MANAGED BY:
RABU
14 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Jumat, 25 Mei 2018 06:44
Pengusaha Kaltim Pilih Ekspor

Harga yang Dipatok PLT Dinilai Terlalu Rendah

-

PROKAL.CO, SAMARINDA - PT PLN (Persero) berencana melakukan akuisisi beberapa tambang batu bara. Langkah ini dilakukan untuk mengamankan pasokan batu bara ke pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) milik PLN. Namun sayangnya, langkah ini belum mendapat respons positif pengusaha Bumi Etam. Harga murah yang dipatok PLN membuat pengusaha lebih memilih ekspor.

Untuk diketahui, mengacu pada Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM Nomor 1395K/30/MEM/2018 tentang harga batu bara untuk Penyediaan Tenaga Listrik untuk Kepentingan Umum, disebutkan bahwa harga jual batu bara untuk penyediaan tenaga listrik untuk kepentingan umum USD 70 per metrik ton free on board (FOB) Vessel.

Asosiasi Pengusaha Batu Bara Indonesia (APBI) Samarinda, menilai hal tersebut tidak begitu berpengaruh, karena di Kota Tepian penjualan lebih banyak langsung ke luar negeri daripada domestik. Ketua APBI Samarinda, Eko Priyanto mengatakan, harga yang ditetapkan PLN untuk spesifikasi rendah. Atau didasarkan atas spesifikasi acuan pada kalori 6.322 kkal per kg GAR, total moisture 8 persen, total sulfur 0,8 persen dan ash 15 persen.

Ketika harga sedang anjlok sempat di kisaran USD 40 per metrik ton semua pengusaha mau menjual komoditasnya ke dalam negeri, untuk penyuplai PLN. Sedangkan saat ini, harga cenderung lebih baik, sehingga banyak yang tidak mau menjual ke dalam negeri.

“Dari dulu, kebanyakan perusahaan di Kaltim itu ekspor langsung, sedangkan yang menjual untuk kebutuhan PLN hanya sedikit,” tuturnya kepada Kaltim Post, Kamis (24/5).

Hanya, memang tidak bisa dipersenkan berapa yang lebih banyak menjual di dalam negeri. Tapi, jauh lebih banyak yang melakukan ekspor. Walaupun begitu, kebanyakan perusahaan masih bergantung pada harga. Jika harga di bawah harga yang ditetapkan untuk listrik, maka banyak yang menjual untuk PLN. Sedangkan jika harga tinggi seperti sekarang ini, kebanyakan tidak mau menjual ke PLN kecuali yang sudah dikontrak.

“Banyaknya perusahaan batu bara yang gulung tikar saat ini, memang biang kerok jatuhnya harga. Terlepas dari ketentuan PLN dalam memberikan harga untuk membeli batu bara,” katanya.

Menurutnya, memang sempat ada aturan yang mewajibkan menjual batu bara untuk suplai PLN. Namun, nyatanya belum terealisasi saja sudah banyak kendala. Sehingga, sebetulnya tidak terlalu berpengaruh dengan ketetapan harga dari pemerintah. Pengusaha masih bisa memilih untuk menjual ke siapa hasilnya.

“Lagi pula saat ini di Kaltim yang tersisa adalah perusahaan besar. Karena hanya mereka yang bisa bertahan di tengah harga yang tidak stabil,” tuturnya.

Sedangkan perusahaan besar, tambahnya, kebanyakan melakukan kegiatan ekspor langsung. Jadi, tidak terlalu berpengaruh dengan ketentuan harga PLN dan suplainya.

“Sehingga, bukan banyaknya kebutuhan PLN akan menarik bagi penambang, tapi perbedaan harga jual ke PLN yang sangat kecil membuat para penambang memilih ekspor saja,” tutupnya.

Diketahui, PT PLN (Persero) berencana melakukan akuisisi beberapa tambang batu bara untuk memenuhi kebutuhan batu bara PLN di 2022 mendatang mencapai 140 juta ton. Dari jumlah tersebut, 40 persen di antaranya direncanakan dipasok dari anak perusahaan PLN, yaitu PT PLN Batubara.

Saat ini, pasokan batu bara untuk pembangkit listrik dari anak usaha PLN masih berada di level 10 persen dari total kebutuhan. Dengan ditingkatkannya pasokan batu bara dari anak usaha, diharapkan tarif listrik bisa stabil. (*/ctr/ndu2/k15)


BACA JUGA

Selasa, 13 November 2018 06:54

Pengoperasian Maloy Mundur Lagi

SAMARINDA - Target pengoperasian Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Maloy Batuta…

Selasa, 13 November 2018 06:52

Investor Oman Lirik Kaltim

BALIKPAPAN - Investor asal Oman tampaknya mulai tertarik untuk berinvestasi…

Selasa, 13 November 2018 06:40

e-Commerce Catat Transaksi Fantastis

JAKARTA – Pesta belanja online terbesar di dunia (Singles Day)…

Selasa, 13 November 2018 06:38

Industri Pulp dan Kertas Dipacu Manfaatkan Teknologi Ramah Lingkungan

JAKARTA - Kementerian Perindustrian memacu industri pulp dan kertas untuk…

Selasa, 13 November 2018 06:38

Kuartal III, PGN Raih Laba Bersih Rp 3,06 T

JAKARTA - Kinerja PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) sampai…

Selasa, 13 November 2018 06:37

The Fed Kawal Ruang Gerak Rupiah

JAKARTA - Perdagangan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat…

Senin, 12 November 2018 06:54

Buat Sistem Pembakaran Mesin Maksimal

BALIKPAPAN – PT Pertamina (Persero) terus mendorong konsumsi Bahan Bakar…

Senin, 12 November 2018 06:48

Neraca Perdagangan Surplus USD 1,11 M

SAMARINDA – Neraca Perdagangan Kaltim terus menunjukkan performa positif. Pada…

Senin, 12 November 2018 06:47

Pasar India Masih Jadi Favorit

SAMARINDA – Rendahnya harga crude palm oil (CPO) global belum…

Senin, 12 November 2018 06:41

Siap Bersaing di Kelas Motor Sport

BALIKPAPAN – Suzuki GSX150 Bandit cukup percaya diri menjadi pemain…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .