MANAGED BY:
RABU
20 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Jumat, 25 Mei 2018 21:00
Bandara APT Pranoto Sejarah Baru Samarinda
Sementara Buka Rute Kaltim-Kaltara, Mimpi Selanjutnya, Layani Penerbangan ke Tanah Suci
AKHIR PENANTIAN PANJANG: Pesawat milik Xpress Air mendarat di landasan pacu Bandara APT Pranoto kemarin. Tampak para penumpang sesaat setelah keluar dari kabin pesawat. Foto atas lounge bandara. (SAIPUL ANWAR/KP)

PROKAL.CO, SAMARINDA – Mimpi warga Kota Tepian memiliki bandara representatif akhirnya terwujud. Sejarah baru itu benar-benar tercipta. Setelah menunggu penantian nan panjang, Bandara Internasional Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto diluncurkan kemarin (24/5).

Beroperasinya bandara yang populer dengan nama Bandara Samarinda Baru (BSB) itu menggantikan Bandara Temindung yang sudah berjalan sekitar 44 tahun. Meski sudah bisa didarati, lapangan terbang di Kelurahan Sungai Siring, Samarinda Utara itu baru melayani penerbangan dengan rute Kaltim dan Kaltara. Sedangkan untuk rute luar pulau masih dalam proses.

Pantauan Kaltim Post kemarin dalam soft opening bandara, sempat terjadi kendala. Harusnya, pesawat ATR 42 milik Xpress Air yang mendapat kesempatan landing untuk pertama kalinya di BSB pukul 08.45 Wita. Namun, pesawat dari Bandara Internasional Juwata Tarakan yang transit di Bandara Kalimarau Berau itu mengalami delayed karena cuaca buruk.

Justru pesawat milik Susi Air dari Bandara Internasional Sepinggan Balikpapan yang datang lebih dulu pada pukul 10.20 Wita. Akibat kedatangan pesawat tertunda, acara tepung tawar (tolak bala dalam adat Kutai) baru bisa dilaksanakan pada pukul 11.30 Wita, saat pesawat milik Xpress Air mendarat mulus di Bandara APT Pranoto. Penumpang yang turun dari pesawat milik Xpress Air itu langsung disambut Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak. Satu per satu para penumpang menyalami Gubernur.

Setelah menyalami para penumpang, Faroek menuturkan, bandara yang sudah memulai proses perencanaan pada 1986 itu menjadi salah satu jembatan untuk bandara-bandara yang dibangun di kawasan perbatasan.

Dia menyebut, terdapat empat bandara di kawasan perbatasan. “Ada Bandara Datah Dawai di Mahakam Ulu, Bandara Long Apung di Malinau, Bandara Long Bawan di Nunukan, dan Bandara Maratua di Berau,” paparnya.

Dia melanjutkan, dalam waktu dekat, Angkasa Pura (AP) I akan melakukan pembenahan di beberapa sektor. Faroek menyebut, kelak runway bandara tersebut bisa lebih panjang dari sekarang yang baru 2.250 meter. “Kalau perlu 3.000 meter panjangnya (runway),” celetuknya. Tujuannya, tak lain agar bandara tersebut bisa membawa jamaah haji langsung ke Tanah Suci. Baik ke Jeddah, Arab Saudi, maupun Madinah.

Sementara itu, Kepala Unit Pengelola Bandar Udara (UPBU) APT Pranoto Wahyu Siswoyo mengatakan, sudah ada satu maskapai penerbangan di luar Susi Air dan Xpress Air yang sudah mengajukan slot time penerbangan. Maskapai yang dimaksud adalah Wings Air.

Dari data yang dihimpun media ini, total ada enam slot yang diajukan maskapai yang berada di bawah bendera Lion Air tersebut. “Namun, semuanya masih penerbangan di dalam Kaltim,” tuturnya.

Hanya, Wings Air juga sudah mempersiapkan empat permohonan slot time lagi. Menurut Wahyu, di antara empat slot yang akan diajukan tersebut ada penerbangan ke luar pulau, yakni rute ke Pulau Sulawesi. “Tapi, saya belum bisa rinci. Yang pasti ke luar Kalimantan,” ucapnya.

Menurutnya, saat ini pihak maskapai masih menunggu kesiapan runway. Sebab, ada shoulder runway (bahu landasan) yang tanahnya menurun. “Maskapai menunggu itu diperbaiki, mereka akan segera landing di APT Pranoto,” ucapnya.

Disinggung soal harga tiket, Wahyu memprediksi bisa lebih murah dari Bandara Internasional Sepinggan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) di Balikpapan. Penyebabnya, airport tax di BSB lebih murah, yakni Rp 40 ribu. Sedangkan di Bandara Sepinggan airport tax mencapai Rp 100 ribu. Selain pajak bandara, biaya pendaratan dan ongkos lainnya, BSB lebih murah. “Itu yang diprediksi akan membuat harga tiket lebih murah,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltim Salman Lumoindong mengatakan, permasalahan turunnya tanah di bahu landasan akan selesai dalam dua bulan. “Meski begitu, tak memberi masalah terhadap operasional bandara,” ucapnya.

Namun, landasan baru bisa didarati pesawat sekelas ATR-72. Sementara untuk pesawat sekelas Boeing 737-900ER, baru bisa mendarat saat pengerjaan bahu landasan selesai. “Ini memang standarnya,” terangnya.

Salman menuturkan, ada beberapa fasilitas bandara yang perlu segera dirampungkan. Seperti exit way yang saat ini baru rampung satu dari rencana sebanyak empat. Selain itu, taxiway juga diperlukan agar arus pesawat yang mendarat dan lepas landas efisien. “Kalau enggak ada taxiway, pesawat mesti mengantre lebih lama,” ujarnya.

Sisi udara lainnya yang perlu dilengkapi segera adalah lampu landasan. Namun, Salman memprediksi baru bisa terlaksana pada 2019. Pasalnya, untuk sementara, BSB masih melayani penerbangan pagi hingga sore. Sementara untuk sisi darat, akan digenjot pembangunan pagar dan taman.

AKSES BANDARA

Akses menuju Bandara APT Pranoto menjadi momok lain yang mesti dipikirkan. Masalah utamanya adalah jalan yang sempit dan banjir yang kerap menggenang di Jalan DI Panjaitan. Padahal, itu merupakan akses satu-satunya menuju BSB di Sungai Siring.

Pejabat Sementara (Pjs) Wali Kota Samarinda Zairin Zain mengungkapkan, saat ini pemkot tengah mengupayakan kelanjutan pembangunan jalan alternatif ke BSB, yakni lewat Batu Besaung, Sempaja Utara. Akses yang diberi nama simpang empat Batu Besaung itu memang sudah lama mangkrak karena tak ada kucuran anggaran dari pusat.

Menurutnya, pemkot telah mengajukan anggaran ke pusat kota. “Jalan alternatif itu nantinya juga terintegrasi dengan Jembatan Mahkota II. Harapannya, 2019 mulai dikerjakan,” katanya. Selain jalan alternatif, Zairin meminta bantuan kepada pusat untuk pengadaan penerangan akses menuju bandara.

Diketahui, akses alternatif itu merupakan pembangunan jalan baru sebagai alternatif jalan menuju BSB di Sungai Siring. Panjang jalan ini sekitar 10,75 kilometer. Median jalannya sepanjang 5 meter. Dalam rencana anggaran biaya (RAB) 2011 lalu, proyek ini memerlukan anggaran sekitar Rp 980 miliar.

Namun, dalam perjalanannya, terjadi kendala yang cukup rumit, yakni pembebasan lahan. Pemprov Kaltim telah berupaya keras melakukan pendekatan persuasif ke pemilik lahan. Bahkan sejak awal proyek ini dikerjakan. Namun, hingga kini atau hampir delapan tahun, hasilnya belum memuaskan.

Belakangan, dengan kondisi anggaran yang defisit, Pemkot Samarinda tak mampu mengalokasikan anggaran pembebasan lahan secara maksimal. Total anggaran yang sudah mengalir ke proyek itu sekitar Rp 57 miliar. Selama periode 2013 hingga 2015. (*/fch*/zaa/rom/k11)


BACA JUGA

Selasa, 19 Juni 2018 08:54

Gairah Salah

ST PETERSBURG – Mesir membutuhkan Mohamed Salah. Kekalahan The Pharaohs, julukan Mesir, di matchday…

Selasa, 19 Juni 2018 08:49

Soal Bangunan di Bukit Soeharto, Pemerintah Ikut Melanggar

TENGGARONG – Ketenangan warga yang bermukim di sepanjang jalan poros Balikpapan-Samarinda, mulai…

Selasa, 19 Juni 2018 08:47

Kelebihan Muatan, Kapal Tenggelam

SAMOSIR – Kapal Motor (KM) Sinar Bangun yang berlayar dari Pelabuhan Simanindo, Samosir tujuan…

Selasa, 19 Juni 2018 08:45

Kesalahan Fatal dan Cenderung Disengaja

JAKARTA – Untuk sekian kalinya terjadi kasus kesalahan cetak Alquran. Kali ini kabar kesalahan…

Selasa, 19 Juni 2018 08:43

Dihancurkan Laser, Paling Lama Satu Jam

Menghancurkan batu ginjal perlu waktu berhari-hari. Persiapan operasi. Tindakan. Dan masa pemulihan.…

Senin, 18 Juni 2018 08:19

Usai Lebaran, Selamat Datang Kemacetan

TENGGARONG – Hampir saban tahun saat Lebaran, jalan poros Balikpapan-Samarinda padat. Namun, titik…

Senin, 18 Juni 2018 08:05

TEGAS..!! RM Tahu Sumedang Harus Tutup saat Idulfitri

BATAS waktu pengurusan izin RM Tahu Sumedang, Jalan Soekarno-Hatta, Km 50, di kawasan Tahura Bukit Soeharto…

Senin, 18 Juni 2018 07:55

Bukan Panggung Rookie

PIALA Dunia 2018 bukan untuk rookie. Peringatan ini wajib didengar Inggris. Apalagi setelah melihat…

Senin, 18 Juni 2018 07:51

PLIISSSS NAH..!! Aturan KPR Dilonggarkan Dong....

SURABAYA – Pengembang properti meminta kelonggaran regulasi kredit pemilikan rumah (KPR). Itu…

Senin, 18 Juni 2018 07:50

Jalin Komunikasi dengan para Pemimpin hingga Jenguk Senior yang Sakit

Momen Idulfitri dimanfaatkan umat muslim untuk bersilaturahmi. Begitu juga yang dilakukan Gubernur Kalimantan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .