MANAGED BY:
SABTU
25 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Kamis, 24 Mei 2018 06:45
Stok Beras Aman Sampai Lebaran
-

PROKAL.CO, JAKARTA - Stok beras dipastikan aman hingga Lebaran, bahkan setelah arus balik. Direktur Utama Bulog Budi Waseso memastikan stok beras saat ini telah mencapai 1,5 juta ton. Buwas–sapaan karibnya– mengungkapkan, bahwa ketersediaan beras itu lebih dari cukup hingga setelah Lebaran. Stok 1,5 juta ton itu hanya di gudang-gudang Bulog.

”Itu yang ada di kita untuk cadangan. Sedangkan yang beredar di luar lebih besar, kan 94 persen itu ada di luar,” ujar Buwas usai bertemu Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK), Selasa (22/5). Sedangkan kemungkinan untuk impor beras lagi masih dikaji. Pertimbangannya, antara lain musim panen, paceklik, dan kondisi stok serta kebutuhan.             

”Harus kita lihat manakala stok menurun, kalau kita nggak ada, ya harus impor. Yang penting stoknya ada terjamin,” kata mantan Kepala Badan Narkotika Nasional itu.

Saat bertemu wapres, Buwas hendak meminta arahan dalam pengelolaan Bulog. Apalagi JK pernah menjabat sebagai kepala Bulog. Salah satu yang terpenting adalah menjaga kestabilan antara pangan dan kesejahteraan petani.  ”Tapi, juga di konsumen sebagai pembeli beras tidak mahal. Nah, beliau memberikan petunjuk, arahan kepada saya,” imbuhnya.

Wapres memang memberikan pengalaman yang pernah didapatkan saat menjadi kepala Bulog. Termasuk pembahasan soal impor. Dia memastikan bila stok kurang maka harus ada impor. ”Prinsip pangan itu ada lebih baik lebih daripada kurang,” ungkap dia. Pertimbanganya juga berkaitan dengan prakiraan kondisi pascapanen.     

Selain itu, ada pula catatan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait data pangan terutama beras sehingga berpengaruh pada kebijakan impor. JK mengakui memang data tersebut sudah lama bermasalah. Dalam perkiraan JK, data produksi beras itu sebenarnya di bawah 50 juta ton per tahun.

Terkait persoalan itu, Badan Pusat Statistik (BPS) juga sudah melapor pada JK bahwa ada penelitian baru. ”Selisih beras itu tidak seperti yang selama ini dikemukakan 79 juta ton gabah, gak benar itu,” kata dia. (jun/jpg/ndu/k15)


BACA JUGA

Jumat, 24 Mei 2019 11:27

Obligasi Bisa Percepat Pembangunan

SAMARINDA- Pemprov Kaltim diminta mempertimbangkan untuk menerbitkan obligasi atau surat…

Jumat, 24 Mei 2019 11:18

Saatnya Mal Panen Omzet

BALIKPAPAN- Sepanjang periode empat bulan pertama tahun ini, Matahari Department…

Jumat, 24 Mei 2019 11:08

Bulog Siapkan Beras untuk Zakat

BALIKPAPAN- Kewajiban membayar zakat fitrah bagi setiap muslim pada Ramadan…

Kamis, 23 Mei 2019 14:40

Tekan Harga Daging Sapi, Masyarakat Bisa Beralih ke Daging Beku

BALIKPAPAN- Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Kantor Wilayah (Kanwil) V…

Kamis, 23 Mei 2019 14:38
Bank Mandiri Balikpapan Siapkan Rp 1 T

Layani Penukaran Uang dengan Mobil Keliling

BALIKPAPAN- Bank Mandiri Area Balikpapan menyiapkan armada keliling untuk melayani…

Kamis, 23 Mei 2019 14:31

Dorong Transaksi dengan Midnight Sale

BALIKPAPAN- Momentum peak season Ramadan atau jelang Lebaran bakal digunakan…

Kamis, 23 Mei 2019 12:50

Tarif Pesawat Terus Dipelototi

JAKARTA – Tiket pesawat menjadi atensi masyarakat saat musim mudik.…

Kamis, 23 Mei 2019 10:49

Bisnis Online Terhambat Jaringan

SANGATTA–Bisnis berbasis dalam jaringan (daring/online) yang kian menjamur di Tanah…

Rabu, 22 Mei 2019 10:03

Sehari Kaltim Hasilkan 80 Ton Ikan

SAMARINDA-Kepastian stok ikan di Kaltim memang tak perlu diragukan. Konsumsi…

Rabu, 22 Mei 2019 10:01

Optimistis Kelapa Sawit Tingkatkan Kinerja Ekspor

SAMARINDA-Sejak awal 2019, berbagai tantangan dari luar negeri maupun dalam…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*