MANAGED BY:
RABU
19 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

KOLOM PEMBACA

Sabtu, 26 Mei 2018 02:09
Stadion Palaran, Riwayatmu Dulu….

Oleh: Dr. Ir Sunarto Sastrowardojo, M.Arch, Dosen Pascasarjana Pengembangan dan Perencanaan Wilayah PPW, Universitas Mulawarman

Oleh: Dr. Ir Sunarto Sastrowardojo, M.Arch

PROKAL.CO, Pembaca yang berada di luar Kaltim, selain kontingen PON XVII 2008, mungkin tidak banyak yang mengetahui bahwa di Kalimantan Timur memiliki kompleks stadion utama  seluas 88 hektare dan dibangun dengan biaya nyaris mencapai Rp 1 triliun.

Kaltim Post beberapa hari lalu melansir kondisi GOR Utama Palaran itu dalam kondisi memprihatinkan. Kondisi jalan masuknya rusak parah. Tempat duduk stadion bola yang menampung 60-an ribu penonton ditumbuhi rumput. Fasilitas yang ada nyaris tak dapat difungsikan. Parahnya biaya perawatan kurang dari Rp 2 miliar pun dalam dua tahun terakhir tersendat.

Anehnya tidak ada tindakan yang bisa menyelamatkan aset pemerintah provinsi ini. Menurut saya aneh sih. Pada saat kewenangan membangun daerahnya berada sepenuhnya di tangan gubernur, kok stadion yang dibangun dari pajak rakyat itu tidak disikapi. Diserahkan ke swasta, misalnya kompleks  Stadion Utama Senayan.

Stadion seluas 279 hektare, 1 hektare itu tinggal 136,84 hektare atau 49 persen, sisanya 51 persen diserahkan, disewakan atau dikerjasamakan dengan pihak ketiga.

Dari 51 persen yang tersisa itu sekitar 67,52 hektare atau sekitar 24,4 persen digunakan untuk berbagai bangunan pemerintah. Gedung DPR-MPR, Kementerian LHK, Kemendikbud, Graha Pemuda, kantor kelurahan,  SMA Negeri, puskesmas dan sederet bangunan komersial lainnya.

Adapun sisanya, 26,7 persen lahan atau sekitar 74,74 hektare disewakan, dijual untuk berbagai bangunan. Di sana ada Hotel Hilton, Ratu Plaza, Hotel Mulia, Hotel Atlet Century Park, Taman Ria Remaja Senayan, Wisma Fairbanks, Plaza Senayan, dan sejumlah bangunan yang saya tidak hafal. Malah sekarang, kabarnya 7 hektare lagi sudah dijual kepada bank asing.

Di KONI Kaltim itu banyak entrepreneur. Di klub bola Kalimantan Timur itu banyak pengusaha yang mampu membaca peluang menghidupi stadion, sambil mencetak bibit unggul olahraga.

Prestasi kontingen Kaltim di PON 2008 memang tidak terlalu cemerlang. Tapi tidak lantas patah arang mencetak atlet berprestasi. Peran swasta memang menjadi perdebatan. Misalnya, lokasi Stadion Utama Palaran yang kurang seksi untuk menarik investasi, ah tidak juga. Stadion Madya yang berada di pusat kota pun mangkrak dan belum jelas juntrungnya. Kendati kabar angin menyebar akan dikelola swasta.

Pembaca yang berada di luar Kaltim, selain kontingen PON XVII 2008 mungkin tidak banyak yang mengetahui bahwa di Kalimantan Timur memiliki kompleks stadion utama seluas 88 hektare dan dibangun dengan biaya nyaris mencapai Rp 1 triliun dan mangkrak jadi sarang biawak dan hewan melata. PON XVII 2008 ini mencatat prestasi baik. Tuan rumah meraih 116 medali emas, 111 perak, dan 115 perunggu, urutan ketiga setelah Jatim dan DKI Jakarta. Sebuah prestasi spektakuler yang mungkin sulit diraih kontingen Bumi Etam di laga sejenis beberapa tahun kemudian. 

Di Riau PON berikutnya, Kalimantan Timur menempati rangking 5 dengan 42 emas, 45 perak, dan 48 perunggu.

PON XX 2020 di Papua, apakah Kalimantan Timur bisa meningkatkan peringkat kelima, atau bahkan merosot ke papan tengah. Harus segera dipikirkan langkah strategis untuk memacu prestasi atlet Kaltim dan menyelamatkan aset Stadion Utama Palaran. (*/one/k16)


BACA JUGA

Selasa, 18 September 2018 07:08

Suap di Lembaga Peradilan

Oleh : Sholihin Bone (Pengajar di FH Untag, STIH Awang Long) PUBLIK Tanah Air kembali dikejutkan oleh…

Selasa, 18 September 2018 07:06

Minimnya Langkah Kaki dan Jalur Pedestrian Kita

Oleh:Muhammad Risal (Mahasiswa Magister Administrasi Publik FISIP Unmul) SALAH SATU penelitian yang…

Selasa, 18 September 2018 07:04

Limbah Batang Pisang sebagai Penguat Material Komposit Alternatif

Oleh: Ika Ismail ST MT (Dosen Teknik Material dan Metalurgi ITK) LIMBAH adalah buangan yang dihasilkan…

Senin, 17 September 2018 07:23

Perkuat Identitas Bangsa di Kalangan Milenial

OLEH: MAYA RETNO SARI GENERASI milenial sudah sangat sering diperbincangkan oleh banyak kalangan saat…

Senin, 17 September 2018 07:21

Ibrah Tahun Baru Islam

OLEH: MUKHTAR(Wakil Ketua IKA PMII Kutai Timur Bidang Riset dan Teknologi) SELASA pada 11 September…

Senin, 17 September 2018 07:15

Prospek Ekonomi Olahraga

OLEH: SUHARYONO SOEMARWOTO MM(Pemerhati Ketenagakerjaan dan Ekonomi Kerakyatan, Mahasiswa S3-Doktor…

Sabtu, 15 September 2018 00:18

Kharisma Hashtag (#)

Era digital memang sangat memudahkan setiap lentik jemari untuk mencari apa saja yang diinginkan. Menjadi…

Rabu, 12 September 2018 08:04

Pengembangan Keaksaraan dan Keterampilan

Oleh: Tri Widayati(Pamong Belajar BP PAUD & Dikmas Kaltim) GLOBALISASI telah mengubah cara pandang…

Selasa, 11 September 2018 07:03

Pembangunan Coastal Area Balikpapan, untuk Siapa?

Oleh: Farid Nurrahman(Lecturer of Urban and Regional Planning at Kalimantan Institute of Technology…

Selasa, 11 September 2018 06:58

Kemiskinan, Pemberdayaan Masyarakat, dan Pendidikan Nonformal

Oleh: A Ismail Lukman(Staf Pengajar Prodi Pendidikan Nonformal FKIP Universitas Mulawarman) KEMISKINAN…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .