MANAGED BY:
MINGGU
19 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN
Minggu, 20 Mei 2018 10:10
KPK Lanjutkan Kasus Century

Sudah Bisa Naikkan Status ke Penyidikan

-

PROKAL.CO, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya melanjutkan penanganan kasus skandal korupsi bailout Bank Century. Keputusan itu diambil pimpinan KPK, Senin (14/5) lalu. ”Penanganan kasus ini (Century) diteruskan,” kata Jubir KPK Febri Diansyah kepada Jawa Pos kemarin (19/5).

Sikap tersebut diambil setelah para komisioner mendengarkan paparan hasil kajian kasus yang merugikan negara Rp 6,7 triliun tersebut dari tim penyidik dan tim penuntut. Kajian tersebut secara umum menguraikan peran sejumlah aktor yang terlibat dan alat bukti apa saja yang bisa memperkuat peran itu.

Febri memerinci, setidaknya ada tiga ruang lingkup yang diuraikan tim kasus Century di hadapan pimpinan. Yakni, terkait fasilitas pinjaman jangka pendek (FPJP) dari Bank Indonesia (BI) ke Bank Century. Nilai bantuan FPJP itu Rp 650 miliar. Kemudian, lingkup yang diuraikan adalah tentang penetapan Bank Century sebagai bank berdampak sistemik.

“(Lingkup) yang ketiga adalah PMS (penyertaan modal sementara),” tambah mantan peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) tersebut. Selain ketiga hal itu, Febri menyebut, pihaknya juga menyoroti proses merger dan permasalahan Bank Century jauh sebelum diselamatkan oleh BI. ”Prinsipnya, kami tengah mendalami bukti-bukti yang ada,” imbuh Febri.

Berdasar kajian tersebut, KPK sebenarnya sudah bisa menaikkan status perkara itu ke penyidikan. Sebab, kecukupan alat bukti yang diperlukan untuk dimulainya penyidikan sudah dikantongi KPK. Salah satunya, putusan hakim terhadap mantan Deputi Gubernur BI Bidang Moneter Budi Mulya. ”Kami tidak mau buru-buru,” kata Febri saat disinggung soal dimulainya penyidikan itu.

Sementara itu, koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman mendesak KPK segera melakukan penyidikan dan menetapkan tersangka sebagai tindak lanjut penanganan kasus Century. Sebab, bila penyidikan diulur-ulur, berpotensi menimbulkan persepsi bahwa KPK tengah melakukan tawar-menawar politik. Mengingat, kasus Century santer melibatkan mantan Wakil Presiden RI Boediono.

”Jika KPK tidak segera menaikkan ke penyidikan, apa yang dikerjakan hanya upaya mengulur-ulur waktu sampai habis jabatan pimpinan periode ini,” tegas aktivis yang menang praperadilan kasus Century atas KPK di PN Jakarta Selatan tersebut. Boyamin mengatakan, berdasar putusan Budi Mulya, sedikitnya ada 10 orang yang disebut bersama-sama melakukan perbuatan korupsi Century.

Dari kelompok pejabat BI, ada nama Boediono (dulu gubernur BI), Miranda Goeltom, Muliaman D Hadad, Ardhayadi Mitroatmodjo, Hartadi Agus Sarwono, Budi Rochadi (sudah meninggal), dan Siti Fajriah (sudah meninggal). Dari komite stabilitas sistem keuangan (KSSK) ada Raden Pardede yang sekarang menjabat direktur utama PT Perusahaan Pengelola Aset. Sedangkan dari Bank Century ada nama Robert Tantular (pemegang saham Bank Century waktu itu), dan Hermanus Hasan Muslim (bekas dirut Bank Century). (tyo/oki/jpg/iza/k8)

loading...

BACA JUGA

Minggu, 19 Agustus 2018 12:58

Jokowi Naik Motor Lalu Terbang, Dikatai Ketahuan Banget Bohongnya dan Lebay

Video aksi Presiden Jokowi terbang naik motor dalam pembukaan Asian Games 2018 tadi malam, ditanggapi…

Minggu, 19 Agustus 2018 12:53

Joni Happy di Jakarta, Nonton Asian Games

Hari yang tak akan pernah dilupakan Yohanes Ande Kala kemarin diakhiri dengan pengalaman istimewa. Nonton…

Sabtu, 18 Agustus 2018 19:55

Ini Dia 9 Fakta Tentang Joni, Si Bocah Panjat Tiang Bendera

Banyak pihak mengaku terharu hingga menitikan air mata melihat aksi Yohanes Ande Kala Marchal memanjat…

Sabtu, 18 Agustus 2018 19:53

Joni Tak Takut Jatuh, Cuma Takut Merah Putih Tak Berkibar

Keberanian bocah pemanjat tiang bendera, Yohanes Gama Marchal Lau, layak menjadi contoh bagi generasi…

Sabtu, 18 Agustus 2018 12:16

Tak Puas dengan Istri yang Kayak Patung Saat di Ranjang, Pria Ini Terpesona Desahan Janda

Bertemu janda kembang membuat hidup Donwori lebih bergairah. Keinginannya untuk memuaskan hasrat di…

Sabtu, 18 Agustus 2018 11:25

Sandiaga Berpotensi Disukai Pemilih Milenial Dan Emak-Emak

Dalam Pemilu Presiden (Pilpres) 2019 mendatang, kategori pemilih milenial cukup tinggi. Oleh karena…

Jumat, 17 Agustus 2018 22:49

SINTING..!! Usai Tebas Leher Nenek sampai Putus, Udin Teriak Merdeka dan Nyanyi Lagu Indonesia Raya

BANJARMASIN- Lahmudin alias Udin terancam menghuni penjara dalam waktu sangat lama karena memenggal…

Jumat, 17 Agustus 2018 20:02

Panjat Tiang Bendera 23 Meter, Joni Kala Dapat Hadiah dari Kemendagri

Bocah Atambua Nusa Tenggara Timur (NTT) yang panjat tiang bendera saat upacara HUT RI diketahui bernama…

Jumat, 17 Agustus 2018 20:00

Kronologis Heroik Bocah SMP Panjat Tiang Bendera Saat Upacara di NTT, Ternyata Ini Nama Aslinya

Yohanes Gama Marchal seorang pelajar SMP Negeri Silawan, Kelas VII, tiba-tiba saja berlari ke luar barisan…

Jumat, 17 Agustus 2018 19:58

Bendera Merah Putih Nyaris Tak Berkibar, Bocah SMP Langsung Panjat Tiang Bendera, Lihat Apa yang Terjadi

Bocah Atambua Nusa Tenggara Timur, menjadi pahlawan dalam upacara peringatan HUT ke-73 RI di Motaain,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .