MANAGED BY:
JUMAT
22 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

KOLOM PEMBACA

Selasa, 05 Juni 2018 07:58
Menyiapkan Ahli, Menekan Celaka

PROKAL.CO, OLEH: DR SUNARTO SASTROWARDOJO
(Dosen Pasca Sarjana Pengembangan Wilayah Universitas Mulawarman)

Kecelakaan publik atau kebijakan publik yang berdampak ke masyarakat seharusnya dilakukan kajian forensik sebelum dituangkan dalam perencanaan dan perancangan struktur dan diawasi oleh seorang ahli teknik forensik.

ISTILAH atau kata forensik di kalangan masyarakat, mungkin bukan sesuatu yang asing. Kalimat laboratorium forensik sudah dikenal luas oleh masyarakat  karena ada Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) di kepolisian yang anggotanya para dokter bedah mayat dan polisi yang memiliki keahlian dalam menyelidiki penyebab kebakaran suatu objek. Sudah barang tentu melalui pendidikan yang terencana  dan pengalaman lapangan yang panjang.

Secara umum forensik diartikan sebagai  that which is presented in a public forum. Secara Khusus ketika seorang profesional engineer memberikan kesaksian sebagai saksi ahli (expert witness ) di depan pengadilan atas suatu masalah engineering yang menyangkut kepentingan masyarakat yang terkait erat dengan keahliannya maka engineer tersebut sedang bertugas sebagai forensic engineer.

Seorang forensik engineer memiliki keahlian ilmiah berjenjang yang dalam tatanan regulasi di Indonesia adalah dibuktikan dengan kepemilikan keahlian dalam bentuk sertifikat. Sependek pengetahuan saya sertifikasi ahli forensik di Indonesia belum pernah ada.

Padahal keahlian teknis forensik  struktur, konstruksi bangunan (bisa jalan, jembatan, gedung, turap, rel kereta) sangat diperlukan untuk  menjelaskan permasalahan secara objektif,  logis, faktual, netral tidak bias dan menggunakan bahasa yang mudah dimengerti orang awam tentang cara melakukan investigasi untuk mendapatkan temuan-temuan teknik evaluasi dan analisis,  hasil evaluasi, analisis, kesimpulan, pendapat dan rekomendasi pada kecelakaan yang berdampak pada publik.

Contoh yang paling dekat adalah runtuhnya canopy Hotel Selyca beberapa waktu lalu, munculnya air mendidih di selokan di Gang Hidayah, runtuhnya Jembatan Kebanggaan Kutai Kartanegara bahkan bencana anomali iklim, banjir, di Samarinda yang tidak pernah berhenti, juga, memerlukan keahlian teknik forensik.

Asuransi, pengadilan, kejaksaan bahkan perorangan sangat membutuhkan keahlian forensik. Pemilik gedung yang runtuh dapat memastikan pelaporan apakah dia terlibat dalam proses konstruksi dan harus bertanggungjawab atas hilangnya nyawa seseorang, misalnya.

Coba perhatikan angka kecelakaan di jalan raya, yang melibatkan kendaraan merek tertentu dan menempati peringkat tertinggi kecelakaan tunggal atau beruntun. Hasilnya mayat memperoleh asuransi dengan rekomendasi kepolisian, pelakunya dipenjara. Coba bayangkan jika ada lembaga independen profesional yang dapat merekomendasikan perubahan konstruksi, bahkan struktur kendaraan itu, bisa dipastikan angka kecelakaan di jalan raya dapat ditekan.

Sekali lagi, sependek pengetahuan saya, organisasi para insinyur forensik di Indonesia belum ada atau belum diorganisasi. Amerika memiliki Institute of Forensic Engineering (IFE), Uni Eropa memiliki Associate Forensic. Lulusan sekolah forensik di Amerika dapat berpraktek sebagai Forensic Engineer secara mandiri.

Menuju Indonesia  Baru,  aspek keamanan dan jaminan mutu harus makin ditingkatkan, konsumen membeli jutaan jenis kendaraan city car yang kemudian digunakan untuk perjalanan panjang dengan jumlah penumpang yang melebihi  kapasitas penumpangnya, ribuan nyawa melayang. Pabrik tidak melakukan perbaikan konstruksi kendaraan, kecuali menghias, meningkatkan bobot aksesori kendaraan dan mahal, namun tidak efektif, tidak efisien dan tidak aman. (*/one/k18)


BACA JUGA

Rabu, 20 Juni 2018 07:40

Jangan Runtuhkan Bangunan Takwa Kita

Oleh: Ismail MPdI(Guru Fikih MAN Insan Cendekia Paser) DI antara cara Alquran dalam menginformasikan…

Sabtu, 09 Juni 2018 01:37

Soekarno dan Pancasila

Sebagai  negara kesatuan, Indonesia harus memiliki landasan negara. Dari landasan itulah maka akan…

Minggu, 03 Juni 2018 07:18

Pancasila, Indonesia, dan Budaya Hoax

OLEH: ARIS SETIAWAN(Pendidik dan Pegiat Literasi, Kandidat Doktor Manajemen Pendidikan Unmul) SAYA yakin,…

Minggu, 03 Juni 2018 07:15

Green Economy, Solusi Pariwisata Kaltim

OLEH: SUKARDI (Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unmul) BENTANG lahan Indonesia yang sangat luas,…

Senin, 28 Mei 2018 08:41

Ngabuburit dan Budaya Konsumtif di Ramadan

Oleh: Rendy Putra Revolusi(Ketua Umum PC IMM Kota Balikpapan 2017-2018)TELAH lama muncul istilah yang…

Minggu, 27 Mei 2018 07:18

Ramadan, Pendidikan Karakter, dan Manajemen Konflik

OLEH: ARIS SETIAWAN (Kandidat Doktor Manajemen Pendidikan Unmul) RAMADAN sebagaimana kita pahami merupakan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .