MANAGED BY:
MINGGU
24 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

KOLOM PEMBACA

Selasa, 05 Juni 2018 07:58
Menyiapkan Ahli, Menekan Celaka

PROKAL.CO, OLEH: DR SUNARTO SASTROWARDOJO
(Dosen Pasca Sarjana Pengembangan Wilayah Universitas Mulawarman)

Kecelakaan publik atau kebijakan publik yang berdampak ke masyarakat seharusnya dilakukan kajian forensik sebelum dituangkan dalam perencanaan dan perancangan struktur dan diawasi oleh seorang ahli teknik forensik.

ISTILAH atau kata forensik di kalangan masyarakat, mungkin bukan sesuatu yang asing. Kalimat laboratorium forensik sudah dikenal luas oleh masyarakat  karena ada Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) di kepolisian yang anggotanya para dokter bedah mayat dan polisi yang memiliki keahlian dalam menyelidiki penyebab kebakaran suatu objek. Sudah barang tentu melalui pendidikan yang terencana  dan pengalaman lapangan yang panjang.

Secara umum forensik diartikan sebagai  that which is presented in a public forum. Secara Khusus ketika seorang profesional engineer memberikan kesaksian sebagai saksi ahli (expert witness ) di depan pengadilan atas suatu masalah engineering yang menyangkut kepentingan masyarakat yang terkait erat dengan keahliannya maka engineer tersebut sedang bertugas sebagai forensic engineer.

Seorang forensik engineer memiliki keahlian ilmiah berjenjang yang dalam tatanan regulasi di Indonesia adalah dibuktikan dengan kepemilikan keahlian dalam bentuk sertifikat. Sependek pengetahuan saya sertifikasi ahli forensik di Indonesia belum pernah ada.

Padahal keahlian teknis forensik  struktur, konstruksi bangunan (bisa jalan, jembatan, gedung, turap, rel kereta) sangat diperlukan untuk  menjelaskan permasalahan secara objektif,  logis, faktual, netral tidak bias dan menggunakan bahasa yang mudah dimengerti orang awam tentang cara melakukan investigasi untuk mendapatkan temuan-temuan teknik evaluasi dan analisis,  hasil evaluasi, analisis, kesimpulan, pendapat dan rekomendasi pada kecelakaan yang berdampak pada publik.

Contoh yang paling dekat adalah runtuhnya canopy Hotel Selyca beberapa waktu lalu, munculnya air mendidih di selokan di Gang Hidayah, runtuhnya Jembatan Kebanggaan Kutai Kartanegara bahkan bencana anomali iklim, banjir, di Samarinda yang tidak pernah berhenti, juga, memerlukan keahlian teknik forensik.

Asuransi, pengadilan, kejaksaan bahkan perorangan sangat membutuhkan keahlian forensik. Pemilik gedung yang runtuh dapat memastikan pelaporan apakah dia terlibat dalam proses konstruksi dan harus bertanggungjawab atas hilangnya nyawa seseorang, misalnya.

Coba perhatikan angka kecelakaan di jalan raya, yang melibatkan kendaraan merek tertentu dan menempati peringkat tertinggi kecelakaan tunggal atau beruntun. Hasilnya mayat memperoleh asuransi dengan rekomendasi kepolisian, pelakunya dipenjara. Coba bayangkan jika ada lembaga independen profesional yang dapat merekomendasikan perubahan konstruksi, bahkan struktur kendaraan itu, bisa dipastikan angka kecelakaan di jalan raya dapat ditekan.

Sekali lagi, sependek pengetahuan saya, organisasi para insinyur forensik di Indonesia belum ada atau belum diorganisasi. Amerika memiliki Institute of Forensic Engineering (IFE), Uni Eropa memiliki Associate Forensic. Lulusan sekolah forensik di Amerika dapat berpraktek sebagai Forensic Engineer secara mandiri.

Menuju Indonesia  Baru,  aspek keamanan dan jaminan mutu harus makin ditingkatkan, konsumen membeli jutaan jenis kendaraan city car yang kemudian digunakan untuk perjalanan panjang dengan jumlah penumpang yang melebihi  kapasitas penumpangnya, ribuan nyawa melayang. Pabrik tidak melakukan perbaikan konstruksi kendaraan, kecuali menghias, meningkatkan bobot aksesori kendaraan dan mahal, namun tidak efektif, tidak efisien dan tidak aman. (*/one/k18)


BACA JUGA

Sabtu, 09 Februari 2019 12:49

Moderasi Beragama untuk Kebersamaan Umat

Oleh: Mukhamad Ilyasin (Rektor IAIN Samarinda)  Judul ini diangkat dari…

Sabtu, 09 Februari 2019 10:47

Stanley dan Mogulisme Media yang Anjay Sekali

Oleh: Ramon Damora Wartawan Indonesia KETUA Dewan Pers, Yosep Adi…

Selasa, 05 Februari 2019 10:18

Posisi Ketua Adat dalam Acara Pemerintah

PERINGATAN ulang tahun ke-59 Kabupaten Paser berjalan dengan sukses, meski…

Rabu, 30 Januari 2019 07:24

Guru Ideal dan Revolusioner

Oleh: Heni Susilowati MPd (Guru SMA 1 Long Kali, Paser)…

Selasa, 29 Januari 2019 07:10

Bandara APT Pranoto: Harapan dan Tantangan Pariwisata Samarinda

OLEH: ADI PURBONDARU (Analis KPw BI Kaltim) SAMARINDA yang memiliki…

Senin, 28 Januari 2019 07:00

Urgensi Elektronifikasi Transaksi Keuangan Pemerintah Daerah

OLEH: CHRISTIAN (Analis Ekonomi KPw-BI Kaltim) BANK Indonesia sebagai otoritas…

Sabtu, 26 Januari 2019 07:06

Perempuan Utusan Jiwa: Jelajah Intelektual Schimmel

SEBUAH buku dongeng terbitan 1872 menjadi titik tolak perjalanan panjang…

Sabtu, 26 Januari 2019 07:04

Kandidat Politisi Beradu Kualitas atau Isi Tas

LAYAKNYA  sebuah pesta, sudut-sudut kota semakin mendekati hari H kian…

Kamis, 24 Januari 2019 08:02

Mau Tahu Tender Pemerintah 2019?

Oleh: Naryono SKom MM (Plt Kepala UPT LPSE Dinas Komunikasi…

Kamis, 24 Januari 2019 08:00

Junjung Tinggi Demokrasi Tanpa Menebar Kebencian

Oleh: Sugeng Susilo SH (Staf Biro Hukum Sekretariat Daerah Provinsi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*