MANAGED BY:
RABU
19 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SELISIK/LAPSUS

Senin, 04 Juni 2018 08:24
“Siapa Pun Harus Bisa Menikmati Dakwah”
Hamzah Akbar

PROKAL.CO, EKSISTENSI Hidayatullah sudah hampir lima dekade. Tak hanya di Balikpapan, pondok pesantren yang didirikan Abdullah Said ini berhasil mengirim santri-santrinya ke penjuru negeri. Di balik kesuksesan itu, apa saja kendala serta target Kampus Gunung Tembak pada masa mendatang? Berikut wawancara Kaltim Post dengan Ketua Yayasan Induk Hidayatullah Hamzah Akbar.

Bagaimana perkembangan Yayasan Hidayatullah saat ini?

Alhamdulillah. Yayasan Hidayatullah bisa berkembang ke berbagai daerah di Indonesia. Pada 2000 diadakan musyawarah nasional yang menjadikan Hidayatullah resmi sebagai organisasi massa. Setiap lima tahun dilakukan pergantian kepengurusan. Santri yang berangkat dari sini (Gunung Tembak, Balikpapan) membuka jalan Hidayatullah ke berbagai daerah. Mulai Aceh sampai Papua.

Saat ini Hidayatullah memiliki kepengurusan wilayah di 34 provinsi. Serta 300 pengurus di tingkat daerah kabupaten/kota. Lembaga pendidikan mulai dibenahi secara formal, baik yang berafiliasi dengan dinas pendidikan atau Kementerian Agama. Awalnya konsentrasi terhadap pendidikan dakwah dan tarbiah dengan hadirnya Kampus Induk Hidayatullah di Gunung Tembak.

Ada klasifikasi kampus, mulai kampus induk, utama, madya, dan pratama. Pendirian beberapa sekolah tinggi seperti Sekolah Tinggi Ilmu Syariah di Balikpapan dengan proyeksi mencetak ulama. Kemudian Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi di Depok, Sekolah Tinggi Ilmu Komputer di Malang, dan kota-kota lain. Dengan harapan, alumnus Hidayatullah bisa memiliki beragam ilmu sesuai kebutuhan masyarakat.

Bagaimana dengan program dai ke daerah terpencil?

Hingga saat ini, program mengirim dai ke daerah-daerah lain juga masih berjalan. Baik mengirim dai ke kota sampai daerah terpencil. Ini salah satu tanggung jawab kami agar masyarakat di daerah pinggiran bisa menikmati dakwah. Program mengirim dai menjadi salah satu fokus utama Hidayatullah. Selain itu, kami melakukan pembinaan dai untuk anak-anak di daerah terpencil. Mereka datang ke Gunung Tembak untuk mendapat pelatihan dai. Setelah masa didik berakhir, mereka akan kembali ke daerah asal untuk berkontribusi kepada masyarakat. Cara ini lebih efektif dalam melakukan penyebaran ilmu karena mereka sudah tahu kultur budaya di tempat masing-masing.

Apa tantangan yang dihadapi Hidayatullah zaman sekarang?

Dengan kondisi Hidayatullah sekarang, tantangan tentu berbeda saat masa pendirian dahulu. Masalah terbesar karena era keterbukaan informasi dan akses teknologi yang mudah bisa saja membuat dai mendapat pola pembelajaran praktis.

Jadi, tantangan sekarang justru bagaimana bisa konsisten menata dai sebagai pencerah umat dan rahmat seluruh alam. Jangan sampai Hidayatullah ternodai dengan prinsip serta pemahaman yang salah. Hal yang penting, bagaimana mempertahankan ciri khas dai Hidayatullah yakni berdakwah dengan penuh rahmat. Kami percaya dengan sistem regulasi yang tertata dan ketat, serta pembinaan kultur di kampus dapat tetap mencetak dai dengan ciri khas Hidayatullah.

Bagaimana ciri khas dai lulusan Hidayatullah?

Dai harus bisa menghadirkan suasana yang damai dan menjadi pencerah masyarakat. Sehingga dai tidak hanya membawa formula transformasi keilmuan, tapi juga punya skill di masyarakat. Dai bisa memiliki peran dan kontribusi, mulai ekonomi, pertanian, politik, dan berbagai sektor lain yang berhubungan dengan persoalan umat. Santri bisa berperan di mana saja dan mencerminkan sebuah demokrasi yang baik. Tidak hanya bicara soal teori, dai secara praktik pada kehidupan bermasyarakat harus mencerminkan dai dengan ciri khas Hidayatullah. Harapannya suasana negara yang tenteram juga merupakan hasil kontribusi Hidayatullah.

Apa target yang ingin diraih Hidayatullah masa mendatang?

Target 2020, Hidayatullah sudah eksis di 500 daerah tingkat kabupaten/kota. Ibaratnya tidak ada satu kecamatan di Indonesia ini yang tidak ada keberadaan dai Hidayatullah. Kemudian memperluas jaringan pendidikan di luar negeri. Sejauh ini secara informal, Hidayatullah sudah memiliki perwakilan di Mesir, Sudan, Turki, Malaysia, dan Madinah.

Meski secara regulasi atau formal, Hidayatullah masih belum dapat membuka cabang di sana. Namun, beberapa santri sudah mendapat fasilitas belajar ke beberapa negara tersebut. Bahkan penyebaran dai Hidayatullah sudah sampai Hong Kong. Bagi Hidayatullah, konsep dasarnya adalah siapa pun bisa menikmati dakwah dan Islam dapat menjadi rahmat bagi semesta. Itu semua menjadi tugas utama Hidayatullah. (timkp)


BACA JUGA

Senin, 17 September 2018 09:18

Buku (Bukan Lagi) Jendela Ilmu

Dahulu buku jendela dunia. Namun, perlahan-lahan sang primadona mulai hilang pamor. Era digital disebut-sebut…

Senin, 17 September 2018 09:14

Ideal Baca 6 Jam Sehari

DUA pekan lalu menjadi hari penting bagi pecinta buku. Sebab 8 September ditetapkan sebagai hari literasi…

Senin, 17 September 2018 09:06

Koleksi Perpustakaan Daerah Belum Lengkap

BERBAGAI cara dilakukan untuk berkontribusi menambah literasi dari masyarakat lokal. Sejarawan lokal…

Senin, 17 September 2018 09:04

Menanti Inovasi Tenaga Pendidik

MEMBANGUN budaya literasi memang tak mudah. Tapi harus dilakukan serius, setahap demi setahap hingga…

Senin, 17 September 2018 09:01

Cerita Unta Bawa Kitab untuk Motivasi Membaca

TIDAK ada usaha yang mengkhianati hasil. Itulah yang menggambarkan sosok Rudini. Pria kelahiran Lampung,…

Senin, 17 September 2018 08:59

Menyentuh Angkasa dengan Buku

Oleh: Raden Roro Mira(Wartawan Kaltim Post (Juara 3 Duta Baca Kaltim 2018–2020) BENDA apa yang…

Jumat, 14 September 2018 08:48

Bergantung Anggaran yang Tak Tentu

PARIWISATA Samarinda kalah banyak dan kalah tenar ketimbang pertumbuhan perhotelan atau hiburan lainnya.…

Jumat, 14 September 2018 08:46

Pandangan Geologi dalam Potensi Wisata Alam Samarinda

OLEH: FAJAR ALAM(Ketua Ikatan Ahli Geologi Indonesia Pengurus Daerah Kalimantan Timur) BUMI, sebagaimana…

Senin, 10 September 2018 09:02

Menggoyang Pemerintah dari Kantin Rektorat

Catatan: Faroq Zamzami (*) DI kampus, kantin tak sebatas menjadi destinasi isi perut. Bercanda. Bercengkerama…

Senin, 03 September 2018 09:04

Ditanya Penataan Sungai Karang Mumus, Ini Jawaban Sekkot Samarinda

BERBAGAI tudingan ketidaksiapan Pemkot Samarinda terhadap penanggulangan banjir mendapat tanggapan.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .