MANAGED BY:
RABU
24 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN
Minggu, 20 Mei 2018 10:10
KPK Lanjutkan Kasus Century

Sudah Bisa Naikkan Status ke Penyidikan

-

PROKAL.CO, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya melanjutkan penanganan kasus skandal korupsi bailout Bank Century. Keputusan itu diambil pimpinan KPK, Senin (14/5) lalu. ”Penanganan kasus ini (Century) diteruskan,” kata Jubir KPK Febri Diansyah kepada Jawa Pos kemarin (19/5).

Sikap tersebut diambil setelah para komisioner mendengarkan paparan hasil kajian kasus yang merugikan negara Rp 6,7 triliun tersebut dari tim penyidik dan tim penuntut. Kajian tersebut secara umum menguraikan peran sejumlah aktor yang terlibat dan alat bukti apa saja yang bisa memperkuat peran itu.

Febri memerinci, setidaknya ada tiga ruang lingkup yang diuraikan tim kasus Century di hadapan pimpinan. Yakni, terkait fasilitas pinjaman jangka pendek (FPJP) dari Bank Indonesia (BI) ke Bank Century. Nilai bantuan FPJP itu Rp 650 miliar. Kemudian, lingkup yang diuraikan adalah tentang penetapan Bank Century sebagai bank berdampak sistemik.

“(Lingkup) yang ketiga adalah PMS (penyertaan modal sementara),” tambah mantan peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) tersebut. Selain ketiga hal itu, Febri menyebut, pihaknya juga menyoroti proses merger dan permasalahan Bank Century jauh sebelum diselamatkan oleh BI. ”Prinsipnya, kami tengah mendalami bukti-bukti yang ada,” imbuh Febri.

Berdasar kajian tersebut, KPK sebenarnya sudah bisa menaikkan status perkara itu ke penyidikan. Sebab, kecukupan alat bukti yang diperlukan untuk dimulainya penyidikan sudah dikantongi KPK. Salah satunya, putusan hakim terhadap mantan Deputi Gubernur BI Bidang Moneter Budi Mulya. ”Kami tidak mau buru-buru,” kata Febri saat disinggung soal dimulainya penyidikan itu.

Sementara itu, koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman mendesak KPK segera melakukan penyidikan dan menetapkan tersangka sebagai tindak lanjut penanganan kasus Century. Sebab, bila penyidikan diulur-ulur, berpotensi menimbulkan persepsi bahwa KPK tengah melakukan tawar-menawar politik. Mengingat, kasus Century santer melibatkan mantan Wakil Presiden RI Boediono.

”Jika KPK tidak segera menaikkan ke penyidikan, apa yang dikerjakan hanya upaya mengulur-ulur waktu sampai habis jabatan pimpinan periode ini,” tegas aktivis yang menang praperadilan kasus Century atas KPK di PN Jakarta Selatan tersebut. Boyamin mengatakan, berdasar putusan Budi Mulya, sedikitnya ada 10 orang yang disebut bersama-sama melakukan perbuatan korupsi Century.

Dari kelompok pejabat BI, ada nama Boediono (dulu gubernur BI), Miranda Goeltom, Muliaman D Hadad, Ardhayadi Mitroatmodjo, Hartadi Agus Sarwono, Budi Rochadi (sudah meninggal), dan Siti Fajriah (sudah meninggal). Dari komite stabilitas sistem keuangan (KSSK) ada Raden Pardede yang sekarang menjabat direktur utama PT Perusahaan Pengelola Aset. Sedangkan dari Bank Century ada nama Robert Tantular (pemegang saham Bank Century waktu itu), dan Hermanus Hasan Muslim (bekas dirut Bank Century). (tyo/oki/jpg/iza/k8)

loading...

BACA JUGA

Senin, 22 Oktober 2018 11:14

Lama Diburu, Turis Bule Ini Ditemukan Kais Tong Sampah

Turis asal Republik Latvia, Gatis Baumanis, sudah lama diburu personil Polsek Ubud. Belakangan, turis…

Senin, 22 Oktober 2018 10:46

GREGET..!! Penghuni Telat Bayar Uang Kos, Motornya Diceburin ke Sungai oleh Warga

 Dipicu masalah tunggakan uang sewa kos yang belum dibayar, ratusan warga Tambaksawah Waru Sidoarjo,…

Minggu, 21 Oktober 2018 11:23
Dugaan Pelanggaran Kampanye

Kasus Luhut – Sri Mulyani Sampai di Gakumdu

JAKARTA - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) memastikan untuk menindaklanjuti dugaan pelanggaran kampanye…

Minggu, 21 Oktober 2018 11:12

Korban Meninggal Gempa dan Tsunami Sulteng Jadi 2.113 Orang

JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis daftar terbaru jumlah korban terdampak…

Jumat, 19 Oktober 2018 11:06

Tiga Jurkam Jokowi-Ma'ruf Amin Dicokok KPK, Ini Pesan Timses Capres 02

Andre Rosiade selaku Juru Bicara Prabowo-Sandiaga mengaku prihatin atas kasus penangkapan yang menimpa…

Kamis, 18 Oktober 2018 12:46

KPU Makassar Terbelit Utang, Terindikasi Manipulasi Laporan Keuangan

MAKASSAR - Sekretariat KPU Makassar disorot Pusat.  Sejumlah laporan keuangannya bermasalah. KPU…

Kamis, 18 Oktober 2018 12:41

WADUH..!! 1.000 Napi Sulteng Masih Kabur

JAKARTA- Sebanyak 1.000 narapidana (napi) dinyatakan belum menyerahkan diri pasca-gempa di Palu, Donggala…

Kamis, 18 Oktober 2018 12:40
Tim Prabowo-Sandi Datangi KPU

Pertanyakan 31 Juta Data Pemilih Misterius

JAKARTA – Tim kampanye pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno kembali mempersoalkan data daftar…

Rabu, 17 Oktober 2018 11:19

KPK Sasar Meikarta, Ini Kata Menteri Luhut

Menteri Koordinator Bidang Maritim Luhut Binsar Pandjaitan tak mempersoalkan langkah Komisi Pemberantasan…

Rabu, 17 Oktober 2018 10:51
Tiongkok Jual Murah Paket Wisata ke Bali, Ini Modusnya…

WELEH..!! Dengan Modal Rp 600 Ribu, Wisatawan Tiongkok Sudah Bisa ke Bali

 Bali selalu didengungkan menjadi destinasi wisata terbaik di dunia. Tidak kalah dengan yang lain.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .