MANAGED BY:
RABU
19 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

KOLOM PEMBACA

Selasa, 05 Juni 2018 07:58
Menyiapkan Ahli, Menekan Celaka

PROKAL.CO, OLEH: DR SUNARTO SASTROWARDOJO
(Dosen Pasca Sarjana Pengembangan Wilayah Universitas Mulawarman)

Kecelakaan publik atau kebijakan publik yang berdampak ke masyarakat seharusnya dilakukan kajian forensik sebelum dituangkan dalam perencanaan dan perancangan struktur dan diawasi oleh seorang ahli teknik forensik.

ISTILAH atau kata forensik di kalangan masyarakat, mungkin bukan sesuatu yang asing. Kalimat laboratorium forensik sudah dikenal luas oleh masyarakat  karena ada Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) di kepolisian yang anggotanya para dokter bedah mayat dan polisi yang memiliki keahlian dalam menyelidiki penyebab kebakaran suatu objek. Sudah barang tentu melalui pendidikan yang terencana  dan pengalaman lapangan yang panjang.

Secara umum forensik diartikan sebagai  that which is presented in a public forum. Secara Khusus ketika seorang profesional engineer memberikan kesaksian sebagai saksi ahli (expert witness ) di depan pengadilan atas suatu masalah engineering yang menyangkut kepentingan masyarakat yang terkait erat dengan keahliannya maka engineer tersebut sedang bertugas sebagai forensic engineer.

Seorang forensik engineer memiliki keahlian ilmiah berjenjang yang dalam tatanan regulasi di Indonesia adalah dibuktikan dengan kepemilikan keahlian dalam bentuk sertifikat. Sependek pengetahuan saya sertifikasi ahli forensik di Indonesia belum pernah ada.

Padahal keahlian teknis forensik  struktur, konstruksi bangunan (bisa jalan, jembatan, gedung, turap, rel kereta) sangat diperlukan untuk  menjelaskan permasalahan secara objektif,  logis, faktual, netral tidak bias dan menggunakan bahasa yang mudah dimengerti orang awam tentang cara melakukan investigasi untuk mendapatkan temuan-temuan teknik evaluasi dan analisis,  hasil evaluasi, analisis, kesimpulan, pendapat dan rekomendasi pada kecelakaan yang berdampak pada publik.

Contoh yang paling dekat adalah runtuhnya canopy Hotel Selyca beberapa waktu lalu, munculnya air mendidih di selokan di Gang Hidayah, runtuhnya Jembatan Kebanggaan Kutai Kartanegara bahkan bencana anomali iklim, banjir, di Samarinda yang tidak pernah berhenti, juga, memerlukan keahlian teknik forensik.

Asuransi, pengadilan, kejaksaan bahkan perorangan sangat membutuhkan keahlian forensik. Pemilik gedung yang runtuh dapat memastikan pelaporan apakah dia terlibat dalam proses konstruksi dan harus bertanggungjawab atas hilangnya nyawa seseorang, misalnya.

Coba perhatikan angka kecelakaan di jalan raya, yang melibatkan kendaraan merek tertentu dan menempati peringkat tertinggi kecelakaan tunggal atau beruntun. Hasilnya mayat memperoleh asuransi dengan rekomendasi kepolisian, pelakunya dipenjara. Coba bayangkan jika ada lembaga independen profesional yang dapat merekomendasikan perubahan konstruksi, bahkan struktur kendaraan itu, bisa dipastikan angka kecelakaan di jalan raya dapat ditekan.

Sekali lagi, sependek pengetahuan saya, organisasi para insinyur forensik di Indonesia belum ada atau belum diorganisasi. Amerika memiliki Institute of Forensic Engineering (IFE), Uni Eropa memiliki Associate Forensic. Lulusan sekolah forensik di Amerika dapat berpraktek sebagai Forensic Engineer secara mandiri.

Menuju Indonesia  Baru,  aspek keamanan dan jaminan mutu harus makin ditingkatkan, konsumen membeli jutaan jenis kendaraan city car yang kemudian digunakan untuk perjalanan panjang dengan jumlah penumpang yang melebihi  kapasitas penumpangnya, ribuan nyawa melayang. Pabrik tidak melakukan perbaikan konstruksi kendaraan, kecuali menghias, meningkatkan bobot aksesori kendaraan dan mahal, namun tidak efektif, tidak efisien dan tidak aman. (*/one/k18)


BACA JUGA

Selasa, 18 September 2018 07:08

Suap di Lembaga Peradilan

Oleh : Sholihin Bone (Pengajar di FH Untag, STIH Awang Long) PUBLIK Tanah Air kembali dikejutkan oleh…

Selasa, 18 September 2018 07:06

Minimnya Langkah Kaki dan Jalur Pedestrian Kita

Oleh:Muhammad Risal (Mahasiswa Magister Administrasi Publik FISIP Unmul) SALAH SATU penelitian yang…

Selasa, 18 September 2018 07:04

Limbah Batang Pisang sebagai Penguat Material Komposit Alternatif

Oleh: Ika Ismail ST MT (Dosen Teknik Material dan Metalurgi ITK) LIMBAH adalah buangan yang dihasilkan…

Senin, 17 September 2018 07:23

Perkuat Identitas Bangsa di Kalangan Milenial

OLEH: MAYA RETNO SARI GENERASI milenial sudah sangat sering diperbincangkan oleh banyak kalangan saat…

Senin, 17 September 2018 07:21

Ibrah Tahun Baru Islam

OLEH: MUKHTAR(Wakil Ketua IKA PMII Kutai Timur Bidang Riset dan Teknologi) SELASA pada 11 September…

Senin, 17 September 2018 07:15

Prospek Ekonomi Olahraga

OLEH: SUHARYONO SOEMARWOTO MM(Pemerhati Ketenagakerjaan dan Ekonomi Kerakyatan, Mahasiswa S3-Doktor…

Sabtu, 15 September 2018 00:18

Kharisma Hashtag (#)

Era digital memang sangat memudahkan setiap lentik jemari untuk mencari apa saja yang diinginkan. Menjadi…

Rabu, 12 September 2018 08:04

Pengembangan Keaksaraan dan Keterampilan

Oleh: Tri Widayati(Pamong Belajar BP PAUD & Dikmas Kaltim) GLOBALISASI telah mengubah cara pandang…

Selasa, 11 September 2018 07:03

Pembangunan Coastal Area Balikpapan, untuk Siapa?

Oleh: Farid Nurrahman(Lecturer of Urban and Regional Planning at Kalimantan Institute of Technology…

Selasa, 11 September 2018 06:58

Kemiskinan, Pemberdayaan Masyarakat, dan Pendidikan Nonformal

Oleh: A Ismail Lukman(Staf Pengajar Prodi Pendidikan Nonformal FKIP Universitas Mulawarman) KEMISKINAN…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .