MANAGED BY:
RABU
20 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

KALTIM

Selasa, 29 Mei 2018 07:38
Tunggu Persetujuan Anggaran

Relokasi Korban Longsor Desa Telemow, Pematangan Lahan Sudah 60 Persen

HARUS DIRELOKASI: Korban longsor di RT 06 dan RT 07 Desa Telemow, Kecamatan Sepaku. (DOK/KP)

PROKAL.CO, PENAJAM – Upaya merelokasi korban longsor di Desa Telemow, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) terus dilakukan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten PPU tengah melakukan pematangan lahan yang akan dijadikan permukiman korban longsor tersebut.

Pemerintah Desa (Pemdes) Telemow telah membeli tanah yang luasnya sekira 9.400 m2 seharga Rp 60 juta. Lokasinya di belakang SD 016 Sepaku, Jalan Imam Bonjol, RT 01, Desa Telemow, Kecamatan Sepaku. Kepala Sub Bidang (Kasubid) Kedaruratan BPBD Kabupaten PPU Samudri menerangkan, progres pematangan lahan tersebut telah mencapai 60 persen.

BPBD dibantu menggunakan alat berat milik UPT-PU Kecamatan Sepaku. Dengan tambahan alat berat milik yang dipinjamkan oleh PT ITCI Kartika Utama (ITCIKU). “Sudah tiga minggu ini dikerjakan. Prosesnya memakan waktu lama, karena ada gunung yang harus diratakan,” katanya saat ditemui belum lama ini.

Nantinya, para korban longsor di RT 06 dan RT 07 Desa Telemow yang rumahnya sudah ambruk, akan menerima lahan seluas 150 m2. Jumlahnya ada 23 rumah. Ditambah dengan 32 rumah lagi yang berpotensi terkena longsor susulan. Sehingga ada 55 rumah yang akan dibangunkan di lokasi itu. Samudri mengatakan, pihaknya sudah mengusulkan anggaran pembangunan rumah beserta fasilitas penunjangnya untuk korban longsor di Desa Telemow ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) beberapa waktu lalu.

“Kalau dihitung-hitung bisa mencapai Rp 7 miliar,” ucapnya. Sambil menunggu kepastian usulan tersebut, dia menyebut untuk saat ini para korban longsor masih mengungsi di kediaman sanak familinya. Yang tak masih berada di sekitaran Desa Telemow. Nantinya, jika usulan tersebut belum mendapat persetujuan dari BNPB, maka pihaknya akan tetap mengupayakan untuk mencarikan anggaran. “Pasti kami akan coba ke provinsi. Kalau pun belum ada hasil, maka kami akan usulkan lewat APBD PPU,” pungkasnya.

Sebelumnya, berdasarkan rekomendasi dari Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang diterima awal Mei 2018 lalu, besar kemungkinan terjadi gerakan tanah lagi di sekitar daerah yang telah longsor di Desa Telemow, jika curah hujan turun di atas normal. Terutama pada daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir (tebing curam), tebing jalan, atau jika lereng mengalami gangguan. Gerakan tanah lama pun dapat aktif kembali. Sehingga ada 32 rumah lagi yang berpotensi longsor, harus direlokasi,

Menurut data BPBD Kabupaten PPU, ada 23 rumah yang telah mengalami rusak berat itu, terbagi atas 13 rumah di RT 06 yang dihuni oleh 21 kepala keluarga dengan 43 jiwa. Dan 10 rumah di RT 07, dengan jumlah 14 kepala keluarga dan 29 jiwa. Sedangkan untuk korban yang berpotensi terkena longsor susulan adalah 32 rumah di RT 06 dan RT 07, dengan jumlah sekitar 50 kepala keluarga dan 120 jiwa. Untuk diketahui, bencana longsor di Desa Telemow tersebut terjadi pada 11 April 2018, sekira pukul 04.20 Wita. Pemkab PPU pun menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari, sejak bencana longsor terjadi. (*/kip/iza/k9)


BACA JUGA

Selasa, 19 Juni 2018 12:59

Perempuan Muda Tewas di Air Terjun

TANA PASER – Di momen hari libur ketiga Lebaran Idulfitri, Minggu (17/6), Kabupaten Paser dihebohkan…

Selasa, 19 Juni 2018 12:55

Pulau Kumala Masih Favorit

TENGGARONG – Di tengah sejumlah kritik terhadap pengelolaan sektor pariwisata di Kukar, animo…

Selasa, 19 Juni 2018 11:11

OPD Tak Serius Ikuti Instruksi Bupati

TANA PASER – Penerimaan zakat, infak, dan sedekah melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Paser…

Selasa, 19 Juni 2018 10:58

Targetkan 22 Ribu Pengunjung Selama Libur Lebaran

PENAJAM – Libur Lebaran yang relatif panjang membuat Dinas Kebudayaan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten…

Selasa, 19 Juni 2018 10:45

DPKPP Harus Tambah Armada

BONTANG – Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (DPKPP) Bontang Bidang Pertamanan…

Selasa, 19 Juni 2018 10:41

Imbauan soal Sampah Diabaikan Warga

SANGATTA – Masyarakat Kutai Timur sempat diimbau agar tidak membuang sampah pada hari pertama…

Selasa, 19 Juni 2018 08:19

DPKPP Harus Tambah Armada

BONTANG – Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (DPKPP) Bontang Bidang Pertamanan…

Selasa, 19 Juni 2018 08:14

Imbauan soal Sampah Diabaikan Warga

SANGATTA – Masyarakat Kutai Timur sempat diimbau agar tidak membuang sampah pada hari pertama…

Selasa, 19 Juni 2018 08:10

ABK Kelotok Terlibat Curanmor

ANGGANA – Baru sehari menikmati sepeda motor curian, Aidil (23), pendatang asal Pulau Sulawesi…

Selasa, 19 Juni 2018 08:07

Pemkab Minta Dukungan Masyarakat

SENDAWAR – Membangun Kutai Barat (Kubar), pemerintah memerlukan banyak sumbangsih masyarakat.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .