MANAGED BY:
SELASA
23 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

KOLOM PEMBACA

Kamis, 31 Mei 2018 06:50
Perlukah Impor Beras

PROKAL.CO, CATATAN: BAMBANG HARYO S
(Anggota Komisi VI DPR RI)

KEMENTERIAN Perdagangan (Kemendag) telah dua kali mengeluarkan izin impor beras dengan total kuota sebanyak 1 juta ton sepanjang 2018. Polemik terkait perlu atau tidaknya impor tersebut pun meluas.

Sebenarnya, stok beras Indonesia dalam keadaan surplus sehingga impor pada saat sekarang dianggap tidak perlu. Beras kita di 2017, sebenarnya surplus. Kemarin kan ketemunya 83 juta ton gabah yang di mana kebutuhan kita itu nggak sampai 70 juta ton gabah, berarti beras kita surplus dan sebenarnya tidak perlu lagi impor.

Di tengah situasi panen petani lokal seluruh Indonesia saat ini, stok beras terkalkulasi akan terus meningkat. Pada April 2018 saja, stok gabah Indonesia mencapai sekira 20 juta ton.

Jumlah tersebut karena pada Januari-Februari 2018, Indonesia memiliki stok gabah sekitar 10 juta ton. Pada saat inilah impor pertama dilakukan pemerintah sebanyak 500 ribu ton beras. Kemudian, stok gabah lokal pada Februari-Maret bertambah sekitar 10 juta ton.

Lantas, baru-baru ini, pemerintah memutuskan untuk melakukan impor beras sesi kedua sebanyak 500 ribu ton. Sehingga, kalau ini impor kembali di bulan Juni-Juli maka beras hasil impor itu tidak akan digunakan karena hasil petani ini sudah oversupply.

Koordinasi sebelum Penetapan Kebijakan Impor

Sebagaimana amanat UU Nomor 7 Tahun 2014 dan PP 71 Tahun 2015 bahwa pemerintah berkewajiban menjamin ketersediaan 11 komoditas pangan termasuk beras. Maka impor beras terkadang menjadi solusi jika memang suplai dari Kementan tidak bisa memenuhi data demand di Kemendag.

Usai keputusan impor Kemendag menjadi kontroversi, kini Kementerian Pertanian seakan-akan menyalahkan Kementerian Perdagangan (Kemendag) karena Kemendag memutuskan untuk impor beras sedangkan Kementerian Pertanian mengaku oversupply.

Hal tersebut, mencerminkan komunikasi yang tidak “klik” antarkementerian dalam kabinet Jokowi itu.

Nah, harusnya Kemendag kalau melakukan impor harus mendapatkan data dulu dari Kementerian Pertanian, cukup atau tidak. Atau, berlaku sebaliknya, Kementerian Pertanian mendapatkan informasi dari Kemendag tentang data demand. Dia butuh berapa, harus sinkron.

Lalu, jika kedua kementerian itu tidak “klik”, apakah demikian juga halnya hubungan kedua kementerian itu dengan mitra kerja mereka di legislatif? Seperti diketahui, Kemendag bermitra dengan Komisi VI sementara Kementan dengan Komisi IV.

Terkait hal tersebut, hanya menyampaikan, Kemendag selalu mendapatkan data dari Kementan di samping data demand yang mereka (Kemendag) miliki sendiri.

Lha, itu selalu sudah ok, nggak ada masalah, mereka seakan-akan berkoordinasi. Apakah Kemendag berkoordinasi dengan Komisi VI sebelum menetapkan impor? (aji/ndu/k15)


BACA JUGA

Sabtu, 20 Oktober 2018 00:11

Berebut Suara Milenial di Pilpres 2019

PADA 20 September, KPU RI sudah menetapkan dua pasangan calon presiden dan calon wakil presiden untuk…

Sabtu, 20 Oktober 2018 00:10

Hari Pangan Sedunia dan Refleksi Pembangunan Ketahanan Pangan Kaltim

SETIAP 16 Oktober, dilakukan perayaan Hari Pangan Sedunia, termasuk Indonesia yang diselenggarakan di…

Jumat, 19 Oktober 2018 07:14

Bekal untuk Para Caleg 2019

Oleh: RP Yohanes Antonius Lelaona, SVD(Rohaniwan di Tenggarong) KETUA Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief…

Jumat, 19 Oktober 2018 07:07

Wujudkan Balikpapan Sebagai Kota Pariwisata Berbasis Islam

Oleh: Siti Subaidah(Pemerhati Lingkungan dan Generasi) KOTA Balikpapan di usia 121 tahun sudah menjadi…

Rabu, 17 Oktober 2018 06:54

Persyaratan Bahasa Inggris bagi Pejabat Pemerintah: Yay or Nay?

Oleh: Veronika Hanna Naibaho[Widyaiswara di Pusat Kajian dan Pendidikan dan Pelatihan Aparatur III Lembaga…

Selasa, 16 Oktober 2018 06:51

Mitigasi Bencana melalui Pengenalan Bencana Geologi

Oleh: Muhammad Dahlan Balfas(Dosen Program Studi S-1 Teknik Geologi Fakultas Teknik, Universitas Mulawarman)…

Sabtu, 13 Oktober 2018 00:11

Mana Tanah Rakyat? Refleksi Hari Tani Nasional

HARI Tani Nasional (HTN) yang diperingati setiap 24 September merupakan hari lahirnya Undang-Undang…

Sabtu, 13 Oktober 2018 00:10

Masihkah Sepak Bola Menjadi Alat Pemersatu Bangsa?

SEPAK  BOLA Indonesia kembali memakan korban. Duel klasik antara Persib Bandung dan Persija Jakarta…

Kamis, 11 Oktober 2018 07:13

Teknologi Bisa Mengubah Kita

Oleh: RP Yohanes Antonius Lelaona, SVD(Rohaniwan Warga Tenggarong) DALAM bulan September lalu, perusahaan…

Kamis, 11 Oktober 2018 07:11

"Enggak Perlu Pakai Helm"

Oleh: Hendrajati(Pendiri HSE Indonesia & Mahasiswa S-2 MP UAD Jogjakarta.) Enggak perlu pakai helm,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .