MANAGED BY:
SABTU
25 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

MASKULIN

Minggu, 03 Juni 2018 06:05
Desain Pakaian, Dipesan hingga Luar Daerah
AUTODIDAK: Kemampuan Muhammad Gusti Fahrizal mendesain pakaian didapat secara autodidak. Saat ada inspirasi desain datang, dia langsung menggambar di mana saja berada.

PROKAL.CO, DENGAN tatapan serius, tangan Muhammad Gusti Fahrizal mengayunkan pena. Garis demi garis tercoret pada secarik kertas. Tampak sebuah gambar desain gaun terpampang. Gaun tersebut adalah pesanan pelanggannya.

Laki-laki yang akrab disapa Rizal tersebut mengatakan, kemampuan desain baju didapatkan secara autodidak yang dilatihnya sejak 2001. Sebab, Rizal sangat menyukai karikatur dan anime. Sehingga, tokoh-tokoh anime sangat menginspirasinya dalam menghasilkan karya.

“Ide itu bisa muncul tiba-tiba dan di mana saja. Jadi, saat saya ada ide untuk membuat desain baju, langsung saya gambar. Kalau ditunda-tunda, idenya bisa hilang dan lupa,” tutur Rizal saat ditemui di sebuah kafe di Samarinda, Selasa (22/5).

Awal mula berkarier sebagai desainer, tidak langsung mendapat pesanan dari pelanggan. Bahkan, dalam sebulan belum tentu ada pesanan. Pada 2005 barulah karya Rizal mulai dilirik. Karena Rizal bekerja sebagai pelatih model catwalk, Rizal pun mempromosikan desain gaunnya melalui ajang-ajang lomba yang diikuti muridnya.

“Jadi pada event­ lomba catwalk, modelnya memakai desain dari saya. Kemudian saya posting di media sosial semua karya saya. Dari situ orang mulai tertarik,” tutur putra ketiga dari empat bersaudara pasangan Gusti Muhammad Tajuddin Noor dan Fatmawati tersebut.

Kini, lanjut Rizal, pesanan baju setiap minggu pasti ada. Minimal 2-3 baju per minggu. Harga yang ditawarkan standar, bergantung bahan yang digunakan. Harga paling murah mulai Rp 1 juta. Sedangkan paling mahal sekitar Rp 5 juta.

“Rata-rata harga baju yang dipesan kisaran Rp 3 juta,” ujar laki-laki kelahiran Samarinda, 16 Desember 1983 tersebut.

Dia mengatakan, pesanan baju yang dibutanya biasanya untuk keperluan lomba fashion show dan ibu-ibu sosialita. Pesanan tak hanya datang dari Samarinda, ada pula dari Tenggarong, Balikpapan dan area Kaltim lainnya. Bahkan, ada pula pesanan yang datang dari luar pulau, yakni Jawa dan Bali.

“Target ke depan, ingin fokus usaha butik dengan lisensi brand Rizal Fashion. Jadi semua pakaian yang ada dalam butik itu lengkap, mulai baju casual, syari, glamour dan gaun berlabel Rizal Fashion,” ujar dia.

Bertahun-tahun menjadi desainer membuat Rizal menemukan beragam karakter pelanggan. Ada pelanggan sabar hingga yang cerewet. Namun Rizal tetap bertekad memuaskan semua pelanggannya.

“Cara memuaskan pelanggan dengan mengikuti seleranya. Kemudian saya berikan saran, desain yang cocok untuk pelanggan. Terkadang, orang bisa salah dalam memilih busana yang cantik. Biasanya, pelanggan menerima saran yang saya kasih. Intinya harus buat pelanggan nyaman,” tutur Rizal.

Komplain dari pelanggan pun pernah didapatkan dari pelanggan. Dia mengatakan, paling menyebalkan adalah ketika gaun yang dibuat telah selesai, tiba-tiba pelanggan minta perubahan. Meski sedikit, perubahan desain tidaklah mudah. (*/yuv/*/ni/k18)


BACA JUGA

Senin, 22 Oktober 2012 10:16

Mitra Teras Mantap di Puncak

<div> <div> <strong>BALIKPAPAN</strong> &ndash; Kesebelasan Mitra Teras…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*