MANAGED BY:
RABU
20 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

KOLOM DAHLAN ISKAN

Minggu, 03 Juni 2018 07:37
Akal Sehat Kereta Cepat

PROKAL.CO, OLEH: DAHLAN ISKAN

AKHIRNYA akal sehat yang menang: Mahathir Muhamad membatalkan proyek kereta cepat Kuala Lumpur ke Singapura. Itu akan membuat Malaysia hemat 36 miliar dolar. Mahathir bilang: kita perlu hindarkan negara dari kebangkrutan.

Apakah proyek itu tidak penting?

Penting. Tapi tidak sangat penting. Penting mana: proyek itu atau mengendalikan utang? Bergantung jenis utang, tenor, dan tingkat bunga. Yang lebih penting lagi dibandingkan dengan tingkat kemampuan mengembalikannya. Atau besarnya beban pada anggaran negara.

Dilihat dari posisi utang Malaysia saat ini: gak usah Mahathir; saya pun akan membatalkannya.

Apalagi dalam kondisi seperti ini. Para ekonom Amerika pun sudah mengingatkan. Kondisi saat ini sangat mengkhawatirkan. Khususnya bagi negara-negara seperti Indonesia, Malaysia, India, dan Thailand. Yang beban utangnya sangat besar.

Kekhawatiran itu menjadi wat-menggawat karena tidak ada yang bisa menyetop penguatan dolar. Saat ini. Dan masih akan terus begitu.

Ekonom belum sepakat mengapa ekonomi Amerika begitu menguat. Presiden Trump menepuk dada: hasil kinerjanya. Terutama berkat pemotongan pajaknya. Yang drastis itu. Dari 31 persen ke 21 persen. Juga, berkat kebijakan imigrasinya. Yang sangat ketat. Pengangguran menjadi turun drastis. Tinggal 4 persen. Terendah sepanjang sejarah Amerika.

Yang anti-Trump bilang: tidak mungkin. Trump belum lama jadi presiden. Ekonomi itu tidak bisa dibuat baik mendadak. Tidak seperti bikin burrito. Makan waktu. Kondisi baik ini, kata mereka, hasil konsolidasi yang dilakukan Obama.

Biarlah para ahli yang membahasnya. Yang jelas dampaknya pada ekonomi negara berkembang sangat mengkhawatirkan: bisa membuat krisis lagi.

Bagi Malaysia, pembatalan proyek besar itu sangat rasional. Dalam kondisi seperti ini langkah penyelamatan yang diutamakan. Ibarat lagi kehilangan angin, layang-layangnya harus ditarik dulu. Bukan malah benangnya terus ditambah.

Utang Malaysia mencapai 1 triliun ringgit. Kalau dirupiahkan sekitar 3.200 triliun. Itu mencapai 65 persen GDP. Hanya sedikit di bawah utang Indonesia yang hampir 4.000 triliun (30 persen dari GDP).

Singapura tentu marah. Bisa-bisa mengenakan denda 500 juta dolar. Seperti tertulis dalam kontrak. Tapi putusan Mahathir sudah final. Proyek 350 km ini memakan biaya 110 miliar ringgit.

Tiongkok, sebagai yang punya proyek, tentu juga marah. Tapi Mahathir punya penasihat hebat: Robert Kuok. Raja gula dunia. Pemilik hotel-hotel Shangrila. Yang sangat dekat dengan Beijing. Umurnya tidak jauh dari Mahathir.

Singapura harusnya paham. Beban Malaysia terlalu berat. Ibarat harus main sepak bola, kakinya dibebani besi.

Singapura tidak punya beban itu. Ekonominya juga lagi baik. Tiongkok juga tidak punya beban. Saya yakin, Singapura akan mengerti. Tiongkok akan mengerti.

Tentu Singapura tidak akan berpikir bahwa ini balas dendam. Akibat kejengkelan Mahathir masa lalu. Yang punya keinginan membangun jembatan antar dua negara. Sebagai pengganti coastway bey yang harus dibongkar. Yang ditolak Singapura.

Negara seperti Turki pun saat ini lagi pusing. Mata uangnya, lira, merosot 20 persen. Setahun terakhir. Padahal bulan depan pemilu.

Malaysia sudah membuktikan pernah menjadi negara yang lolos krisis. Pada masa jatuhnya Pak Harto. Kini Malaysia lagi menarik benang untuk menghadapi angin yang kian hilang.

Bagi Malaysia sebenarnya masih punya beberapa kelebihan. Dibanding tetangganya: negerinya Via Vallen. Produksi minyaknya hampir sama dengan Indonesia. Di sekitar 700 ribu barel per hari. Itu cukup untuk pengadaan BBM dalam negerinya. Yang jumlah mobilnya hanya 18 juta.

Sedang di negerinya Via Vallen jumlah mobilnya 70 juta. Berarti perlu menambah terus impor BBM.

Di saat harga minyak mentah yang sudah mencapai 80 dolar/barel impor BBM itu akan menyiksa.

Mumpung bulan puasa, mari kita tambahkan doa. Agar pikiran sehat juga dipakai bersama-sama. (dis/dwi/k8)

loading...

BACA JUGA

Selasa, 19 Juni 2018 08:38

Karena Orang Gemuk Lemaknya Putih

OLEH: DAHLAN ISKAN SEJUMLAH lalat dimasukkan dalam kotak percobaan. Suhu dalam kotak itu 40 derajat…

Senin, 18 Juni 2018 07:47

e-Money Tiga Izin

OLEH: DAHLAN ISKAN SESEORANG kirim video ke saya: makan di kaki lima dengan bayar pakai handphone. “Sudah…

Selasa, 12 Juni 2018 08:56

Masjid di Depok-nya Dallas

OLEH: DAHLAN ISKAN SAYA sengaja tidak bermalam di Dallas. Sudah sering. Cari tempat parkirnya sulit.…

Sabtu, 09 Juni 2018 01:52

Menjadi Aneh di Hussainiah

KAMI masih nyamil saat sang imam maju ke tempatnya. Ada 20-an orang di dalam masjid Syiah di San Antonio,…

Rabu, 06 Juni 2018 12:56

Ke Mana Anwar Ibrahim?

OLEH: DAHLAN ISKAN EJEK-mengejek mulai terjadi di Malaysia. Saat reformasi baru akan berumur satu bulan.…

Senin, 04 Juni 2018 08:43

Silaturahmi Lintas Negara di Masjid Laredo

OLEH: DAHLAN ISKAN SAYA datang terlalu awal. Pukul delapan malam. Matahari masih bersinar perkasa. Pintu…

Sabtu, 02 Juni 2018 01:50

Hotel Sapi

COWBOY  hilang karena sapi. Sapi hilang karena kereta api. Cowboy dan sapi ketemu lagi: di dekat…

Jumat, 01 Juni 2018 08:16

Putri Zainah, Mantan Istri yang Selamat

Bagaimana kasus 1Malaysia Development Berhad (1MDB) yang mengguncang Malaysia itu berawal? Yang membuat…

Kamis, 31 Mei 2018 09:13

Rosmah setelah Tinggalkan Penyiar TV (1)

OLEH: DAHLAN ISKAN INI adegan pertama. Bintang utamanya dua; Xavier dan Clare. Dua nama yang minggu…

Senin, 28 Mei 2018 09:19

Insyaallah Aku Lilo, Madrid

CATATAN: DAHLAN ISKAN SAYA lemes saat nulis ini. Bahkan sudah lemes sejak menit ke-30-an final Liga…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .