MANAGED BY:
RABU
19 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Kamis, 31 Mei 2018 09:24
Persaingan Sengit Dua Bandara di Kaltim, SIAPA MENANG?

Rute Baru di BSB, Sepinggan Tambah Penerbangan Internasional

-

PROKAL.CO, SAMARINDA – Sebuah gambarbertuliskan Bandara Internasional Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto akan melayani rute penerbangan ke luar Kalimantan tersebar, Selasa (29/5) malam. Dalam gambar itu, disebutkan bandara di Kelurahan Sungai Siring, Samarinda Utara, itu akan melayani penerbangan ke Makassar dan Surabaya.

Sontak kabar tersebut menuai respons. Banyak yang menyebut itu adalah sebuah penantian lama warga Kota Tepian. Bahkan sebuah akun warganet memberi komentar, “Surabaya dan Makassar sudah dibuka, rute lain di depan mata”. Kaltim Post pun mengonfirmasi gambar yang beredar di media sosial tersebut.

Kepada media ini, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltim Salman Lumoindong membenarkan. Wings Air akan melayani dua rute tersebut mulai 15 Juni mendatang. Selain melayani rute Samarinda-Makassar dan Samarinda-Surabaya, Wings akan melayani penerbangan Samarinda-Berau.

Dengan datangnya Wings Air, Bandara APT Pranoto akan dilandasi pesawat dari tiga maskapai. Sudah ada Xpress Air dan Susi Air yang melayani penerbangan di kawasan Kaltim dan Kaltara. Salman mengatakan, untuk melayani rute-rute penerbangan yang disetujui, Wings Air akan menggunakan pesawat ATR 72-600. Bukannya Bandara Temindung dulu juga dilandasi pesawat pabrikan Perancis-Italia itu juga?

Salman mengungkapkan, di Temindung, pesawat yang bisa mendarat di sana maksimal ATR 42-500. “Bedanya, ada di jumlah penumpang dan landasan pacu yang diperlukan kedua pesawat,” terangnya. Temindung dengan panjang runway 1.200 meter belum bisa didarati pesawat sekelas ATR 72-600.

Lantas, kapan pesawat sekelas yang lebih besar bisa mendarat dan tinggal landas di APT Pranoto? Salman mengungkapkan, masih perlu waktu satu hingga dua bulan setelah soft opening. “Pasalnya, ada beberapa hal yang mesti dibenahi,” tuturnya. Salah satunya, membenahi bahu landasan yang mengalami penurunan. Diketahui, bahu landasan pada titik 2.100 meter mengalami penurunan tanah. Makanya masih perlu dilakukan penimbunan hingga tanah tak kembali turun.

Sebenarnya, tambah Salman, kondisi runway yang sekarang sudah bisa didarati pesawat yang lebih besar. “Hanya, kami harus memenuhi standar landasan agar bisa didarati Boeing dan Airbus. Salah satunya bahu landasan harus stabil,” ucapnya. Bila pembenahan tersebut selesai, maskapai nasional yang menyediakan penerbangan jarak jauh sudah bisa masuk. Ada tiga maskapai lain yang sedang proses perizinan ke Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk beroperasi di APT Pranoto. Ketiganya adalah NAM Air, Citylink, dan Garuda Indonesia.

Diwawancara terpisah, Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak senang dengan kabar tersebut. “Baru beberapa hari beroperasi, sudah ada kabar baik begini,” ujarnya saat ditemui media ini di Harris Hotel Samarinda kemarin (30/5). Jadi, warga Samarinda dan sekitarnya tak perlu jauh-jauh melakukan perjalanan darat untuk mencapai bandara.

Selain itu, akan dibukanya rute ke luar pulau tersebut menjadi jawaban Gubernur atas pihak yang beberapa waktu lalu memandang Bandara APT Pranoto sebelah mata. “Saya berharap segera ada maskapai lain yang membuka rute-rute strategis bahkan rute internasional,” urainya. Awang melanjutkan, mimpi selanjutnya adalah membangun runway hingga 3.000 meter. “Supaya jamaah haji Kaltim bisa langsung terbang ke Tanah Suci dari Samarinda,” ungkapnya.

Gubernur menuturkan, masa depan APT Pranoto sangat cerah. Apalagi dengan rencana pembangunan Politeknik Penerbangan di lahan eks Bandara Temindung. “Ini akan menjadi sekolah penerbangan pertama di luar Jawa,” ujarnya. Sekarang sekolah penerbangan tersebut tinggal menunggu izin Kemenhub.

Dia ingin melihat, Kaltim bisa mencetak pilot, navigator, bahkan profesi menyangkut teknis kedirgantaraan. “Jadi enggak perlu lagi menggantungkan sumber daya manusia dari luar Kaltim,” jelasnya.

Diwartakan sebelumnya, Bandara APT Pranoto melakukan soft opening pada Kamis (24/5) lalu. Bandara dengan landasan pacu sepanjang 2.250 meter itu memulai proses perencanaan pada 1986. Untuk sementara, bandara ini menjadi pengganti Temindung sebagai jembatan antara Samarinda dengan bandara di perbatasan. Sedikitnya, ada empat bandara di kawasan perbatasan. Di antaranya, Bandara Datah Dawai di Mahakam Ulu, Long Apung di Malinau, Long Bawan di Nunukan, serta Bandara Maratua di Pulau Maratua.

BUKA RUTE

Persaingan dua bandara di Samarinda dan Balikpapan mulai terasa saat rute baru luar pulau akan dilayani di BSB. Dari Balikpapan, dikabarkan Lion Air Group kembali membuka rute internasional via Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan. Maskapai Wings Air menghubungkan Balikpapan-Kinabalu dan mulai beroperasi 25 Mei 2018 lalu. Penerbangan internasional ke-4 setelah Miri, Kuching, dan Melaka ini akan menggunakan pesawat jenis ATR 72-500/600.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), hingga triwulan I, wisatawan mancanegara (wisman) dari Malaysia yang masuk Indonesia mencapai 250.944. Angka ini naik dari Maret tahun lalu, 172.097 orang. Jumlah wisman Malaysia menyumbang 18 persen wisman yang masuk Indonesia secara keseluruhan sekitar 1,36 juta orang.

Dari informasi yang didapat, penerbangan perdana Wings Air di rute ini akan berangkat dari Sepinggan pukul 18.00 waktu setempat. Tiba di Bandara Internasional Kinabalu, Sabah, Malaysia pukul 19.50 waktu setempat.

Penerbangan dari Kinabalu akan diberangkatkan esok harinya pukul 06.10, tiba di Balikpapan pukul 08.00 waktu setempat.

Wings Air satu-satunya maskapai nasional yang membuka penerbangan langsung di rute ini. Penerbangan ditempuh 1 jam 50 menit. Sebelumnya, maskapai Batik Air lebih dulu membuka penerbangan Jakarta-Kinabalu.

Dikonfirmasi, District Manager Lion Air Group Balikpapan Achmad Affandi masih belum mau bicara banyak. Dia hanya mengatakan, pihaknya akan menyiapkan keterangan resminya. Namun, dari media sosial Lion Air Balikpapan, rute penerbangan internasional ini telah dipublikasikan.

Sebelumnya, Lion Air Group telah membuka penerbangan rute Balikpapan-Malinau. Penerbangan dilayani pesawat baru, jenis ATR72-500/600, kapasitasnya 72 penumpang. (*/fch/aji/far/k11)


BACA JUGA

Rabu, 19 September 2018 13:00

Ini Dia Motif Motif Pembunuhan Pasangan Suami Istri di Balikpapan Itu...

BALIKPAPAN - Perkara utang diduga menjadi penyebab tersangka menghabisi nyawa pasangan suami istri (pasutri)…

Rabu, 19 September 2018 12:00

Ngga Jelas, Ternyata Kilang Bontang Masih Tunggu Investor

BONTANG – Pembangunan kilang minyak di Bontang belum ada kejelasan. Pemerintah belum memutuskan…

Selasa, 18 September 2018 12:00

KEJI..!! Bapak-Anak Habisi Bos Sendiri

BALIKPAPAN – Aksi kejahatan yang masih mewarnai Balikpapan membuat kota ini tak lagi aman. Setelah…

Selasa, 18 September 2018 12:00

Kaltim Masih Diuntungkan dari Ekspor yang Tinggi

SAMARINDA – Mata uang negeri ini masih terpuruk. Hingga kemarin (17/9), nilai tukar rupiah berada…

Selasa, 18 September 2018 08:51

Menang setelah Lima Tahun

TENGGARONG – Mitra Kukar berhasil mematahkan kutukan tak pernah menang dari Persipura Jayapura…

Selasa, 18 September 2018 08:47

DPRD Kaltim Ngotot Bentuk Pansus

SAMARINDA - Upaya DPRD Kaltim membentuk panitia khusus (pansus) proyek multiyears contract (MYC) tidak…

Selasa, 18 September 2018 08:44

Edy Sinergi dengan Program Gubernur

DUKUNGAN untuk para kandidat anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI daerah pemilihan (dapil) Kaltim…

Senin, 17 September 2018 09:24

PPU Buka Jalur Alternatif

PENAJAM – Bentang utama atau tengah Jembatan Pulau Balang terus berprogres. Namun, persoalan baru…

Senin, 17 September 2018 09:21

Edy Nyaman di Puncak, Ferdian Membuntuti

PERSAINGAN dan dukungan kepada kandidat calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI di polling garapan…

Minggu, 16 September 2018 12:00

Waswas Jadi Jembatan “Abunawas”

SAMARINDA – Pembangunan Jembatan Pulau Balang yang menghubungkan Balikpapan dan Penajam Paser…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .