MANAGED BY:
RABU
19 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Kamis, 24 Mei 2018 06:51
Ekonomi Syariah Jadi Prioritas
FOKUS: Bank Indonesia berencana memberi perhatian lebih kepada sektor perbankan syariah karena belum tergarap maksimal.(dok/anggi praditha/kp)

PROKAL.CO, SAMARINDA - Bank Indonesia berusaha terus mengembangkan ekonomi syariah. Pasalnya, saat ini sektor bank syariah belum tergarap maksimal, sehingga menyisakan peluang bisnis yang besar.

Apalagi, di Bumi Etam, pangsa segmen syariah terhadap industri keuangan sudah mulai pulih. Pada 2017 lalu, pasar perbankan syariah bahkan mampu menjaga pertumbuhan positif di angka 3,4 persen. Sebelumnya, pada 2015 lalu, minus 1,21 persen, dan mereda menjadi minus 0,38 persen setahun setelahnya. Desember 2017 lalu, posisi aset bank syariah dan unit usaha syariah (UUS) di Kaltim ada di posisi Rp 7,6 triliun. Naik 13 persen dibanding tahun sebelumnya.

Selanjutnya, pada kinerja pembiayaan, tahun lalu mencapai Rp 4,5 triliun, atau tumbuh 4,31 persen dari tahun sebelumnya. Dari sisi penghimpunan dana pihak ketiga (DPK), terjadi pertumbuhan 15,27 persen, dengan nilai Rp 5,29 triliun pada periode yang sama.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw-BI) Kaltim Muhamad Nur mengatakan, meski menunjukkan perbaikan dibanding dua tahun sebelumnya, pasar jasa keuangan dengan segmen syariah dinilai masih menyisakan ruang untuk tumbuh lebih besar. Saat ini, pihaknya sudah menyusun program untuk meningkatkan ekonomi syariah.

Potensi sangat besar jika dilihat dari sisi masyarakat Kaltim yang mayoritas beragama muslim. Pangsa pasar perbankan syariah di Kaltim masih sangat rendah. Yakni hanya 2,5 persen dari total kinerja bank umum. Porsi itu lebih kecil dibanding rasio nasional yang sudah mencapai 5,7 persen.

“Sebenarnya, syariah merupakan sebuah sistem. Sehingga, jangan dibenturkan atau dibanding-bandingkan dengan konvensional. Harusnya sama-sama saling mendukung,” tuturnya kepada Kaltim Post Rabu (23/5).

Ekonomi syariah, tambah Nur merupakan sebuah sistem yang tanpa membedakan agama. Jadi, perbankan syariah boleh untuk siapa saja, bukan hanya untuk orang Islam. Ekonomi syariah juga punya potensi untuk pembangunan ekonomi di Kaltim.

“Kita berharap dengan ekonomi syariah bisa tumbuh di Kaltim, maka pilihan masyarakat untuk meningkatkan kepercayaan terhadap perbankan bisa tumbuh,” katanya.

Menurutnya, ekonomi syariah bisa berdampak pada ekonomi. Mungkin saat ini masyarakat yang belum percaya dengan perbankan bisa menggunakan syariah. Sehingga, jika ekonomi syariah tumbuh, konvensional juga tumbuh. Itu yang diharapkan.

“Saat ini, pesantren merupakan salah satu potensi utama untuk mendongkrak pangsa pasar keuangan syariah. Bisa lewat kerja sama peningkatan UMKM di pesantren yang dibiayai oleh perbankan syariah. Tak hanya itu masih banyak potensi-potensi peningkatan ekonomi syariah lainnya,” tutupnya. (*/ctr/ndu/k15)


BACA JUGA

Selasa, 18 September 2018 06:59
Permintaan Bertambah, Harga Acuan Meningkat

Batu Bara Kembali Menjadi Primadona

SAMARINDA - Kaltim bisa membantu pemerintah dalam memacu kinerja ekspor dan memperbaiki neraca perdagangan,…

Selasa, 18 September 2018 06:55

Tiongkok dan AS Jadi Tujuan Utama Ekspor

JAKARTA – Upaya pemerintah menggenjot ekspor masih belum menunjukkan hasil membanggakan. Badan…

Selasa, 18 September 2018 06:49

Wajib Pajak Tak Patuh Bakal Diperiksa

JAKARTA – Masyarakat diminta tak perlu takut menghadapi pemeriksaan pajak seiring keluarnya Surat…

Senin, 17 September 2018 07:11

Selamatkan Devisa lewat B20

SAMARINDA – PT Pertamina (Persero) terus mengintensifkan monitoring implementasi mandatori Biodiesel…

Senin, 17 September 2018 07:09

Asa Pariwisata Kota Minyak

BALIKPAPAN – Pemerintah tampaknya harus bekerja lebih serius dalam meningkatkan pariwisata. Minimnya…

Senin, 17 September 2018 07:05

Cocok dengan Medan Kaltim

SAMARINDA – Hadirnya produk baru, New Triton Athlete berhasil mendongkrak penjualan mobil Mitsubishi.…

Senin, 17 September 2018 07:02

Impor Barang Rp 1,1 Juta Kena Bea Masuk

JAKARTA – Pemerintah mengubah ketentuan batas nilai impor barang kiriman dengan mengenakan bea…

Senin, 17 September 2018 06:56

RI Poros Ekonomi Kreatif 2030

JAKARTA – Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) berkomitmen menjadikan Indonesia sebagai salah satu poros…

Senin, 17 September 2018 06:55

IHSG Kembali ke Zona Hijau

JAKARTA Pasar saham Indonesia akhirnya kembali bangkit sepanjang pekan lalu setelah sebelumnya sempat…

Senin, 17 September 2018 06:54

Pertamina EP Sukses Lampaui Target Produksi

JAKARTA – PT Pertamina EP (PEP), anak usaha PT Pertamina (Persero) berhasil memproduksi minyak…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .