MANAGED BY:
SENIN
18 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN
Minggu, 20 Mei 2018 10:10
KPK Lanjutkan Kasus Century

Sudah Bisa Naikkan Status ke Penyidikan

-

PROKAL.CO, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya melanjutkan penanganan kasus skandal korupsi bailout Bank Century. Keputusan itu diambil pimpinan KPK, Senin (14/5) lalu. ”Penanganan kasus ini (Century) diteruskan,” kata Jubir KPK Febri Diansyah kepada Jawa Pos kemarin (19/5).

Sikap tersebut diambil setelah para komisioner mendengarkan paparan hasil kajian kasus yang merugikan negara Rp 6,7 triliun tersebut dari tim penyidik dan tim penuntut. Kajian tersebut secara umum menguraikan peran sejumlah aktor yang terlibat dan alat bukti apa saja yang bisa memperkuat peran itu.

Febri memerinci, setidaknya ada tiga ruang lingkup yang diuraikan tim kasus Century di hadapan pimpinan. Yakni, terkait fasilitas pinjaman jangka pendek (FPJP) dari Bank Indonesia (BI) ke Bank Century. Nilai bantuan FPJP itu Rp 650 miliar. Kemudian, lingkup yang diuraikan adalah tentang penetapan Bank Century sebagai bank berdampak sistemik.

“(Lingkup) yang ketiga adalah PMS (penyertaan modal sementara),” tambah mantan peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) tersebut. Selain ketiga hal itu, Febri menyebut, pihaknya juga menyoroti proses merger dan permasalahan Bank Century jauh sebelum diselamatkan oleh BI. ”Prinsipnya, kami tengah mendalami bukti-bukti yang ada,” imbuh Febri.

Berdasar kajian tersebut, KPK sebenarnya sudah bisa menaikkan status perkara itu ke penyidikan. Sebab, kecukupan alat bukti yang diperlukan untuk dimulainya penyidikan sudah dikantongi KPK. Salah satunya, putusan hakim terhadap mantan Deputi Gubernur BI Bidang Moneter Budi Mulya. ”Kami tidak mau buru-buru,” kata Febri saat disinggung soal dimulainya penyidikan itu.

Sementara itu, koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman mendesak KPK segera melakukan penyidikan dan menetapkan tersangka sebagai tindak lanjut penanganan kasus Century. Sebab, bila penyidikan diulur-ulur, berpotensi menimbulkan persepsi bahwa KPK tengah melakukan tawar-menawar politik. Mengingat, kasus Century santer melibatkan mantan Wakil Presiden RI Boediono.

”Jika KPK tidak segera menaikkan ke penyidikan, apa yang dikerjakan hanya upaya mengulur-ulur waktu sampai habis jabatan pimpinan periode ini,” tegas aktivis yang menang praperadilan kasus Century atas KPK di PN Jakarta Selatan tersebut. Boyamin mengatakan, berdasar putusan Budi Mulya, sedikitnya ada 10 orang yang disebut bersama-sama melakukan perbuatan korupsi Century.

Dari kelompok pejabat BI, ada nama Boediono (dulu gubernur BI), Miranda Goeltom, Muliaman D Hadad, Ardhayadi Mitroatmodjo, Hartadi Agus Sarwono, Budi Rochadi (sudah meninggal), dan Siti Fajriah (sudah meninggal). Dari komite stabilitas sistem keuangan (KSSK) ada Raden Pardede yang sekarang menjabat direktur utama PT Perusahaan Pengelola Aset. Sedangkan dari Bank Century ada nama Robert Tantular (pemegang saham Bank Century waktu itu), dan Hermanus Hasan Muslim (bekas dirut Bank Century). (tyo/oki/jpg/iza/k8)

loading...

BACA JUGA

Minggu, 17 Juni 2018 09:46

AKHIRNYA..!! Polisi Ngaku Hentikan Kasus Chat Rizieq dan Firza

Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri) akhirnya bersuara mengenai kabar yang beredar…

Sabtu, 16 Juni 2018 13:45
Uni Eropa Cabut Larangan Terbang

ALHAMDULILLAH..!! Kini Semua Maskapai Indonesia Bisa Terbang ke Eropa

JAKARTA – Kini semua maskapai berbendera Indonesia sudah bisa mendarat di Eropa. Badan Eksekutif…

Sabtu, 16 Juni 2018 13:39
Kemenag Intensif Bahas Penyatuan Kalender Islam

2022 Mulai Tidak Kompak, Diawali Perbedaan Idul Adha

JAKARTA – Pemerintah boleh bersyukur penetapan awal puasa dan lebaran tahun ini bersamaan. Tetapi…

Jumat, 15 Juni 2018 20:00

SANGAT SERIUS..!! Usut Kematian Wartawan M Yusuf, Ini Susunan TPF PWI Pusat

JAKARTA- Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) merespon  cepat kematian almarhum Muhammad Yusuf (42).…

Jumat, 15 Juni 2018 14:14

UTANG LAGI..!! Indonesia Dapat Pinjaman Lagi dari Bank Dunia

JAKARTA - Bank Dunia menyetujui pinjaman baru sebesar USD 150 juta untuk program Indonesia Supporting…

Jumat, 15 Juni 2018 13:06

NGERI..!! Hilang Belasan Jam, Ternyata Wanita Ini Ada di Perut Ular

Duka mendalam menyelimuti keluarga Wa Tiba (54), warga Desa Persiapan Lawela, Kecamatan Lohia, Kabupaten…

Jumat, 15 Juni 2018 12:54

WADUH..!! Cuma Ditanya Kapan Nikah, Pria Ini Bunuh Tetangga Sendiri

Seorang pemuda berinisial FN, 28, tega membunuh tetangganya sendiri Iis Aisyah, 32, karena tersinggung…

Kamis, 14 Juni 2018 19:56

Hindari Motor, Bus "Bajak" Sawah

GIRI MENANG-Satu unit bus pariwisata Maruta Transport terjun bebas ke sawah setelah menabrak tiang listrik…

Kamis, 14 Juni 2018 19:36

PWI Bentuk Tim Pencari Fakta Kasus Kematian Muhammad Yusuf

JAKARTA- Persatuan Wartawan Indonesia ( PWI ) Pusat  akan membentuk Tim Pencari Fakta ( TPF ) untuk…

Rabu, 13 Juni 2018 23:18

Baru Berlayar 30 Menit, Kapal Ini Oleng, Lalu Karam, Begini Nasib Penumpangnya...

MAKASSAR- Tenggelamnya kapal motor (KM) Arsita yang memuat puluhan penumpang di perairan Makassar, Rabu…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .