MANAGED BY:
SABTU
23 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Kamis, 24 Mei 2018 06:45
Stok Beras Aman Sampai Lebaran
-

PROKAL.CO, JAKARTA - Stok beras dipastikan aman hingga Lebaran, bahkan setelah arus balik. Direktur Utama Bulog Budi Waseso memastikan stok beras saat ini telah mencapai 1,5 juta ton. Buwas–sapaan karibnya– mengungkapkan, bahwa ketersediaan beras itu lebih dari cukup hingga setelah Lebaran. Stok 1,5 juta ton itu hanya di gudang-gudang Bulog.

”Itu yang ada di kita untuk cadangan. Sedangkan yang beredar di luar lebih besar, kan 94 persen itu ada di luar,” ujar Buwas usai bertemu Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK), Selasa (22/5). Sedangkan kemungkinan untuk impor beras lagi masih dikaji. Pertimbangannya, antara lain musim panen, paceklik, dan kondisi stok serta kebutuhan.             

”Harus kita lihat manakala stok menurun, kalau kita nggak ada, ya harus impor. Yang penting stoknya ada terjamin,” kata mantan Kepala Badan Narkotika Nasional itu.

Saat bertemu wapres, Buwas hendak meminta arahan dalam pengelolaan Bulog. Apalagi JK pernah menjabat sebagai kepala Bulog. Salah satu yang terpenting adalah menjaga kestabilan antara pangan dan kesejahteraan petani.  ”Tapi, juga di konsumen sebagai pembeli beras tidak mahal. Nah, beliau memberikan petunjuk, arahan kepada saya,” imbuhnya.

Wapres memang memberikan pengalaman yang pernah didapatkan saat menjadi kepala Bulog. Termasuk pembahasan soal impor. Dia memastikan bila stok kurang maka harus ada impor. ”Prinsip pangan itu ada lebih baik lebih daripada kurang,” ungkap dia. Pertimbanganya juga berkaitan dengan prakiraan kondisi pascapanen.     

Selain itu, ada pula catatan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait data pangan terutama beras sehingga berpengaruh pada kebijakan impor. JK mengakui memang data tersebut sudah lama bermasalah. Dalam perkiraan JK, data produksi beras itu sebenarnya di bawah 50 juta ton per tahun.

Terkait persoalan itu, Badan Pusat Statistik (BPS) juga sudah melapor pada JK bahwa ada penelitian baru. ”Selisih beras itu tidak seperti yang selama ini dikemukakan 79 juta ton gabah, gak benar itu,” kata dia. (jun/jpg/ndu/k15)


BACA JUGA

Jumat, 22 Juni 2018 11:00

Persaingan Hotel Nonbintang Kian Sengit

SAMARINDA - Bisnis perhotelan di Bumi Etam terus menggoda. Meski sudah ada 942 hotel yang berdiri di…

Jumat, 22 Juni 2018 10:00

Seriusi Pariwisata, Pemerintah Dituntut Konsisten

BALIKPAPAN - Strategi promosi pariwisata dan keseriusan pemerintah menyiapkan infrastruktur menjadi…

Jumat, 22 Juni 2018 07:04

Dibayangi Perlambatan Ekonomi

BALIKPAPAN - Pertumbuhan ekonomi tahun ini dikhawatirkan tumbuh melambat. Suku bunga acuan Bank Indonesia…

Jumat, 22 Juni 2018 06:59

Kredit Investasi Kaltim Tumbuh

SAMARINDA - Pembentukan modal tetap bruto (PMBT) atau investasi Kaltim pada triwulan pertama 2018 mengalami…

Jumat, 22 Juni 2018 06:53

Penjualan Mobil Bekas Mulai Normal

SAMARINDA - Pengusaha jual mobil bekas harus bersabar. Keinginan membukukan penjualan besar pada peak…

Jumat, 22 Juni 2018 06:51

Diprediksi Berakhir H+9 Lebaran

SAMARINDA - Tak hanya ritel, momen Lebaran juga ditunggu pelaku usaha penyewaan mobil. Pasalnya, saat…

Kamis, 21 Juni 2018 06:48

Berharap Bunga Kredit Tak Terdampak

BALIKPAPAN – Pengusaha di Kaltim berharap kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia tidak berdampak…

Kamis, 21 Juni 2018 06:46

Kinerja Perumahan Mengejar Ideal

SAMARINDA – Perekonomian Kaltim menunjukkan pertumbuhan apik pada triwulan pertama 2018. Menguat…

Kamis, 21 Juni 2018 06:42

Triwulan I 2018, DPK Korporasi Meningkat

SAMARINDA – Dana pihak ketiga (DPK) atau simpanan korporasi di Kaltim mengalami peningkatan pada…

Kamis, 21 Juni 2018 06:37

Tenant Capai Target, Rata-Rata Belanja Rp 1,2 Juta Per Orang

Badai ekonomi yang menimpa Kaltim tiga tahun lalu membuat geliat usaha berjalan lambat. Masyarakat yang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .