MANAGED BY:
SABTU
23 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Kamis, 24 Mei 2018 06:51
Ekonomi Syariah Jadi Prioritas
FOKUS: Bank Indonesia berencana memberi perhatian lebih kepada sektor perbankan syariah karena belum tergarap maksimal.(dok/anggi praditha/kp)

PROKAL.CO, SAMARINDA - Bank Indonesia berusaha terus mengembangkan ekonomi syariah. Pasalnya, saat ini sektor bank syariah belum tergarap maksimal, sehingga menyisakan peluang bisnis yang besar.

Apalagi, di Bumi Etam, pangsa segmen syariah terhadap industri keuangan sudah mulai pulih. Pada 2017 lalu, pasar perbankan syariah bahkan mampu menjaga pertumbuhan positif di angka 3,4 persen. Sebelumnya, pada 2015 lalu, minus 1,21 persen, dan mereda menjadi minus 0,38 persen setahun setelahnya. Desember 2017 lalu, posisi aset bank syariah dan unit usaha syariah (UUS) di Kaltim ada di posisi Rp 7,6 triliun. Naik 13 persen dibanding tahun sebelumnya.

Selanjutnya, pada kinerja pembiayaan, tahun lalu mencapai Rp 4,5 triliun, atau tumbuh 4,31 persen dari tahun sebelumnya. Dari sisi penghimpunan dana pihak ketiga (DPK), terjadi pertumbuhan 15,27 persen, dengan nilai Rp 5,29 triliun pada periode yang sama.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw-BI) Kaltim Muhamad Nur mengatakan, meski menunjukkan perbaikan dibanding dua tahun sebelumnya, pasar jasa keuangan dengan segmen syariah dinilai masih menyisakan ruang untuk tumbuh lebih besar. Saat ini, pihaknya sudah menyusun program untuk meningkatkan ekonomi syariah.

Potensi sangat besar jika dilihat dari sisi masyarakat Kaltim yang mayoritas beragama muslim. Pangsa pasar perbankan syariah di Kaltim masih sangat rendah. Yakni hanya 2,5 persen dari total kinerja bank umum. Porsi itu lebih kecil dibanding rasio nasional yang sudah mencapai 5,7 persen.

“Sebenarnya, syariah merupakan sebuah sistem. Sehingga, jangan dibenturkan atau dibanding-bandingkan dengan konvensional. Harusnya sama-sama saling mendukung,” tuturnya kepada Kaltim Post Rabu (23/5).

Ekonomi syariah, tambah Nur merupakan sebuah sistem yang tanpa membedakan agama. Jadi, perbankan syariah boleh untuk siapa saja, bukan hanya untuk orang Islam. Ekonomi syariah juga punya potensi untuk pembangunan ekonomi di Kaltim.

“Kita berharap dengan ekonomi syariah bisa tumbuh di Kaltim, maka pilihan masyarakat untuk meningkatkan kepercayaan terhadap perbankan bisa tumbuh,” katanya.

Menurutnya, ekonomi syariah bisa berdampak pada ekonomi. Mungkin saat ini masyarakat yang belum percaya dengan perbankan bisa menggunakan syariah. Sehingga, jika ekonomi syariah tumbuh, konvensional juga tumbuh. Itu yang diharapkan.

“Saat ini, pesantren merupakan salah satu potensi utama untuk mendongkrak pangsa pasar keuangan syariah. Bisa lewat kerja sama peningkatan UMKM di pesantren yang dibiayai oleh perbankan syariah. Tak hanya itu masih banyak potensi-potensi peningkatan ekonomi syariah lainnya,” tutupnya. (*/ctr/ndu/k15)


BACA JUGA

Jumat, 22 Juni 2018 06:45

IHSG Berpeluang Rebound

JAKARTA – Pasar saham masih lesu setelah berakhirnya libur panjang. Aliran dana asing terus keluar.…

Jumat, 22 Juni 2018 06:44

Neraca Dagang Terancam Anjlok

JAKARTA – Performa negatif neraca dagang diprediksi berlanjut. Sepanjang periode Januari–April,…

Jumat, 22 Juni 2018 06:43

Stok dan Harga Daging Sapi Terkendali

SURABAYA – Kebutuhan daging sapi diprediksi tetap tinggi hingga sepekan setelah Hari Raya Idulfitri.…

Jumat, 22 Juni 2018 06:41

Indonesia Tuan Rumah FIABCI Dunia

JAKARTA - Federasi Real Estat dunia atau World Congress FIABCI memilih Indonesia sebagai tuan rumah…

Kamis, 21 Juni 2018 06:42

Triwulan I 2018, DPK Korporasi Meningkat

SAMARINDA – Dana pihak ketiga (DPK) atau simpanan korporasi di Kaltim mengalami peningkatan pada…

Kamis, 21 Juni 2018 06:37

Tenant Capai Target, Rata-Rata Belanja Rp 1,2 Juta Per Orang

Badai ekonomi yang menimpa Kaltim tiga tahun lalu membuat geliat usaha berjalan lambat. Masyarakat yang…

Kamis, 21 Juni 2018 06:34

Arus Balik, Konsumsi Pertamax Naik 17 Persen

JAKARTA – Memasuki masa arus balik H+4 Lebaran 2018, Satuan Tugas (Satgas) PT Pertamina (Persero)…

Kamis, 21 Juni 2018 06:33

Petani Belum Merdeka

NGAWI – Musim panen padi sudah di depan mata. Namun bukannya senang, sejumlah petani di Ngawi…

Rabu, 20 Juni 2018 06:44

Tertarik, tapi Terbentur Persyaratan

BALIKPAPAN - Kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) atau BI 7-day reverse repo rate sebesar 50…

Rabu, 20 Juni 2018 06:40

Juni, Inflasi Kaltim Diprediksi Terkendali

SAMARINDA - Meski beberapa harga pangan melambung sejak awal bulan, seperti ayam broiler, daging sapi,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .