MANAGED BY:
SABTU
23 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Senin, 21 Mei 2018 06:33
Porsi Kaltim Masih Kecil
Slamet Brotosiswoyo

PROKAL.CO,  

Belum Merata, Target Pertumbuhan 5,8 Persen Diklaim Sulit === Sub

BALIKPAPAN – Target pemerintah meraih pertumbuhan ekonomi sebesar 5,8 persen pada 2019 diprediksi sulit terwujud. Pasalnya tidak semua daerah, akselerasi pertumbuhannya pesat.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kaltim Slamet Brotosiswoyo mengatakan, paling maksimal, pertumbuhan Indonesia hanya mencapai 5,2 persen pada 2019. Memang, rasa optimisme bagus. Namun yang perlu diketahui fakta di lapangan belum semua daerah tumbuh baik. Pertumbuhan ekonomi Kaltim, misalnya masih merangkak naik pergerakannya.

Pada triwulan pertama 2018 hanya menguat tipis, yakni 1,77 persen bila dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya year on year (yoy) sebesar 1,61 persen. "Secara historikal pertumbuhan kita ini tinggi pas harga komoditas tinggi. Nah, sekarang kalau dilihat harga komoditas sudah cukup tinggi. Tapi akan flat pada saat ini sampai tahun-tahun ke depan," kata Slamet, Minggu (20/5).

Menurutnya, faktor lain yang dianggap memengaruhi pertumbuhan ekonomi Indonesia antara lain konsumsi domestik dan ekspor di tengah nilai tukar rupiah yang melemah terhadap dolar Amerika Serikat (USD). Dunia usaha berharap pemerintah membuat kebijakan relaksasi untuk daya beli. Seperti memberikan insentif dalam kurun waktu tertentu.

“Jadi daya beli bisa meningkat lagi, pertumbuhan kita terbantu karena domestic consumption, jadi itu yang kita harapkan," imbuhnya.

Indikator lainnya, kata dia, konsumsi rumah tangga yang berkontribusi cukup besar dalam produk domestik bruto (PDB) saat ini porsinya tumbuh stagnan di angka 4,95 persen. "Ini gejala stagnasi pertumbuhan ekonomi akan berjalan sampai tahun depan. Bisa dilihat pertumbuhan ekonomi di Kaltim hanya tipis," terangnya.

Produk domestik regional bruto (PDRB) Kaltim atas dasar harga berlaku pada triwulan I 2018 mencapai Rp 155,4 triliun. Terjadi kenaikan Rp 9,96 triliun ketimbang triwulan I 2017 yang tercatat Rp 145,44 triliun.

Kinerja ekspor impor sebenarnya menunjukkan pertumbuhan cukup baik. Hanya saja, kontribusi Kaltim terhadap nasional tidak terlalu besar. Badai ekonomi akibat melemahnya harga komoditas membuat Kaltim anjlok. Saat ini, masih dalam perbaikan. Di Kalimantan, pertumbuhan ekonomi pada triwulan I tertinggi masih dipegang Kalteng yakni 2,31 persen. Bahkan di Kalsel dan Kaltara minus.

“Memang 50 persen pertumbuhan ekonomi nasional disokong pulau Jawa. Namun melihat tren kondisi pertumbuhan ekonomi daerah yang tidak semua tumbuh saya yakin target 2019 sulit tercapai,” tutupnya.

Diketahui, pemerintah memasang target pertumbuhan ekonomi pada 2019 mendatang mencapai 5,4 hingga 5,8 persen. Sesuai pernyataan yang disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam Rapat Paripurna DPR, Jakarta, Jumat (18/5) tadi. Pemerintah juga bertekad mewujudkan peningkatan pertumbuhan yang lebih berkualitas dan inklusif agar tercipta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

"Sasaran pertumbuhan diarahkan untuk mendorong pemerataan pertumbuhan di seluruh wilayah Indonesia, dengan melaksanakan percepatan pembangunan kawasan timur Indonesia, wilayah perbatasan, kawasan terluar dan daerah tertinggal," kata Sri Mulyani.

Sri Mulyani mengatakan, salah satu upaya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi tersebut antara lain dengan mengedepankan sektor yang bernilai tambah agar pasar domestik menjadi lebih kuat serta mendepankan produktivitas. Salah satunya industri berbasis ekonomi digital yang saat ini membutuhkan dukungan kualitas sumber daya manusia produktif, inovatif, dan mampu berdaya saing.

Selain itu, momentum pertumbuhan investasi dan ekspor juga terus dipelihara dengan menghilangkan berbagai regulasi yang menghambat di pemerintah pusat maupun daerah. Serta melakukan reformasi dalam bidang perpajakan dan ketenagakerjaan. (aji/ndu2/k18)


BACA JUGA

Jumat, 22 Juni 2018 06:45

IHSG Berpeluang Rebound

JAKARTA – Pasar saham masih lesu setelah berakhirnya libur panjang. Aliran dana asing terus keluar.…

Jumat, 22 Juni 2018 06:44

Neraca Dagang Terancam Anjlok

JAKARTA – Performa negatif neraca dagang diprediksi berlanjut. Sepanjang periode Januari–April,…

Jumat, 22 Juni 2018 06:43

Stok dan Harga Daging Sapi Terkendali

SURABAYA – Kebutuhan daging sapi diprediksi tetap tinggi hingga sepekan setelah Hari Raya Idulfitri.…

Jumat, 22 Juni 2018 06:41

Indonesia Tuan Rumah FIABCI Dunia

JAKARTA - Federasi Real Estat dunia atau World Congress FIABCI memilih Indonesia sebagai tuan rumah…

Kamis, 21 Juni 2018 06:44

Ujian Rupiah Berlanjut

JAKARTA – Setelah sentimen pertemuan G-7 (Grup 7) yang mempertemukan kelompok negara-negara maju…

Kamis, 21 Juni 2018 06:34

Arus Balik, Konsumsi Pertamax Naik 17 Persen

JAKARTA – Memasuki masa arus balik H+4 Lebaran 2018, Satuan Tugas (Satgas) PT Pertamina (Persero)…

Kamis, 21 Juni 2018 06:33

Petani Belum Merdeka

NGAWI – Musim panen padi sudah di depan mata. Namun bukannya senang, sejumlah petani di Ngawi…

Rabu, 20 Juni 2018 06:44

Tertarik, tapi Terbentur Persyaratan

BALIKPAPAN - Kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) atau BI 7-day reverse repo rate sebesar 50…

Rabu, 20 Juni 2018 06:40

Juni, Inflasi Kaltim Diprediksi Terkendali

SAMARINDA - Meski beberapa harga pangan melambung sejak awal bulan, seperti ayam broiler, daging sapi,…

Rabu, 20 Juni 2018 06:38

478 Daerah Sudah Terima Dana Desa

SAMARINDA - Pembangunan perdesaan di Bumi Etam dipastikan bakal semakin cepat. Pasalnya, saat ini penyaluran…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .