MANAGED BY:
RABU
19 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Rabu, 23 Mei 2018 16:00
KEJADIAN LAGI DI KALTARA..!! Nakhoda Ngantuk, Lima Tewas

Lepas Kendali, Speedboat Tabrak Pohon

KECELAKAAN YANG TERUS TERULANG: Speedboat Harapan Baru Express yang menabrak pohon di Sungai Tanjung Urong, Tana Tidung, Kaltara kemarin. Sementara salah seorang korban dievakuasi oleh petugas. (RADAR TARAKAN)

PROKAL.CO, TARAKAN –Transportasi laut dan sungai di Kalimantan Utara (Kaltara) masih akrab dengan kecelakaan. Kemarin (22/5), insiden tersebut kembali terjadi. Sebuah kapal cepat dari Malinau tujuan Tarakan lepas kendali hingga menabrak pohon di Sungai Tanjung Urong Sengkon, Bebatu, Tana Tidung. Sebanyak lima penumpang tewas dalam kejadian tersebut.

Dari informasi yang dihimpun Radar Tarakan (KPNN), kapal cepat bernama Harapan Baru Express berangkat dari Pelabuhan Speedboat Malinau sekitar pukul 12.00 Wita. Sekitar pukul 13.45 Wita, saat memasuki Sungai Tanjung Urong, tali setir kemudi speedboat yang menghubungkan mesin di belakang tiba-tiba putus. Sementara kapal saat itu dalam posisi kecepatan tinggi.

Nakhoda pun tidak dapat mengendalikan laju kapal. Maka juragan memerintahkan nakhoda untuk mengarah speedboat ke pinggir sungai. Sayang, kapal yang berpenumpang 32 orang itu malah menabrak pohon. Walhasil, sebanyak lima penumpang meninggal dunia. Mereka pun dibawa ke RSUD Tarakan.

Dari pantauan wartawan, isak tangis keluarga korban terdengar di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Tarakan. Jenazah yang datang pertama kali sekitar pukul 15.30 Wita, seorang bayi berumur sekitar setahun bernama Nandira Nayara Putri.

Kemudian pada pukul 17.10 Wita, empat jenazah menyusul. Mereka adalah Stefanus Lie (52), Novita Lestari Ismail (21), Eko Prasetyo, dan Kristina Ambarwati. Seketika suara tangis kian menjadi-jadi seisi ruangan IGD.

Evan, anak dari Stefanus mengaku tak percaya orangtuanya menjadi korban kecelakaan tersebut. “Saya baru saja tahu. Saya juga kira ini infonya main-main. Ternyata Bapak saya menjadi korban dan meninggal,” akunya.

Dia dan keluarganya merupakan warga Malinau. Sementara mereka di Tarakan sedang merawat nenek yang sakit. Tetapi Stefanus Lie, lebih dahulu kembali ke Malinau, ada pekerjaan yang harus diselesaikan. Setelah selesai, Stefanus berencana kembali ke Tarakan.

Kemarin, Stefanus ke Tarakan dengan menumpang speedboat Harapan Baru Express. Tetapi nahas, harus mengalami kejadian yang tidak dia duga. Evan mengetahui kabar ini dari kakaknya yang berada di Malinau. “Saat kecelakaan, saya menjaga nenek yang sakit di RSUD Tarakan,” ujarnya.

Evan menyebut, jenazah orangtuanya akan dibawa ke Tanjung Selor, Bulungan untuk dimakamkan. Sementara korban lainnya masih diidentifikasi di kamar jenazah RSUD Tarakan.

Direktur RSUD Tarakan Hasbi mengatakan, ada delapan orang yang mengalami luka-luka dibawa ke ruang Intensive Care Unit (ICU). Pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap korban. Korban luka seluruhnya dewasa terdiri dua perempuan dan enam laki-laki.

Dikatakan, dilihat dari jenisnya, luka yang dialami oleh korban, yakni luka benturan. Kondisi yang dialami, yakni cedera di kepala, tetapi masih dilakukan evakuasi. Dikhawatirkan, luka di kepala terlihat biasa, tetapi di dalamnya bisa terluka cukup parah. “Ada korban yang dibawa ke ruang radiologi karena mengalami patah tulang di bagian kaki,” katanya.

KORBAN SELAMAT

Rusli (43), orangtua korban kecelakaan, mengaku menerima telepon dari anaknya bernama Amar (23) sekitar pukul 14.00 Wita. Amar bersama kakaknya bernama Azwar (25) dan iparnya bernama Riska (21) yang merupakan istri dari Azwar mengalami kecelakaan.

“Kurang lebih dua jam setelah mereka berangkat, saya ditelepon sama anak saya, Amar, bahwa speedboat mereka kecelakaan,” ujar Rusli kepada Radar Tarakan di Pelabuhan Speedboat Malinau.

Setelah mendengar informasi tersebut, pria yang tinggal di RT 19, Desa Malinau Kota itu mengaku khawatir dan bergegas menuju Pelabuhan Speedboat Malinau untuk mencari informasi lebih lanjut. “Anak dan menantu saya ada di dalam speedboat yang kecelakaan itu. Namanya Azwar, Riska (menantu), dan Amar,” ungkapnya.

Dia khawatir dengan kondisi menantunya yang sedang hamil 6 bulan. Sebelum berangkat, dia sempat mengantarkan anaknya hingga ke speedboat. Anak dan menantunya duduk di bagian belakang dengan saling berhadapan. Anak dan menantunya itu memilih kursi bagian belakang agar tidak terlalu terempas saat kapal melaju.

Sementara itu, Amar mengaku dirinya saat ini sedang di Puskesmas Sesayap Hilir, Tana Tidung bersama kakaknya dan iparnya. Dia mengaku sakit di bagian leher. “Saya tiduran, karena leher saya sakit dan susah digerakkan,” ujarnya melalui telepon seluler. Mengenai kejadian tersebut, dia tidak mengetahui persis. Namun, yang dia tahu, speedboat tiba-tiba belok ke sisi kanan dengan kecepatan tinggi dan menabrak pohon.

TIDAK MELEBIHI MUATAN

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Malinau Kamran Daik menyebut kapasitas penumpang speedboat Harapan Baru Express dalam batas aman. Sesuai manifest hanya 32 penumpang dan tiga anak buah kapal (ABK) termasuk nakhoda. “Jadi, total ada 35 orang di kapal itu,” bebernya.

Dia juga belum bisa memastikan penyebab kecelakaan karena kejadiannya berada di wilayah Kabupaten Tana Tidung. Saat ini pihaknya terus mengumpulkan informasi. Setelah kecelakaan, 16 orang selamat dirawat di Puskesmas Sesayap Hilir.

Dikatakan, Dishub Malinau telah membuka posko di pelabuhan sebagai pusat informasi kepada para keluarga korban. “Banyak keluarga korban yang bertanya. Sehingga kami memberikan kejelasan,” tuturnya.

Kapolsek Sesayap Hilir Iptu Suudi mengatakan, dari seluruh penumpang, selain dirawat di Puskesmas Sesayap Hilir, sejumlah korban dibawa ke RSUD Tarakan. Proses evakuasi korban dilaksanakan sejam setelah kecelakaan. Sebab, perjalanan menuju lokasi memerlukan waktu.

Dari pantauan Radar Tarakan, sekitar pukul 16.00 Wita, beberapa korban yang selamat kapal cepat Harapan Express diangkut menggunakan tandu setibanya di Pelabuhan SDF Tarakan. Dari empat penumpang yang diangkut, satu penumpang pria bule mengalami luka parah di bagian wajahnya.

Berselang 30 menit kemudian, satu kapal kembali merapat di Dermaga SDF membawa para korban. Namun, saat dikeluarkan dari kapal, kelima penumpang sudah meninggal dunia. Ada yang ditutup menggunakan jaket, ada juga yang hanya ditutup menggunakan terpal berwarna biru.

Sementara keluarga korban yang sudah menunggu pun dibuat histeris. Salah seorang ibu yang tak diketahui namanya itu menangis histeris melihat anaknya meninggal saat diangkut ke ambulans. “Anakku, anakku,” ucap perempuan berkulit putih itu langsung masuk ke ambulans.

Kepala Dinas Perhubungan Kaltara Taupan Majid mengatakan, dia sendiri baru menerima informasi kecelakaan melalui pesan WhatsApp. “Informasi yang saya dapatkan, speedboat menabrak bakau,” bebernya.

Pihaknya, kata dia, segera melakukan penyelidikan untuk mencari penyebab kecelakaan maut tersebut. Di antaranya akan menggali informasi dari para korban. “Apakah memang human error atau ada unsur kelalaian. Ini semua akan kami cari tahu,” katanya.

Berbicara soal tidak adanya penggunaan life jacket pada penumpang, saat diperlihatkan pada foto yang beredar, Taupan mengatakan, tentunya sebelum berlayar, kapal cepat ini sudah harus melewati mekanisme pelayaran. Paling penting pemeriksaan penumpang.

“Kalau di sini kan (Tarakan) ada KSOP (Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan). Kalau di Malinau sana (Malinau) ada UPTD-nya. Mestinya sudah melakukan pemeriksaan. Atau mungkin pada saat sudah jalan di tengah laut, penumpang membuka life jacket. Itu kan bisa saja terjadi. Tapi semua itu akan ketahuan setelah kami melakukan pemeriksaan mendalam,” terangnya.

Kepala KSOP Tarakan Abdul menuturkan, pihaknya akan melakukan penyelidikan atas kecelakaan laut kapal cepat Harapan Baru Express tersebut. Penyelidikan akan dilakukan di Tarakan dengan memanggil nakhoda. “Penyelidikan akan kami lakukan secepat mungkin. Setelah evakuasi terhadap penumpang selesai, rencananya kami memanggil nakhoda untuk dimintai keterangan terkait kronologi kecelakaan,” ucapnya.

Selain memanggil nakhoda, pihaknya akan memanggil beberapa orang penumpang yang selamat untuk memperkuat data. “Kalau memang ada kelalaian dalam peristiwa ini, kami serahkan ke kepolisian, karena ada korban yang meninggal,” tuturnya.

Dia mengaku, belum mengetahui secara pasti apakah speedboat Harapan Baru Express sudah memenuhi standar pelayaran atau belum. “Yang memberangkatkan kapal itu adalah Dishub Malinau, bukan KSOP. Jadi kami tidak mengetahui apakah kapal tersebut layak berlayar atau tidak. Info sementara yang kami dapatkan terkait penyebab peristiwa ini karena nakhoda mengantuk,” terangnya.

BENAHI TRANSPORTASI

Anggota Komisi III DPRD Kaltara Norhayati Andris secara tegas meminta Pemprov Kaltara menyeriusi alur pelayaran laut di Kaltara. Sebab, peristiwa kecelakaan yang kembali terjadi itu menandakan masih lemahnya pengawasan. “Kami sudah mengesahkan peraturan daerah (perda) mengenai upaya meminimalisasi kecelakaan sungai. Harapannya bisa menjadi acuan dan perhatian secara khusus,” ungkapnya.

Instansi terkait harus segera melakukan tindakan nyata. Pelajari tentang penyebab kecelakaan. Apakah karena sistem yang masih salah. Atau dari nakhoda yang kerap tak mengindahkan aturan. “Saran kami minimal sebulan sekali dilakukan pemeriksaan secara intensif. Termasuk pada pemeriksaan nakhoda, dari segi kesehatan dan lainnya,” ujarnya.

Transportasi air di Kaltara ini memang menjadi pilihan nomor satu. Namun kecelakaan itu menimbulkan kekhawatiran yang mendalam bagi masyarakat di provinsi pecahan Kaltim itu. “Harapannya ke depan tidak sampai terjadi lagi. Jangan sampai orang melihat Kaltara menjadi takut. Sebab, tak ada jaminan keselamatan saat menggunakan transportasi yang ada,” tuturnya.

Adapun Gubernur Kaltara Irianto Lambrie tadi malam menjenguk korban di RSUD Tarakan. Tampak Gubernur memberikan bantuan atas nama pribadi sebagai simpati rasa duka kepada para korban yang masih dirawat intensif.

Irianto juga mengunjungi Suryani, ayah dari Nandira Nayara Putri, seorang balita yang menjadi korban meninggal. Gubernur berharap, para korban yang selamat dapat cepat pulih. “Semoga lekas pulih. Sementara kecelakaan ini akan diselidiki oleh petugas. Tetap ada proses hukum. Apalagi ada yang meninggal,” bebernya.

Diketahui, kasus kecelakaan speedboat kemarin di perairan Kaltara bukan yang pertama. Pada awal Januari lalu, speedboat Anugerah Ekspres tujuan Tarakan yang ditumpangi 48 orang terbalik di Tanjung Selor, Bulungan. Sebanyak delapan orang meninggal dunia. Sedangkan sisanya korban selamat ada yang mengalami luka-luka. (*/naa/ags/*/shy/lim/kpnn/rom/k11)


BACA JUGA

Rabu, 19 September 2018 13:00

Ini Dia Motif Motif Pembunuhan Pasangan Suami Istri di Balikpapan Itu...

BALIKPAPAN - Perkara utang diduga menjadi penyebab tersangka menghabisi nyawa pasangan suami istri (pasutri)…

Rabu, 19 September 2018 12:00

Ngga Jelas, Ternyata Kilang Bontang Masih Tunggu Investor

BONTANG – Pembangunan kilang minyak di Bontang belum ada kejelasan. Pemerintah belum memutuskan…

Selasa, 18 September 2018 12:00

KEJI..!! Bapak-Anak Habisi Bos Sendiri

BALIKPAPAN – Aksi kejahatan yang masih mewarnai Balikpapan membuat kota ini tak lagi aman. Setelah…

Selasa, 18 September 2018 12:00

Kaltim Masih Diuntungkan dari Ekspor yang Tinggi

SAMARINDA – Mata uang negeri ini masih terpuruk. Hingga kemarin (17/9), nilai tukar rupiah berada…

Selasa, 18 September 2018 08:51

Menang setelah Lima Tahun

TENGGARONG – Mitra Kukar berhasil mematahkan kutukan tak pernah menang dari Persipura Jayapura…

Selasa, 18 September 2018 08:47

DPRD Kaltim Ngotot Bentuk Pansus

SAMARINDA - Upaya DPRD Kaltim membentuk panitia khusus (pansus) proyek multiyears contract (MYC) tidak…

Selasa, 18 September 2018 08:44

Edy Sinergi dengan Program Gubernur

DUKUNGAN untuk para kandidat anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI daerah pemilihan (dapil) Kaltim…

Senin, 17 September 2018 09:24

PPU Buka Jalur Alternatif

PENAJAM – Bentang utama atau tengah Jembatan Pulau Balang terus berprogres. Namun, persoalan baru…

Senin, 17 September 2018 09:21

Edy Nyaman di Puncak, Ferdian Membuntuti

PERSAINGAN dan dukungan kepada kandidat calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI di polling garapan…

Minggu, 16 September 2018 12:00

Waswas Jadi Jembatan “Abunawas”

SAMARINDA – Pembangunan Jembatan Pulau Balang yang menghubungkan Balikpapan dan Penajam Paser…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .