MANAGED BY:
MINGGU
20 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Kamis, 24 Mei 2018 06:45
Stok Beras Aman Sampai Lebaran
-

PROKAL.CO, JAKARTA - Stok beras dipastikan aman hingga Lebaran, bahkan setelah arus balik. Direktur Utama Bulog Budi Waseso memastikan stok beras saat ini telah mencapai 1,5 juta ton. Buwas–sapaan karibnya– mengungkapkan, bahwa ketersediaan beras itu lebih dari cukup hingga setelah Lebaran. Stok 1,5 juta ton itu hanya di gudang-gudang Bulog.

”Itu yang ada di kita untuk cadangan. Sedangkan yang beredar di luar lebih besar, kan 94 persen itu ada di luar,” ujar Buwas usai bertemu Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK), Selasa (22/5). Sedangkan kemungkinan untuk impor beras lagi masih dikaji. Pertimbangannya, antara lain musim panen, paceklik, dan kondisi stok serta kebutuhan.             

”Harus kita lihat manakala stok menurun, kalau kita nggak ada, ya harus impor. Yang penting stoknya ada terjamin,” kata mantan Kepala Badan Narkotika Nasional itu.

Saat bertemu wapres, Buwas hendak meminta arahan dalam pengelolaan Bulog. Apalagi JK pernah menjabat sebagai kepala Bulog. Salah satu yang terpenting adalah menjaga kestabilan antara pangan dan kesejahteraan petani.  ”Tapi, juga di konsumen sebagai pembeli beras tidak mahal. Nah, beliau memberikan petunjuk, arahan kepada saya,” imbuhnya.

Wapres memang memberikan pengalaman yang pernah didapatkan saat menjadi kepala Bulog. Termasuk pembahasan soal impor. Dia memastikan bila stok kurang maka harus ada impor. ”Prinsip pangan itu ada lebih baik lebih daripada kurang,” ungkap dia. Pertimbanganya juga berkaitan dengan prakiraan kondisi pascapanen.     

Selain itu, ada pula catatan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait data pangan terutama beras sehingga berpengaruh pada kebijakan impor. JK mengakui memang data tersebut sudah lama bermasalah. Dalam perkiraan JK, data produksi beras itu sebenarnya di bawah 50 juta ton per tahun.

Terkait persoalan itu, Badan Pusat Statistik (BPS) juga sudah melapor pada JK bahwa ada penelitian baru. ”Selisih beras itu tidak seperti yang selama ini dikemukakan 79 juta ton gabah, gak benar itu,” kata dia. (jun/jpg/ndu/k15)


BACA JUGA

Sabtu, 19 Januari 2019 06:30

Toyota Kian Mantap Jadi Leader di Kelas LMPV

BALIKPAPAN  -   Mengawali 2019, Toyota menggebrak industri otomotif dengan meluncurkan…

Sabtu, 19 Januari 2019 06:25

Pengusaha Masih Belum Disiplin

SAMARINDA  -   Pemerintah tampaknya perlu melakukan edukasi lebih intensif…

Sabtu, 19 Januari 2019 06:15

Dorong Bangun SPBU di Luar Jawa

SURABAYA  –  Jumlah lembaga penyalur bahan bakar minyak (BBM) atau…

Jumat, 18 Januari 2019 06:45

Ayo Ikut Jalan Sehat Spektakuler Kaltim Post

BALIKPAPAN - Perayaan HUT ke-31 Kaltim Post masih terus berlanjut.…

Jumat, 18 Januari 2019 06:43

Butuh Pembangunan Infrastruktur yang Berkelanjutan

JAKARTA - Sebagai negara terluas di ASEAN dan memiliki wilayah…

Jumat, 18 Januari 2019 06:42

Pesta Demokrasi Tetap Jadi Sorotan Investasi

JAKARTA – Tak hanya menghadapi tahun politik , Indonesia saat…

Kamis, 17 Januari 2019 11:44

Ada Sekitar 70 Perusahaan Pembiayaan Bisa DP 0 Persen

JAKARTA – Hanya perusahaan pembiayaan (PP) yang memiliki rasio non-performing…

Kamis, 17 Januari 2019 11:35

ASIK..!! Maskapai Ini Tambah Layanan Wifi, Bidik 17 Juta Penumpang

DENPASAR – Maskapai penerbangan terus berinovasi di tengah sengitnya persaingan…

Kamis, 17 Januari 2019 07:05

Pariwisata Wajib Jadi Prioritas

SAMARINDA – Tak hanya dituntut menggelar banyak event, Pemprov Kaltim…

Kamis, 17 Januari 2019 07:02

Peluang UMKM Semakin Besar

SAMARINDA – Memasuki tahun politik, usaha mikro, kecil, dan menengah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*