MANAGED BY:
JUMAT
22 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SELISIK/LAPSUS

Senin, 04 Juni 2018 22:00
Siraman Rohani untuk Generasi Menunduk

PROKAL.CO, CATATAN: M RIDHUAN

SAYA termasuk generasi menunduk. Pada zaman digital saat ini, khususnya pekerja media, ponsel wajib on. Kalau kehabisan baterai, paniknya setengah memelas. Pinjam power bank. Enam jam sehari. Itu waktu yang saya habiskan untuk main handphone.

Dari proses merekam wawancara, menelepon, mengetik berita, ber-WhatsApp-an ria, membaca artikel terkait pemberitaan, membaca novel fantasi, push rank Mobile Legends, hingga memaku mata di Instagram. Lebih tinggi setengah jam dibandingkan riset rata-rata penggunaan ponsel orang Indonesia menurut Growth from Knowledge (GfK) pada 2016 lalu.

Di tengah aktivitas tersebut, kadang ada rasa haus mendapatkan peringatan. Sebab, kerap lalai menunaikan ibadah di tengah kesibukan bekerja. Untuk menghilangkannya, menonton video Ustaz Abdul Somad jadi alternatif. Saya suka dengan gaya ceramahnya. Lugas dan moderat. Dibingkai tanya jawab dengan kalimat mengundang tawa meski bukan dalam ranah bercanda. Tak perlu lagi nonton stand up comedy.

Dakwah semacam ini cocok bagi generasi menunduk. Lebih cepat dan tepat. Apalagi orang seperti saya ada banyak.

Pada 2017 lalu dirilis katadata.co.id, sedikitnya pengguna telepon seluler di negeri ini mencapai 371,4 juta pengguna atau 142 persen dari total populasi sebanyak 262 juta jiwa. Artinya, rata-rata setiap penduduk memakai 1,4 telepon seluler. Karena satu orang terkadang menggunakan 2–3 kartu telepon seluler. Sementara kaum urban Indonesia mencapai 55 persen dari total populasi. Dari data tersebut, pengguna internet ada 132,7 juta. Pengguna media sosial aktif 106 juta. Dan pengguna sosial media mobile aktif ada 92 juta.

Tinggal mencari cara agar dakwah itu bisa didengar atau ditonton. Kalau di media sosial, ya tinggal diviralkan.  Mungkin tak semua orang Islam suka dengan ceramah Abdul Somad. Namun, selain itu, banyak ustaz atau mubalig lain yang punya gaya dakwah sendiri. Baik dari Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, Hidayatullah, atau organisasi Islam lain yang banyak menelurkan dai.

Yang paling penting dakwah  era digital adalah mengurangi dampak negatif dunia itu sendiri. Semakin kekinian produk dunia maya, semakin banyak pengaruhnya pada degradasi moral dan agama. Jangan sampai ada lagi di Instagram tampak tiga gadis berjoget mengenakan mukena. Atau para jejaka tiba-tiba berjoget setelah bangkit dari sujud. Dilakukan di dalam masjid.

“Generasi macam apa ini. Serusaknya moral, setidaknya jangan main-main soal agama,” kata teman saya.

Mungkin, mereka belum pernah mendengar soal ayat Alquran. Yang melarang untuk bersenda gurau soal agama. Mungkin sudah mendengar, namun khilaf atau lupa. Karena seperti kebanyakan tren saat ini, ingin eksis di media sosial. Jadi viral dan diperbincangkan warga. Dari dunia maya hingga yang berwujud nyata. Memikirkan ini, berkuranglah emosi.

Bagi saya yang tak pernah hidup di lingkungan santri, soal agama lebih banyak belajar dari orangtua. Sisanya dari hasil mengaji ketika kecil dan banyak mendengar ceramah. Baik yang kopi darat atau yang online. “Intinya salatmu baik. Karena yang pertama ditanya itu perkara salat,” pesan orangtua, ketika melihat saya lalai. (*)


BACA JUGA

Senin, 11 Juni 2018 09:21

THR Kutunggu, THR Kuhabiskan

Hari-hari terakhir Ramadan penuh berkah. Khususnya bagi pekerja, abdi negara atau pegawai swasta. Semua…

Senin, 11 Juni 2018 09:17

Cuti Bersama yang Dikeluhkan Pengusaha

ALFIN mengucap syukur. Kopi hitam diseruputnya dalam-dalam. Setelah puas, kedua sudut bibirnya ditarik…

Senin, 11 Juni 2018 09:15

Akselerasi Sektor Dagang dan Transportasi

TUNJANGAN Hari Raya menjadi tambahan penghasilan bagi masyarakat. Namun, di sisi lain, kebutuhan juga…

Senin, 11 Juni 2018 09:07

Membagi Waktu dan Berkah THR

OLEH: MUHAMMAD RIDHUAN(Wartawan Kaltim Post) LAPORAN utama kali ini sengaja kami kemas ringan. Biar…

Jumat, 08 Juni 2018 09:09

Menggantung Asa di Program Pusat

GAP antara si kaya raya dan miskin papa masih terbentang lebar. Kesenjangannya tak hanya tentang pendapatan,…

Jumat, 08 Juni 2018 09:05

Teliti Developer sebelum Membeli Rumah

NEGARA mengatur rakyatnya memiliki hak terhadap papan yang memadai, sebagaimana tertulis dalam UUD 1945.…

Jumat, 08 Juni 2018 09:03

TAK MUDAH..!! Rumah yang Bisa Dikredit dengan Harga Bersahabat

SEPTIANI (23), kini berumah tangga dengan Ivandi (23). Tidak hanya berdua, mereka kini memiliki putri…

Jumat, 08 Juni 2018 09:01

Warga Susah dapat Rumah, Reduksi dengan DP Nol Persen

MENDIRIKAN jutaan unit hunian tak serta-merta mengurangi kesenjangan kepemilikan rumah. Warga tetap…

Senin, 04 Juni 2018 21:10

DAI, DEMI PAMRIH KEPADA ILAHI

Tak ada kata istirahat dalam dakwah. Islam menyebar lewat perjuangan, yang kini dilanjutkan para dai.…

Senin, 04 Juni 2018 21:02

Jatuh Bangun Empat Dekade

SIANG itu, meski matahari sedang terik-teriknya, Hasyim masih saja sibuk dengan cangkul, kapak, serta…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .