MANAGED BY:
RABU
19 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

KOLOM DAHLAN ISKAN

Jumat, 01 Juni 2018 08:16
Putri Zainah, Mantan Istri yang Selamat

Rosmah setelah Tinggalkan Penyiar TV (2-Habis)

PROKAL.CO, Bagaimana kasus 1Malaysia Development Berhad (1MDB) yang mengguncang Malaysia itu berawal? Yang membuat sang mantan perdana menteri, Najib Razak, kini menjadi pesakitan? Berikut lanjutan adegannya.

OLEH: DAHLAN ISKAN

MULAINYA 2009. Saat Najib menjadi perdana menteri. Dia ambil alih perusahaan milik negara bagian Selangor. Agar menjadi perusahaan pusat/federal/BUMN. Dengan misi menjadi seperti Temasek-nya Singapura. Nama perusahaan itu pun diubah. Menjadi 1Malaysia Development Berhad. Disingkat 1MDB. 1MDB menjadi holding company. Melahirkan anak-anak perusahaan. Dan cucu-cucu perusahaan. Baik yang dimiliki sendiri maupun yang hasil kerja sama dengan pihak lain. 
Najib menjadi chairman-nya. Dan juga ketua dewan penasihatnya.

Bidang usaha yang ditangani 1MDB luas sekali; energi, real estate, industrial estate, pariwisata, dan banyak lagi. 
Di bidang real estate, 1MDB membangun distrik bisnis baru; satu kawasan 70 hektare di Kuala Lumpur. Gedung-gedung pencakar langit, pusat-pusat bank, lembaga keuangan, perdagangan akan menempatinya.

Di bidang energi akan menjadi pemasok batu bara utama semua pembangkit listrik. Juga akan mengambil alih pembangkit listrik di Dam Bakun Serawak. Di bidang energi ini banyak benturan. Ada aturan yang tidak bisa dilanggar, pasokan batu bara itu sudah terikat kontrak dengan grup Khasanah. Yang dulu dibentuk oleh Mahathir. Saat Mahathir perdana menteri. 

Mengapa Najib mendirikan 1MDB? Mengapa tidak menugaskan Khasanah saja? Inilah menariknya; Khasanah adalah Mahathir. Sejarah Mahathir. Najib ingin menorehkan sejarahnya sendiri. 1MDB adalah sejarah Najib. Tidak dia sangka jadi sejarah yang kelam.

     *

Maka saya munculkan bintang di adegan berikut ini. Adegan yang lebih dramatik. Catat baik-baik nama bintangnya, Riza Aziz, Jho Low, dan Tareq Obaid.

Riza Aziz adalah anak Rosmah dari suami pertama. Sekolahnya di London School of Economic. Semula bekerja di kantor akuntan terkemuka dunia, KPMG. Lalu pindah ke Bank HSBC. Dua-duanya di London. Sepuluh tahun Riza berkarier di situ. Matang sekali. Sampai datanglah krisis moneter 2008. Riza meninggalkan HSBC.

Jho Low adalah anak pengusaha keuangan. Lahir di George Town, Pulau Penang, Malaysia. Sekolahnya di Harrow, London. Sekolah unggulan. Di London inilah kenal Riza. Lalu melanjutkan kuliah di Wharton Business School di Pennsylvania, kampusnya tokoh-tokoh cerdas Amerika. Termasuk Hillary Clinton. Dan anak Robert Lai, teman saya. Jho Low pandai bahasa Inggris, Melayu, Mandarin, Fujian, Canton dan Tiuchu. Lalu mendirikan perusahaan keuangan di Hong Kong. Dan Malaysia. Dan Singapura. Dan Abu Dhabi. Dan Kuwait. Dan Amerika.

Tareq Obaid adalah pendiri dan pemilik perusahaan minyak PetroSaudi International SA. Meski namanya PetroSaudi–dan pakai SA–ini bukan perusahaan Saudi Arabia. PetroSaudi adalah perusahaan Cayman Island. Tidak ada dalam peta. Terlalu kecil pulaunya. Tidak kelihatan. Tapi negara ini eksis. Sangat menonjol. Dan kaya.

Letaknya di lautan Karibia. Penduduknya 60 ribu orang. Kepala negaranya Anwar Choudhury. Status negaranya di bawah protektorat Inggris. Negara ini makmurnya bukan main. Pendapatan per kapitanya 58 ribu USD. Kita cuma sekitar 4 ribu USD. Negara ini bebas pajak. Tidak mengenal pajak pendapatan, pajak perusahaan, dan pajak apapun. Inilah surga bagi yang ingin menghindari pajak. Tax heaven. Dari 50 bank terbesar di dunia hanya 10 yang tidak punya cabang di Cayman. Bisnis banknya nomor lima terbesar di dunia.

PetroSaudi adalah satu dari puluhan ribu perusahaan yang didirikan di sini. “Di sini” itu tidak harus ke sana. Bisa diwakili notaris di Hong Kong, Singapura, Inggris, Dubai, dan banyak lagi. 

Kantor pusat PetroSaudi sendiri bukan di Cayman. Tapi di Geneva, Swiss. Xavier berkantor di Geneva. Saat masih menjadi eksekutif di PetroSaudi.

     *

Tareq Obaid ahli dalam bidang penghindaran pajak ini. Jho Low juga ahli. Riza juga ahli. Tiga ahli bekerja sama; menolong Malaysia. Atau mengobjekkan Malaysia. Atau menggerogoti Malaysia. Terserah dari kacamata yang mana. Intinya, 1MDB ber-joint venture dengan PetroSaudi. Bikin perusahaan bersama. Juga di Cayman. Proyeknya di Venezuela, Saudi, Turkistan dan banyak lagi. 1MDB dapat saham 40 persen. PetroSaudi 60 persen. Untuk itu, 1MDB harus setor modal 1 miliar dolar. Atau sekitar Rp 14 triliun.

Uang dikirim. Dari bank central Malaysia. Tanpa dokumen pendukung yang lengkap. Pun bisnisnya. Perencanaan bisnis di anak-anak perusahaan itu dibuat dengan canggihnya. Maksudnya, dengan ruwetnya. Siapa membeli apa, dengan dokumen apa, dengan cara bagaimana, dikonter dengan jaminan apa, dibayar dengan bond apa, dikembalikan dengan saham apa, dihitung bagaimana.... pokoknya seruwet KTP-el.

Seandainya saya CEO 1MDB–dengan tingkat tik-tak seperti itu–mungkin sudah kena aorta dissection dulu-dulu. 
Intinya ada uang masuk ke rekening Najib. Melalui rekening Jho Low. Digunakan untuk apa terserah Najib. 

Tapi Najib bilang, uang itu dari seorang pangeran di Saudi. Pinjaman. Sudah dikembalikan. Itu hanya sebagian uang dari yang 1MDB. Yang sudah keluar. Selebihnya ke mana? Tentu ke perusahaan-perusahaan itu. Yang di bawah kendali Tareq. Atau yang di bawah kendali Jho Low. Atau yang di bawah kendali Riza.

Dan, karena status perusahaan itu adalah perusahaan Cayman maka habislah, bagaimana cara menuntutnya? Tidak ada pengadilan di Cayman. Tidak ada jaksa. Atau polisi. Yang bisa menjangkau jenis perusahaan off shore seperti itu.

Di samping kehilangan uang, 1MDB juga masih tertimpa tangga baja, harus membayar utang atau komitmen atau penjaminan. Pokoknya kita doakan Pak Mahathir, yang sudah 93 tahun, tidak mendadak kena aorta dissection.

Tareq tidak akan kena serangan jantung. Dia baru saja diberitakan liburan dengan kapal pesiar. Hura-hura. Pesta. Dengan para selebriti. Jho Low, si tukang bayar berlian dan tas Rosmah itu juga tidak akan kena serangan jantung. Umurnya masih 35 tahun. Bisa sembunyi di Hong Kong. Kapal pesiar mewah yang dia beli mungkin memang akan hilang. Pengadilan Amerika sudah memerintahkan untuk disita. Kapal itu posisinya lagi sandar di Bali. Polisi Indonesia ketimpa kesibukannya.

     *

Riza mungkin tidak bisa lagi banyak berharap perlindungan dari ibu kandungnya, Rosmah. Apalagi dari bapak tirinya, Najib Razak. Pasangan ini lagi sibuk menghadapi KPK. Tapi, setidaknya, Riza sudah pernah masuk “surga”. Saat dia mendirikan perusahaan film di Hollywood; Red Granit Picture. Yang telah memproduksi sekitar 10 film. Seperti, Dumb and Dumber To yang laris sekali. Atau Wolf of Wall Street yang meraih lima nominasi Oscar. Yang dibintangi Leonardo DiCaprio. Yang justru dilarang beredar di Malaysia.

Riza juga pernah di “surga” kondominiumnya di New York. Atau di rumah “surga”-nya di Hollywood.  Baru sekarang ini mungkin Riza menuju “neraka”; semua “surga” tadi dibiayai dengan uang dari 1MDB. Yang tentu akan diusut alirannya.

     *

Yang selamat adalah Putri Zainah. Dialah istri pertama Najib Razak. Yang hanya sampai 10 tahun mendampinginya. Sampai punya anak tiga. Hanya sampai mengantar Najib menjadi menteri besar negara bagian Pahang. Setingkat gubernur di Indonesia.

Karier politik Najib terus melejit. Dia diangkat menjadi menteri. Dia harus pindah ke ibu kota, Kuala Lumpur. Dan tidak pernah pulang lagi. Menceraikan istrinya dari jarak jauh. Tanpa–kata Zainah–pernah bertengkar. Zainah mencoba mempertahankan perkawinannya. Tapi hati Najib sudah di dalam Rosmah. Dalam sekali. Dan Rosmah juga sudah mau meninggalkan suaminya. Seorang penyiar TV Malaysia. Yang gajinya tentu tidak seberapa. (far/k8)


BACA JUGA

Selasa, 18 September 2018 08:41

Hukuman Baru yang Dicepatkan

OLEH: DAHLAN ISKAN TRUMP meneruskan hukuman untuk Tiongkok. Bahkan meningkatkannya. Dan mempercepatnya…

Senin, 17 September 2018 09:09

Bank Century Lagi Hidup dan Mati

OLEH: DAHLAN ISKAN KASUS Bank Century hidup lagi. Mati lagi. Di luar negeri. Lebih tepatnya akan hidup-mati…

Minggu, 16 September 2018 10:05

Cari Resep yang Begitu Mahalnya

OLEH: DAHLAN ISKAN KE Amerika Serikat kali ini saya tidak khawatir lagi. Saya bawa obat. Jumlahnya cukup.…

Sabtu, 15 September 2018 01:55

Nio di Langit Biru yang Nio

Namanya: Nio. Tugasnya: mengalahkan Tesla. Itulah ambisi Li Bin. Atau William Li. Atau Elon Musk-nya…

Selasa, 11 September 2018 08:43

Terus ke Timur Mengejar Matahari

OLEH: DAHLAN ISKAN AYOLAH kita mulai. Kata saya. Pada empat orang yang ada di masjid itu. Saya bisa…

Minggu, 09 September 2018 09:15

Forest City nan Kapan-Kapan

OLEH: DAHLAN ISKAN ADA reklamasi. Ada kontroversi. Reklamasinya sangat besar. Persoalan yang muncul…

Sabtu, 08 September 2018 07:09

Selalu Malas Bermain Catur

SAYA selalu malas. Kalau diajak John Mohn main catur. Di rumahnya. Di Hays, Kansas. Penyebabnya: saya…

Sabtu, 08 September 2018 07:09

Selalu Malas Bermain Catur

SAYA selalu malas. Kalau diajak John Mohn main catur. Di rumahnya. Di Hays, Kansas. Penyebabnya: saya…

Kamis, 06 September 2018 08:45

Jalan 150 untuk Tahun Ke-115

Oleh: Dahlan Iskan SAYA lupa. Ini kan ulang tahun ke-115 Harley-Davidson. Makanya kok banyak touring.…

Senin, 03 September 2018 09:18

Jangan Takut Beli Ikat Pinggang

OLEH: DAHLAN ISKAN BEREDAR luas. Di kalangan pengusaha. Lewat media sosial. Isinya: tawaran ikat pinggang.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .