MANAGED BY:
JUMAT
19 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Senin, 28 Mei 2018 09:52
Aksi Ketua Panwaslu Coreng Demokrasi
-

PROKAL.CO, SAMARINDA - Jelang pencoblosan dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kaltim 2018 diwarnai aksi kurang terpuji. Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Samarinda Abdul Muin diduga merusak alat peraga kampanye (algaka) milik pasangan calon gubernur Kaltim Sofyan Hasdam dan calon wakil gubernur Rizal Effendi.

Pengamat politik dari Universitas Mulawarman (Unmul) Sony Sudiar turut menanggapi adanya dugaan tebang pilih yang dilakukan Panwaslu Samarinda dalam menertibkan algaka. Menurut dia, sikap tebang pilih itu bisa merusak situasi kondusif.

Dalam Peraturan KPU (PKPU) Nomor 4 Tahun 2017 tentang Kampanye Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, atau Wali Kota dan Wakil Wali Kota, sejatinya ketentuan perihal algaka sudah jelas dan tegas. Diatur sedemikian rupa agar rapi dan tidak dipasang di sembarang tempat. Jadi, merusak wajah kota.

Jika hal itu dilanggar, penertiban sah. Namun, jika penertiban hanya menyasar pasangan calon (paslon) tertentu, sementara paslon lain dibiarkan, itu akan menimbulkan pertanyaan besar. Apalagi yang menertibkan ketua panwaslu sendiri. Idealnya, panwaslu hanya menerima aduan dan merespons yang dianggap melanggar UU Pemilu. Adapun aksi penertiban di lapangan dilakukan oleh Satpol PP sebagai pihak yang lebih berwenang.

“Panwaslu harus netral dan imparsial. Kalau tidak adil dan cenderung berpihak akan merusak kepercayaan pendukung terhadap penyelenggara. Demokrasi yang sudah baik saat ini bisa rusak,” tuturnya.

Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unmul itu menyarankan, jika setiap pihak punya bukti kuat, maka harus diselesaikan di Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kaltim. Itu penting untuk menghilangkan pelbagai prasangka yang ada bahwa Panwaslu Samarinda berlaku zalim dan berpihak kepada salah satu kandidat. “Kalau ada pelanggaran ya semuanya ditertibkan. Kalau pilih-pilih, tentu pendukung yang dirugikan tidak terima,” tambahnya.

Menurut dia, kontestasi pilgub saat ini memang superketat. Setiap kandidat punya kans dan kekuatan untuk menang. Namun, dari dua kali debat kandidat yang disiarkan Metro TV dan iNews TV, paslon nomor satu unggul berkat argumentasi yang jelas, serta pembawaan yang tertata dan terstruktur.

Ditambah keduanya dinilai paham masalah dan punya solusi berkat pengalaman menjadi kepala daerah di dua daerah, yakni Bontang dan Balikpapan. “Meski begitu, paslon nomor dua, tiga, dan empat tetap punya kelebihan di masyarakat. Apalagi mereka didukung amunisi finansial yang mumpuni,” terang Sony.

Soal kemampuan finansial selama gelaran pilgub, paslon nomor dua dan tiga menurutnya punya finansial yang cukup, lebih dari kandidat lain. Dalam berbagai kesempatan, kedua paslon itu mampu melakukan kampanye dengan menghadirkan banyak kerumunan massa. Baik dalam bentuk pengajian maupun diskusi. Sehingga pertarungan selama pilgub menjadi seru, menarik, dan ramai. Bahkan mendorong penguatan iklim demokrasi lokal yang tidak terjadi pada Pilgub Kaltim 2013.

“Sepanjang tidak ada kampanye hitam, kondisi saat ini sebenarnya baik dan bagus. Banyak pihak yang terlibat dan itu bakal berdampak baik terhadap pendewasaan politik di Kaltim,” tuturnya.

Anggota Tim Pemeriksa Daerah (TPD) Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Kaltim Prof Sarosa Hamongpranoto pun angkat bicara. Dia menilai, laporan tim sukses (timses) paslon nomor satu atas tindakan Ketua Panwaslu Samarinda Abdul Muin sudah menjadi wewenang Bawaslu Kaltim.

Setiap pihak, dia persilakan membuktikan argumentasi beserta faktanya masing-masing. Karena tidak dilaporkan ke DKPP, pihaknya tidak punya wewenang untuk mengambil tindakan. “Biar Bawaslu Kaltim yang bersikap. Percayakan kepada para komisioner untuk membuktikan kebenaran kasus itu,” ujarnya.

Namun, dia meminta, kendati ada keributan berujung pelaporan, situasi kondusif Pilgub Kaltim 2018 yang tercipta hingga saat ini jangan sampai rusak. Menimbulkan perpecahan antar-anak bangsa. Pihak-pihak yang bersaing mesti paham bahwa pilgub ini hanyalah sarana memilih pemimpin baru. Setelah selesai semua yang berkompetisi kembali damai dan kerja bersama membangun daerah.

“Paslon mana pun beserta timsesnya jangan ada upaya pecah belah, nanti merusak kehidupan berbangsa dan bernegara di Kaltim. Memperbaikinya itu tidak mudah,” tegasnya.

Sementara itu, ketua timses Sofyan Hasdam-Rizal Effendi, Muhammad Husni Fahruddin, menegaskan, pihaknya melayangkan laporan tidak asal. Sudah ada bukti yang disertakan dalam laporan. Indikasinya jelas, Ketua Panwaslu Samarinda Abdul Muin berpihak kepada paslon lain.

Pertama, Abdul Muin melepas secara pribadi algaka milik Sofyan-Rizal yang terpasang dalam waktu tidak normal, yakni pukul 01.30 Wita. Terkesan hal itu sudah sering terjadi. Kedua, algaka yang dilepas tidak disimpan sebagai barang bukti melainkan dibuang ke semak belukar.

Ketiga, di area yang sama, ada algaka paslon lain yang berdekatan, namun tidak ditertibkan. “Panwaslu Samarinda harus tegas dan jelas, jangan berpihak. Selama ini paslon lain dibiarkan, kami yang tertib. Sedikit melakukan pelanggaran justru dizalimi,” kecewa dia.

Diwartakan sebelumnya, Panwaslu Samarinda diduga tebang pilih dalam menertibkan algaka. Kondisi itu menuai protes dari pasangan Sofyan Hasdam dan Rizal Effendi. Bahkan, Ketua Panwaslu Samarinda Abdul Muin dilaporkan ke Bawaslu Kaltim atas dugaan perusakan algaka. Surat laporan yang dilayangkan ke Bawaslu itu bernomor 52/Tim-AnNur/Kaltim/V/18.

Dikonfirmasi Kaltim Post, Abdul Muin mengaku penertiban dilakukan lantaran algaka milik paslon nomor satu terpasang di tiang listrik. “Makanya ditertibkan,” bantah dia. Kala itu, lanjut dia, penertiban difokuskan pada tiga kawasan. Yakni, Kecamatan Sungai Kunjang, Kecamatan Samarinda Kota, dan Kecamatan Samarinda Utara. Adapun penertiban di kecamatan lain dilakukan bertahap.

“Kami fokus menertibkan semua algaka yang dipasang di tiang listrik, pohon, dan tiang milik Telkom,” ungkapnya. Ditanya hasil penertiban di tiga titik itu, dia tidak dapat menjawab. Namun, hasilnya sedang proses inventarisasi. (*/him/rom/k8)

loading...

BACA JUGA

Jumat, 19 Juli 2019 10:07

Vonis Idrus Marham Diperberat

JAKARTA – Hakim Pengadilan Tinggi (PT) DKI Jakarta memperberat hukuman…

Jumat, 19 Juli 2019 08:40

Tahura Bukit Soeharto Dirambah, Polisi Sita 40 Potong Kayu Sengon

PROKAL.CO, SAMARINDA - Tim gabungan Reserse Kriminal Polsek Loa Janan…

Kamis, 18 Juli 2019 11:10

INGAT..!! Kepsek Jangan Jual-Beli Kursi

Masalah Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2019 di Balikpapan belum…

Kamis, 18 Juli 2019 11:07
Dari Rakonreg PDRB Se-Kalimantan yang Dibuka Gubernur Isran Noor

Minta Ada Menteri dari Kaltim agar Pembangunan Merata

Rapat Konsultasi Analisis Ekonomi Regional (Rakonreg) Produk Domestik Regional Bruto…

Kamis, 18 Juli 2019 11:06

Karsa yang Mengalir Sampai Jauh

KABUT belum akan beranjak pergi. Sisa-sisa hawa dingin semalam masih…

Kamis, 18 Juli 2019 10:59
Langgam Pengabdian di Garis Depan

Jejak-Jejak Prajurit di Tapal Batas

Medan juang ini terasa berbeda. Penegasan kebanggaan di ujung negeri.…

Rabu, 17 Juli 2019 11:58

Puluhan Desa Tagih Janji Gubernur

Puluhan desa dari tiga kecamatan di Kukar menagih janji politik…

Rabu, 17 Juli 2019 11:56

Lelang Investasi Jembatan Tol Teluk Balikpapan Dimulai

PENAJAM- Tahapan lelang investasi pembangunan Jembatan Tol Teluk Balikpapan akhirnya…

Rabu, 17 Juli 2019 11:46

Bandara SAMS Sepinggan Jajaki Rute Tujuan Brunei

BALIKPAPAN – Beroperasinya Bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto Samarinda…

Rabu, 17 Juli 2019 11:08

Nasib Puluhan Pelajar Masih Menggantung

Nasib puluhan pelajar yang ditolak masuk SMP 11 Balikpapan masih…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*