MANAGED BY:
SABTU
23 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Kamis, 24 Mei 2018 06:56
Jumlah Petani Jadi Atensi
MULAI BERUMUR: Pemerintah harus menambah jumlah petani padi di Kaltim untuk meningkatkan produksi dan memenuhi kebutuhan masyarakat.(dok/kp)

PROKAL.CO, SAMARINDA - Pemerintah dituntut terus berinovasi dalam meningkatkan produksi beras di Kaltim. Selain menambah luasan lahan, juga menyiapkan sumber daya manusia (SDM). Pasalnya, saat ini rata-rata petani yang bekerja sudah berusia 40 tahun.

Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kaltim pada 2017 mencatat, komoditas produksi padi sebesar 400.040 ton, naik sebesar 31,02 persen atau 94.703 ton dari 2016 yang mencapai 305.337 ton.

Kepala Dinas Pangan, Tanaman Pangan, dan Holtikultura Kaltim, Ibrahim mengatakan, sepanjang 2017, pihaknya memang menargetkan 400 ribu ton. Tahun ini, ditingkatkan 10 persen lagi agar bisa memenuhi kebutuhan beras di Kaltim.

Konsumsi beras di Bumi Etam, tercatat 276 gram per kapita per hari pada 2017, lebih tinggi dari 2016 yang tercatat hanya 272 gram per kapita per hari. Jika dibandingkan 2015, konsumsi beras masih 252 gram per kapita per hari. Sehingga, rata-rata konsumsi juga terus meningkat 2-8 persen per tahun.

Konsumsi yang meningkat setiap tahun, tentu harus diimbangi dengan jumlah produksi. Namun hingga saat ini, masih sulit tercapai karena beberapa hambatan seperti musim kemarau dan banjir. Beberapa kendala ini yang coba diperbaiki.

“Peningkatan produksi 10 persen setiap tahun bisa tercapai jika dapat tercapai melalui perbaikan prasarana pengairan. Seperti rehabilitasi jaringan irigasi, pembangunan pintu-pintu air, dan pemompaan,” katanya kepada Kaltim Post, Rabu (23/5).

Menurutnya,  kendala lain yang harus dipecahkan adalah terbatasnya sumber daya manusia (SDM) petani. Sejak 2013 hingga saat ini, jumlah petani Kaltim menurun 28,45 persen. Petani yang ada di lapangan umumnya berusia di atas 40 tahun.

“Ini bisa ditangani dengan mengandalkan lulusan SPP (Sekolah Pertanian Pembangunan), Sekolah Pertanian Menengah Atas (SPMA) dan Universitas Mulawarman. Mereka juga harus bercocok tanam,” katanya.

Lulusan-lulusan pertanian, tambahnya, bisa menjadi wirausaha muda sektor pertanian dari bisnis turunan pangan, bisa juga menjadi petani muda namun memakai teknologi. Cara mengatasi masalah sudah ada, tinggal bagaimana Kaltim bisa menjalankan hal tersebut.

“Tahun ini, kita tak hanya berfokus pada pajale (padi, jagung, kedelai), namun juga peningkatan produksi singkong. Dengan upaya, antara lain membangun pabrik tepung mocaf atau cassava, sehingga produksi singkong petani dapat terserap secara berkelanjutan," tutupnya. (*/ctr/ndu/k15)


BACA JUGA

Jumat, 22 Juni 2018 06:45

IHSG Berpeluang Rebound

JAKARTA – Pasar saham masih lesu setelah berakhirnya libur panjang. Aliran dana asing terus keluar.…

Jumat, 22 Juni 2018 06:44

Neraca Dagang Terancam Anjlok

JAKARTA – Performa negatif neraca dagang diprediksi berlanjut. Sepanjang periode Januari–April,…

Jumat, 22 Juni 2018 06:43

Stok dan Harga Daging Sapi Terkendali

SURABAYA – Kebutuhan daging sapi diprediksi tetap tinggi hingga sepekan setelah Hari Raya Idulfitri.…

Jumat, 22 Juni 2018 06:41

Indonesia Tuan Rumah FIABCI Dunia

JAKARTA - Federasi Real Estat dunia atau World Congress FIABCI memilih Indonesia sebagai tuan rumah…

Kamis, 21 Juni 2018 06:44

Ujian Rupiah Berlanjut

JAKARTA – Setelah sentimen pertemuan G-7 (Grup 7) yang mempertemukan kelompok negara-negara maju…

Kamis, 21 Juni 2018 06:34

Arus Balik, Konsumsi Pertamax Naik 17 Persen

JAKARTA – Memasuki masa arus balik H+4 Lebaran 2018, Satuan Tugas (Satgas) PT Pertamina (Persero)…

Kamis, 21 Juni 2018 06:33

Petani Belum Merdeka

NGAWI – Musim panen padi sudah di depan mata. Namun bukannya senang, sejumlah petani di Ngawi…

Rabu, 20 Juni 2018 06:44

Tertarik, tapi Terbentur Persyaratan

BALIKPAPAN - Kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) atau BI 7-day reverse repo rate sebesar 50…

Rabu, 20 Juni 2018 06:40

Juni, Inflasi Kaltim Diprediksi Terkendali

SAMARINDA - Meski beberapa harga pangan melambung sejak awal bulan, seperti ayam broiler, daging sapi,…

Rabu, 20 Juni 2018 06:38

478 Daerah Sudah Terima Dana Desa

SAMARINDA - Pembangunan perdesaan di Bumi Etam dipastikan bakal semakin cepat. Pasalnya, saat ini penyaluran…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .