MANAGED BY:
JUMAT
22 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

KOLOM PEMBACA

Sabtu, 26 Mei 2018 02:09
Stadion Palaran, Riwayatmu Dulu….

Oleh: Dr. Ir Sunarto Sastrowardojo, M.Arch, Dosen Pascasarjana Pengembangan dan Perencanaan Wilayah PPW, Universitas Mulawarman

Oleh: Dr. Ir Sunarto Sastrowardojo, M.Arch

PROKAL.CO, Pembaca yang berada di luar Kaltim, selain kontingen PON XVII 2008, mungkin tidak banyak yang mengetahui bahwa di Kalimantan Timur memiliki kompleks stadion utama  seluas 88 hektare dan dibangun dengan biaya nyaris mencapai Rp 1 triliun.

Kaltim Post beberapa hari lalu melansir kondisi GOR Utama Palaran itu dalam kondisi memprihatinkan. Kondisi jalan masuknya rusak parah. Tempat duduk stadion bola yang menampung 60-an ribu penonton ditumbuhi rumput. Fasilitas yang ada nyaris tak dapat difungsikan. Parahnya biaya perawatan kurang dari Rp 2 miliar pun dalam dua tahun terakhir tersendat.

Anehnya tidak ada tindakan yang bisa menyelamatkan aset pemerintah provinsi ini. Menurut saya aneh sih. Pada saat kewenangan membangun daerahnya berada sepenuhnya di tangan gubernur, kok stadion yang dibangun dari pajak rakyat itu tidak disikapi. Diserahkan ke swasta, misalnya kompleks  Stadion Utama Senayan.

Stadion seluas 279 hektare, 1 hektare itu tinggal 136,84 hektare atau 49 persen, sisanya 51 persen diserahkan, disewakan atau dikerjasamakan dengan pihak ketiga.

Dari 51 persen yang tersisa itu sekitar 67,52 hektare atau sekitar 24,4 persen digunakan untuk berbagai bangunan pemerintah. Gedung DPR-MPR, Kementerian LHK, Kemendikbud, Graha Pemuda, kantor kelurahan,  SMA Negeri, puskesmas dan sederet bangunan komersial lainnya.

Adapun sisanya, 26,7 persen lahan atau sekitar 74,74 hektare disewakan, dijual untuk berbagai bangunan. Di sana ada Hotel Hilton, Ratu Plaza, Hotel Mulia, Hotel Atlet Century Park, Taman Ria Remaja Senayan, Wisma Fairbanks, Plaza Senayan, dan sejumlah bangunan yang saya tidak hafal. Malah sekarang, kabarnya 7 hektare lagi sudah dijual kepada bank asing.

Di KONI Kaltim itu banyak entrepreneur. Di klub bola Kalimantan Timur itu banyak pengusaha yang mampu membaca peluang menghidupi stadion, sambil mencetak bibit unggul olahraga.

Prestasi kontingen Kaltim di PON 2008 memang tidak terlalu cemerlang. Tapi tidak lantas patah arang mencetak atlet berprestasi. Peran swasta memang menjadi perdebatan. Misalnya, lokasi Stadion Utama Palaran yang kurang seksi untuk menarik investasi, ah tidak juga. Stadion Madya yang berada di pusat kota pun mangkrak dan belum jelas juntrungnya. Kendati kabar angin menyebar akan dikelola swasta.

Pembaca yang berada di luar Kaltim, selain kontingen PON XVII 2008 mungkin tidak banyak yang mengetahui bahwa di Kalimantan Timur memiliki kompleks stadion utama seluas 88 hektare dan dibangun dengan biaya nyaris mencapai Rp 1 triliun dan mangkrak jadi sarang biawak dan hewan melata. PON XVII 2008 ini mencatat prestasi baik. Tuan rumah meraih 116 medali emas, 111 perak, dan 115 perunggu, urutan ketiga setelah Jatim dan DKI Jakarta. Sebuah prestasi spektakuler yang mungkin sulit diraih kontingen Bumi Etam di laga sejenis beberapa tahun kemudian. 

Di Riau PON berikutnya, Kalimantan Timur menempati rangking 5 dengan 42 emas, 45 perak, dan 48 perunggu.

PON XX 2020 di Papua, apakah Kalimantan Timur bisa meningkatkan peringkat kelima, atau bahkan merosot ke papan tengah. Harus segera dipikirkan langkah strategis untuk memacu prestasi atlet Kaltim dan menyelamatkan aset Stadion Utama Palaran. (*/one/k16)


BACA JUGA

Rabu, 20 Juni 2018 07:40

Jangan Runtuhkan Bangunan Takwa Kita

Oleh: Ismail MPdI(Guru Fikih MAN Insan Cendekia Paser) DI antara cara Alquran dalam menginformasikan…

Sabtu, 09 Juni 2018 01:37

Soekarno dan Pancasila

Sebagai  negara kesatuan, Indonesia harus memiliki landasan negara. Dari landasan itulah maka akan…

Minggu, 03 Juni 2018 07:18

Pancasila, Indonesia, dan Budaya Hoax

OLEH: ARIS SETIAWAN(Pendidik dan Pegiat Literasi, Kandidat Doktor Manajemen Pendidikan Unmul) SAYA yakin,…

Minggu, 03 Juni 2018 07:15

Green Economy, Solusi Pariwisata Kaltim

OLEH: SUKARDI (Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unmul) BENTANG lahan Indonesia yang sangat luas,…

Senin, 28 Mei 2018 08:41

Ngabuburit dan Budaya Konsumtif di Ramadan

Oleh: Rendy Putra Revolusi(Ketua Umum PC IMM Kota Balikpapan 2017-2018)TELAH lama muncul istilah yang…

Minggu, 27 Mei 2018 07:18

Ramadan, Pendidikan Karakter, dan Manajemen Konflik

OLEH: ARIS SETIAWAN (Kandidat Doktor Manajemen Pendidikan Unmul) RAMADAN sebagaimana kita pahami merupakan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .