MANAGED BY:
MINGGU
19 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SELISIK/LAPSUS

Senin, 04 Juni 2018 22:00
Siraman Rohani untuk Generasi Menunduk

PROKAL.CO, CATATAN: M RIDHUAN

SAYA termasuk generasi menunduk. Pada zaman digital saat ini, khususnya pekerja media, ponsel wajib on. Kalau kehabisan baterai, paniknya setengah memelas. Pinjam power bank. Enam jam sehari. Itu waktu yang saya habiskan untuk main handphone.

Dari proses merekam wawancara, menelepon, mengetik berita, ber-WhatsApp-an ria, membaca artikel terkait pemberitaan, membaca novel fantasi, push rank Mobile Legends, hingga memaku mata di Instagram. Lebih tinggi setengah jam dibandingkan riset rata-rata penggunaan ponsel orang Indonesia menurut Growth from Knowledge (GfK) pada 2016 lalu.

Di tengah aktivitas tersebut, kadang ada rasa haus mendapatkan peringatan. Sebab, kerap lalai menunaikan ibadah di tengah kesibukan bekerja. Untuk menghilangkannya, menonton video Ustaz Abdul Somad jadi alternatif. Saya suka dengan gaya ceramahnya. Lugas dan moderat. Dibingkai tanya jawab dengan kalimat mengundang tawa meski bukan dalam ranah bercanda. Tak perlu lagi nonton stand up comedy.

Dakwah semacam ini cocok bagi generasi menunduk. Lebih cepat dan tepat. Apalagi orang seperti saya ada banyak.

Pada 2017 lalu dirilis katadata.co.id, sedikitnya pengguna telepon seluler di negeri ini mencapai 371,4 juta pengguna atau 142 persen dari total populasi sebanyak 262 juta jiwa. Artinya, rata-rata setiap penduduk memakai 1,4 telepon seluler. Karena satu orang terkadang menggunakan 2–3 kartu telepon seluler. Sementara kaum urban Indonesia mencapai 55 persen dari total populasi. Dari data tersebut, pengguna internet ada 132,7 juta. Pengguna media sosial aktif 106 juta. Dan pengguna sosial media mobile aktif ada 92 juta.

Tinggal mencari cara agar dakwah itu bisa didengar atau ditonton. Kalau di media sosial, ya tinggal diviralkan.  Mungkin tak semua orang Islam suka dengan ceramah Abdul Somad. Namun, selain itu, banyak ustaz atau mubalig lain yang punya gaya dakwah sendiri. Baik dari Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, Hidayatullah, atau organisasi Islam lain yang banyak menelurkan dai.

Yang paling penting dakwah  era digital adalah mengurangi dampak negatif dunia itu sendiri. Semakin kekinian produk dunia maya, semakin banyak pengaruhnya pada degradasi moral dan agama. Jangan sampai ada lagi di Instagram tampak tiga gadis berjoget mengenakan mukena. Atau para jejaka tiba-tiba berjoget setelah bangkit dari sujud. Dilakukan di dalam masjid.

“Generasi macam apa ini. Serusaknya moral, setidaknya jangan main-main soal agama,” kata teman saya.

Mungkin, mereka belum pernah mendengar soal ayat Alquran. Yang melarang untuk bersenda gurau soal agama. Mungkin sudah mendengar, namun khilaf atau lupa. Karena seperti kebanyakan tren saat ini, ingin eksis di media sosial. Jadi viral dan diperbincangkan warga. Dari dunia maya hingga yang berwujud nyata. Memikirkan ini, berkuranglah emosi.

Bagi saya yang tak pernah hidup di lingkungan santri, soal agama lebih banyak belajar dari orangtua. Sisanya dari hasil mengaji ketika kecil dan banyak mendengar ceramah. Baik yang kopi darat atau yang online. “Intinya salatmu baik. Karena yang pertama ditanya itu perkara salat,” pesan orangtua, ketika melihat saya lalai. (*)


BACA JUGA

Kamis, 16 Agustus 2018 08:54

Mewaspadai Sisi Gelap Uang Digital

Oleh: Suharyono Soemarwoto, MM MENGGEMPARKAN! Itulah kata tepat menggambarkan kemajuan mata uang berbasis                                            …

Jumat, 10 Agustus 2018 08:57

Rita Pergi, Siapa Ganti Edi?

Tensi politik Kota Raja memanas. Edi Damansyah makin mulus mengisi kursi bupati yang ditinggalkan Rita…

Jumat, 10 Agustus 2018 08:54

Kasak-kusuk Golkar, Gerindra, dan PKS

TAK adanya larangan yang terang bagi kader partai politik untuk mengisi kekosongan jabatan wakil bupati…

Jumat, 10 Agustus 2018 08:33

Kesultanan Berharap Putra Daerah Jabat Bupati

KUTAI Kartanegara (Kukar) mencari pemimpin baru. Setelah putusan hukum Rita Widyasari inkrah, Edi Damansyah…

Jumat, 10 Agustus 2018 08:32

Parlemen Meminta Pendamping

JALUR perseorangan ternyata tak bebas dari aturan. Jika menang pilkada kemudian salah satunya (kepala…

Jumat, 10 Agustus 2018 08:27

Kutim Dua Kali Tak Pilih Wakil

KEKOSONGAN jabatan kepala daerah yang terjadi di Kutai Kartanegara (Kukar), sebenarnya sudah terjadi…

Jumat, 10 Agustus 2018 08:24

“Saya Belum Memikirkan”

DALAM hitungan hari setelah Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) nonaktif Rita Widyasari ditahan KPK dengan…

Rabu, 08 Agustus 2018 12:00

Target Sejuta Anak Divaksin

DINAS Kesehatan (Diskes) Kaltim mengaku tidak ingin berbicara soal halal atau tidaknya vaksin measles…

Rabu, 08 Agustus 2018 09:14

Label Halal Bikin Galau

Vaksin measles dan rubella (MR) mental. Belum mampu menembus urat nadi jutaan siswa sekolah dasar. Musababnya…

Rabu, 08 Agustus 2018 09:10

Boleh Imunisasi MR, asal…

SELEPAS salat Jumat (3/8), Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Kementerian Kesehatan akhirnya bertatap…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .