MANAGED BY:
JUMAT
22 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

KOLOM DAHLAN ISKAN

Kamis, 31 Mei 2018 09:13
Rosmah setelah Tinggalkan Penyiar TV (1)

PROKAL.CO, OLEH: DAHLAN ISKAN

INI adegan pertama. Bintang utamanya dua; Xavier dan Clare. Dua nama yang minggu lalu jadi trending topik di Malaysia. Xavier adalah orang yang pegang data asli. Tentang megakorupsi di 1MDB. Yang melibatkan Najib Razak itu. Yang hasil korupsinya mengalir ke mana-mana. Kepada para pimpinan Partai Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO), ke ketua Partai Islam PAS, dan tentu ke istri Najib; Datin Rosmah Mansor.

Xavier baru saja diminta bertemu Perdana Menteri Malaysia Dr Mahathir Mohamad. Sampai hampir dua jam. Juga baru dipanggil KPK-nya Malaysia. Untuk mengungkapkan skema megakorupsi itu; melebihi korupsi KTP-el di Indonesia.
Xavier warga negara Swiss. Nama lengkapnya Xavier Justo. Keturunan Spanyol. Tinggal di Thailand. Umurnya 52 tahun. Tidak lulus universitas. Tapi kariernya di dunia perbankan meroket.

Xavier lalu bekerja di PetroSaudi International SA. Sebagai eksekutif bidang keuangan dan teknologi informasi (IT). Tentu Xavier memegang password perusahaan. Dan sandi-sandi komputernya. Pada 2011, dia berhenti. Atau diberhentikan. Membawa serta data keuangan. Lalu-lintas email bos-bosnya. Beserta rahasia terdalam perusahaan. Dia bilang, data itu diberikan oleh stafnya. Perusahaan bilang, data itu dia curi. Untuk memeras perusahaan. Nilai pemerasannya 12 juta ringgit. Atau sekitar Rp 40 miliar. Xavier membeli vila di pulau wisata di Thailand. Di situ dia tinggal. Bersama istri dan anaknya.

Xavier membuka usaha baru di pulau itu; bidang konsultasi. Nama perusahaannya Justo Consultants. Rupanya kurang laku. Dia lantas mendirikan perusahaan online. Bidang pariwisata. Namanya Olways The Sun. Mempromosikan keindahan dan kehangatan alam tropik. Tidak perlu takut kedinginan seperti di Swiss. Rupanya juga kurang berhasil. Atau tidak berhasil. Xavier itu ganteng. Kumis dan jenggotnya dipelihara tipis. Lengannya penuh tato. Kanan dan kiri. Istrinya blonde, cantik.

Tapi, Xavier tidak bisa hidup tenang di pulau damai itu; dikejar-kejar polisi Thailand. Ada laporan masuk, Xavier mencuri data. Juga memeras. Pelapornya Anda tahulah; PetroSaudi. Xavier ditangkap. Diinterogasi. Dibawa ke pengadilan. Dijatuhi hukuman tiga tahun penjara. Itu terjadi 2015. Mestinya dalam tahun ini, Xavier baru bisa menyelesaikan hukumannya. Tapi Raja Thailand dua kali memberikan remisi. Atas usaha Kedubes Swiss. Yang selalu menjenguknya. Dan mengurus remisinya. Tahun lalu, Xavier sudah bebas.

Xavier tentu tahu apa yang harus dia lakukan berikutnya; jadi peniup peluit. Whistleblower. Pengungkap korupsi. Dengan cara menyebarkan dokumen yang dia miliki. Yang berasal dari server komputer PetroSaudi. Sebelum dibawa ke pengadilan sebenarnya sudah ada negosiasi. Seorang anggota parlemen Malaysia menemuinya. Agar Xavier mengakui saja perbuatannya mencuri data. Dan memeras. Agar hukumannya ringan. Kalau tidak, bisa 10 tahun.

Saat itu, Xavier mengaku tertekan. Istrinya juga ditekan. Anak lakinya diancam; bisa masuk panti asuhan. Xavier mengaku tidak ada pilihan, minta kertas dan pulpen. Minta didiktekan bagaimana bunyi pengakuan yang harus dia tulis. Ya... itu tadi; mengaku mencuri dan memeras. Dihukum 3 tahun.
     *

Lepas hukuman dia mikir. Siapa yang akan dikirimi dokumen. Terpilihlah nama ini; Clare Rewcastle Brown. Dia (she) orang Inggris. Masih adik ipar mantan perdana menteri Inggris, James Gordon Brown. Tapi ini bukan soal periparan. Clare adalah pemimpin redaksi (pemred) sebuah media online; Serawak Report

Meski namanya Serawak Report tapi terbitnya di London. Clare tidak tinggal di Kuching, ibu kota Serawak. Xavier tahu reputasi Serawak Report. Misi online tersebut jelas: memberantas korupsi di Serawak. Selalu bikin heboh. Mengungkap korupsi habis-habisan. Menelanjangi terus gaya hidup para penguasa Serawak.

Clare memang punya perhatian khusus pada Serawak. Perusahaan-perusahaan Ingris punya akar yang dalam di belahan utara Kalimantan itu. Hampir saja Serawak minta tetap di bawah Inggris. Tidak mau bergabung ke Malaysia.
Dia sendiri lahir di Serawak. Dari bapak-ibu orang Inggris. Ibunya kerja di puskesmas. Di pelosok Serawak. Melayani kesehatan orang suku Dayak.

Clare juga masuk sekolah dasar di Serawak. Keluarga ini baru meninggalkan Serawak saat Clare berumur 8 tahun. Kembali ke Inggris. Sekolah terus. Sampai master. Bidang hubungan internasional. Di universitas mentereng; London School of Economics. Clare lantas jadi wartawan. Pernah lama di BBC. Kemampuan investigasinya luar biasa.

Saat berkunjung ke Serawak, Clare melihat kerusakan hutan yang luar biasa. Akibat persekongkolan antara penguasa dan pengusaha. Lalu dia dirikan Serawak Report dan Radio Free Serawak. Anti benar dengan Pemerintah Serawak. 

Ketika didirikan 2010, nama Clare tidak tercantum di Serawak Report. Tidak diketahui siapa pemiliknya. Siapa pendirinya. Siapa pengasuhnya. Seperti online bawah tanah, dengan misi mulia. Pertama terbit, online tersebut sudah bikin heboh; mengungkap kekayaan penguasa Serawak, Abdul Taib Mahmud. Punya rumah di Kanada. Di Amerika. Di Inggris. Yang semuanya fantastis. 

Tidak henti-hentinya publikasi tentang kekayaan Taib di luar negeri. Tapi penguasa Serawak itu akhirnya tahu siapa pemilik online itu. Tahu juga siapa informannya. Pasti orang dekat penguasa. Atau pernah menjadi orang dekat penguasa.

Pada 22 Februari 2012, Clare berduka. Amat dalam. Hatinya amat terluka, wartawannya di Amerika tewas. Mati dengan kepala terbungkus plastik. Di kamar hotelnya di Los Angeles. Namanya Ross Bayert. Dia pernah sangat dekat dengan Taib. Saat tinggal di Serawak. 

Ross Bayertlah yang mengumpulkan bahan untuk Serawak Report. Khususnya tentang kekayaan Taib di luar negeri. Berikut foto-fotonya. Dan bagaimana cara memperoleh kekayaan itu. Serba-gamblang. Telak.

Sejak Ross tewas itulah Serawak Report berubah. Lebih terang-terangan. Nama Clare pun muncul sebagai pendiri, pemimpin dan redaktur Serawak Report. Clare tidak sembunyi-sembunyi lagi. Dia tidak takut apapun. Tidak takut juga di-Ross-kan. Clare sendiri sering ke Serawak. 

Pengungkapan skandal berikutnya adalah pembangunan dam terbesar di Serawak. Namanya Dam Bakun. Yang dilakukan oleh perusahaan Tiongkok, Sinohydro. Yang bergerak di bidang pembangkit listrik tenaga air. Sinohydro punya beberapa proyek juga di Indonesia. 

Berbulan-bulan skandal Dam Bakun ini jadi bahan pemberitaan Serawak Report. Tapi proyek itu jalan terus. Mulai pembangunannya 1996. Selesai 2011. Inilah dam tertinggi kedua di dunia; 205 meter. Atau dam terbesar di Asia Tenggara. Bentangannya 750 meter. Bisa memproduksi listrik 3.000 MW. Menggunakan delapan turbin.

Clare, melalui Serawak Report, juga mengungkapkan kasus penyelundupan kayu. Dari hutan Serawak. Oleh Michael Chia. Yang di-back up sepenuhnya oleh penguasa Serawak. Hasilnya, Clare masuk daftar hitam. Tidak boleh datang ke Serawak. Sedangkan skandal yang diungkapkannya akhirnya ditangani jaksa. Untuk dimasukkan peti. Sampai sekarang.

Xavier tahu semua kenekatan Clare itu. Tahu bagaimana harus berhubungan dengan Serawak Report. Dia kirimlah semua dokumen dari server PetroSaudi itu. Yang utama, bagaimana terjadinya aliran dana dari PetroSaudi ke rekening pribadi perdana menteri (saat itu) Najib Razak, USD 700 juta. Senilai sekitar Rp 9 triliun.

Hebohlah Malaysia. Seheboh-hebohnya. Padahal tidak ada koran yang memberitakannya. Koran di Malaysia, saat itu, loyo; di bawah ketiak Najib. Atau ketiak Rosmah. Atau ketiak siapa lagi. Sejak publikasi Serawak Report itulah Najib sulit berkelit. Jadi isu tiada henti. Sampai di warung kopi. Sampai ke tas Birkin Rosmah. Yang kurang banyak itu.

     *

Amerika ikut turun tangan. Ikut menangani pencucian uang di sekitar skandal 1MDB itu. Najib begitu sulit. Secara hukum. Secara politik. Secara moral. Untuk menyelamatkan diri, Najib perlu menang Pemilu 2018. Untuk berkilah, dia bentuk tim audit. Seakan semuanya berjalan baik. Diaudit dengan baik. Auditornya ditawari iming-iming. Yang mencoba melakukan penyelidikan disogok. Tiga penyidik disogok masing-masing 3 juta ringgit.

Auditnya berhasil dikendalikan. Penyidiknya berhasil dibungkam. Tapi ribuan warung kopi tetap buka. Dan membicarakan kebobrokan Najib itu. Dan istrinya itu. Dan si Rosmah itu. “Istrinya itu” dan “si Rosmah itu” adalah satu.

Ribuan warung kopi mengalahkan suap, sogok, iming-iming, sembako, serangan fajar. Najib kalah telak dalam Pemilu 9 Mei 2018. Yang begitu dramatik.

Xavier dan Clare ke Malaysia lagi. Minggu lalu. Kali ini sebagai pahlawan. Menyerahkan semua dokumennya ke penguasa baru Malaysia. Setelah menerima Xavier, wajah Mahathir tidak terlalu gembira. Bahkan, Mahathir dapat gambaran yang muram; triliunan rupiah uang yang hilang itu sulit diharapkan bisa kembali. Telah menguap. Lenyap. Gone.

Padahal, keinginan tertinggi Mahathir sebenarnya simpel; menyelamatkan dulu uang itu. Baru menegakkan hukumnya. 
Mengapa uang itu lenyap? Bagaimana asal-usul hilangnya?

     *

Mulainya 2009. Saat Najib mulai menjadi perdana menteri. Dia ambil alih perusahaan milik negara bagian Selangor. Agar menjadi perusahaan pusat/federal/BUMN. Dengan misi menjadi seperti Temasek-nya Singapura. Nama perusahaan itu pun diubah. Menjadi 1Malaysia Development Berhad. Disingkat 1MDB.  1MDB menjadi holding company. Melahirkan anak-anak perusahaan. Dan cucu-cucu perusahaan. Baik yang dimiliki sendiri maupun yang hasil kerja sama dengan pihak lain. 
Najib menjadi chairman-nya. Dan juga ketua dewan penasihatnya.

Bidang usaha yang ditangani 1MDB luas sekali; energi, real estate, industrial estate, pariwisata, dan banyak lagi. 
Di bidang real estate 1MDB membangun distrik bisnis baru; satu kawasan 70 hektare di Kuala Lumpur. Gedung-gedung pencakar langit, pusat-pusat bank, lembaga keuangan, perdagangan akan menempatinya.

Di bidang energi akan menjadi pemasok batu bara utama semua pembangkit listrik. Juga akan mengambil alih pembangkit listrik di Dam Bakun Serawak. Di bidang energi ini banyak benturan. Ada aturan yang tidak bisa dilanggar, pasokan batu bara itu sudah terikat kontrak dengan grup Khasanah. Yang dulu dibentuk oleh Mahathir. Saat Mahathir perdana menteri.(far/k8)


BACA JUGA

Kamis, 21 Juni 2018 08:37

Membangun Highway Tak Pandang Dapil

CATATAN: DAHLAN ISKAN  BULAN kedua di Amerika. Awal Juni 2018. Saya berkunjung ke Museum Dwight…

Rabu, 20 Juni 2018 07:51

Setelah Xiaomi tidak Kepaha

OLEH: DAHLAN ISKAN UANG benar-benar tidak punya nasionalisme. Ini terbukti dua hari lalu: Xiaomi batal…

Selasa, 19 Juni 2018 08:38

Karena Orang Gemuk Lemaknya Putih

OLEH: DAHLAN ISKAN SEJUMLAH lalat dimasukkan dalam kotak percobaan. Suhu dalam kotak itu 40 derajat…

Senin, 18 Juni 2018 07:47

e-Money Tiga Izin

OLEH: DAHLAN ISKAN SESEORANG kirim video ke saya: makan di kaki lima dengan bayar pakai handphone. “Sudah…

Selasa, 12 Juni 2018 08:56

Masjid di Depok-nya Dallas

OLEH: DAHLAN ISKAN SAYA sengaja tidak bermalam di Dallas. Sudah sering. Cari tempat parkirnya sulit.…

Sabtu, 09 Juni 2018 01:52

Menjadi Aneh di Hussainiah

KAMI masih nyamil saat sang imam maju ke tempatnya. Ada 20-an orang di dalam masjid Syiah di San Antonio,…

Rabu, 06 Juni 2018 12:56

Ke Mana Anwar Ibrahim?

OLEH: DAHLAN ISKAN EJEK-mengejek mulai terjadi di Malaysia. Saat reformasi baru akan berumur satu bulan.…

Senin, 04 Juni 2018 08:43

Silaturahmi Lintas Negara di Masjid Laredo

OLEH: DAHLAN ISKAN SAYA datang terlalu awal. Pukul delapan malam. Matahari masih bersinar perkasa. Pintu…

Minggu, 03 Juni 2018 07:37

Akal Sehat Kereta Cepat

OLEH: DAHLAN ISKAN AKHIRNYA akal sehat yang menang: Mahathir Muhamad membatalkan proyek kereta cepat…

Sabtu, 02 Juni 2018 01:50

Hotel Sapi

COWBOY  hilang karena sapi. Sapi hilang karena kereta api. Cowboy dan sapi ketemu lagi: di dekat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .