MANAGED BY:
SABTU
25 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

MASKULIN

Minggu, 27 Mei 2018 20:01
Mengerikan, Begini Bahaya Plastik bagi Kehidupan
AKSI: Untuk mengedukasi masyarakat, relawan dan anggota Kophi Kaltim sering melakukan aksi, berupa mencabut paku di pohon, pungut sampah, dan kegiatan berkaitan lingkungan lainnya.

PROKAL.CO, KOTA bersih bebas sampah menjadi harapan hampir semua masyarakat. Namun, pada kenyataannya, masih banyak warga yang tak peduli dengan lingkungan dan membuang sampah sembarangan. Salah satu permasalahan lingkungan yang ada di Samarinda yakni, masih banyak sampah plastik berhamburan di jalan. Tak hanya merusak pemandangan dan kebersihan kota, sampah tersebut juga membahayakan masyarakat dan mahluk hidup lainnya.

"Plastik adalah sampah yang tidak mudah terurai, bahkan perlu ratusan tahun untuk menunggunya. Bila terus dibiarkan, pasti akan sangat berbahaya bagi kelangsungan hidup," ujar Zul Fazri Sabilly Muttaqin.

Dia mengatakan, Indonesia menjadi negara kedua penyumbang terbesar sampah plastik di lautan, hal ini menandakan konsumsi plastik di daratan jauh lebih besar. Sehingga bisa dibilang saat ini Indonesia sangat kritis kondisi lingkungannya.

"Ditambah banyaknya penambangan liar, penebangan hutan liar, banyak masyarakat yang kurang peduli dan tidak sadar terhadap kondisi lingkungannya. Makin sedikit juga orang-orang yang sadar membuang sampah pada tempatnya," ucap dia.

Banjir yang kerap terjadi di Samarinda adalah dampak dari buruknya lingkungan sekitar. Banyak faktor penyebabnya, di antaranya banyaknya hutan-hutan yang ditebang untuk membangun perumahan atau infrastruktur baru, sehingga penyerapan air berkurang. Ditambah lagi, banyaknya orang-orang yang membuang sampah plastik sembarangan, sehingga terjadi penumpukan dalam gorong-gorong yang ada.

"Jika sampah plastik itu dibuang sembarangan, maka semakin banyak masalah terjadi. Efeknya, menyebabkan kematian dari beberapa hewan, dan akan muncul sumber penyakit baru akibat proses penguraian sampah yang lama menumpuk," tegasnya.

Sebab itu, Zul menyarankan agar masyarakat mengurangi penggunaan plastik, atau tidak sama sekali menggunakan plastik. "Jangan membuang sampah di sembarang tempat, lalu plastik juga bisa dikelola dengan penerapan sistem 3R (reuse, reduce, and recycle)," tutupnya. (*/lia/*/ni/k9)


BACA JUGA

Senin, 22 Oktober 2012 10:16

Mitra Teras Mantap di Puncak

<div> <div> <strong>BALIKPAPAN</strong> &ndash; Kesebelasan Mitra Teras…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*