MANAGED BY:
RABU
19 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Senin, 21 Mei 2018 06:33
Porsi Kaltim Masih Kecil
Slamet Brotosiswoyo

PROKAL.CO,  

Belum Merata, Target Pertumbuhan 5,8 Persen Diklaim Sulit === Sub

BALIKPAPAN – Target pemerintah meraih pertumbuhan ekonomi sebesar 5,8 persen pada 2019 diprediksi sulit terwujud. Pasalnya tidak semua daerah, akselerasi pertumbuhannya pesat.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kaltim Slamet Brotosiswoyo mengatakan, paling maksimal, pertumbuhan Indonesia hanya mencapai 5,2 persen pada 2019. Memang, rasa optimisme bagus. Namun yang perlu diketahui fakta di lapangan belum semua daerah tumbuh baik. Pertumbuhan ekonomi Kaltim, misalnya masih merangkak naik pergerakannya.

Pada triwulan pertama 2018 hanya menguat tipis, yakni 1,77 persen bila dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya year on year (yoy) sebesar 1,61 persen. "Secara historikal pertumbuhan kita ini tinggi pas harga komoditas tinggi. Nah, sekarang kalau dilihat harga komoditas sudah cukup tinggi. Tapi akan flat pada saat ini sampai tahun-tahun ke depan," kata Slamet, Minggu (20/5).

Menurutnya, faktor lain yang dianggap memengaruhi pertumbuhan ekonomi Indonesia antara lain konsumsi domestik dan ekspor di tengah nilai tukar rupiah yang melemah terhadap dolar Amerika Serikat (USD). Dunia usaha berharap pemerintah membuat kebijakan relaksasi untuk daya beli. Seperti memberikan insentif dalam kurun waktu tertentu.

“Jadi daya beli bisa meningkat lagi, pertumbuhan kita terbantu karena domestic consumption, jadi itu yang kita harapkan," imbuhnya.

Indikator lainnya, kata dia, konsumsi rumah tangga yang berkontribusi cukup besar dalam produk domestik bruto (PDB) saat ini porsinya tumbuh stagnan di angka 4,95 persen. "Ini gejala stagnasi pertumbuhan ekonomi akan berjalan sampai tahun depan. Bisa dilihat pertumbuhan ekonomi di Kaltim hanya tipis," terangnya.

Produk domestik regional bruto (PDRB) Kaltim atas dasar harga berlaku pada triwulan I 2018 mencapai Rp 155,4 triliun. Terjadi kenaikan Rp 9,96 triliun ketimbang triwulan I 2017 yang tercatat Rp 145,44 triliun.

Kinerja ekspor impor sebenarnya menunjukkan pertumbuhan cukup baik. Hanya saja, kontribusi Kaltim terhadap nasional tidak terlalu besar. Badai ekonomi akibat melemahnya harga komoditas membuat Kaltim anjlok. Saat ini, masih dalam perbaikan. Di Kalimantan, pertumbuhan ekonomi pada triwulan I tertinggi masih dipegang Kalteng yakni 2,31 persen. Bahkan di Kalsel dan Kaltara minus.

“Memang 50 persen pertumbuhan ekonomi nasional disokong pulau Jawa. Namun melihat tren kondisi pertumbuhan ekonomi daerah yang tidak semua tumbuh saya yakin target 2019 sulit tercapai,” tutupnya.

Diketahui, pemerintah memasang target pertumbuhan ekonomi pada 2019 mendatang mencapai 5,4 hingga 5,8 persen. Sesuai pernyataan yang disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam Rapat Paripurna DPR, Jakarta, Jumat (18/5) tadi. Pemerintah juga bertekad mewujudkan peningkatan pertumbuhan yang lebih berkualitas dan inklusif agar tercipta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

"Sasaran pertumbuhan diarahkan untuk mendorong pemerataan pertumbuhan di seluruh wilayah Indonesia, dengan melaksanakan percepatan pembangunan kawasan timur Indonesia, wilayah perbatasan, kawasan terluar dan daerah tertinggal," kata Sri Mulyani.

Sri Mulyani mengatakan, salah satu upaya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi tersebut antara lain dengan mengedepankan sektor yang bernilai tambah agar pasar domestik menjadi lebih kuat serta mendepankan produktivitas. Salah satunya industri berbasis ekonomi digital yang saat ini membutuhkan dukungan kualitas sumber daya manusia produktif, inovatif, dan mampu berdaya saing.

Selain itu, momentum pertumbuhan investasi dan ekspor juga terus dipelihara dengan menghilangkan berbagai regulasi yang menghambat di pemerintah pusat maupun daerah. Serta melakukan reformasi dalam bidang perpajakan dan ketenagakerjaan. (aji/ndu2/k18)


BACA JUGA

Selasa, 18 September 2018 06:59
Permintaan Bertambah, Harga Acuan Meningkat

Batu Bara Kembali Menjadi Primadona

SAMARINDA - Kaltim bisa membantu pemerintah dalam memacu kinerja ekspor dan memperbaiki neraca perdagangan,…

Selasa, 18 September 2018 06:55

Tiongkok dan AS Jadi Tujuan Utama Ekspor

JAKARTA – Upaya pemerintah menggenjot ekspor masih belum menunjukkan hasil membanggakan. Badan…

Selasa, 18 September 2018 06:49

Wajib Pajak Tak Patuh Bakal Diperiksa

JAKARTA – Masyarakat diminta tak perlu takut menghadapi pemeriksaan pajak seiring keluarnya Surat…

Selasa, 18 September 2018 06:45

Sasar Komunitas Kaum Hawa

JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara (BBTN) menyasar komunitas kaum hawa sebagai nasabah tabungan dan kredit.…

Selasa, 18 September 2018 06:45

Lanjutkan Program Pengendalian Inflasi

BALIKPAPAN – Guna menekan laju inflasi di Kota Minyak, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw-BI)…

Senin, 17 September 2018 07:11

Selamatkan Devisa lewat B20

SAMARINDA – PT Pertamina (Persero) terus mengintensifkan monitoring implementasi mandatori Biodiesel…

Senin, 17 September 2018 07:09

Asa Pariwisata Kota Minyak

BALIKPAPAN – Pemerintah tampaknya harus bekerja lebih serius dalam meningkatkan pariwisata. Minimnya…

Senin, 17 September 2018 07:05

Cocok dengan Medan Kaltim

SAMARINDA – Hadirnya produk baru, New Triton Athlete berhasil mendongkrak penjualan mobil Mitsubishi.…

Senin, 17 September 2018 07:02

Impor Barang Rp 1,1 Juta Kena Bea Masuk

JAKARTA – Pemerintah mengubah ketentuan batas nilai impor barang kiriman dengan mengenakan bea…

Senin, 17 September 2018 06:56

RI Poros Ekonomi Kreatif 2030

JAKARTA – Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) berkomitmen menjadikan Indonesia sebagai salah satu poros…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .