MANAGED BY:
MINGGU
19 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SELISIK/LAPSUS

Senin, 04 Juni 2018 08:30
Santun Jadi Modal Utama

PROKAL.CO, DALAM memberikan nasihat dakwah, yang pertama adalah dengan hikmah. Ini prinsip pertama yang hendaknya digunakan. Jika dengan hikmah orang sudah bisa menerima dakwah, maka tidak perlu sampai menggunakan mauizatil hasanah (nasihat yang baik/bijak). Apalagi dengan jidal (mengadu argumen). Meskipun dengan jidal yang terbaik sekalipun.

Dalam dakwah, kami mengedepankan Bil Hikmah wal Mauizatil Hasanah. Dakwah yang santun,” terang Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Balikpapan KH Muhammad Muhlasin.

Metode dakwah ini terbukti efektif. NU menjadi salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia. Di Kaltim, semua kabupaten dan kota sudah memiliki cabang. Bahkan di Balikpapan sudah punya Badan Otonom (Banom) dan Majelis Wakil Cabang (MWC), ranting, dan anak ranting.

“NU (di Balikpapan) telah eksis puluhan tahun. Geliat perjuangannya makin terasa dalam 10 tahun terakhir,” tutur pengasuh Pondok Pesantren Al Izzah itu.

Sejak didirikan pada 1926 oleh KH Hasyim Asy'ari, NU memang langsung menyebar ke berbagai wilayah di Nusantara. Para ulama tidak mengalami kesulitan berarti mengajak orang-orang untuk menjunjung tinggi Islam dan berjuang di Tanah Air melalui NU. Sebab, para ulama sudah menjalin hubungan melalui para guru atau pesantren.

Di Kaltim, NU sudah berkembang sejak 1933. Setidaknya bisa dilacak di Kabupaten Berau, 12 jam perjalanan darat ke sebelah utara dari Samarinda. Faktor utama penerimaan Nusantara terhadap NU adalah karena jauh sebelum NU lahir dalam bentuk jamiyah (organisatoris), ia terlebih dulu ada dan berwujud jamaah. Yang terikat kuat oleh aktivitas sosial keagamaan yang mempunyai karakter sama (Pertumbuhan dan Perkembangan NU, Choirul Anam, 2010).

“Para pengurus NU menyadari jika tugasnya hanya berdakwah. Tidak pernah bicara hasil,” sebut Muhlasin.

Untuk medianya banyak. NU memiliki kegiatan-kegiatan seperti majelis taklim, istighosah kubro, manaqib, ataupun tablig akbar. Untuk zaman milenial saat ini, disebut Muhlasin, jika NU Balikpapan punya lembaga Ta’lif wan Nasr. Yang secara khusus dan rutin update dan share dakwah melalui media sosial.

“Disampaikannya pun sama. Secara santun. Tidak memaksa. Tidak head to head dengan adat istiadat dan budaya. Ini yang membuat NU mampu meraih simpatik masyarakat sejak ulama sepuh terdahulu,” ujarnya.

Program dakwah NU kini tak lagi fokus di podium. Sejak muktamar dan konferensi besar tahun lalu, NU lebih konsentrasi pada dua bidang. Yakni kesehatan dan perekonomian. Untuk kesehatan, rencana dibangun klinik NU. “Syukur-syukur bisa bangun Rumah Sakit NU,” sambungnya. Sementara untuk perekonomian, NU akan melaksanakan kegiatan-kegiatan yang bisa menunjang kemandirian NU sebagai organisasi.

Sementara untuk generasi muda, ada akidah Ahlussunnah wal Jamaah an-Nahdliyah. Aswaja ala NU sebagaimana yang dirumuskan KH Hasyim Asy’ari dalam kitab Risalah Ahlussunnah wal Jamaah- memiliki tiga dasar dalam berislam. Pertama, akidah NU merujuk pada Imam Abu Musa al-Asya’ari dan Abu Hasan Al-Maturudi. Karena itu adalah pilihan yang paling moderat. Pilihan yang paling relevan dalam konteks kehidupan masa kini dan masa yang akan datang.

“Sebagai organisasi terbesar di dunia, NU punya kepentingan yang besar terhadap Islam, NKRI, dan peradaban dunia. Karena itu, kami banyak memiliki program kader dan pendidikan. Salah satunya melalui Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU),” kata Muhlasin. (timkp)


BACA JUGA

Kamis, 16 Agustus 2018 08:54

Mewaspadai Sisi Gelap Uang Digital

Oleh: Suharyono Soemarwoto, MM MENGGEMPARKAN! Itulah kata tepat menggambarkan kemajuan mata uang berbasis                                            …

Jumat, 10 Agustus 2018 08:57

Rita Pergi, Siapa Ganti Edi?

Tensi politik Kota Raja memanas. Edi Damansyah makin mulus mengisi kursi bupati yang ditinggalkan Rita…

Jumat, 10 Agustus 2018 08:54

Kasak-kusuk Golkar, Gerindra, dan PKS

TAK adanya larangan yang terang bagi kader partai politik untuk mengisi kekosongan jabatan wakil bupati…

Jumat, 10 Agustus 2018 08:33

Kesultanan Berharap Putra Daerah Jabat Bupati

KUTAI Kartanegara (Kukar) mencari pemimpin baru. Setelah putusan hukum Rita Widyasari inkrah, Edi Damansyah…

Jumat, 10 Agustus 2018 08:32

Parlemen Meminta Pendamping

JALUR perseorangan ternyata tak bebas dari aturan. Jika menang pilkada kemudian salah satunya (kepala…

Jumat, 10 Agustus 2018 08:27

Kutim Dua Kali Tak Pilih Wakil

KEKOSONGAN jabatan kepala daerah yang terjadi di Kutai Kartanegara (Kukar), sebenarnya sudah terjadi…

Jumat, 10 Agustus 2018 08:24

“Saya Belum Memikirkan”

DALAM hitungan hari setelah Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) nonaktif Rita Widyasari ditahan KPK dengan…

Rabu, 08 Agustus 2018 12:00

Target Sejuta Anak Divaksin

DINAS Kesehatan (Diskes) Kaltim mengaku tidak ingin berbicara soal halal atau tidaknya vaksin measles…

Rabu, 08 Agustus 2018 09:14

Label Halal Bikin Galau

Vaksin measles dan rubella (MR) mental. Belum mampu menembus urat nadi jutaan siswa sekolah dasar. Musababnya…

Rabu, 08 Agustus 2018 09:10

Boleh Imunisasi MR, asal…

SELEPAS salat Jumat (3/8), Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Kementerian Kesehatan akhirnya bertatap…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .