MANAGED BY:
RABU
19 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

KALTIM

Selasa, 29 Mei 2018 07:38
Tunggu Persetujuan Anggaran

Relokasi Korban Longsor Desa Telemow, Pematangan Lahan Sudah 60 Persen

HARUS DIRELOKASI: Korban longsor di RT 06 dan RT 07 Desa Telemow, Kecamatan Sepaku. (DOK/KP)

PROKAL.CO, PENAJAM – Upaya merelokasi korban longsor di Desa Telemow, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) terus dilakukan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten PPU tengah melakukan pematangan lahan yang akan dijadikan permukiman korban longsor tersebut.

Pemerintah Desa (Pemdes) Telemow telah membeli tanah yang luasnya sekira 9.400 m2 seharga Rp 60 juta. Lokasinya di belakang SD 016 Sepaku, Jalan Imam Bonjol, RT 01, Desa Telemow, Kecamatan Sepaku. Kepala Sub Bidang (Kasubid) Kedaruratan BPBD Kabupaten PPU Samudri menerangkan, progres pematangan lahan tersebut telah mencapai 60 persen.

BPBD dibantu menggunakan alat berat milik UPT-PU Kecamatan Sepaku. Dengan tambahan alat berat milik yang dipinjamkan oleh PT ITCI Kartika Utama (ITCIKU). “Sudah tiga minggu ini dikerjakan. Prosesnya memakan waktu lama, karena ada gunung yang harus diratakan,” katanya saat ditemui belum lama ini.

Nantinya, para korban longsor di RT 06 dan RT 07 Desa Telemow yang rumahnya sudah ambruk, akan menerima lahan seluas 150 m2. Jumlahnya ada 23 rumah. Ditambah dengan 32 rumah lagi yang berpotensi terkena longsor susulan. Sehingga ada 55 rumah yang akan dibangunkan di lokasi itu. Samudri mengatakan, pihaknya sudah mengusulkan anggaran pembangunan rumah beserta fasilitas penunjangnya untuk korban longsor di Desa Telemow ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) beberapa waktu lalu.

“Kalau dihitung-hitung bisa mencapai Rp 7 miliar,” ucapnya. Sambil menunggu kepastian usulan tersebut, dia menyebut untuk saat ini para korban longsor masih mengungsi di kediaman sanak familinya. Yang tak masih berada di sekitaran Desa Telemow. Nantinya, jika usulan tersebut belum mendapat persetujuan dari BNPB, maka pihaknya akan tetap mengupayakan untuk mencarikan anggaran. “Pasti kami akan coba ke provinsi. Kalau pun belum ada hasil, maka kami akan usulkan lewat APBD PPU,” pungkasnya.

Sebelumnya, berdasarkan rekomendasi dari Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang diterima awal Mei 2018 lalu, besar kemungkinan terjadi gerakan tanah lagi di sekitar daerah yang telah longsor di Desa Telemow, jika curah hujan turun di atas normal. Terutama pada daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir (tebing curam), tebing jalan, atau jika lereng mengalami gangguan. Gerakan tanah lama pun dapat aktif kembali. Sehingga ada 32 rumah lagi yang berpotensi longsor, harus direlokasi,

Menurut data BPBD Kabupaten PPU, ada 23 rumah yang telah mengalami rusak berat itu, terbagi atas 13 rumah di RT 06 yang dihuni oleh 21 kepala keluarga dengan 43 jiwa. Dan 10 rumah di RT 07, dengan jumlah 14 kepala keluarga dan 29 jiwa. Sedangkan untuk korban yang berpotensi terkena longsor susulan adalah 32 rumah di RT 06 dan RT 07, dengan jumlah sekitar 50 kepala keluarga dan 120 jiwa. Untuk diketahui, bencana longsor di Desa Telemow tersebut terjadi pada 11 April 2018, sekira pukul 04.20 Wita. Pemkab PPU pun menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari, sejak bencana longsor terjadi. (*/kip/iza/k9)


BACA JUGA

Selasa, 18 September 2018 22:40
Peresmian Desa Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan

Loa Duri Ilir Kukar Jadi Desa Terinovatif

SALAH satu program yang sedang dijalankan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan…

Selasa, 18 September 2018 12:01

Besok, Jamaah Haji Berau Tiba

TANJUNG REDEB – Jamaah haji berjumlah 149 orang asal Kabupaten Berau dijadwalkan tiba di Tanjung…

Selasa, 18 September 2018 12:00

BME Belum Ada Serah Terima

BONTANG – Direktur PT Bontang Migas Energi (BME) Kasmiran Rais akhirnya angkat bicara terkait…

Selasa, 18 September 2018 12:00

Optimistis Bertahan, meski Cadangan Gas Berkurang

MESKI pasokan gas cenderung menurun, Bontang diyakini tetap bisa survive. Selain telah mengembangkan…

Selasa, 18 September 2018 11:59

Pengedar di Yos Sudarso Tertangkap

SANGATTA - Seorang pemuda 19 tahun asal Sangatta, Kutai Timur, meringkuk di balik jeruji. Lelaki bernama…

Selasa, 18 September 2018 11:59

Kepala Sekolah Seruduk Enam Motor

TANJUNG REDEB – Sebuah mobil dinas menyeruduk enam kendaraan roda dua di Jalan Mangga II sekitar…

Selasa, 18 September 2018 11:58

Pajak Walet Tidak Optimal

SANGATTA – Target pendapatan asli daerah (PAD) dari pajak sarang burung walet di Kutai Timur (Kutim)…

Selasa, 18 September 2018 11:56

Pabrik Singkong Dibangun di Eheng

SENDAWAR–Pemerintah berupaya membangkitkan perekonomian masyarakat di bidang pertanian, dengan…

Selasa, 18 September 2018 11:55

Manfaatkan Lahan Kosong

SENDAWAR–Melemahnya ekonomi nasional, ditambah lagi nilai tukar dolar semakin naik, berpengaruh…

Selasa, 18 September 2018 11:55

GSCC Akan Dihelat di Linggang Bigung

SENDAWAR–Kwartir Cabang (Kwarcab) Pramuka Kubar mengadakan Gempita Scout Challenge Camp (GSCC).…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .