MANAGED BY:
JUMAT
22 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

MASKULIN

Minggu, 03 Juni 2018 10:32
Membaca, Menulis, dan Berdiskusi
GALI WAWASAN: Para anggota Literasi Papadah Samarinda berkumpul. Mereka membawa buku kesukaan masing-masing, lalu mendiskusikan hal-hal terkait buku yang dibaca.

PROKAL.CO, SAAT melihat sebuah fenomena, seseorang dituntut bisa berpikir kritis untuk menganalisis atau mengevaluasi informasi. Namun, minat baca yang kurang membuat banyak orang jadi apatis. Membangun budaya kritis memang tidak cukup dengan membaca, Anda juga perlu menulis dan berdiskusi. Di Komunitas Literasi Papadah Samarinda, orang-orang yang mencintai literasi bergabung dan sering mengadakan kegiatan yang bisa membangun budaya kritis tersebut.

Menurut Ketua Literasi Papadah Mahmuddin Bashar, saat ini ada 25 anggota yang bergabung dari berbagai latar belakang. Di komunitas tersebut, para anggota sering berdiskusi, berbagi sudut pandang, dan mencari pemahaman baru agar wawasan semakin luas.

"Dengan membaca, lalu menulis, serta mendisuksikannya, kami akan lebih cepat menangkap atau memahami inti dari bacaan. Diskusi juga membuat kami menambah gambaran baru dari berbagai pemahaman yang datang dari orang lain," ucapnya.

Banyak topik yang kerap mereka didiskusikan, mulai tentang ekonomi, politik, dinamika sosial, filsafat, bahkan gosip ibu-ibu kompleks yang membicarakan kejadian di sekitar. Selama berdiri, mereka juga sering membedah dan mendiskusikan buku karya Jostein Gaarder dunia shopie, dunia anna, misteri soliter, juga karya Michel Foucault tentang kegilaan dan peradaban, order of things.

"Tidak hanya itu, kami juga sering mendiskusikan buku dari berbagai genre. Mengingat, di dalam komunitas ini masing-masing orang punya genre bacaan yang disukai dan pasti akan kami diskusikan," ujar pria 24 tahun itu.

Beberapa di antaranya adalah Sapiens and Homo Deus karya Yuval Noah Harari, The Selfish Gene karya Richard Dawkins, Guns, Germs, and Steel karya Jared Diamond, Bumi Manusia karya Pramoedya Ananta Toer, Madilog karya Tan Malaka, dan masih banyak lain lagi.

"Dengan banyak membaca kami jadi mendapat banyak pengetahuan, malah terkadang merasa pengetahuan yang dimiliki masih kurang. Namun, karena bertemu dengan orang yang punya hobi literasi, kami pun bisa bertukar materi, ide, dan pandangan," tegas dia.

Sebagian orang menganggap membaca sebagai hal kaku yang bersifat akademis, atau membaca hanya untuk orang-orang yang mempersiapkan diri menempuh pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, nyatanya tak begitu.

"Membaca itu penting, karena bisa menjadi senjata saat berdiskusi dengan orang lain. Apalagi, membaca, menulis, dan berdiskusi bisa dilakukan di mana pun dan kapan pun. Jadi enggak ada alasan untuk tidak melakukan itu," tutup Anggit, salah satu anggota Literasi Papadah. (*/lia/*/ni/k9)

loading...

BACA JUGA

Minggu, 17 Juni 2018 00:46

Waspada Kolesterol Pasca Lebaran

JAKARTA – Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FK UI) Ari Fahrial Syam mengimbau agar…

Sabtu, 16 Juni 2018 13:16

Gini Loh, Supaya Ngga Ngantuk Abis Begadang Nonton Piala Dunia

Pertandingan Piala Dunia 2018 malam ini tentu menjadi keseruan tersendiri bagi Anda yang gemar olahraga…

Minggu, 10 Juni 2018 12:22

Serunya Fotografi Jalanan

DUNIA fotografi sudah semakin berkembang pesat di zaman yang serbacanggih saat ini. Tidak hanya menggunakan…

Minggu, 10 Juni 2018 12:19
Kisah Kautsar si Pencinta Kura-Kura

Dari Hobi Jadi Bisnis

SEJAK 2012 Kautsar Eka Wardhana mulai mengoleksi kura-kura. Sebab, dia memang menyukai hewan bercangkang…

Minggu, 10 Juni 2018 12:18

Begini Cara Tepat Merawat Kura-Kura Air

MEMELIHARA sekaligus berternak kura-kura memerlukan perawatan yang tepat. Menurut Kautsar Eka Wardhana,…

Minggu, 10 Juni 2018 12:17

Pelihara Ratusan Kura-Kura, Digigit Sampai Berdarah

MEMELIHARA kura-kura merupakan hal yang menyenangkan bagi Kautsar Eka Wardhana. Sejak 2012, pria yang…

Minggu, 10 Juni 2018 05:29

Lapangan Pekerjaan untuk Masyarakat Bayur

SHEILA Achmad memilih bekerja di lapangan daripada memerhatikan usaha yang dikelolanya di balik meja.…

Minggu, 03 Juni 2018 10:40

Desain Pakaian, Dipesan Hingga Luar Daerah

DENGAN tatapan serius, tangan Muhammad Gusti Fahrizal mengayunkan pena. Garis demi garis tercoret pada…

Minggu, 03 Juni 2018 10:39

Desainer Serba Bisa

PENDIDIKAN tinggi tak membuat Muhammad Gusti Fahrizal tergiur untuk jadi pegawai. Padahal orangtua menginginkannya…

Minggu, 03 Juni 2018 10:33

Rumah Literasi Wadah Berbagi Informasi

SEJAK 2016 membangun komunitas Literasi Papadah, Mahmuddin Bashar dan kawan-kawannya mendapatkan beragam…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .