MANAGED BY:
SELASA
23 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

MASKULIN

Minggu, 03 Juni 2018 10:32
Membaca, Menulis, dan Berdiskusi
GALI WAWASAN: Para anggota Literasi Papadah Samarinda berkumpul. Mereka membawa buku kesukaan masing-masing, lalu mendiskusikan hal-hal terkait buku yang dibaca.

PROKAL.CO, SAAT melihat sebuah fenomena, seseorang dituntut bisa berpikir kritis untuk menganalisis atau mengevaluasi informasi. Namun, minat baca yang kurang membuat banyak orang jadi apatis. Membangun budaya kritis memang tidak cukup dengan membaca, Anda juga perlu menulis dan berdiskusi. Di Komunitas Literasi Papadah Samarinda, orang-orang yang mencintai literasi bergabung dan sering mengadakan kegiatan yang bisa membangun budaya kritis tersebut.

Menurut Ketua Literasi Papadah Mahmuddin Bashar, saat ini ada 25 anggota yang bergabung dari berbagai latar belakang. Di komunitas tersebut, para anggota sering berdiskusi, berbagi sudut pandang, dan mencari pemahaman baru agar wawasan semakin luas.

"Dengan membaca, lalu menulis, serta mendisuksikannya, kami akan lebih cepat menangkap atau memahami inti dari bacaan. Diskusi juga membuat kami menambah gambaran baru dari berbagai pemahaman yang datang dari orang lain," ucapnya.

Banyak topik yang kerap mereka didiskusikan, mulai tentang ekonomi, politik, dinamika sosial, filsafat, bahkan gosip ibu-ibu kompleks yang membicarakan kejadian di sekitar. Selama berdiri, mereka juga sering membedah dan mendiskusikan buku karya Jostein Gaarder dunia shopie, dunia anna, misteri soliter, juga karya Michel Foucault tentang kegilaan dan peradaban, order of things.

"Tidak hanya itu, kami juga sering mendiskusikan buku dari berbagai genre. Mengingat, di dalam komunitas ini masing-masing orang punya genre bacaan yang disukai dan pasti akan kami diskusikan," ujar pria 24 tahun itu.

Beberapa di antaranya adalah Sapiens and Homo Deus karya Yuval Noah Harari, The Selfish Gene karya Richard Dawkins, Guns, Germs, and Steel karya Jared Diamond, Bumi Manusia karya Pramoedya Ananta Toer, Madilog karya Tan Malaka, dan masih banyak lain lagi.

"Dengan banyak membaca kami jadi mendapat banyak pengetahuan, malah terkadang merasa pengetahuan yang dimiliki masih kurang. Namun, karena bertemu dengan orang yang punya hobi literasi, kami pun bisa bertukar materi, ide, dan pandangan," tegas dia.

Sebagian orang menganggap membaca sebagai hal kaku yang bersifat akademis, atau membaca hanya untuk orang-orang yang mempersiapkan diri menempuh pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, nyatanya tak begitu.

"Membaca itu penting, karena bisa menjadi senjata saat berdiskusi dengan orang lain. Apalagi, membaca, menulis, dan berdiskusi bisa dilakukan di mana pun dan kapan pun. Jadi enggak ada alasan untuk tidak melakukan itu," tutup Anggit, salah satu anggota Literasi Papadah. (*/lia/*/ni/k9)

loading...

BACA JUGA

Minggu, 21 Oktober 2018 06:49

Sukses Menyasar Konsumen Pria

MESKI terkesan cuek, rupanya tak sedikit dari pria memperhatikan model rambut yang kini tak kalah beragam…

Minggu, 21 Oktober 2018 06:43

Pelajaran dari Karyawan yang Berkhianat

WILLIAM Suhartono, tak hanya menceritakan awal mula merintis usaha. Pria 35 tahun itu juga tak sungkan…

Minggu, 14 Oktober 2018 11:02

Puaskan Dulu Karyawan, lalu Pelanggan

ASET terpenting dalam usaha adalah karyawan. Sebab, sekuat apapun tenaga pemilik, pasti tetap membutuhkan…

Minggu, 14 Oktober 2018 06:51

Tidak Dendam ketika Ditipu

TAHUN ini merupakan tahun keempat Moodzystore berdiri. Merintis bisnis dari nol hingga sekarang bukanlah…

Minggu, 07 Oktober 2018 10:35

Desain Kreatif dan Estetika

RUKO di Jalan Nahkoda Samarinda terlihat lengang. Matahari masih terik meski hari beranjak petang. Valencia…

Minggu, 07 Oktober 2018 10:33

Angkat Unsur Jawa

INSPIRASI bisa datang dari mana saja. Salah satunya keragaman budaya Indonesia. Valencia Tandy atau…

Minggu, 30 September 2018 11:54

Jogja, Aku Rindu

TIDAK salah jika Jogjakarta menjadi salah satu destinasi wisata paling memesona. Selalu ada tempat-tempat…

Minggu, 30 September 2018 11:51

Tak Mau Beri Janji Palsu

BROOKLYN Shoes Cleaning yang dibangun Sabrian Rachmawanto dan Mas Hana Wijayanto hadir dengan enam treatments,…

Minggu, 30 September 2018 06:40

Tak Mau Beri Janji Palsu

BROOKLYN Shoes Cleaning yang dibangun Sabrian Rachmawanto dan Mas Hana Wijayanto hadir dengan enam treatments,…

Minggu, 23 September 2018 07:15

Bak Film, Disney Land Jadi Saksi

2017 menjadi tahun yang panas bagi Adi Surya dan Putri Rachmadania. Dengan dana tabungan dari hasil…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .