MANAGED BY:
MINGGU
19 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Kamis, 24 Mei 2018 06:45
Stok Beras Aman Sampai Lebaran
-

PROKAL.CO, JAKARTA - Stok beras dipastikan aman hingga Lebaran, bahkan setelah arus balik. Direktur Utama Bulog Budi Waseso memastikan stok beras saat ini telah mencapai 1,5 juta ton. Buwas–sapaan karibnya– mengungkapkan, bahwa ketersediaan beras itu lebih dari cukup hingga setelah Lebaran. Stok 1,5 juta ton itu hanya di gudang-gudang Bulog.

”Itu yang ada di kita untuk cadangan. Sedangkan yang beredar di luar lebih besar, kan 94 persen itu ada di luar,” ujar Buwas usai bertemu Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK), Selasa (22/5). Sedangkan kemungkinan untuk impor beras lagi masih dikaji. Pertimbangannya, antara lain musim panen, paceklik, dan kondisi stok serta kebutuhan.             

”Harus kita lihat manakala stok menurun, kalau kita nggak ada, ya harus impor. Yang penting stoknya ada terjamin,” kata mantan Kepala Badan Narkotika Nasional itu.

Saat bertemu wapres, Buwas hendak meminta arahan dalam pengelolaan Bulog. Apalagi JK pernah menjabat sebagai kepala Bulog. Salah satu yang terpenting adalah menjaga kestabilan antara pangan dan kesejahteraan petani.  ”Tapi, juga di konsumen sebagai pembeli beras tidak mahal. Nah, beliau memberikan petunjuk, arahan kepada saya,” imbuhnya.

Wapres memang memberikan pengalaman yang pernah didapatkan saat menjadi kepala Bulog. Termasuk pembahasan soal impor. Dia memastikan bila stok kurang maka harus ada impor. ”Prinsip pangan itu ada lebih baik lebih daripada kurang,” ungkap dia. Pertimbanganya juga berkaitan dengan prakiraan kondisi pascapanen.     

Selain itu, ada pula catatan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait data pangan terutama beras sehingga berpengaruh pada kebijakan impor. JK mengakui memang data tersebut sudah lama bermasalah. Dalam perkiraan JK, data produksi beras itu sebenarnya di bawah 50 juta ton per tahun.

Terkait persoalan itu, Badan Pusat Statistik (BPS) juga sudah melapor pada JK bahwa ada penelitian baru. ”Selisih beras itu tidak seperti yang selama ini dikemukakan 79 juta ton gabah, gak benar itu,” kata dia. (jun/jpg/ndu/k15)


BACA JUGA

Minggu, 19 Agustus 2018 12:02

5 Tips Diet ala Mayang

-         Kesungguhan Apapun jenis program diet yang Anda lakukan,…

Sabtu, 18 Agustus 2018 06:18

Manjakan Konsumen lewat Semarak Kemerdekaan

BALIKPAPAN  -  Long weekend pekan ini dimanfaatkan ACE Hardware dengan menggeber penjualan.…

Sabtu, 18 Agustus 2018 06:16

Tekan Impor Migas

JAKARTA  -  Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta PT Pertamina (Persero) untuk mengurangi…

Sabtu, 18 Agustus 2018 06:15

Enggan Bergantung Komoditas

SAMARINDA  -   Perekonomian Kaltim pada triwulan II 2018 mengalami pertumbuhan sebesar…

Sabtu, 18 Agustus 2018 06:15

Dua Kapal Tertunda, Logistik Masih Aman

BALIKPAPAN  -   Cuaca buruk dan gelombang tinggi yang terjadi dua pekan terakhir, membuat…

Sabtu, 18 Agustus 2018 06:13

Bulan Depan, Harga TBS Diprediksi Membaik

SAMARINDA  -  Tren penurunan harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Kaltim kembali…

Sabtu, 18 Agustus 2018 06:11

Optimistis Rupiah Kukuh di Kisaran 14.000 Per USD

JAKARTA  –   Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2019 telah…

Sabtu, 18 Agustus 2018 06:08

Tahun Depan, Gaji ASN Naik 5 Persen

JAKARTA  –  Kabar baik menghampiri Aparatur Sipil Negara (ASN). Berdasar Rancangan Anggaran…

Sabtu, 18 Agustus 2018 06:06

Target Turunkan Angka Kemiskinan 8,5 Persen

JAKARTA  –   Pemerintah bertekad menurunkan angka kemiskinan di Tanah Air mencapai 8,5…

Sabtu, 18 Agustus 2018 06:03

Belum Swasembada Kedelai

SURABAYA  –  Tingginya konsumsi kedelai di Tanah Air masih belum diimbangi dengan suplai…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .