasi Layanan Informasi Pelaporan Pajak Restoran (LAI-PORE).

"Untuk masalah ini mesti dilihat dari dua sisi," tutur Totok. Pertama, mengenai lokasi yang berada di tahura. Kedua, restoran yang berlokasi di Kilometer 50, poros Samarinda-Balikpapan itu memiliki potensi pendapatan daerah lewat pajak. Yang, menurut Totok, perlu dijelaskan adalah pemungutan pajak restoran tak melihat izin lokasi restoran.

Sebab, pihak yang dikenai pajak adalah pelanggan rumah makan. Setiap 10 persen dari rupiah yang dibayar konsumen akan disetor ke daerah. "Sementara pajak pengusaha beda lagi, namanya pajak penghasilan," ucapnya.

Intinya, kata Totok, tak peduli seorang konsumen makan di mana, selama ada transaksi maka mesti ada setoran pajak yang dibayarkan. "Bahkan bila membuka warung di tengah sungai sekalipun," tambahnya.

RM Tahu Sumedang dijadikan proyek percontohan aplikasi LAI-PORE, tak lain karena potensi pajak yang tinggi. Kegunaan aplikasi itu sendiri, agar tak ada lagi permainan pajak restoran.

Setiap transaksi di dalam rumah makan akan tercatat. Sepuluh persennya akan disetorkan ke Bapenda Kukar. "Jadi enggak ada lagi tipu-tipu," tutur Totok.

LAI-PORE membantu pengusaha membuat laporan keuangan. Selain itu, pengusaha rumah makan bisa mengetahui menu mana yang laris dan memberikan keuntungan yang besar.

Selama RM Tahu Sumedang menggunakan aplikasi tersebut, setoran pajak restoran dari sana terus meningkat. "Sebelum memakai aplikasi, maksimal setoran pajak hanya Rp 90 jutaan," ucapnya. Setelah memakai aplikasi, setoran naik.

Langkah Pemprov Kaltim menutup RM Tahu Sumedang patut diapresiasi. Menurut Totok, pemprov sedang berusaha membenahi izin. Namun, catatan dari dia, penertiban mesti konsisten. Jangan setengah-setengah. "Kalau perlu semua bangunan di area tersebut turut ditertibkan," ujarnya.

Jangan sampai, lanjut Totok, tempat usaha yang berpotensi mendongkrak penerimaan daerah di tengah defisit, ditutup. Sementara yang lainnya dibiarkan.

Totok mengungkapkan, dalam radius 1 kilometer dari RM Tahu Sumedang ada kawasan yang akrab disebut warung panjang. "Di situ justru enggak ada nyumbang retribusi ke daerah," ucapnya.

Hal itu lantaran, pajak restoran baru bisa dikenakan bila sebuah usaha memiliki omzet Rp 1 juta per hari. Dari pantauan Kaltim Post, setidaknya ada sekitar 70-an bangunan di lahan Tahura Bukit Soeharto dari Polsek Tahura hingga Tahu Sumedang. (tim kp)


BACA JUGA

Sabtu, 23 Februari 2019 11:00

Diguyur Bankeu Rp 23 Miliar, Tenggarong Seberang-Muara Badak Bakal Tersambung

TENGGARONG–Interkoneksi jalan antarkecamatan di Kukar tahun ini kembali berlanjut. Setelah…

Sabtu, 23 Februari 2019 09:23

LELET ...!! Bandara Sangkima Diminta Tunda

SANGATTA – Proyek tahun jamak alias multiyears contract (MYC) di…

Sabtu, 23 Februari 2019 09:21

Kepala BNN : Kaltim Jalur Masuk Pasokan Narkoba dari Luar

SAMARINDA - Kepala Badan Narkotika Nasional RI, Komjen Pol Heru…

Jumat, 22 Februari 2019 11:49

SYUKURLAH..!! Pemprov dan Yayasan Melati Akhiri Sengketa

SAMARINDA – Sengketa berkepanjangan kepemilikan lahan dan aset SMA 10…

Jumat, 22 Februari 2019 09:16

Terseret Mafia Sepak Bola, Ini Kata Yunus Nusi...

SAMARINDA – Kasus Mafia Pengaturan Skor kembali menyeruak di sepak…

Kamis, 21 Februari 2019 14:43

PARAHNYA..!! Banyak Tambang Cacat Administrasi, 876 IUP Proses Pencabutan, 81 Dihentikan Sementara

SAMARINDA – Proses pembenahan aktivitas pertambangan di Kaltim terus dilakukan.…

Kamis, 21 Februari 2019 10:15

Tiket Pesawat Mahal, Masyarakat Naik Kapal

SAMARINDA- Indonesia National Air Carrier Association (INACA) mengakui mulai akhir…

Kamis, 21 Februari 2019 08:40

Kenapa Lubang Tambang di Samarinda Tak Direklamasi? Ini Jawaban Distamben Kaltim

SAMARINDA - Lubang bekas tambang di kota Samarinda masih banyak…

Kamis, 21 Februari 2019 08:36

Mantan Rektor : Selisih Kas BLU Rp 35 Miliar Tanggung Jawab PR II Unmul

SAMARINDA - Mantan Rektor Unmul Zamruddin Hasid mengaku temuan selisih…

Rabu, 20 Februari 2019 12:50

Lahan Perumahan Masuk Zona Hijau, Kapan Revisi RTRW Samarinda?

SAMARINDA – Para pengembang hunian di Kaltim saat ini masih…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*