MANAGED BY:
SELASA
23 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Jumat, 25 Mei 2018 09:00
Delapan Anak Tangga ke Museum Jadi Tempat Mengenang

Tapak Tilas ke Promenade de Anglais, Jalanan Indah di Nice yang Dinodai Teror Truk

TANPA PENGAMANAN KHUSUS: Di Promenade de Anglais, Nice ini menjadi lokasi teror ke warga saat perayaan Bastille Day dua tahun lalu. (CANDRA KURNIA/JAWA POS)

PROKAL.CO, Sebulan jelang peringatan dua tahun teror truk di Nice, Prancis, tidak tampak pengamanan berlebihan di sekitar lokasi kejadian. Komunitas muslim tak jauh dari sana jadi lebih giat menanamkan pemahaman Islam yang mengajarkan damai sejak insiden tersebut.

CANDRA KURNIA, Nice

ILLIA membidikkan kamera ke arah kekasihnya yang sedang berpose dengan bermacam gaya. Setelah itu, turis asal Jerman tersebut memberikan instruksi agar sang belahan jiwa melompat pada hitungan ketiga.

Tentu saja dia ingin kekasihnya tampak seperti terbang di udara dalam jepretan kamera telepon pintarnya. Setelah beberapa kali mencoba, akhirnya mereka mendapatkan hasil yang sempurna. Tempat yang digunakan kekasih Illia untuk bergaya tersebut adalah sebuah anak tangga menuju bangunan seperti podium di halaman Villa Massena Musee (Museum Villa Massena).

Ada delapan anak tangga di sana. Pada 7 Mei lalu, di atas anak-anak tangga tersebut dipajang foto-foto korban keganasan teroris di jalanan Promenade de Anglais. Pangeran Charles dari Inggris Raya menyempatkan datang ke museum tersebut di sela-sela kunjungan kerjanya ke Prancis. Dia hadir untuk meletakkan buket bunga di depan foto-foto para korban, berdoa, lalu memberikan penghormatan.

Demi menunjukkan begitu besarnya simpatinya kepada para korban, karangan bunga yang dibawa Prince of Wales tersebut diambil dari kebun halaman tempat tinggalnya sendiri, Highgrove Park. Pangeran Charles terlihat khusyuk dengan doanya di hadapan foto-foto para korban.

Villa Massena Musee memang tepat digunakan untuk acara mengenang para korban teror truk Nice. Karena letaknya pas berada di seberang lokasi kejadian berhentinya truk kargo Renault Midlum seberat 19 ton setelah menabraki setiap orang yang berada di jalan sepanjang 1,7 kilometer pada 14 Juli 2016.

Pelakunya, Mohamed Salmene Lahouaiej-Bouhlel, memacu kendaraan gigantik tersebut dengan zig-zag berkecepatan tinggi hingga 90 kilometer per jam dari perempatan Magnan berbelok ke kiri menuju Promenade des Anglais, lalu berhenti di dekat Rumah Sakit Foundation Lenval Children.

Menabrak siapa saja. Padahal, ribuan orang tengah meriung di sana untuk merayakan Bastille Day alias Hari Persatuan Rakyat Prancis. Walhasil, 86 orang tewas dan 458 lainnya luka-luka. Di setiap aksi teror selalu muncul pahlawan. Dalam kejadian itu, Franck Terrier (51), turun dari skuternya, lalu melompat ke pintu kokpit truk dan memukul Bouhlel. Pelaku sempat membalas pukulannya hingga Terrier terjatuh.

Tapi, dia kembali lagi naik untuk menghajarnya. Aksi bengis tersebut akhirnya berakhir setelah polisi berhasil menembak mati pelaku setelah terlibat saling serang menggunakan senjata api. 

Serangan teror, biarpun hanya terjadi dalam hitungan detik, sudah sangat mengerikan bagi siapa pun. Sedangkan aksi Bouhlel dua tahun silam berlangsung selama lima menit. Tepatnya pukul 23.30 sampai 23.35 waktu setempat.

Yang tak kalah mengerikan, teror truk itu seperti mengilhami pelaku lain melakukan aksi serupa di kota-kota lain. Di antaranya, di Stockholm, Swedia, dan New York, Amerika Serikat. 

Siapa pun yang menjadi saksi hidup peristiwa tersebut pastilah mengingatnya sebagai lima menit paling mengerikan dalam hidupnya. Jalanan indah sepanjang Pantai Mediterania berubah menjadi horor dengan pemandangan mayat korban di mana-mana.

Jawa Pos yang berada di lokasi memperhatikan Illia dan kekasihnya sedang asyik berfoto menghampiri keduanya. Lalu, memperlihatkan video Pangeran Charles yang sedang berdoa menghadap foto-foto para korban tepat pada anak tangga yang dipakai kekasih Illia bergaya tadi.

Mereka sempat mencocokkan lokasi di dalam video tersebut dengan tempat keduanya berdiri. “Oh ya, pangeran pernah berada di sini,” ujar Illia. Illia langsung ingat serangan teror yang terjadi nyaris dua tahun lalu tersebut di Promenade des Anglais. Dia juga menceritakan apa yang dibacanya di media tentang serangan tersebut.

Tapi, apakah dia tidak khawatir dengan kemungkinan terulangnya kembali saat sedang berlibur bersama kekasihnya di Nice? Menurut Illia, tidak ada sedikit pun kekhawatiran tentang itu.

Bahkan, dia baru sadar lagi tentang peristiwa tersebut saat Jawa Pos mengingatkannya dengan video Pangeran Charles tersebut. “Yang kami ingat adalah jalanan ini pernah dipakai syuting film The Transporter. Jason Statham ngebut di jalanan itu,” sambung Illia menunjuk ke arah Promenade des Anglais.

Setelah puas berfoto di halaman Villa Massena Musee, keduanya melanjutkan jalan-jalan ke pinggiran pantai Mediterania. Sore itu hujan turun rintik-rintik. Meski begitu, semakin sore semakin banyak pengunjung yang datang.

Tak sampai sebulan sebelum peringatan dua tahun peristiwa teror terjadi, tidak tampak pengamanan berlebihan di sepanjang Promenade. Bahkan, bisa dikatakan nyaris tidak ada. Hanya 2–3 polisi yang melakukan patroli dengan mengendarai segway. Tanpa membawa senjata apapun. Itu pun dilakukan sesekali saja.

Pelaku teror Mohamed Salmene Lahouaiej-Bouhlel adalah imigran asli Tunisia. Dia mendapat izin tinggal di Nice sejak 2005, setelah bekerja sebagai sopir truk jasa pengiriman.

Menurut polisi, sebelum serangan terjadi, dia sedang dalam proses bercerai dengan istrinya dan tengah mengalami masalah keuangan. Hanya berselang beberapa saat setelah peristiwa mengerikan itu terjadi, ISIL (Islamic State of Iraq and the Levant, ada pula yang menyebutnya ISIS) mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Peristiwa itu mengejutkan banyak kalangan di Nice. Apalagi, tak lebih dari 1 kilometer dari tempat kejadian perkara (TKP), terdapat komunitas muslim cukup besar yang hidup berdampingan dengan damai bersama warga sekitar. Banyak berderet toko dan restoran halal yang dikelola warga muslim.

Jawa Pos menemui imam Masjid Al Wahda yang berada di kawasan Rue de Suisse, Nice. Dia adalah imigran asal Aljazair yang sudah bermukim di Nice selama 20 tahun. Bangunan yang digunakan untuk Masjid Al Wahda adalah sebuah flat biasa berlantai dua dengan bentuk tidak beda dengan bangunan di kiri dan kanannya. Sekilas orang tidak akan tahu bahwa itu adalah masjid. “Di sini masih sulit mendapatkan izin untuk membangun masjid agung (grand mosque),” ucap Rabie Khalifa, sang imam.

Meski demikian, jumlah muslim di kawasan itu terus bertambah dari tahun ke tahun. Kalau datang Jumat, ada sekitar 300 orang yang salat di Al Wahda. Tentang kehidupan muslim di Nice setelah serangkaian serangan teror terjadi di antero Prancis sejak 2015, Khalifa mengakui, ada dampak yang dirasakan. Terutama setelah pemerintah lebih ketat mengawasi warga muslim di sana.

Termasuk melarang penggunaan burka bagi perempuan muslimah di Prancis. “Dulu di sini ada 8 hingga 10 orang yang mengenakan burka,” jelasnya. Khalifa dan komunitas muslim di Nice sendiri mengutuk aksi teror dua tahun silam. Dia menegaskan, tidak ada kaitannya serangan tersebut dengan agama apapun, termasuk Islam.

Setelah serangan terjadi, dia jadi lebih sering memberikan pemahaman tentang Islam yang mengajarkan damai bagi semua makhluk. “Islam adalah rahmatan lil alamin. Selain itu berarti bukan!” tegasnya. (*/c10/ttg/jpnn/rom/k11)


BACA JUGA

Selasa, 23 Oktober 2018 06:51

Waspadai Pergerakan Bahan Pokok

BALIKPAPAN - Pemerintah kota maupun Provinsi Kaltim tampaknya harus mewaspadai risiko tingginya inflasi…

Selasa, 23 Oktober 2018 06:49

UMP Harus Punya Klasifikasi

SAMARINDA - Seperti tahun-tahun sebelumnya, upah minimum provinsi (UMP) Kaltim tahun ini bakal mengalami…

Senin, 22 Oktober 2018 06:47

Ribuan Anak Putus Sekolah, Pendidikan Kaltim Jadi Atensi

SAMARINDA – Pemprov Kaltim tampaknya harus bekerja keras dalam meningkatkan kualitas sumber daya…

Minggu, 21 Oktober 2018 11:19

Penyelundupan Narkotika Didominasi Melalui Malaysia

JAKARTA— Kasus narkotika seakan tiada hentinya. Dari awal Oktober hingga pertengahan Oktober kasus…

Minggu, 21 Oktober 2018 07:16

Garansi Polder Tak Ada Buaya

SANGATTA – Kian dekat dengan pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VI Kaltim 2018 di Kutai…

Sabtu, 20 Oktober 2018 00:05

Ekspor CPO Bantu Selamatkan Rupiah

SAMARINDA  -   Kinerja ekspor Kaltim pada Agustus mengalami penurunan 14,03 persen dibandingkan…

Jumat, 19 Oktober 2018 11:00

Dorong Pendapatan Petani, Gubernur Mau Petani Jual Karet Langsung ke Perusahaan

SAMARINDA - Petani karet diimbau tidak menjual hasil perkebunannya kepada tengkulak alias langsung ke…

Jumat, 19 Oktober 2018 10:51

Minta Perda Baca Tulis Alquran Disahkan

TANA PASER – Sebanyak 768 santri Taman Pendidikan Alquran (TPA) dan Lembaga Pembinaan dan Pengembangan…

Jumat, 19 Oktober 2018 09:35

Kaltim Peringkat Nasional Kepemilikan Akta Kelahiran

SAMARINDA – Provinsi kaltim menempati urutan ke dua dalam peringkat nasional untuk kepemilikan…

Jumat, 19 Oktober 2018 08:39

Beruntung Dibimbing Langsung Pencetusnya di Rusia

Gelar ahli hukum banyak dimiliki masyarakat Indonesia saat ini. Namun, untuk urusan ahli hukum luar…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .