MANAGED BY:
KAMIS
20 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

OLAHRAGA

Selasa, 22 Mei 2018 11:37
Akui N’Diaye-sentris
PERAN SENTRAL: Mahamadou N’Diaye menjadi tulang punggung pertahanan Sriwijaya FC selama mentas di Liga 1 2018.

PROKAL.CO, PALEMBANG – Sriwijaya FC (SFC) tidak bisa menutupi ketergantungannya atas servis Mahamadou N'Diaye. Setiap bek asal Mali itu absen di laga Liga 1 2018, Laskar Wong Kito selalu kesulitan menorehkan hasil maksimal.

Tercatat, sudah tiga kali hal tersebut terjadi. Pertama, ketika SFC bertandang ke Stadion Segiri, Samarinda, markas Borneo FC, pada partai pembuka kompetisi. Laga itu berakhir tanpa gol. Kemudian, saat menjamu Persipura di Stadion Jakabaring, lagi-lagi berakhir imbang, 2-2. Terakhir, ketika SFC takluk 0-1 dari PSMS Medan pada partai pekan lalu.

Pelatih SFC Rahmad Darmawan pun tak menampik hal tersebut. "Kami memang butuh tenaga N'Diaye. Jika dia absen, ada yang kurang dalam permainan," ungkap RD, sapaannya.

N'Diaye selama ini selalu menjadi pilihan utama di jantung pertahanan SFC. Sudah enam kali dia berkesempatan membela SFC. Selama itu pula, dia tampil full time sejak menit awal. Total 532 menit dia berduet dengan Hamka Hamzah sebagai stopper, didampingi Marckho Merauje dan Alfin Tuasalamony di kanan dan kiri pertahanan.

Setiap N’Diaye absen, lubang itu ditambal oleh Marckho Merauje. Dari sisi kelincahan, tidak ada yang membedakan antara N’Diaye dan Marckho. Kecuali urusan postur tubuh. N’Diaye lebih tinggi dengan postur 185 cm. Karena itu, Marckho kerap kesulitan mengatasi urusan duel udara atau menjadi pagar hidup ketika lawan mendapat kesempatan set piece.

Komparasi tinggi badan semakin berpengaruh ketika SFC menghadapi PSMS Medan di Stadion Teladan, Medan. Saat itu, skuat besutan RD mendapat kesempatan 11 sepak pojok. Tidak satu pun berhasil menjadi gol. Cerita diyakini akan berbeda bila ada kehadiran N’Diaye pada laga tersebut.

"Tidak bisa memanfaatkannya bola mati lawan PSMS juga ada pengaruh dengan absennya N’Diaye. Dia memiliki peran sebagaimana pemain lainnya karena setiap pemain punya job desk masing-masing. Kembalinya N'Diaye diharapkan ada perbaikan," terang pria yang pernah menukangi Timnas Indonesia itu. (kmd/ion/jpg/ndy/k11)

loading...

BACA JUGA

Rabu, 19 Juni 2019 12:45

Tuduhan Korupsi Guncang Le Roi

PARIS – Harapan Qatar membangun nama baik sebagai tuan rumah…

Rabu, 19 Juni 2019 12:43
Argentina vs Paraguay

Dilema Scaloni

BELO HORIZONTE – Argentina menempati posisi dasar klasemen grup B…

Rabu, 19 Juni 2019 12:41
(5) Mitra Kukar vs YKPP PSPU (0)

Mantap Tatap Persis Solo

TENGGARONG - Mitra Kukar berhasil memetik hasil positif saat menjamu…

Rabu, 19 Juni 2019 12:39

Borneo FC Tolak Usulan Persija

Jadwal semifinal Piala Indonesia 2018/2019 telah dirilis, Borneo FC digoda…

Rabu, 19 Juni 2019 11:37

Wushu Boyongan ke Babel

  Meloloskan atlet dengan masuk zona medali di pentas Pra-PON…

Rabu, 19 Juni 2019 10:59

Fans Peru karena Guerrero

PELATIH Brasil Tite tidak memanggil Vinicius Junior dalam skuad yang…

Rabu, 19 Juni 2019 10:47

Menular di Tim Perempuan

PARIS – Tim sepak bola wanita Argentina mengalami nasib yang…

Rabu, 19 Juni 2019 10:30
Jepang 0 vs Cile 4

Alexis Sanchez Masih Menakutkan

SAO PAULO – Alexis Sanchez menemukan kembali siapa dirinya. Alexis…

Rabu, 19 Juni 2019 10:28

Tiga Klub Akan Susul Bali United ke Pasar Modal

JAKARTA – Bali United resmi melantai di pasar modal. Setelah…

Senin, 17 Juni 2019 14:48
Jepang vs Cile

Ambisi Patahkan Mitos

SAO PAULO – Sepanjang perhelatan Copa America atau ketika masih…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*