MANAGED BY:
RABU
19 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

KOLOM DAHLAN ISKAN

Sabtu, 02 Juni 2018 01:50
Hotel Sapi

Oleh: Dahlan Iskan

Dahlan Iskan

PROKAL.CO, COWBOY  hilang karena sapi. Sapi hilang karena kereta api. Cowboy dan sapi ketemu lagi: di dekat rel kereta api. Tidak jauh dari Dodge City. Kota kecil di pedalaman Kansas. Yang sejak lama bergelar “ibu kotanya” Cowboy Amerika.
Jumat minggu lalu saya ke situ: melihat model peternakan pasca-cowboy.

Luar biasa. Ada 40 ribu ekor sapi di satu peternakan. Jumlah itu sengaja diputuskan segitu. Untuk mencapai skala yang paling ekonomis.

Ketika menulis “40 ribu ekor” ini saya tersenyum sendiri. Ingin tahu bagaimana Google menerjemahkannya ke dalam bahasa Inggris.

Satuan sapi di Amerika bukan disebut “ekor” tapi “kepala”. Tapi saya tidak mungkin menulis–demi Google–“40 ribu kepala” sapi di peternakan ini.

Pembaca akan mengira yang ada di peternakan itu hanya kepalanya...

Lahan peternakan itu dipetak-petak. Ada pagar kayu sebagai penandanya. Pagarnya pendek saja. Sekadar tidak bisa diloncati sapi.

Tidak ada kesan modern. Atau mewah. Pagar kayunya juga tidak rapi. Pemetaannya juga tidak harus lurus. Fungsional saja.

Luas petak tidak sama. Disesuaikan dengan jumlah sapi di dalamnya. Jumlah itu didasarkan pada umur dan jenisnya. Bukan didasarkan mana penggemar Liverpool dan mana penggila Real Madrid.

Sapi jenis angus, misalnya, tidak dicampur dengan sapi limousin. Atau sapi Texas. Dari sekitar 250 jenis sapi di dunia hanya 16 jenis yang umum diternakkan di Amerika.

Begitu besarnya peternakan ini, untuk mengelilinginya harus pakai mobil. Saya diantar oleh David. Manajer di situ. Sambil ngobrol tentang peternakan ini. Pertanyaan saya, dia jawab. Padahal ini peternakan swasta.

Beberapa jawaban lagi dia kemukakan di kantornya. Sambil minta saya melihat ke layar komputer. Ada denah. Ada angka. Ada nama di layar itu.

Saya juga diantar meninjau pabrik makanan ternaknya. Di sebelah kandang. Juga ke gudang bahan baku. Ada 10 jenis bahan baku di gudang itu. Yang akan dicampur di pabrik: jagung, jerami, gandum, oat, sorgum, alfalfa, dan lainnya. Hari itu saya juga mengunjungi persawahan alfalfa. Akan saya ceritakan tersendiri.

Apakah dicampur “obat” penggemuk? “Tidak sama sekali,” kata David. Makanan sapinya murni dari tumbuhan dan biji-bijian. Ini sesuai standar daging sapi di peternakan itu.

Adonan itu mereka sendiri yang menentukan. Disesuaikan dengan tingkat pertumbuhan sapi. Saya lihat truk-truk raksasa masuk ke gudang itu. Membawa bahan baku.

Yang saya kaget: sapi itu bukan milik peternakan. ''Kami hanya mengelola,'' kata David. ''Sapi-sapi itu milik peternak. Yang dititipkan di sini,'' katanya.

Tugas peternakan itu sudah tertulis dalam kontrak: memberi makan dua kali sehari. Jamnya sudah ditentukan.
Cara makannya biasa. Di luar pagar itu disediakan tempat makan. Seperti talang memanjang. Sapi tinggal menjulurkan kepalanya lewat sela-sela pagar.

Kalau sapinya sakit, perusahaan mengobatinya. Kalau sudah waktunya dijual, David menghubungi pemiliknya.

Pembeli sudah tahu: tanggal berapa ada sapi berapa siap dijual.

Peternakan tidak bertugas menjual. ''Kami hanya membantu informasi,'' ujar David. ''Ini ada yang mau membeli dengan harga sekian. Mau nggak? '' katanya.

Pembelinya adalah perusahaan pengepakan daging. Tidak di bawah naungan peternakan ini.

Biasanya peternak setuju saja. Peternakan sudah membantu mencarikan harga terbaik. Tanpa memungut komisi.

Bahkan, kata David, peternakan sangat minim menarik biaya. Agar peternaknya yang lebih senang. Lantas terus memercayainya.

Bagaimana kalau ada sapi yang mati? ''Itu risiko pemilik sapi,'' kata David. ''Tapi kan ada asuransi,'' tambahnya. Yang penting, peternakan sudah menjalankan proses yang benar.

Saya sudah lama mendengar praktik peternakan seperti ini. Begitulah idenya mengapa enam tahun lalu saya lontarkan ini: perlunya peternakan kolektif.
Tidak ekonomis lagi setiap rumah memelihara satu atau dua ekor sapi. Tapi baru sekarang ini saya melihatnya langsung.

Peternakan model ini banyak sekali di Amerika. Sejak peternak tidak bisa lagi melepaskan sapi di padang prairi, padang rumput yang amat luas.

Rel kereta api membelah prairi itu. Di sebelah peternakan ini. Lalu manusia ikut menjarah padang prairi. Dibuatlah jalan-jalan. Prairi terkotak-kotak. Selesailah era Cowboy.

Untuk memelihara 40 ribu ekor sapi ini hanya diperlukan 40 karyawan. Sebagian besar di bagian Cowboy.

Maksudnya: pengantar makanan. Pakai kendaraan. Bukan kuda. Boleh pakai topi Cowboy. Boleh juga seperti David itu: topi nonton bola.

Yang jelas tidak ada yang bawa pistol. Kecuali yang dia simpan di dalam celananya... (dis/dwi/k8)


BACA JUGA

Selasa, 18 September 2018 08:41

Hukuman Baru yang Dicepatkan

OLEH: DAHLAN ISKAN TRUMP meneruskan hukuman untuk Tiongkok. Bahkan meningkatkannya. Dan mempercepatnya…

Senin, 17 September 2018 09:09

Bank Century Lagi Hidup dan Mati

OLEH: DAHLAN ISKAN KASUS Bank Century hidup lagi. Mati lagi. Di luar negeri. Lebih tepatnya akan hidup-mati…

Minggu, 16 September 2018 10:05

Cari Resep yang Begitu Mahalnya

OLEH: DAHLAN ISKAN KE Amerika Serikat kali ini saya tidak khawatir lagi. Saya bawa obat. Jumlahnya cukup.…

Minggu, 09 September 2018 09:15

Forest City nan Kapan-Kapan

OLEH: DAHLAN ISKAN ADA reklamasi. Ada kontroversi. Reklamasinya sangat besar. Persoalan yang muncul…

Sabtu, 08 September 2018 07:09

Selalu Malas Bermain Catur

SAYA selalu malas. Kalau diajak John Mohn main catur. Di rumahnya. Di Hays, Kansas. Penyebabnya: saya…

Sabtu, 08 September 2018 07:09

Selalu Malas Bermain Catur

SAYA selalu malas. Kalau diajak John Mohn main catur. Di rumahnya. Di Hays, Kansas. Penyebabnya: saya…

Kamis, 06 September 2018 08:45

Jalan 150 untuk Tahun Ke-115

Oleh: Dahlan Iskan SAYA lupa. Ini kan ulang tahun ke-115 Harley-Davidson. Makanya kok banyak touring.…

Sabtu, 01 September 2018 02:10

Kalung dan Sepatu di Depan Pintu

INI lagi musim panas di Tiongkok. Tapi saya kedinginan. Di atas ketinggian 4.200 meter ini. Di pegunungan…

Kamis, 30 Agustus 2018 09:31

Dari Seminar Seks Berbuntut Suaka

OLEH: DAHLAN ISKAN PARA peserta seminar itu kini diadili. Di kota “Sex of the City”: Pattaya.…

Minggu, 26 Agustus 2018 07:51

Mode Pramugari Anda yang Jadi Juri

OLEH: DAHLAN ISKAN SAYA tertarik ini: foto-foto pramugari maskapai Garuda Indonesia. Dari masa ke masa.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .