MANAGED BY:
JUMAT
22 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Minggu, 27 Mei 2018 20:40
Nasib Eks Bandara Temindung
Selain Bangun Politeknik Penerbangan, Buka Opsi Jadi Lahan Komersial
BERALIH FUNGSI: Landasan pacu Bandara Temindung. Di lokasi ini pemprov akan membangun politeknik penerbangan. (DOK/KP)

PROKAL.CO, SAMARINDA - Bandara Temindung telah resmi ditutup pada Rabu (23/5) sore. Banyak terlintas pertanyaan, bakal jadi apa lahan eks bandara dengan panjang runway 1.040 meter itu. Selain membangun politeknik penerbangan, konon opsi menjadikan lahan komersial mengemuka.

Pada hari penutupan, Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak mencanangkan akan membangun politeknik penerbangan. Dalam sambutannya saat soft opening Bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto pada Kamis (24/5), gubernur Kaltim dua periode itu menuturkan, sudah saatnya ada sekolah pilot di Bumi Etam. “Kaltim perlu mencetak pilot-pilot andal. Tentu dengan adanya Bandara APT Pranoto, tenaga para jebolan politeknik itu akan tertampung,” tutur gubernur.

Baru empat hari Bandara Temindung ditutup. Landasan pacu bekas bandara di Jalan Pipit, Kelurahan Bandara, Kecamatan Sungai Pinang, itu dijadikan arena balapan trek lurus alias drag race. Ya, kemarin (26/5) di sana digelar event balap bertajuk Kaltim Drag Night Race. Lalu, apakah ada rencana lain untuk lahan bekas bandara tersebut?

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltim Salman Lumoindong menjelaskan, penutupan bandara yang beroperasi selama 44 tahun itu tak hanya lantaran bandara baru selesai. Namun, kawasan tersebut juga kerap dilanda banjir yang bisa mengganggu jadwal penerbangan. Terlebih Temindung berada di kawasan padat penduduk.

Salman menuturkan, ada beberapa opsi untuk lahan bekas bandara itu. Selain politeknik penerbangan, ada opsi menjadi polder dan ruang bisnis. “Pertimbangan membangun politeknik karena melihat fasilitas yang ditinggalkan di Temindung cukup lengkap,” ujarnya.

Pasalnya, hingga kini, belum ada sekolah khusus penerbangan di Kaltim. Dia mengungkapkan, dibanding opsi lainnya, pembangunan sekolah penerbangan yang dukungannya paling tinggi. “Tentu nanti ada rapat yang membahas hal tersebut. Selanjutnya lahan tersebut akan dibangun apa?” kuncinya.

Sementara itu, dari kacamata pengamat perkotaan Warsilan, Temindung adalah kawasan strategis untuk dijadikan ruang terbuka hijau (RTH). “Tentu gunanya untuk mengurangi potensi banjir di Samarinda” tuturnya.

Adapun rencana dijadikan lahan komersial pernah dia dengar dari Pemkot Samarinda. “Untuk sekarang sebenarnya menunggu pemangku kebijakan saja,” ujarnya. Bahkan, kedua opsi yakni lahan komersial dan RTH bisa saja digabung.

Terpisah, pengamat tata kota dari Institut Teknik Kalimantan, Balikpapan, Farid Nurrahman mengungkapkan, mungkin ada baiknya dibiarkan menjadi taman kota. “Dengan kata lain dijadikan ruang publik,” tuturnya kemarin.

Dia menganjurkan, taman kota yang dimaksud bisa dibuat tanpa mengubah karakteristik yang sudah ada. Dengan kata lain, tak perlu mengubah wajah bandara. “Agar sejarah tetap terjaga,” ujarnya.

Bisa contoh Bandara Juanda, Sidoarjo. Setelah dipindah, bandara lama dialihfungsikan  menjadi lapangan tempat anak menyalurkan hobinya. Bahkan, menurut Farid, daripada diubah menjadi polder dan ruang komersial, ruang terbuka lebih efektif. “Apalagi mengubah wajah bandara kan perlu dana lagi,” ucapnya.

Dana yang katanya akan digunakan untuk membangun polder lebih baik digunakan untuk normalisasi daerah aliran sungai (DAS). Dia yakin dengan normalisasi DAS plus drainase dari sampah dan sedimentasi bisa mengurangi banjir di Samarinda.

AP I KELOLA BSB

Bandara APT Pranoto resmi dioperasikan sejak 24 Mei dibarengi dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Pemprov Kaltim dengan PT Angkasa Pura I (AP I). Corporate Secretary AP I, Israwadi mengungkapkan, nota kesepahaman yang telah ditandatangani tersebut terkait rencana pengelolaan Bandara APT Pranoto.  Namun, lanjut Israwadi, pihaknya saat ini harus mengajukan rencana kerja sama dalam bentuk proposal.

“Di dalamnya akan memuat kewajiban dan manfaat ekonomi dan manfaat finansial bagi kedua belah pihak. Sebelum ditandatangani PKS (perjanjian kerja sama),” kata Israwadi kepada Kaltim Post di Jakarta, kemarin. “Kami harap tahun ini sudah bisa mengelola,” lanjutnya.

Tak hanya itu, kata dia, AP I sangat memungkinkan mengelola Bandara APT Pranoto dan Bandara Sepinggan secara bersamaan. “Mekanisme organisasi pengelolaan dapat berbentuk cabang tersendiri. Tentu akan dibahas dengan pemprov dan Kemenhub (Kementerian Perhubungan),” jelas Israwadi.

Dia menambahkan, saat ini mekanisme kerja sama antara Pemprov Kaltim dan AP I masih tahap pembahasan. “Ini masih akan kami detailkan,” ucapnya. “Sesuai harapan gubernur, kerja sama ini tentu harus memberikan manfaat ekonomi dan finansial bagi kedua belah pihak,” sambungnya.

Diwartakan sebelumnya, mimpi warga Kota Tepian memiliki bandara representatif akhirnya terwujud. Sejarah baru itu benar-benar tercipta. Setelah menunggu penantian nan panjang, Bandara Internasional APT Pranoto dioperasikan Kamis (24/5) lalu.

Beroperasinya bandara yang populer dengan nama Bandara Samarinda Baru (BSB) itu menggantikan Bandara Temindung yang sudah berjalan sekitar 44 tahun. Meski sudah bisa didarati, lapangan terbang di Kelurahan Sungai Siring, Samarinda Utara, itu baru melayani penerbangan dengan rute Kaltim dan Kaltara. Untuk rute luar pulau masih dalam proses. (*/fch*/pri*/amn/sar/rom/k16)


BACA JUGA

Kamis, 21 Februari 2019 14:43

PARAHNYA..!! Banyak Tambang Cacat Administrasi, 876 IUP Proses Pencabutan, 81 Dihentikan Sementara

SAMARINDA – Proses pembenahan aktivitas pertambangan di Kaltim terus dilakukan.…

Kamis, 21 Februari 2019 10:15

Tiket Pesawat Mahal, Masyarakat Naik Kapal

SAMARINDA- Indonesia National Air Carrier Association (INACA) mengakui mulai akhir…

Kamis, 21 Februari 2019 08:40

Kenapa Lubang Tambang di Samarinda Tak Direklamasi? Ini Jawaban Distamben Kaltim

SAMARINDA - Lubang bekas tambang di kota Samarinda masih banyak…

Kamis, 21 Februari 2019 08:36

Mantan Rektor : Selisih Kas BLU Rp 35 Miliar Tanggung Jawab PR II Unmul

SAMARINDA - Mantan Rektor Unmul Zamruddin Hasid mengaku temuan selisih…

Rabu, 20 Februari 2019 12:50

Lahan Perumahan Masuk Zona Hijau, Kapan Revisi RTRW Samarinda?

SAMARINDA – Para pengembang hunian di Kaltim saat ini masih…

Rabu, 20 Februari 2019 12:23

Hanya 62 Persen Siswa Yang Mendaftar SNMPTN

 JAKARTA - Pendaftaran Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN)…

Rabu, 20 Februari 2019 09:20

Setelah Saling Serang, Dua Kampus Damai, Pasangan Diminta Putus

SAMARINDA–Keributan antarmahasiswa dua perguruan tinggi, Politeknik Negeri Samarinda (Polnes)…

Selasa, 19 Februari 2019 14:27

TEPOK JIDAT..!! Ganti Rugi Rp 18 Triliun, Baru Dibayar Rp 32 Miliar

JAKARTA – Dalam debat calon presiden kemarin malam (17/2), Calon…

Selasa, 19 Februari 2019 14:01

Kejadian Lagi..!! Video Mesum Pelajar Samarinda Kembali Tersebar

DUA video durasi singkat dengan isi mengandung pornografi, menyebar. Diduga…

Selasa, 19 Februari 2019 12:22

BERANI NGGA? WALHI Tantang Jokowi Ungkap Lahan Negara yang Dikuasai Orang Dalam Timnya

JAKARTA- Terkait dengan lahan Hak Guna Usaha (HGU), Wahana Lingkungan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*